Senin, 02 Juni 2008

Penganiayaan FPI Terhadap AKKBB: Peristiwa Memilukan yang Memalukan

Opini: Peristiwa Memilukan yang Memalukan

Minggu, 1 Juni 2008 di sekitar Monumen Nasional memang lebih ramai dari biasanya. Dari pagi sudah banyak massa yang berkumpul di sekitar Monas. Massa terdiri dari beberapa kelompok dengan acara yang berbeda, mulai dari yang jalan santai sampai yang berdemo BBM.

Sesuai dengan jadwal dari pihak kepolisian, Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) seyogyanya akan memulai aksi damai siang hari sekitar pukul 13.00 wib. Hal ini untuk mencegah bentrok dengan massa yang lain. Selain itu, aparat juga mengatur rute masing-masing aksi agar tidak ada pertemuan massa yang tidak diinginkan.

Siang itu AKKBB yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat sedang bersiap memulai aksi. Massa baru mulai berdatangan dari berbagai tempat untuk berkumpul. Agendanya adalah dalam rangka memperingati hari Pancasila ingin mengingatkan kembali pemerintah akan pentingnya menjaga kebhinekaan di Indonesia. Suatu hal yang belakangan ini nampak agak dilupakan oleh pemerintah terkait berbagai kasus yang menimpa kelompok-kelompok minoritas, termasuk Ahmadiyah.

Aksi belum lagi dimulai, tiba-tiba sekelompok masa beratribut FPI (Front Pembela Islam), dengan berbagai senjata di tangan, datang dan menyerang kerumunan secara membabi-buta. Gerombolan FPI itu bukan saja hanya melukai kaum pria, tapi juga menyerang kaum wanita dan anak-anak. (Video berita terkait bisa dilihat di youtube: http://www.youtube.com/watch?v=WmGsR6bviO0)

Suatu pemandangan yang sangat mengerikan untuk dilihat. Dan itu akan menjadi luka amat dalam bagi jiwa, khususnya anak-anak yang masih polos itu. Bahwa demikianlah islam itu, jika ingin dikatakan islam yang benar, tidak sesat, itulah yang harus dilakukan. SUNGGUH MEMILUKAN SEKALIGUS MEMALUKAN.!!!

Negara Indonesia adalah Negara yang berlandaskan Pancasila dengan semboyan BHINEKA TUNGGAL IKA (Berbeda-beda tapi satu). Dari sejak dahulu kala bangsa ini memang demikian beragamnya. Namun dengan semangat persatuan demi mencapai cita-cita kemerdekaan, akhirnya bangsa ini menjadi kuat. Bangsa penjajah yang jauh lebih kuat pun mampu dikalahkan.

Kekuatan kita adalah persatuan itu. Persatuan diatas segala perbedaan yang ada. Toleransi yang tinggi, tenggang rasa, tepo seliro, berat sama dipikul ringan sama dijinjing, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh… Itulah nilai-nilai yang sejak lama ditanamkan para pendahulu kita agar kita para penerus tidak menyia-nyiakan perjuangan mereka merebut kemerdekaan dengan meruntuhkan sendi-sendi persatuan bangsa.

Perbedaan seharusnya tidak menjadi masalah. Tidak untuk islam, tidak untuk agama manapun. Tidak ada secuilpun ajaran dalam islam yang menjadikan penganutnya menjadi tidak toleran terhadap perbedaan. Kita mengenal hadis nabi “al-ikhtilaafu ummati rohmatun” perbedaan dalam umatku adalah rahmat. Sejarah membuktikan bahwa perbedaan tidak akan pernah hilang. Dan itu akan terus menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Bangsa yang bisa menyikapi perbedaan dengan arif, maka bangsa itu akan maju. Bila tidak, tunggulah saatnya hingga kehancuran datang. Sejarah memberikan pelajaran yang lebih dari cukup mengenai hal itu. Tinggal bagaimana sikap kita, apakah kita mau belajar? Ataukah tidak?






3 komentar:

  1. Anti Anarkhis3 Juni 2008 00.18

    Melihat sepak terjang kelompok yang anarkis seperti itu kita umat islam benar-benar tersinggung. Seharusnya kalau mau jadi preman jangan pake nama islam..
    Sudah sewajarnya gerombolan seperti itu ditangkapi. Terutama gembong-gembongnya yang suka memfrovokasi masyarakat.. Ayo SBY!! Tunjukkan gigimu!! Jangan takut sama preman berjubah donk...

    BalasHapus
  2. Sebenarnya kelompok FPI itu dipancing dan terjebak oleh AKKBB
    Eh si Pemerintah malah memanfaatkan momen ini sbg pengalihan perhatian publik terhadap kenaikan BBM
    Kalau aku sendiri ga setuju kalau FPI dibubarkan tapi juga ga setuju dengan kekerasan.
    Jadi menurutku baiknya yg melakukan kekerasan kemarin itu diadili saja.
    Insiden monas kemarin itu tidak begitu besar. Hanya dibesar2 media saja.
    Sama aksi demo di Malut saja lbh besar yg terjadi disana. Harusnya pemerintah kalau mau adil semua aksi demo ditanggapi serius.

    BalasHapus
  3. Hemat saya, baik AKKBB maupun FPI hanya korban dari konspirasi politik kotor. Saya tidak mau menuding pihak manapun, yang jelas yang merasa politikus yang dimaksud pasti merah kupingnya.
    AKKBB sendiri saya perhatikan punya visi dan misi yang baik sama halnya dengan FPI, yaitu untuk kebaikan negara kita tercinta, Indonesia. Hanya saja cara-cara yang ditempuh keduanya yang jauh berbeda. Saya lebih prefer ke AKKBB yang jauh lebih santun dalam beraspirasi. Tambahan lagi tuduhan bahwa AKKBB telah melakukan provokasi menurut saya sangat tidak berdasar. Justru pada kenyataannya Pihak FPI-lah yang sering berbuat seperti itu. Cari aja di youtube. (keyword: sobri lubis)..

    BalasHapus

Terimakasih untuk komentar anda yang bertanggung jawab.

Related Post

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...