Senin, 04 Agustus 2008

JALSAH SALANAH U.K 2008


KHUTBAH JUM’AH
HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.
Tanggal 25 July 2008 dari Hadiqatul Mahdi London, U.K.

TENTANG : JALSAH SALANAH U.K 2008

Pada hari ini Jalsah Salanah Jema’at Ahmadiyah UK akan segera dimulai, insya Allah!! Jalsah pada tahun ini kita berkumpul disni untuk mensyukuri genapnya seabad Khilafat Ahmadiyah dan untuk mensyukuri karunia-karunia, rahmat dan pertolongan-pertolongan yang turun dari Allah swt selama seratus tahun, Jalsah ini merupakan sebuah Jalsah yang sangat penting. Jalsah ini dirasakan sangat penting oleh setiap orang tua, pemuda-pemudi, lelaki maupun perempuan. Disebabkan pentingnya itu, dan mengingat akan melimpahnya jumlah para tetamu dari dalam maupun luar negeri yang akan datang menghadiri Jalsah ini, Jema’at Ahmadiyah Britania telah meningkatkan persiapan-persiapannya lebih luas lagi. Dan saya harap persiapan-persiapan tahun ini secara keseluruhan akan jauh lebih baik, sekalipun terdapat kelemahan-kelemahan yang kecil yang pada umumnya biasa terjadi. Dengan pengalaman yang sudah cukup lama yang dimiliki oleh para pegawai dan para petugas relawan Jalsah dengan karunia Allah swt telah membuat mereka menjadi sangat mahir dan terampil didalam menjalankan tugas-tugas mereka masing-masing. Dan dalam hal itu jika terdapat penilaian seorang Ahmadi dengan nuansa keimanan yang tinggi, maka artinya terdapat ketekunan yang amat sangat didalam pekerjaan yang dilakukan oleh para pegawai dan petugas relawan Jalsah Salanah.

Jalsah Salanah Jubili Khilafat
Jalsah pada tahun ini adalah Jalsah Jubili Khilafat juga. Didalam hati setiap petugas baik anak-anak, pemuda-pemudi dan orang-orang tua tertanam perasaan yang khas diwaktu mereka menjalankan pengkhidmatan. Dan dimanapun Jalsah sedang dilaksanakan pada tahun ini dan dimanapun saya telah mengunjungi mereka perasaan mereka ini nampak sekali kepada saya dari air muka mereka. Baik pada Jalsa Salanah yang diselenggarkan di Ghana di Nigeria atau pada Jalsah Salanah di Bennin, sebuah Jema’at baru dan Jalsah Salanahpun baru diadakan disana, dan juga Jalsah di Amerika dan Canada.
Tentang para Ahmadi di Amerika juga, saya ingin mengatakan sesuatu, saya tidak tahu mengapa para Ahmadi dinegara-negara lain mengira bahwa Jalsah Salanah disana tidak akan nampak begitu semangat dan begitu ramai seperti yang nampak dinegara lainnya. Perkiraan mereka itu sering dikemukakan didalam surat-surat yang datang dari mereka sampai sekarang. Mungkin saja perkiraan mereka ini timbul disebabkan adanya kesan-kesan umum tentang Amerika, dimana terdapat banyak kelemahan dikalangan para pemuda disana. Sebab disana terdapat banyak sekali anak-anak muda. Akan tetapi anggapan umum tentang para anggauta Jema’at disana adalah tidak benar. Pada umumnya keadaan masyarakat disana sangat baik. Dan sejauh mana tentang keadaan orang-orang Ahmadi, mereka tidak memiliki sebarang kekurangan atau kelemahan. Dan hal itu dengan karunia Allah swt berkat mereka telah menggabungkan diri dengan Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. Bagaimanapun pada sa’at ini akan saya uraikan tentang Jalsah Salanah yang diadakan di Britania. Sebagaimana telah saya katakan bahwa dari segi persiapan-persiapan yang sipatnya sementara ini termasuk menghadapi peraturan-peraturan negara ini, demikian luas dan besarnya persiapan-persiapan yang dilakukan, tidak dapat dibandingkan dengan Jalsah Jema’at dimanapun.

Dari segi jumlah peserta semenjak diadakan Jalsah, yang biasanya Jalsah German dan Jalsah Britania selalunya sama banyak pesertanya. Dan pada tahun ini peserta Jalsah Salanah di negara Ghana melonjak lebih banyak dari semua Jalsah yang pernah diadakan. Saya tidak menyebutkan Jalsah di Pakistan, karena Pemerintah disana yang menamakan diri sebagai pemerintah yang adil dan bebas beragama, sejak 24 tahun tidak memberi izin lagi kepada kita untuk mengadakan Jalsah Salanah. Kami tidak mengerti mengapa Pemerintah Pakistan merasa takut terhadap orang-orang Jema’at yang mencintai kedamaian ini.

