Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 April 2014

MENCARI SOSOK PEMIMPIN YANG WARAS

Daoed Joesoef dalam Koran Kompas terbitan 19 Maret 2014 dengan judul “Bapak Bangsa” menulis; Suatu negara besar tidak mungkin diurus secara amatiran. Gambaran tersebut sangat sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini, dengan berbagai perbuatan korupsi, tindakan kekerasan, ketidakadilan, kerusakan lingkungan dan lain-lain yang menggambarkan terjadinya salah urus dalam pengelolaan negara. Kejadian salah urus negara ini jelas-jelas tidak dapat dipisahkan dari kerja para pemimpin yang ada di tingkat mana pun.

Lantas, sosok pemimpin seperti apa yang dapat diharapkan untuk tidak lagi mengulangi salah urus mengelola negara sebesar Indonesia ini? Mahfud MD dalam Sarasehan Kebangsaan NU Menjelang Pemilu di PW NU Jawa Tengah, Minggu 23 Maret 2014 menyampaikan; Pemilu Jangan Lahirkan Pemimpin Tidak Sehat. Suatu pemikiran yang sederhana tetapi sungguh memiliki perspektif yang sangat jelas, yaitu hanya melalui pemimpin-pemimpin yang sehat, Indonesia baru akan mampu untuk tampil sebagai negara dan bangsa yang besar, sejajar dengan bangsa-bangsa maju yang lain.

Kamis, 24 Maret 2011

Pakistanisasi Indonesia

Oleh: Moh Yasir Alimi, Canberra | TheJakartaPost.com


Image dari okezone.com
Dekrit anti-Ahmadiyah di Jawa Barat dan di Jawa Timur telah memicu kekhawatiran di antara hati banyak orang bahwa negara ini menuju "Pakistanization".
Pakistan adalah "sebuah laboratorium penyalahgunaan atas nama agama" dan jalan Pakistan dalam kekerasan keagamaan yang intens dimulai dengan peraturan anti-Ahmadiyah.
Pada tahun 1984, Presiden Zia ul Haq mengadopsi Ordonansi XX untuk meng-kriminalisasi terhadap kegiatan pengikut Ahmadiyah. Pakistan senantiasa beralasan bahwa pelarangan Ahmadiyah atau menyatakan Ahmadiyah sebagai non-Muslim akan menghapus kekerasan terhadap Ahmadiyah dan akan menstabilkan negara itu.
Bagaimanapun juga argumen yang kini biasa digunakan oleh kelompok Islam garis keras dan beberapa pejabat negara di Indonesia ini, adalah omong kosong.


Minggu, 13 Februari 2011

Ahmadiyah Disayang, Ahmadiyah Ditendang

Tahun 1907, seorang wanita dari kalangan elite Jerman, Carolyn, masuk Islam. Putri keluarga turunan bangsawan Prusia ini tertarik Islam setelah membaca buku-buku agama Islam yang bagus dan berstandar Eropa.

Masuk Islamnya Carolyn sangat menggemparkan orang Jerman saat itu. Maklumlah, awal abad ke- 20, wajah Islam di Eropa masih terlihat prengus dan kotor. Propaganda politik dan media massa di Eropa terhadap wajah Islam yang bengis dan menakutkan masih menghantui bangsa Jerman. Masuk Islamnya Carolyn barangkali adalah momentum penting dari “perkenalan” Islam di Jerman— negara termaju dan terbesar di dunia saat itu setelah Inggris Raya. Islamnya Carolyn pun membawa dampak besar: orang Eropa, khususnya Jerman, mulai sedikit mengurangi “alergi”-nya pada Islam. Keterkejutan berikutnya terjadi lagi pada 1982. Sebuah masjid besar berdiri di Kota Pedro Abad, kota kecil di Provinsi Cordova, Spanyol.

