Rabu, 07 Desember 2011

Depag Dulu dan Sekarang


Bila sekarang ini Kementrian Agama sangat identik dengan tingkat korupsi yang sangat parah, ternyata tidak demikian halnya dengan Depag pada zaman dulu. Yang menarik adalah ternyata depag zaman dahulu selain menghormati keberagaman pemahaman dalam masyarakat umat islam, juga sangat menghargai kelompok-kelompok yang berbeda dari mainstream, seperti Ahmadiyah. Salah satu bukti yang paling otentik adalah dari Al-Quran terbitan Depag pada masa-masa awal (tahun 1965 dan 1976). 


Pada masa itu Depag RI bukan saja mengcopy teks Arab Alquran terbitan Jemaat Ahmadiyah (yang mereka terbitkan tahun 1976, pada era Menteri Agama Mukti Ali dan Sekjen Menag Bachrum Rangkuti) dan yang terbitan sebelumnya tahun 1965; bahkan Kata Pengantarnya juga mengambil Rujukan dari buku “Pengantar Untuk Mempelajari Alquran” karya Hazrat Mirza Bashirud-din Mahmud Ahmad, Khalifah Jemaat Ahmadiyah ke-II r.a. “The Introduction to the Study of the Holy Qur’an”, yang diterbitkan tahun 1947 oleh Pusat Jemaat Ahmadiyah; yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Bapak-bapak Sukri Barmawi dan Syafi R.Batuah, cetakan I tahun 1966 dan cetakan II tahun 1989; yang diperiksa oleh Dewan Naskah Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang diketuai oleh Bapak Gunawan Jayaprawira. Bahkan pada terbitan Depag tahun 1965 itu nama “Mirza Bashirud-din” pun masih dicantumkan dalam Daftar Kepustakaannya, yang pada terbitan Depag belakangan sudah tidak ada lagi nama beliau dalam daftar ini.

Begitu MPP dari Pertamina sejak 5/6 Mei 1991, Alhamdulillah saya beserta istri berkesempatan naik Haji ke Mekkah, berada di Arafah tanggal 9 Dzul-Hijjah 1411 H bertepatan hari Sabtu 22 Juni 1991. Kepada kami semua peserta naik haji dibagikan Al Qur’an dan Terjemahnya, hadiah dari Khadim al Haramain asy Syarifain (Pelayan kedua Tanah Suci) Raja Fahd ibn ‘Abd al ‘Aziz Al Sa’ud, Raja Kerajaan Saudi Arabia, mendapat kehormatan sebagai penganjur untuk dicetaknya Al Qur’an dan Terjemah ini (demikian yang dikutip tulisan dari Kitab ini, dengan Kata Sambutan dari Menteri Agama R.I. H. Munawir Sadzali, tanpa tanggal – Yayasan Penyelenggara Penterjemah/ Pentafsir al-Qur’an, 1 Maret 1971; Lajnah Pentash-hiih , Jakarta 28 Sya’ban 1410 H, 26 Maret 1990 ).
Walaupun nama Ahmadiyah sudah tidak disinggung lagi dalam Al-Quran terbitan Depag RI yang belakangan ini, namun nuansa isinya banyak mengikuti apa yang pernah ditulis di dalam “The Introduction” terbitan Jemaat Ahmadiyah, inilah beberapa kutipan contohnya:
A: Ahmadiyah (Pengantar, terbitan tahun 1989; cetak ulang dari terbitan 1966).

D: Depag RI (terbitan 1990):

A – hal. 7 : Keperluan akan Alquran
D – hal. 37 : Perlunya Al Qur’an diturunkan
A – hal. 7 : Pada ujung Arabia lainnya tinggal orang-orang Iran, dan mereka juga percaya kepada seorang Nabi dan sebuah kitab. Walaupun Zend Avesta telah mengalami perubahan-perubahan karena ulah manusia, namun ia dijunjung tinggi oleh beberapa ratus ribu orang yang mempercayainya, dan suatu Negara besar ada dibelakangnya.
D – hal 37: Di sebelah ujung lain negeri Arab, hiduplah orang-orang Persia yang juga mempercayai seorang nabi dan sebuah kitab suci. Sekalipun kitab Zend Avesta telah mengalami perubahan-perubahan oleh tangan manusia, tetapi kitab itu masih dianggap suci oleh beratus ribu pengikutnya dan suatu negeri yang kuat menjadi pendukungnya.
A – hal. 7 : Di India, Kitab Weda dipuja orang selama beribu-ribu tahun. Ada juga kitab Gita dari Sri Kresna dan ajaran Budha. Agama Kong Hu Cu berkuasa di Cina tetapi pengaruh Budha kian besar.
D – hal. 37 : Adapun di India maka kitab Weda dipandang suci beribu-ribu tahun lamanya. Di situ ada juga kitab Gita dari Shri Krisna dan ajaran Buddha. Agama Khong Hu Cu menguasai negeri Tiongkok, tetapi pengaruh Buddha makin hari makin meluas di negeri itu.
A – hal 8 : Tuhan dalam Bible adalah Tuhan Kebangsaan.
D - hal 38 : Nabi Isa a.s. diutus untuk sesuatu kaum tertentu.
A - hal 9 : Maka Isa-pun keluar dari sana, serta berangkat ke daerah pantai Tsur dan Sidon …
D – hal 38 : Maka Jesus keluarlah dari sana, serta berangkat ke jajahan Tsur dan Sidon ….
A – hal. 10 : Weda juga Kitab Kebangsaan.
D – hal. 38 : Kitab Weda adalah Kitab untuk sesuatu golongan.
A – hal. 12 : Agama bukan hasil karya cipta manusia.
D – hal. 39 : Agama adalah bukan hasil pemikiran umat manusia.

Dst. dst.

Jadi? Kesimpulannya silahkan anda tarik sendiri.


Sumber: Diambil dari milis tetangga.

1 komentar:

Terimakasih untuk komentar anda yang bertanggung jawab.

Related Post

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...