Himbauan Do’a Untuk Negara Pakistan
Didalam kesempatan Jalsah ini saya ingin menganjurkan kepada semua para anggauta Jema’at khasnya hadirin Jalsah agar banyak-banyak memanjatkan do’a untuk negara Pakistan, pertama untuk negara secara keseluruhan yang sedang kacau, kita tidak tahu para penguasa pemerintahan disana mau dibawa kearah mana negara itu, dan apa pula yang dikehendaki oleh negara itu. Didalam pemilihan umum yang belum lama diadakan tahun ini tidak ada seorang maulvi-pun yang mendapat kedudukan di dalam pemerintahan, masyarakat awam disana sudah tidak suka kepada para Mullah disana. Maka sesuai dengan fitrat para Mullah sekarang mereka sedang melancarkan balas dendam diseluruh kawasan negara itu. Mereka sedang berusaha menguras setiap potensi yang ada pada negara dengan melancarkan berbagai macam kerusuhan di seluruh wilayah negara Pakistan.
Sedangkan para pemimpin dan para ahli politik negara itu merasa takut dari para mullah yang sudah disingkirkan dan ditolak oleh masyarakat awam didalam pemilihan umum tahun ini, sehingga sekalipun perbuatan makar para mullah itu jelas nampak di hadapan mata kepala para pemimpin dan para penguasa negara namun mereka tidak berani mengambil sebarang tindakan terhadap mereka itu. Mereka bukan menumpas perbuatan makar dan tindakan pemberontakan yang dipimpin oleh para mullah yang sudah melampaui batas itu, namun sebaliknya para pemimpin itu menundukkan kepala dihadapan para mullah dan mulai bercakap-cakap dengan merendahkan diri dihadapan mereka itu, seakan-akan berada dibawah kekuasaan mereka.
Bagaimanapun keadaannya semoga Allah swt mengasihani negara kita itu. Selain itu saudara-saudara harus banyak-banyak memanjatkan do’a bagi saudara-saudara ruhani kita disana, acara apapun yang mau mereka adakan semoga dapat dilaksanakannya dengan baik dan aman. Semoga mereka dapat melaksanakan jalsah dengan sangat gemilang. Semoga Allah swt menghapuskan undang-undang zalim yang dilancarkan terhadap Jema’at disana. Semoga Allah swt memberi akal kepada para pemimpin disana, yang tidak paham kearah mana mereka sedang membawa negara ini dan apa akibatnya Pada hari-hari Jalsah ini orang-orang Ahmadi yang datang dari Pakistan harus banyak-banyak berdo’a untuk orang-orang Ahmadi disana dan juga untuk negara Pakistan sendiri.

Nasihat Untuk Panitia dan Para Tamu Jalsah
Pada khutbah Jum’ah yang lalu saya telah mengingatkan para pegawai dan para petugas relawan Jalsah, maksudnya bukan berarti bahwa mereka tidak melaksanakan kewajiban mereka dengan baik. Dengan karunia Allah swt setiap pegawai dan petugas Jalsah menjalankan tugas mereka dengan penuh semangat dan kecintaan, seperti telah saya katakan sebelumnya. Dan seperti telah saya katakan juga bahwa persiapan yang begitu besar dan luas dan begitu panjang waktu yang dipergunakan untuk itu tidak terdapat dinegara manapun seperti yang mereka kerjakan disini. Jalsah di German sekalipun dari segi jumlah peserta sama banyak dengan jumlah peserta Jalsah UK namun disana cukup banyak diperoleh kemudahan-kemudahan sedangkan disni tidak dapat diperoleh seperti itu. Pada tahun yang lalu Allah swt telah memberi satu pengalaman yang mengesankan bagi para pegawai Jalsah disini, yakni disebabkan cuaca buruk hujan telah membuat banyak persiapan-persiapan menjadi kalang-kabut. Akan tetapi para pegawai dan para petugas Jalsah dalam keadaan yang sangat sulit itu telah mampu mengatasinya dengan baik dan penuh cermat. Dalam menghadapi kesulitan dimasing-masing bagian terpaksa diatasi oleh petugas masing-masing bagian pula, sehingga dapat diselesaikan dengan baik.
Keadaan cuaca pada tahun ini sangat baik sekali dibanding dengan keadaan cuaca ditahun yang lepas. Dan semoga terus baik selama Jalsah ini berlangsung. Berdo’alah terus untuk itu. Memang segala sesuatu berada dibawah kekuasaan Allah swt. Tanpa ada karunia dari pada-Nya kita tidak bisa memperoleh sesuatu. Jika Dia kehendaki tentu semua ramalan cuaca akan ternyata benar. Manusia hanya meng-agak-agak berasaskan kepada suatu perkiraan tertentu kemudian mereka mengumumkan keadaan cuaca yang akan terjadi sesuai perkiraan mereka.
