Minggu, 14 September 2008

Makna Syetan Dibelenggu di Bulan Ramadhan

Dalam sebuah hadis sahih diriwayatkan sebagai berikut:

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila tiba bulan Ramadan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu neraka dan setan-setan dibelenggu (Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1793)

Makna dari hadis tersebut pada dasarnya adalah mengenai perihal orang yang berpuasa itu sendiri. Orang yang berpuasa selama bulan suci ramadhan amal ibadahnya dilipat gandakan nilainya oleh Allah swt. sehingga meningkatkan hingga berkali-berkali lipat kesempatan untuk meraih surga keridlaan Allah swt. Bahkan dikatakan bagi orang yang berpuasa bahwasanya "Aku ini dekat" (Q.S. 2:186).

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ

Selanjutnya pintu-pintu neraka merujuk kepada amalan-amalan buruk. "Pintu" pada hakikatnya merujuk kepada semua panca indera kita. Panca indera merupakan gerbang atau pintu yang menjadi jalan terjadinya baik amal buruk yang akan membawa kita ke neraka maupun amal baik yang akan mendekatkan kita ke surga.

Adapun maksud setan yang dibelenggu lebih spesifik merupakan setan yang ada dalam diri kita atau sering juga disebut dengan hawa nafsu. Nabi saw. bersabda bahwa setan mengalir dalam darah kita. Sesuai dengan hadis nabi yang lain bahwa selama bulan suci ramadhan kita diharuskan menahan diri dari segala dorongan hawa nafsu. Dari pagi hingga petang kita dilarang untuk makan minum dan juga berhubungan dengan istri. Padahal itu semua merupakan hal yang hal halal untuk kita.

Ini memberi pelajaran kepada kita bahwa selama bulan suci ramadhan demi Allah ta'ala kita bahkan sanggup meninggalkan hal-hal yang halal yang merupakan kebutuhan yang sangat mendasar. Maka mengapakah kita tidak dapat meninggalkan perkara-perkara yang diharamkan di bulan-bulan lain?? Jika yang halalpun dapat ditinggalkan, seharusnya meninggalkan yang haram bukanlah perkara sulit. Inilah mungkin salah satu makna ramadhan yang dapat kita perhatikan demi meraih ketaqwaan sebagaimana tujuan ramadhan itu sendiri.

2 komentar:

  1. Saya copy paste ke Socialite yah?

    :-)

    BalasHapus
  2. Monggo Bang Ali, kalo layak untuk dipungut saya sangat bersyukur..

    BalasHapus

Terimakasih untuk komentar anda yang bertanggung jawab.

Related Post

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...