Masyarakat Spanyol ramai membincangkan berdirinya Masjid Basyarah yang megah itu karena inilah masjid pertama yang dibangun di Spanyol dalam kurun 750 tahun setelah musnahnya kejayaan Islam di Eropa yang berpusat di Negeri Matador itu. Bagi bangsa Eropa Barat yang pernah diduduki imperium Islam selama 750 tahun, kehadiran masjid tersebut membangkitkan kembali kenangan kekalahan Eropa yang Kristen di tangan Imperium Turki Osmani yang Islam. Lalu, 21 tahun kemudian, tepatnya tahun 2003, masyarakat Eropa kembali dikejutkan oleh berita dibangunnya masjid Islam termegah dan terbesar di Eropa Barat, yaitu Masjid Baitul Futuh, di Distrik Morden, Kota London, Inggris.

Majalah berkala di Inggris The Informer menyebutkan bahwa Masjid Baitul Futuh merupakan salah satu bangunan dari 50 bangunan terkenal dan terbaik di dunia. Pada 2003, masyarakat Eropa juga dibuat tercengang dan kagum ketika media-media Eropa memberitakan bahwa umat Islam di Jerman dalam kurun waktu 50 tahun ke depan akan membangun 100 buah masjid di seluruh Jerman. Salah satunya yang telah sangat menggemparkan masyarakat Jerman, khususnya masyarakat Kota Berlin, ialah pembangunan Masjid Khadijah di Kota Berlin pada akhir 2008. Setelah itu, peresmian Masjid Mubarak di Distrik Saint Prix, Paris, Prancis.

Orang Eropa yang menghargai kebebasan dan hak asasi manusia tampaknya menyokong pembangunan tempat-tempat ibadah Islam tersebut. Ini terjadi karena ajaran Islam yang disebarkan di masjid-masjid itu mengusung tema love for all, hatred for none (cinta kepada siapa pun, tidak benci kepada siapa pun). Saat ini, sudah ribuan, bahkan jutaan, buku diterbitkan di Amerika, Eropa, Asia, dan Australia oleh umat Islam yang membangun masjid-masjid megah di Eropa tersebut. Jutaan orang telah diajak memahami Islam yang agung, mulia, dan penuh kasih melalui buku-buku itu.

Kebanggaan

Di pihak lain, nun jauh dari Eropa, dalam sebuah pengajian akbar yang dihadiri ribuan umat Islam di Yogyakarta, awal tahun 1980-an, seorang dai terkenal KH Ir HA Syahirul Alim, MSc, dosen kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UGM, dengan bangga menyatakan bahwa akhir abad ke-20 merupakan momentum kembalinya Islam di pentas ilmu pengetahuan tingkat dunia. Saat itu, umat Islam di seluruh dunia sedang menikmati euforia “Nobel Fisika” yang diterima Prof Dr Abdus Salam dari Pakistan pada 1979.

Prof Dr Ahmad Baiquni, ahli fisika nuklir, yang bersahabat baik dengan Abdus Salam diundang berceramah di mana-mana di Indonesia untuk menjelaskan kesesuaian ayat-ayat Alquran dengan ilmu pengetahuan alam yang telah mengantarkan Abdus Salam meraih Nobel Fisika yang amat bergengsi itu. Penerbit Pustaka Bandung secara khusus menerbitkan buku kecil berjudul Islam dan Ilmu Pengetahuan karya Prof Baiquni yang di dalamnya menjelaskan penemuan sang nobelis Abdus Salam tersebut. Salam menjadi penerang sains Islam dan menjadi penggugah kaum muslimin untuk kembali meraih kejayaan di bidang sains yang pernah digenggamnya pada abad ke ketujuh sampai ke-15, tulis Republika.