Akan tetapi dari keadaan cuaca buruk ditahun yang lalu dirasakan ada juga faedahnya bagi Jema’at, yaitu Khuddam sempat memperoleh pengalaman-pengalaman baru. Khuddam yang sudah mempunyai kemahiran melaksanakan tugas diatas jalan-jalan yang bersih dan lancar, menjadi mahir dalam menghadapi suasana jalan yang berlumpur. Sekarang, menurut pikiran saya jika ada sebuah kereta (kendaraan) terperosok kedalam lumpur Khuddam akan mampu menarik atau mengeluarkannya dengan mudah berkat adanya pengalaman di tahun lepas.
Disamping itu sekarang saya ingin menasihati para tamu yang akan datang untuk menghadiri Jalsah, sedangkan para pegawai dan para petugas, dengan karunia Allah swt mampu bekerja dengan sangat cermat serta giat dan keadaan mereka akan bekerja tetap seperti itu, insya Allah swt. Akan tetapi para tamu juga mempunyai beberapa tanggung jawab. Pertama-tama yang harus diingat adalah, maksud menghadiri Jalsah Salanah ini semata-mata karena Allah swt. Oleh sebab itu jangan lupa kepada maksud itu dan harus selalu tertanam didalam pikiran mereka. Dan didalam hal itu yang paling penting lagi adalah tentang menunaikan sembahyang. Dengan mendengarkan ceramah sambil duduk dengan baik dan tekun saja, belum mencapai maksud dan tujuan menghadiri Jalsah. Bahkan setiap orang selama menghadiri Jalsah harus berusaha untuk mengadakan perobahan suci didalam diri masing-masing.
Dan semua amal soleh dan ibadah sembahyang yang dilakukan selama Jalsah harus menjadi bahagian tetap didalam kehidupan sehari-hari orang-orang yang menghadiri Jalsah. Ibadah sembahyang dilaksnakan sedemikian rupa sehingga menimbulkan khusyu dan khudhu (sangat merendahkan diri). Bahkan sembahyang-sembahyang itu selain harus dilaksankan dengan khusyu dan khudhu, harus dilaksanakan tepat pada waktunya juga. Dan harus dibiasakan menunaikan sembahyang dengan berjama’ah. Pada umumnya disni bazaar dan kedai-kedai selalunya ditutup diwaktu-waktu sembahyang sedang dilaksanakan. Selama Jalsah berlangsung dan juga selama waktu-waktu sembahyang semua kedai dan bazaar harus ditutup. Oleh sebab itu para tamu yang sudah biasa datang dan juga para tamu yang baru pertama kali datang jangan mencoba untuk pergi ke bazaar atau ketempat-tempat berjualan. Kadangkala terjadi secara diam-diam, tanpa alasan kuat bazaar-pun telah dibuka yang semata-mata melanggar peraturan. Dengan adanya perbuatan pelanggarn demikian bisa menimbulkan kesulitan terhadap petugas yang bersangkutan.
Selain itu selama hari-hari Jalsah pada umumnya diadakan juga sembahyang tahajjud berjama’ah dan pada waktu itu selalu ramai orang-orang yang ikut sembahyang. Dan ditempat-tempat tinggal para tamu yang terpisah juga harus diadakan sembahyang tahajjud bersama dengan teratur. Di Islam Abad terdapat tempat penampungan para tamu, tentu di Baitul Futuh juga banyak para tamu. Dikedua tempat itu juga harus diselenggarakan secara teratur baik sembahyang fajar maupun sembahyang tahajjud secara berjama’ah. Selain itu para tamu dalam jumlah besar yang tinggal dirumah-rumah. Jika mereka tinggal dekat dengan central atau masjid dan mudah untuk pergi kesana, jika mereka sudah sampai kerumah sebelum Maghrib atau Isya, disanapun harus diusahakan untuk sembahyang Maghrib dan Isya secara berjama’ah. Orang-orang yang tinggal di London harus menepati waktu-waktu sembahyang itu dan mereka harus mengajak para tamu juga untuk menunaikan sembahyang bersama-sama. Jika tidak ada perhatian penuh terhadap ibadah sembahyang dan ibadah-ibadah lainnya, tentu maksud dan tujuan kedatangan mereka ke Jalsah tidak dapat terpenuhi. Pidato atau ceramah-ceramah Jalsah tidak akan memberi faedah atau seseorang tidak akan dapat memetik faedah dengan sesungguhnya dari ceramah-ceramah yang disampaikan diwaktu Jalsah jika ibadah sembahyang mereka tidak dilaksanakan dengan tekun dan penuh tanggaung jawab. Jalsah ini adalah Jalsah Jubili Khilafat, karena itu jumlah pengunjung sangat banyak sekali. Dan Jalsah ini adalah Jalsah pertama yang diadakan didalam tahun Jubili Khilafat. Dan banyak para peserta datang karena menganggap Jalsah ini sangat penting dan istimewa sekali yang berkaitan dengan Jalsah Jubili Khilafat.

