Rabu, 16 April 2014

MENCARI SOSOK PEMIMPIN YANG WARAS

Daoed Joesoef dalam Koran Kompas terbitan 19 Maret 2014 dengan judul “Bapak Bangsa” menulis; Suatu negara besar tidak mungkin diurus secara amatiran. Gambaran tersebut sangat sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini, dengan berbagai perbuatan korupsi, tindakan kekerasan, ketidakadilan, kerusakan lingkungan dan lain-lain yang menggambarkan terjadinya salah urus dalam pengelolaan negara. Kejadian salah urus negara ini jelas-jelas tidak dapat dipisahkan dari kerja para pemimpin yang ada di tingkat mana pun.

Lantas, sosok pemimpin seperti apa yang dapat diharapkan untuk tidak lagi mengulangi salah urus mengelola negara sebesar Indonesia ini? Mahfud MD dalam Sarasehan Kebangsaan NU Menjelang Pemilu di PW NU Jawa Tengah, Minggu 23 Maret 2014 menyampaikan; Pemilu Jangan Lahirkan Pemimpin Tidak Sehat. Suatu pemikiran yang sederhana tetapi sungguh memiliki perspektif yang sangat jelas, yaitu hanya melalui pemimpin-pemimpin yang sehat, Indonesia baru akan mampu untuk tampil sebagai negara dan bangsa yang besar, sejajar dengan bangsa-bangsa maju yang lain.

Masalahnya, sehat seperti apa yang cocok diterapkan bagi para pemimpin Indonesia masa depan nanti? Kira-kira jawabnya adalah “sehat sempurna”, ya sehat jasmani,ya sehat rohani, ya sehat pikiran, yang didukung dengan wawasan luas serta kemampuan intelektual dan tanggung jawab yang tinggi. Memang syarat-syarat tersebut dirasa cukup berat, tetapi demikianlah, perlu modal sehat sempurna yang harus dimiliki seorang pemimpin di Indonesia agar tidak terjadi lagi salah urus mengelola negara seperti yang pernah berlangsung sebelumnya. Korupsi masif, kekerasan masa, ketidakadilan, kerusakan lingkungan yang parah, penegakan hukum yang mengecewakan diharapkan tidak akan terjadi lagi. Pemimpin baru harus mampu membawa bangsa besar ini menyongsong hari esok yang penuh harapan.

Tidak salah kiranya, meminjam istilah Jawa, pemimpin “sehat sempurna” dimaksud adalah pemimpin yang benar-benar waras, waras jasmani dan waras rohani. Waras di sini tidak memiliki konotasi sama sekali dengan tidak gila. Orang yang waras seperti ini pasti seorang pemimpin yang amanah, yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab. Orang waras seperti ini akan memiliki daya kreatifitas yang tinggi. Orang waras seperti ini biasanya juga memiliki tenggang rasa yang terpuji. Orang waras seperti ini juga memiliki sifat-sifat trengginas dalam berfikir dan bekerja. Orang waras seperti ini akan selalu bersemangat serta mampu untuk menyatukan berbagai pendapat dan pikiran dalam tim kerja yang luas. Semoga kita akan menemukan Pemimpin yang Waras yang akan menghantarkan bangsa Indonesia menuju masa depan yang penuh kedamaian dan kebahagiaan. Insya Allah.

HARYANA , Email: hynir@yahoo.com
Jl. Srinindito 10 , Yogyakarta

Diteruskan oleh @arhlibrary


*Tulisan ini telah dimuat pada majalah GATRA pada kolom Tulisan Pembaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk komentar anda yang bertanggung jawab.

Related Post

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...