Harian Islam terbesar di Indonesia ini juga memuji Salam sebagai saintis Islam terbesar dan ilmuwan muslim pertama yang mendapatkan hadiah Nobel paling bergengsi di bidang fisika atom di tengah terpuruknya sains Islam dalam lima abad terakhir. Abdus Salam kelahiran Pakistan, 29 Januari 1926 itu meraih gelar doktor fisika dalam usia 26 tahun dari Cambridge University, Inggris. Abdus Salam dalam penelitiannya berhasil menemukan fakta bahwa sesungguhnya semua gaya yang ada di jagat raya—yaitu gaya gravitasi, elektromagnet, nuklir kuat, dan gaya nuklir lemah–– hakikatnya merupakan satu kesatuan. Ide penelitian Abdus Salam ini, menurut pengakuannya, terinspirasi dari pernyataan Alquran dalam Surah Al-Mulk ayat 3 tentang keseimbangan ciptaan Allah.

Abdus Salam meninggal tahun 1996. Dunia Islam berbelasungkawa amat dalam atas kepergiannya. Dua pemimpin Pakistan yang amat bermusuhan, Benazir Bhuto dan Ziaul Haq, bersatu memberikan gelar pahlawan Pakistan sejati untuknya. Kerajaan Arab Saudi yang menggelar karpet merah ketika Abdus Salam datang ke Tanah Suci ikut belasungkawa atas wafatnya Salam. Mereka sayang kepada Abdus Salam karena beliau telah mengharumkan nama Islam di pentas internasional. Lalu, siapakah Prof Abdus Salam yang punya energi luar biasa untuk mencari titik temu ayat-ayat Alquran dengan ilmu pengetahuan alam itu? Umat Islam yang mana yang membangun masjid megah di Spanyol setelah 750 tahun nama Islam terkubur di Negeri Real Madrid itu?

Buku karya siapakah yang berhasil mengislamkan Carolyn, wanita bangsawan Prusia yang kemudian membalikkan citra Islam di Jerman itu? Ternyata, mereka semua adalah orang-orang Ahmadiyah. Abdus Salam adalah orang Ahmadiyah. Yang membangun masjid di Spanyol juga orang Ahmadiyah. Buku yang dibaca Carolyn juga karya orang Ahmadiyah. Orang-orang Ahmadiyah punya banyak prestasi luar biasa karena punya prinsip mendahulukan cinta dan karya dalam beragama. Salah satu tafsir Alquran yang fenomenal di dunia, The Holy Quran, karya Maulana Muhammad Ali, intelektual Ahmadiyah, menjadi bacaan yang menginspirasi tokoh-tokoh pejuang Indonesia seperti Bung Karno dan HOS Cokroaminoto. Di dunia, The Holy Quran juga menjadi rujukan kajian Islam di Eropa dan Amerika.

Tapi bagaimana kini di Indonesia? Orang Ahmadiyah yang telah mengharumkan nama Islam di dunia internasional itu kini ditendang. Rumahnya dihancurkan. Mereka dicerca, mereka disiksa. Negeri dengan 200 juta umat Islam itu lupa bahwa sumbangan Ahmadiyah terhadap syiar Islam itu luar biasa. Orang Ahmadiyah yang jumlahnya jutaan di dunia tampaknya hanya bisa bersabar menunggu redanya amarah masyarakat Indonesia yang, katanya, cinta Rasul Muhammad itu.

Seandainya umat Islam bertanya kepada Jalaluddin Rumi dan Ibnu Arabi, apa bedanya antara jamaah Ahmadiyah dan jamaah Islam Ahli Sunnah, jawabannya niscaya seperti ini: kedua jamaah ini sama-sama mencintai Allah dan Rasul-Nya, Muhammad. Sampai titik ini, marilah kita merenung: Rasulullah diutus ke dunia untuk menyempurnakan akhlak manusia, agar sesama manusia saling mengasihi dan saling mencintai. Bukan sebaliknya, menyerang dan menyiksa manusia hanya karena perbedaan paham seperti di Pandeglang dan Bogor.(*)