Pentingnya Shalat
Maka apabila Allah swt menyebut ni’mat Khilafat dan didalam firman-Nya disebutkan bahwa perasaan takut orang-orang mu’min diganti dengan perasaan aman, dan orang-orang mukmin akan menunaikan ibadah. Mereka beribadah hanya kepada Allah swt dan disebabkan mereka tidak menyekutukan Tuhan dengan sesuatu, maka dianugerahkanlah nikmat Khilafat ini kepada mereka. Kemudian hal itu meningkatkan perhatian mereka untuk lebih tekun lagi menunaikan ibadah kepada-Nya. Dan didalam ayat pertama setelah ayat istikhlaf Allah swt berfirman :
وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ
Yakni : Dirikanlah shalat (An Nur ayat 57) Langkah pertama untuk tidak melakukan syirik adalah mendirikan sembahyang. Mendirikan sembahyang itu apa artinya ? Yaitu menunaikan sembahyang dengan berjama’ah, menunaikan sembahyang dengan teratur dan tertib, dan menunaikan sembahyang tepat pada waktunya, menganggap ibadah sembahyang lebih utama dari pekerjaan lain, dan tidak menilai amal perbuatan lain lebih tinggi dari menunaikan ibadah sembahyang.
Maka selama hari-hari Jalsah ini semua orang yang datang untuk Jalsah harus memberi perhatian yang utama kepada kewajiban ibadah sembahyang. Bahkan dihari-hari Jalsah ini harus banyak memanjatkan do’a secara khas dan usahakanlah agar kebiasaan menunaikan sembahyang dihari-hari Jalsah ini harus menjadi bagian kehidupan sehari-hari saudara-saudara semuanya, supaya saudara-saudara selalu menjadi orang-orang yang dapat meraih bagian dari berkat-berkat yang telah dianugerahkan oleh Allah swt kepada kita semua dalam bentuk Lembaga Khilafat, yang menjadi sarana untuk meningkatkan kekuatan bagi setiap orang Ahmadi secara perorangan maupun bagi Jema’at secara keseluruhan, dengan syarat, semangat ibadah-ibadah kita tetap hidup. Jadi jagalah ibadah sembahyang secara khas pada hari-hari Jalsah ini. Sebab itulah asas tujuan hidup kita.
Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Setiap umat akan tetap berdiri secara lestari selama perhatian mereka tetap terpusat untuk beribadah kepada Allah swt.” Beliau bersabda : “Asas iman juga adalah shalat. Maka Allah swt berfirman:
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ
Yakni Allah swt telah berjanji kepada orang-orang beriman dari antara kamu, yaitu :
لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ
Dia pasti akan menjadikan mereka itu khalifah-khalfiah di muka bumi ini.”
Jadi untuk memperoleh nikmat ini dari Allah swt setiap orang Ahmadi harus meningkatkan iman mereka. Sebagaimana Hazrat Masih Mau’ud a.s. juga telah bersabda : “Asas iman adalah shalat. Maka asas ini harus dipegang erat-erat. Bahkan akar (asas) ini harus ditanamkan didalam hati dengan sekuat-kuatnya dan dalam keadaan bagaimanapun asas ini jangan mengalamai kerusakan. Sebab jika manusia sudah malas untuk menunaikan sembahyang, menjadi tanda baginya bahwa iman-nya sudah lemah. Jika keadaan imannya sudah lemah tentu hubungannya dengan Khilafat-pun menjadi lemah juga.
Maka pada hari-hari Jalsah ini, sesuai dengan tujuan kita datang berkumpul disini, sembahyang-sembahyang kita hendaklah dipelihara, agar sesuai dengan janji Allah swt sembahyang itu akan menjadi penjaga kita, sehingga timbullah kekuatan didalam iman kita. Dan setelah berhasil meraih kecintaan Tuhan, kita akan menjadi pewaris ni’mat-ni’mat-Nya yang telah Dia janjikan kepada orang-orang mu’min.
Tentang cara-cara memanjatkan do’a didalam sembahyang Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Sembahyang harus dilaksanakan dengan khusyu dan sangat merendahkan diri dihadapan Allah swt. Dan didalamnya harus banyak-banyak dipanjatkan do’a untuk kebaikan agama maupun dunia.” Selanjutnya beliau bersabda :
وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ
Artinya : “Dan mereka yang memelihara dengan ketat sembahyang-nya dan tidak pernah meninggalkannya.” Dan untuk itulah tujuan diciptakannya manusia, supaya belajar apa hakikat sembahyang itu. Ingatlah selalu bahwa sembahyang adalah sarana utnuk memecahkan berbagai macam kesulitan dan menjauhkan diri dari bermacam-macam musibah. Akan tetapi sembahyang bukanlah seperti yang dilakukan oleh manusia sebagai adat kebiasaan, melainkan sembahyang dilakukan sedemikian rupa sehingga kalbu manusia menjadi luluh dihadapan Allah swt. Dan dengan kecintaan yang sangat dalam ia menjatuhkan diri dihadapan singgasana Allah swt laksana air meleleh dihadapan-Nya. Dan iapun harus paham bahwa menjaga sembahyang bukan untuk kepentingan Allah swt. Sesungguhnya Allah swt sama-sekali tidak memerlukan sebarang faedah sembahyang kita. Dia adalah Ghani ‘anil ‘alamian Dia tidak memerlukan sesuatu dari kita. Maksudnya tiada lain adalah manusia sendiri yang memerlukannya. Dan hal ini adalah suatu rahasia bagaimana manusia menginginkan kebaikan bagi dirinya. Dan itulah sebabnya ianya memohon pertolongan dari Allah swt. Karena hal itu membuktikan bahwa adanya hubungan erat manusia dengan Tuhan menghasilkan perolehan kebaikan yang hakiki. Bagi seorang yang sudah demikian kuat keadaannya, sekalipun dunia menjadi musuhnya dan kehancurkan membayang-bayanginya, maka hal itu semua tidak akan mendatangkan sebarang mudharat kepadanya. Dan demi melindungi orang demikian seandainya Allah swt harus menghancurkan ratusan ribu orang, maka Di akan lakukan demikian. Ingatlah !! Sembahyang adalah amalan yang karenanya manuasia bisa mengerti tentang dunia dan tentang agama juga.” Selanjutnya beliau bersabda : “Sembahyang adalah amal ibadah yang dengan-nya manusia diselamatkkan dari perbuatan buruk dan perbuatan yang terkutuk. Akan tetapi untuk mencapai sembahyang peringkat demikian bukan ikhtiar manusia dan cara demikian tidak dapat pula diperoleh tanpa pertolongan dan dukungan Allah swt. Dan selama manusia tidak menempatkan dirinya sibuk untuk berdo’a maka ia tidak akan bisa menimbulkan konsentrasi demikian khudhu dan khusyunya didalam sembahyangnya. Oleh sebab itu janganlah membiarkan kehidupan kalian walau sesa’atpun baik diwaktu siang maupun malam kosong dari permohonan do’a kepada-Nya.”
Jadi kita sekarang sedang memperoleh banyak kesempatan baik diwaktu siang maupun malam untuk beribadah kepada Allah swt. Oleh karena itu kita harus menjaga sembahyang-sembahyang kita dengan baik sambil memohon pertolongan dari pada-Nya. Dan lewatkanlah waktu siang dan malam untuk banyak-banyak berdo’a kepada Allah swt. Semoga kita menjadi pemohon ni’mat-ni’mat dari Allah swt dan semoga sembahyang-sembahyang kita mampu mencegah kita dari perbuatan buruk. Semoga pada hari-hari Jalsah ini kita mendapat taufiq untuk memanjatkan do’a-do’a yang mampu menarik keridhaan Allah swt dan menjadi orang-orang yang selalu mewarisi rahmat dan kasih-sayang-Nya.
Semoga Allah swt memberi hidayah dan pengertian kepada para penentang Jema’at Ahmadiyah dan jika memang sesuai dengan pengetahuan Allah swt bukan merupakan taqdir, maka semoga Allah swt selalu melindungi kita dari setiap kejahatan mereka itu. Jadi pada hari-hari Jalsah ini kita harus memberi perhatian yang khas untuk menjalankan ibadah kepada Allah swt dengan sebaik-baiknya. Sebab itulah maksud dan tujuan kita semua.