M Bambang Pranowo
Guru Besar UIN Jakarta, Direktur Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian


sumber: Okezone

Rabu, 09 Februari 2011

Kronologis Cikeusik Menurut Saksi Mata

Jika anda ingin mengetahui kronologis peristiwa Cikeusik yang lebih lugas berdasarkan penuturan langsung para korban dan saksi mata, silahkan simak tulisan berikut ini yang saya ambil dari salah satu blog sahabat.
________________________________

Kisah Heroik Para Ahmadi di Cikeusik
http://isamujahidislam.wordpress.com
Cikeusik, 6 Pebruari 2011 beberapa saudara-saudara ruhani kami pergi ke sana untuk mempertahankan rumah missi milik Jemaat Muslim Ahmadiyah karena beberapa hari sebelumnya sudah ada ancaman massa yang akan menyerang. Penyerangan sudah diprediksikan 99% akan terjadi. Namun mereka sudah siap mental apapun yang terjadi.

Sebelumnya, Mln. Ismail Suparman dan keluarga dipanggil pihak kepolisian untuk meminta perlindungan karena sudah mengetahui akan adanya penyerangan. Jadi tidak berdasar, jika dikatakan bahwa kedatangan para Ahmadi yang akan mempertahankan rumah missi itu yang memprovokasi massa untuk datang menyerbu. Massa berjumlah ribuan tidak bisa dikumpulkan dalam waktu singkat.

Para Ahmadi memahami sabda yang Mulia Rasulullah saw bahwa mempertahankan harta benda dan jiwa raga adalah merupakan salah satu bagian Jihad yang hadiahnya adalah tunai, yaitu Surga.

Para pemuda Ahmadi telah Sampai di lokasi, 07.00 WIB. Awalnya, mereka bersantai, bercanda dan berfoto bersama. Datanglah sarapan pagi, langsung saja disambut dengan gembira.

Dalam keadaan santai itu, mereka dikejutkan dengan kedatangan aparat kepolisian yang jumlahnya cukup banyak. Itu terjadi pukul sembilan atau setengah sepuluh pagi. Anehnya, para polisi yang tadinya terlihat banyak, raib entah kemana. Mereka hanya sedikit bersisa.

Pukul sepuluh pagi, massa yang sangat banyak itu tiba-tiba menyerobot sisa aparat yang jumlahnya tidak seberapa. Tiba-tiba mereka menyerang! Tidak ada mediasi terlebih dahulu! Seakan-akan mereka tidak punya mulut untuk berbicara.


Rabu, 11 Agustus 2010

Refleksi Bulan Ramadlan

Pada suatu pagi yang dingin, dengan mata yang masih berat, seseorang dengan wajah penuh kekesalan bercampur kebingungan berkata geram, “Dimana sandal saya??!!” Pikirannya kalut dan perasaannya kesal teramat sangat. Dia berfikir keras, “Bagaimana saya akan pergi ke mesjid jika sandal saya tidak ada. Masa sih saya mesti nyeker.” Rupanya seseorang telah “meminjam” sandalnya yang hanya satu-satunya dengan sama sekali tidak meminta izin darinya. Jangankan minta izin, ngomong sepatah katapun tidak. Lalu mulailah berbagai macam umpatan, makian, sumpah serapah serta kutukan-kutukan [bahkan do’a-do’a yang kurang baik] ditumpahkannya atas orang yang telah mengambil sandalnya, siapapun itu. Setelah itu dengan enggan dan terpaksa ia pun mengambil inisiatif untuk memakai sepatu yang juga hanya satu-satunya.

Senin, 01 Februari 2010

Uang Bunga dan Bencana

Mengamati kasus bailout bank century belakangan ini, mau tidak mau orang awam seperti saya pun jadi tertarik. 6,7 trilyun bukanlah jumlah sedikit. Entah berapa container jadinya bila jumlah sebesar itu dicairkan menjadi uang tunai. Membayangkannya saja rasanya sulit. Dan uang Negara sebesar itu dalam waktu sekejap raib tak tentu rimba begitu saja. Lembaga-lembaga kepercayaan Negara seperti BI, BPK, KPK, serta Polri, semuanya seperti bego tak tau apa-apa. Pejabat terkait malah saling tuding. Entah sampai kapan kasus ini akan dapat diselesaikan? Dan pertanyaan yang justru paling meresahkan adalah, sampai kapankan kasus-kasus seperti ini akan terus terulang??