Adab (etiket) Bertamu
Setiap orang Ahmadi yang datang menghadiri Jalsah Salanah ini harus selalu mengingat tujuan utama datang menghadiri Jalsah ini. Didalam hari-hari Jalsah ini mengucapkan salam kepada sesama yang lain harus dibiasakan. Sebab hal itu adalah salah sebuah hukum asas juga dari semua hukum-hukum yang telah diberikan Allah swt kepada kita. Dan hal itu sebuah sarana untuk menjalin perasaan cinta satu sama lain. Dan para tamu yang datang juga harus ingat bahwa, sekalipun melayani para tamu adalah tanggungjawab tuan rumah sepenuhnya akan tetapi ada beberapa kewajiban yang menjadi tanggung jawab para tamu juga. Didalam surah Ahzab terdapat hukum dari Allah swrt melalui Hazrat Rasulullah saw yaitu hukum asas untuk para tamu, yang harus diingat selalu oleh setiap orang kemanapun dia pergi menjadi tamu seseorang disuatu tempat. Dan bagi para tamu yang datang menghadiri Jalsah ini hukum itu harus selalu diingat secara khas. Sebab tamu Jalsah telah datang untuk maksud dan tujuan yang khas. Dan khasnya para tamu yang tinggal disini dibawah tanggung-jawab pelayanan dan pengurusan Jema’at sepenuhnya, hukum-hukum itu harus dipatuhi dan dita’ati sepenuhnya.
Terutama janganlah pergi kepada jamuan tanpa diundang. Suri teladan Hazrat Rasulullah saw selalu terpampang didalam bayangan kita. Ketika para tamu datang lebih banyak dari yang dientukan, seorang telah datang ditengah-tengah jamuan itu. Maka Rasulullah saw meminta izin kepada ahli bait dan bersabda bahwa : “ Seorang tamu bertambah satu orang datang bersama-ku. Jika engkau kehendaki akan aku bawa dia kedalam, kalau tidak katakanlah terus terang kepada-ku tanpa takut dan ragu aku akan suruh dia pulang jika engkau tidak menghendaki-nya.”
Jadi para tamu yang datang dari luar harus ingat, sekalipun mereka datang untuk Jalsah dan datang berdasrkan surat undangan, dan tanpa surat undangan tidak bisa datang. Akan tetapi perlu diingat bahwa tamu Jema’at diperbolehkan tinggal sampai waktu yang telah ditetapkan. Namun setelah habis masanya banyak juga yang dengan keras kepala meminta diperpanjang masa tinggal mereka. Hal demikian menjadi seperti tamu liar tanpa diundang yang bisa menimbulkan kesulitan. Banyak yang menuliskan masa berlakunya tiket cukup lama. Hal itu dijadikan alasan terpaksa harus tinggal agak lama. Lalu selama waktu menunggu mereka-pun mulai bekerja disini. Jika memang terpaksa demikian maka wang hasil bekerja itu harus dibelanjakan sebagaimana mestinya untuk memenuhi semua keperluan pribadi masing-masing. Jangan menjadi beban bagi Jema’at. Apabila terpaksa harus tinggal lebih lama lagi, tentu akan menimbulkan masalah seperti yang telah terjadi pada tahun yang sudah lalu, pada tahun sebelumnya juga telah terjadi hal yang sama. Tatkala mereka disuruh meninggalkan tempat tinggal mereka timbullah macam-macam complain kepada semua. Menurut undang-undang mereka tidak boleh bekerja, visa mereka untuk social visit, oleh sebab itu kehadiran mereka menimbulkan beberapa masalah dan menimbulkan kesulitan bagi yang bersangkutan. Kadangkala perkara beberapa orang seperti itu diketahui juga oleh jawatan penguasa. Oleh sebab itu kepada beberapa orang yang berbuat demikian, saya katakan kepada mereka, jika kalian ingin tinggal lebih lama lagi disini uruslah sendiri, jangan melibatkan Jema’at. Sebab orang-orang yang tinggal lama setelah Jalsah selesai, keadaan mereka seperti orang-orang yang telah tinggal lama dirumah seseorang sebagai tamu dan menyusahkan tuan rumah.
Selain itu satu hal lagi yang harus diingat oleh para tamu, bahwa untuk mengkhidmati mereka itu terpaksa datang kesini beberapa orang petugas yang berpendidikan tinggi dan ada juga yang terpelajar biasa dan yang bekerja diberbagai macam urusan, mereka semua telah mngurbankan waktu dan tenaga mereka untuk mengkhidmati para tamu Hazrat Masuh Mau’ud a.s. dan mereka berkhidmat dengan penuh dedikasi. Pada umumnya mereka berkhidmat dengan hati terbuka dan senang dan mereka siap untuk melaksanakan pekerjaan apapun. Saya sendiri selalu memberi penerangan dan dorongan kepada mereka satu atau dua kali sebelum berlangsung Jalsah Salanah bagaimana caranya supaya mereka melakukan pengkhidmatan dengan sebaik-baiknya terhadap para tamu Jalsah. Akan tetapi jika terpaksa terjadi keluar kata-kata yang kurang menyenangkan dari pihak mereka terhadap seseorang maka para tamu juga harus menunjukkan kesabaran menghadapi hal demikian. Jika setiap orang dan setiap tamu yang datang untuk Jalsah mengetahui semua kewajiban mereka sendiri maka tidak akan timbul perkara yang tidak disenangi. Tahun yang lalu disebabkan turun hujan yang sangat deras dan terus-menerus timbul beberapa kesulitan dan beberapa kekurangan didalam pelayanan, sehingga diantara para pegawai dan para petugas bagian transportasi dengan para tamu telah terjadi beberapa peristiwa kecil-kecil yang kurang menyenangkan dan sekarang juga saya menerima beberapa keluhan yang ditimbulkan oleh beberapa orang tamu, misalnya sesuai dengan peraturan lalu-lintas tidak boleh menghentikan kereta (kendaraan) didepan pintu halaman rumah orang lain, yang dapat menimbulkan kesulitan bagi tetangga rumah itu. Melalui TV juga sering diumumkan supaya jangan meletak kereta seenaknya didepan pintu halaman rumah orang, seperti dilakukan dikota-kota kecil orang-orang biasa meletak kereta ditepi jalan. Namun demikian para tamu yang datang dari negara-negara Eropah dengan kendaraan pribadi, mereka meletak kereta tanpa menghiraukan peraturan dan petunjuk-petunjuk yang telah diberikan kepada mereka. Dengan demikian mereka telah melakukan kesalahan. Padahal seharusnya mereka berpegang kepada peraturan, jika memang mereka datang untuk memperoleh barkat-barkat Jalsah salanah.
Para pegawai atau para petugas kadangkala dengan melihat pelanggaran- pelanggaran yang telah dilakukan oleh tamu suhu tabiat mereka menjadi naik seakan-akan mau marah terhadap mereka, namun mereka itupun harus belajar menahan emosi dan menekan perasaan dalam menghadapi peristiwa-peristiwa kecil seperti itu.