Kamis, 31 Desember 2009

Duka di Penghujung Tahun



Siapa tidak kenal dengan Gusdur. Selain dikenal sebagai seorang tokoh ulama kharismatik, beliau juga diakui sebagai seorang cendekiawan yang telah banyak sekali menyumbangkan pemikirannya bagi negeri ini.

KH. Abdurrahmad Wahid, presiden ke-4 dari negeri ini. Sebuah pencapaian yang hebat dari seorang Kyai dengan pembawaan yang sangat periang ini. Entah berapa banyak para pengikut fanatik beliau dari kalangan Nahdiyyin yang tersebar di seluruh Indonesia. Saya teringat anekdot kerabat saya dari kalangan Nahdiyyin. Katanya, bagi orang NU percaya kepada hal yang ghaib itu adalah termasuk Gusdur. Sepak terjang Gusdur yang serba kontroversial, tentu saja mengundang banyak Tanya semua orang. Namun demikian bagi kalangan Nahdiyyin hal itu tidak melunturkan kepercayaan mereka kepada Gusdur.


Kamis, 15 Oktober 2009

Heboh Miyabi

Apakah anda tahu "miyabi"? Maria Ozawa aka Miyabi adalah artis film porno asal Jepang yang sukses mengikuti jejak seniornya, Asia Carera yang telah pensiun dari dunia film porno. Maria Ozawa kini menjadi artis paling dicari dan terpopuler di antara artis-artis porno lainnya di Asia (konseling.net).

Masyarakat Indonesia baru-baru ini dihebohkan dengan rencana kedatangan artis kontroversial ini. Banyak pro-kontra terjadi di masyarakat. Pihak yang kontra melakukan berbagai cara untuk mengungkapkan pendapatnya. Mulai dari cara yang lazim hingga cara yang kurang lazim. Contohnya adalah seperti yang dilakukan para mahasiswa berunjuk rasa membakar bh dan celana dalam (detiknews).



Jumat, 02 Oktober 2009

Gempa Bumi: Untuk Kita Renungkan

Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng'azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.(QS. Bani Israil 17:16)


Gempa bumi yang terjadi belakangan ini rasanya terlalu beruntun dan bertubi-tubi menimpa kita. Belum habis kesedihan saudara kita yang di Jawa Barat, sekarang Sumatera Barat pun ditimpa musibah serupa. Padahal sebelum ini pun beberapa tahun ke belakang bangsa ini telah ditimpa musibah serupa. Entah sudah berapa korban jiwa yang melayang. Jumlah pastinya tidak pernah dapat disebut hanya perkiraan saja yang menembus angka hingga ratusan ribu jiwa. Hanya dalam tempo beberapa tahun saja bangsa ini sudah dirundung kemalangan yang tidak boleh tidak sangat patut untuk direnungkan.

Kamis, 11 Juni 2009

Presiden Pilihan

Siapa presiden pilihan anda? Apakah anda sudah menentukan pilihan? Kalau saya belum.

Menyimak berbagai upaya kampanye para kandidat presiden (capres) belakangan ini, saya jadi agak miris. Semua pandai berorasi, semua lihai beretorika. Namun yang paling membuat saya prihatin adalah semua seperti berlomba untuk meraup suara sebanyak-banyaknya dengan beruasaha merangkul semua pihak. Tanpa melihat-lihat lagi pihak mana yang layak dan mana yang tidak layak untuk dirangkul.

Benar bahwa seorang pemimpin tentu harus merangkul semua, mengakomodir semua. Tapi bukan lantas berarti tetap membela/membenarkan meski sebenarnya salah.. Ini sungguh berbahaya. Jika seorang bapak lalu demi merangkul semua anaknya lalu dia membela semuanya tanpa melihat siapa benar siapa salah, apakah ia akan sukses dalam mengelola keluarga? Saya rasa tidak akan. Justru berdasarkan pengalaman, anak yang nakal akan semakin parah kenakalannya dan malah akhirnya tidak terkendali lagi. Sikap seperti itu dikenal sebagai sikap memanjakan yang tentu sangat tidak bijak.

Senin, 25 Mei 2009

Buku Hidden Agenda PKS "Ilusi Negara Islam" Beredar di Internet


Buku "Ilusi Negara Islam" menghilang dari toko-toko buku. Padahal baru saja diluncurkan. Beberapa toko buku menolak menjual buku tersebut karena diteror. (Lihat detiknews.com Jumat, 22/05/2009)
Hal ini tentu saja menimbulkan tanda tanya besar. Siapa pihak meneror para penjual buku hingga mereka enggan menjual buku tersebut?? Pihak mana lagi yang paling berkepentingan dengan isi buku tersebut dan memang menjadi topik bahasan utama.

Apa saja isi buku tersebut hingga menuai kontroversi? Apakah anda penasaran seperti saya? Memang siapapun akan merasa tertarik atau tertantang membaca buku yang sangat aktual dan fenomenal seperti itu. Sayang kita mungkin akan harus mengurungkan niat membacanya berhubung adanya upaya untuk menghilangkan buku tersebut dari pasaran.

Tapi, tidak ada kata menyerah dalam kamus hidup seorang pejuang.. Setelah mencari dengan susah payah.. (seolah-olah..) akhirnya kutemukan juga orang baik yang mau berbagi bukunya dengan semua orang. Buku langka ini ternyata tersedia gratis di internet dalam bentuk PDF. Nah jika anda penasaran silahkan ikuti saja URL berikut ini:

http://www.bhinnekatunggalika.org/downloads/ilusi-negara-islam.pdf

Saya sangat bersyukur karena akhirnya dapat membaca buku tersebut. Dan semoga saja dapat bermanfaat bagi semua..

Bila anda agak malas atau belum sempat baca, anda dapat juga baca resensi singkatnya di blog ajaran

Kamis, 18 Desember 2008

Kebenaran Lia Eden


Lia Eden kembali menuai kontroversi. Kali ini wahyu yang disampaikan oleh yang mengaku dirinya jibril itu menyatakan pembubaran agama islam. Selain itu, pemerintahan SBY juga menjadi pokok bahasan.

Saya sempat berbahas dengan teman-teman mengenai Lia Eden. Di luar statementnya tentang pemerintahan Indonesia (politik banget), apakah mungkin bahwa Lia dan kerajaannya ini benar?

Bagi sebagian orang (termasuk saya), pertanyaan di atas bisa saja timbul, apalagi dengan kondisi islam sekarang ini yang umatnya terus-menerus mencoreng moreng wajahnya dengan berbagai perbuatan yang melanggar nurani (baca: terorisme).

Saya sempat heran dan sekaigus merasa lucu melihat tingkah beberapa pihak yang merasa diri paling islam (baca: FPI dkk.) yang sempat diberitakan akan menyerang markas kerajaan Eden terkait selebarannya itu. Kenapa heran?? Ini terkait dengan jawaban atas pertanyaan diatas mengenai kebenaran Lia Eden.

Ketika saya berbahas dengan beberapa teman, saya sempat agak bimbang untuk memberi tanggapan. Bimbang karena memang fakta yang nyata bahwa umat islam banyak bertindak yang melanggar kebenaran. Pembunuhan orang yang tidak berdosa meski dengan alasan apapun sungguh tidak pernah ada dalam agama ini. Mengganggu ketertiban dan keamanan serta kepentingan umum sungguh merupakan perbuatan tercela menurut kitab suci manapun. Dan itu semua dilakukan oleh orang yang mengaku islam itu.