Permasalahan Bidang Konsumsi
Diwaktu makanan sedang dihidangkan juga telah terjadi hal-hal yang kurang menyenangkan. Perempuan-perempuan dan kanak-kanak atau orang-orang sakit tidak bisa menahan kesabaran. Disebabkan waktu yang cukup panjang sudah menahan lapar menimbulkan kesulitan bagi mereka, tidak bisa menahan lapar untuk waktu lama, disebabkan program cukup lama atau disebabkan lalu-lintas yang macet menghabiskan waktu yang cukup panjang dan mereka terpaksa menahan lapar. Tentang ini sebelumnya sudah saya katakan kepada para petugas agar jangan terlalu ketat dalam memegang peraturan ini, untuk orang-orang merasa lapar seperti itu hendaknya dilayani sekalipun acara Jalsah sedang berjalan, sebab pada waktu itu kedai-kedai juga tentu pada tutup. Untuk orang-orang seperti itu hendaknya makanan selalu dipersiapkan. Hal itu tidak melanggar peraturan.
Kemudian orang-orang yang mempunyai kanak-kanak dan orang-orang sakit hendaknya selalu siap membawa makanan kecil yang bisa disimpan didalam beg atau kantong. Supaya dimana perlu bisa dimakan sehingga tidak akan menimbulkan perkara yang tidak diinginkan. Dan diwaktu menunggu transportasi yang cukup lama juga makanan itu bisa dikonsumsi untuk menahan lapar. Sesungguhnya pada Jalsah sekarang ini persiapan-persiapan telah dilakukan dengan cukup cermat dan teliti, mudah-mudahan tidak akan timbul hal-hal yang menyulitkan. Akan tetapi kita tidak bisa menolak kemungkinan-kemungkinan lain yang kiranya akan terjadi. Khasnya diwaktu acara sudah bubar orang-orang siap untuk pulang, pasti akan terjadi suasana yang sibuk dan besar kemungkinan akan terjadi beberapa kesulitan. Petugas bagian transportasi harus betul-betul bijak dan cermat dibantu oleh bagian tamu dalam menanggulangi suasana pada waktu itu dan menyediakan paket-paket makanan seperlunya untuk yang tidak sempat menyantap makanan sebelum berangkat. Bas-bas pengangkutpun harus diatur dengan rapih dan selalu stand by setiap sa’at untuk menghantar tamu ketempat-tempat destinasi yang telah ditentukan sebelumnya. Sehubungan dengan makanan itu pada tahun yang lalu terjadi beberapa komplain (pengaduan), namun para tamu juga harus mengingatkan tentang itu, tuan rumahpun tentu akan memenuhi apa yang diperlukan oleh para tamu. Para tamu juga harus ingat bahwa kita harus melangkah diatas jalan yang telah dicontohkan oleh Hazrat Rasulullah saw atau pada zaman sekarang ini contoh itu telah diperlihatkan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. kepada kita. Bagaimana keadaan dan sifat para tamu Hazrat Masih Mau’ud a.s.? Sebagai contoh saya ingin menceritakannya pada sa’at ini. Didalam Khutbah Jum’ah yang lalu saya telahpun menjelaskan contoh sebagai tuan rumah. Tetapi tamu beliau diwaktu itu telah menunjukkan sendiri bagaimana corak dan sifatnya yang luhur itu.
Hazrat Syeikh Ya’kub Irfani menulis : “ Diwaktu terjadi Jang Mukaddas yakni diwaktu terjadi perdebatan antara beliau dengan orang-orang Kristiani. Dari Kristiani Abdullah Atham hadir sebagai lawan. Diwaktu itu ada beberapa orang tamu. Diwaktu terjadi perdebatan itu orang-orang telah berkumpul banyak sekali jumlahnya. Pada suatu hari orang rumah telah terlupa menyediakan makanan untuk Hazrat Masih Mau’ud a.s. Beliau r.a. menulis : Saya telah menegaskan kepada isteri saya untuk menyediakan makanan untuk Huzur, akan tetapi disebabkan kesibukan pekerjaan lain, sehingga menyediakan makananpun sudah terlupakan dan sampai larut malam makanan belum juga disediakan. Setelah lama menunggu Hzrat Masih Mau’ud a.s. menanyakan makanan itu sehingga semua menjadi gelisah. Pasar dan kedai-kedai-pun sudah tutup semuanya dan makanan tidak bisa diperoleh. Sehingga Huzur memberitahukan keadaan sebenarnya pada waktu itu. Beliau bersabda : Apa perlunya gelisah seperti itu ? Tengoklah didalam tray tempat makanan, apapun yang ada cukuplah itu. Ketika dilihat, didalam tray itu terdapat beberapa potongan roti bekas makan. Beliau bersabda : Cukuplah itu !! Beliau mengambil satu atau dua potong, cukuplah itu. Nampaknya peristiwa itu sederhana dan tidak berarti. Akan tetapi dari peristiwa itu nampak bagaimana luhurnya akhlak dan budi pekerti serta mu’jizat yang ditunjukkan oleh Hzrat Masih Mau’ud a.s. Sebetulnya pada waktu itu makanan bisa disediakan dan tentu akan merasa gembira jika seandainya sampai malampun sibuk menyediakan makanan untuk beliau, tidak ada kesusahan apa-apa. Akan tetapi beliau a.s. tidak menghendaki demikian, tidak mau memberi kesusahan kepada orang lain bukan pada waktunya. Beliau tidak menghiraukan mengapa sampai pada waktu itu makanan belum juga tersedia. Dan tidak pula beliau menanyakan kepada siapapun mengapa makanan belum siap dan beliau tidak menunjukkan rasa tidak senang kepada siapapun. Bahkan beliau dengan muka ceria dan senang telah menjauhkan perasaan gelisah dan perasaan cemas orang lain.
Jadi jika disebabkan lupa atau keadaan terpaksa lainnya pelayanan terhadap tamu terlepas atau terlambat jangan menunjukkan perangai kesal atau marah dan ingatlah selalu kepada apa maksud dan tujuan kita datang ke Jalsah ini? Sekalipun telah datang dari jarak yang jauhnya ratusan atau ribuan mile, jika tidak diperhatikan kepada tujuan itu, tidak memperhatikan pentingnya meningkatkan keadaan akhlak dan ruhani sendiri, maka maksud dan tujuan datang menghadiri Jalsah tidak tercapai.
Didalam sebuah khutbah saya telah menceritakan ihwal lawatan ke Afrika, bahwa banyak orang-orang yang datang dari Ivory Coast dan Benin ke Nigeria yang tidak mendapatkan makanan. Namun ketika para petugas meminta ma’af kepada mereka atas kelalaian dan kelambatan itu, para tamu itu menjawab : “ Tidak ada alasan bagi anda untuk meminta ma’af dari kami. Untuk maksud apa kami datang kesini, semuanya sudah terpenuhi.Kami bersyukur sudah bisa ikut Jalsah dimana Khalifa-e-waqt juga hadir dan sudah berjumpa dengan beliau.” Itulah keadaan orang-orang Jema’at baru di Afrika yang keadaan iman mereka semakin kuat dan meningkat. Kadangkala disini timbul keluhan kecil-kecil dari pihak kaum perempuan. Oleh sebab itu semua tamu harus ingat betul, baik lelaki maupun perempuan bahwa jika ada tanggung jawab dari pihak tuan rumah tentu ada juga tanggung jawab dari pihak tamu. Tamu tidak hanya mempunyai hak-hak untuk dilayani saja.
Hazrat Rasulullah saw memberi waktu kepada tuan rumah untuk melayani tamunya hanya terbatas sampai tiga hari. Setelah tiga hari merupakan ihsan atau kebajikan tuan rumah untuk melayani tamunya. Seorang tamu Ahmadi yang datang sebagai tamu Jalsah salanah, maksudnya bukan mengharapkan agar dia dilayani, melainkan belajar bagaimana caranya agar dengan itu hak-hak Allah swt dapat dipenuhi dan hak-hak hamba-hamba-Nya juga dapat dipenuhi. Dan jika pengetahuan sudah dimiliki sebelumnya, menjadi pelaksana hak-hak Allah swt dan hak-hak sesama hamba-Nya, bukan hanya tahu tetapi sungguh-sungguh menjadi pelaksana hak-hak itu semua, tentu akan bisa meningkatkan cemerlangnya perolehan barkat-barkat Jalsah baginya. Lebih dari itu ianya menjadi orang yang mewarisi barkat-berkat do’a yang dipanjatkan bersama diwaktu Jalsah dan menjadi orang yang banyak meraih berkat-barkatnya lebih banyak dari sebelumnya.

Perbanyaklah Berdo’a
Jangan lupa perhebatlah kegiatan berdo’a dan ibadah sembahyang didalam hari-hari Jalsah ini dan pergiatlah menunaikan ibadah nawafil juga, baik tinggal d lingkungan Jalsah maupun diluar lingkungan Jalsah Salanah ini. Perluaslah kebiasaan mengucapkan salam, ciptakanlah suasana kecintaan dan persahabatan satu samalain, supaya menjadi orang-orang yang meraih banyak barkat do’a-do’a yang dipanjatkan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. khas bagi para peserta Jalsah Salanah. Dan siapapun yang mempunyai keinginan baik untuk meraih barkat-barkat itu dan berusaha keras untuk itu tentu ianya akan meraih barkat-barkat do’a yang dipanjatkan disetiap negara diadakan Jalsah juga.
Jaminan kemajuan Jema’at Ahmadiyah telah diberikan Allah swt kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan do’a-do’a Hazrat Masih Maud a.s. juga yang dipanjatkan untuk para pengikut beliau Allah swt telah memberi jaminan kemakbulannya. Sesungguhnya dibelakang do’a-do’a Hazrat Masih Mau’ud a.s. itu sekarang sedang berjalan kemakbulan do’a-do’a yang telah dipanjatkan oleh Hazrat Rasulullah saw untuk orang-orang yang telah masuk kedalam Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. ini. Jadi untuk menjadi orang-orang yang termasuk mendapat bagian dari barkat do’a-do’a beliau a.s. itu sekarang terpulang kepada keadaan amal soleh kita. Untuk itu semoga Allah swt Yang Maha Pemurah memberi taufik kepada kita semua.