Namun kemudian saya sadar bahwa mereka itu bukanlah islam. Islam tidaklah sebagaimana yang mereka fahami dan amalkan sehingga sedemikian layak untuk dibubarkan seperti kata wahyu Lia. “Aku tidak setuju!” sanggahku dengan bersemangat. Sebagai orang islam kita harus yakin bahwa agama ini benar dan paripurna. Tidak ada lagi agama setelah islam. Hanya karena ulah segelintir orang yang kurang pengetahuan tidak menjadikan islam menjadi agama yang harus dibubarkan.

Yang kedua, menurut agama kita, tidak ada utusan Tuhan seorang perempuan. Atau seseorang dapat mengaku menjadi penjelmaan malaikat jibril. Cobalah anda perhatikan dengan seksama betapa kacaunya pendakwaan Lia Aminudin alias Lia Eden ini.
Oleh karena itulah saya menjadi heran dan geli. Mengapa orang-orang itu begitu belingsatan dengan selebaran Lia Eden? Toh seharusnya sebagai orang islam yang yakin dengan kebenaran islam kita tidak perlu terganggu dengan selebaran seperti itu. Sama halnya anda merasa tersinggung karena dikata-katai tidak benar oleh orang yang tidak sehat pikirannya lalu anda marah dan naik pitam.

Menurut saya Lia Eden dan komunitasnya tidak perlu diurusi. Yang perlu diurusi justru adalah orang-orang yang selama ini terus menerus mencoreng wajah keindahan islam dengan prilaku barbariannya itu. Tidak akan ada yang tertarik dengan Lia Eden atau apapun jika seseorang sudah melihat keindahan islam yang hakiki.

Permasalahan selanjutnya adalah dimana dan bagaimana kita dapat melihat keindahan islam yang hakiki?? Tentu perlu upaya dan kegigihan. Seperti halnya orang yang mendulang emas dan intan, anda jangan cepat menyerah hanya karena terus menemukan lumpur dan kerikil saja. Tapi selama anda yakin sudah berada di sungai yang benar, pada akhirnya upaya pencaharian anda pasti akan menemukan hasilnya. InsyaALLah.

=================

Berikut Wahyu Lia Eden yang ditampilkan dalam situs resminya, seperti dikutip INILAH.COM, Senin (15/12).

Wahyu Tuhan untuk Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono

Atas Nama Tuhan Yang Maha Perkasa

Wahyu Tuhan:

Sedapat-dapatnya Aku memberitahukan kepadamu tentang Keinginan-Ku memberdaulatkan Kerajaan Eden dan Surga Eden di negaramu ini. Namun telah kauabaikan semua Surat-surat-Ku yang Kutujukan kepadamu. Sampailah Aku pada kesimpulan bahwa Anda benar-benar tak bersedia mematuhi-Ku. Maka Aku pun telah sampai pada batas waktu yang patut Kuberikan kepadamu.

Inilah Surat-Ku yang berisi fatwa penghapusan kedaulatanmu sebagai pemimpin negara Indonesia. Aku takkan memberimu peluang untuk terpilih kembali, dan pemerintahanmu ini akan berakhir chaos, dan negaramu Kubuat tak berdaya, karena Aku menundukkanmu, dan Aku akan mendirikan Kerajaan-Ku dengan segala cara!

Perubahan drastis akan segera terjadi seusai Surat-Ku ini sampai kepadamu.

Demikian Wahyu Tuhan telah kami sampaikan. Terima kasih atas perhatiannya.