Kewajiban Seksi Administrasi Jalsah
Sekarang saya ingin menjelaskan tentang kewajiban penting seksi Administrasi Jalsah Salanah ini. Namun sebelumnya perlu diingat bahwa setiap orang harus menaruh perhatian terhadap suasana disekitarnya masing-masing. Sebagaimana diketahui para pendatang untuk menghadiri Jalsah ini kian bertambah banyaknya, terutama Jalsah tahun ini. Mengawasi keadaan dilingkungan masing-masing sangat penting sekali. Jika ternampak sebarang muka atau gerak-gerik orang yang meragukan harus segera dilaporkan kepada petugas Administrasi bagian security. Perhatikanlah suasana orang-orang yang duduk mendengarkan acara-acara Jalsah, jika ternampak seseorang meninggalkan sesuatu barang bawaannya, harus segera menjadi perhatian. Atau jika ternampak sebuah kantung atau tas tidak dikawal, harus segera dilaporkan kepada petugas Administrasi bagian Keamanan. Terutamanya petugas bagian security harus memperhatikan hal itu sepenuhnya. Perhatian istimewa harus diberikan disaat sedang berjalan acara Lajnah Immaillah. Di saat itu diperlukan tindakan yang lebih teliti dan cermat. Di waktu acara sedang berlangsung tidak boleh ada seorang perempuan yang duduk sambil menutupi mukanya dengan pardah. Jika ada yang berbuat demikian maka petugas security harus segera mendekatinya dan tengoklah keadaan mukanya.
Selain itu kebersihan juga harus diperhatikan. Program dan petunjuk- petunjuk yang sudah dicetak berupa selebaran harap dibaca dengan teliti dan diperhatikan betul-betul. Pada umumnya petunjuk-petunjuk selalunya diabaikan. Hal itu sudah menjadi adat kebiasaan. Mereka yang sering bepergian dengan pesawat, peragaan penerangan tentang penggunaan alat-alat menghadapi keadaan kecemasan (emerjensi atau keadaan darurat) banyak penumpang yang tidak menghiraukan dan dianggapnya sebagai formality saja. Padahal hal itu harus diperhatikan dan didengarkan dengan sebaik-baiknya. Saya sendiri selalunya membaca kartu-kartu petunjuk dan memperhatikan penerangan yang diberikan oleh para stewardess. Sebagian penumpang mungkin ada yang tidak mau mendengarkan penerangan itu, padahal seharusnya diperhatikan betul dan juga dipahami sambil berdo’a untuk keselamatan dirinya dan seluruh penumpang bersamanya. Karena sesungguhnya detik-detik itu sangat baik untuk memanjatkan do’a kepada Allah swt demi keselamatan semua.
Baru-baru ini ada berita tentang beberapa keluarga pergi melancong di Amerika dengan kapal laut. Tiba-tiba terjadi musibah tabrakan ditengah laut. Sebagian dari mereka terkorban dan sebagian lagi yang betul-betul memperhatikan juru penerangan tentang bagaimana menggunakan life-west (pelampung) mereka mampu menggunakan pelampung dan selamat semuanya, sedangkan yang tidak mau menghiraukan juru penerang itu mereka kalang-kabut tidak mampu menggunakan pelampung itu. Semua alat-alat dan penerangan itu dimanapun juga dilakukan sesuai dengan keadaan perjalanan, demi faedah dan keselamatan kita sendiri dan tidak boleh diabaikan. Maka apabila kita sudah datang ke tempat jalsah, semua petunjuk dan instruksi yang telah diberikan harus diperhatikan dan diikuti dengan sebaik-baiknya. Semua petunjuk yang dicantumkan didalam program harus diperhatikan dengan teliti dan dita’ati dengan penuh kesedaran, terutama dibagian transportasi. Mengucapkan salaam kepada sesama atau kepada orang lain harus dibiasakan, harus teratur menunaikan sembahyang pada waktunya secara berjama’ah. Semoga Allah swt melindungi semua peserta Jalsah, dan semoga Allah swt menurunkan barkat sebanyak-banyaknya diatas semua peserta Jalsah dan mampu memanjatkan do’a khas dan semoga mampu bekerkja sama sepenuhnya dengan para petugas Administrasi. Akhirnya, semoga Allah swt memberi taufik kepada kita semua untuk melaksanakan hal itu semua dengan sebaik-baiknya. Amin !!!


Alih Bahasa dari Audio Urdu oleh: Mln. Hasan Basri, Shd. - Singapore




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk komentar anda yang bertanggung jawab.

Related Post

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...