Jakarta, 23 November 2008

ruhul kudus

Jibril Ruhul Kudus


Sumber: Inilah.com



Senin, 08 September 2008

INI ADALAH KISAH NYATA DAN BUKAN DONGENG

Ø£َÙ…ْ Ø­َسِبْتُÙ…ْ Ø£َÙ† تَدْØ®ُÙ„ُواْ الْجَÙ†َّØ©َ ÙˆَÙ„َÙ…َّا ÙŠَØ£ْتِÙƒُÙ… Ù…َّØ«َÙ„ُ الَّذِينَ Ø®َÙ„َÙˆْاْ Ù…ِÙ† Ù‚َبْÙ„ِÙƒُÙ… Ù…َّسَّتْÙ‡ُÙ…ُ الْبَØ£ْسَاء Ùˆَالضَّرَّاء ÙˆَزُÙ„ْزِÙ„ُواْ Ø­َتَّÙ‰ ÙŠَÙ‚ُولَ الرَّسُولُ Ùˆَالَّذِينَ آمَÙ†ُواْ Ù…َعَÙ‡ُ Ù…َتَÙ‰ Ù†َصْرُ اللّÙ‡ِ Ø£َلا Ø¥ِÙ†َّ Ù†َصْرَ اللّÙ‡ِ Ù‚َرِيبٌ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. [2:214]


Ini adalah kisah nyata bukan dongengan. Terjadi di kampung halamanku, kampung Pajagan desa Parakansalak, Sukabumi. Saya coba kompilasikan kisah ini untuk di-share di blog ini agar mudah-mudahan dapat menjadi bahan renungan bagi siapapun yang mau membaca.

Kejadiannya masih belum lama ini, masih terkait masalah Ahmadiyah yang sekarang menjadi isyu panas di negeri ini. Saya sendiri berasal dari keluarga besar ahmadiyah. Bapak-ibu saya, kakek-nenek bahkan buyut saya adalah anggota jamaah Ahmadiyah. Selama ini kami hidup rukun bertetangga tanpa ada masalah apapun. Masalah terkait akidah tidak pernah merusak hubungan kami dengan siapapun. Tidak pernah ada yang menghina, mengejek, mengancam, ataupun menekan kami agar berobah keyakinan hanya karena keyakinan kami agak “berbeda”. Kami selalu menyelesaikan masalah perbedaan melalui cara-cara santun dengan semangat persaudaraan.

Akan tetapi semua itu mulai berubah seiring waktu berjalan. Seingat saya pada sekitar tahun 80-an mulailah didatangkan penceramah-penceramah dari luar daerah dalam rangka mengisi berbagai acara perayaan hari-hari besar islam. Mereka mulai menanamkan kebencian terhadap ahmadiyah dengan menebarkan fitnah-fitnah keji. Saya dapat katakan sebagai fitnah keji karena saya sendiri sebagai orang ahmadiyah dari lahir tidak merasa sedikitpun terkait dengan tuduhan-tuduhan yang dilontarkan itu. Diantara para penceramah itu yang masih saya ingat adalah Amin Jamaluddin, yang kemudian saya kenal sebagai ketua LPPI.

Kejadian pembakaran mesjid beberapa waktu lalu itu sungguh suatu tragedi. Kami tidak pernah memusuhi siapa pun dan selalu berusaha menjalin kerjasama dengan siapa pun. Namun warga yang sudah terhasut dan terkomando dapat melakukan apapun yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, termasuk membakar rumah Tuhan.

Setelah
keluarnya SKB 3 menteri, keadaan bukannya bertambah baik. Masyarakat yang tadinya bersikap baik pun mulai antipati dengan kami. Mereka mulai menganggap bahwa kamilah sumber masalah itu. Karena kamilah mereka menjadi resah. Karena ahmadiyahlah kampung mereka menjadi rusuh dan tidak kondusif. Aparat yang seharusnya bersikap adil malah ikut memperkeruh suasana dengan memberikan dukungan kepada pihak yang antipati. Suasana mencekam pun tidak terhindarkan.

Di kampung ku yang letaknya agak jauh dari mesjid yang dibakar, tekanan dari warga yang antipati tidak kurang besarnya. Setiap pengajian, ustazd di mesjid dekat rumah yang juga masih family, selalu menyempatkan pembahasan mengenai kami. Mesjid itu kebetulan memang sangat dengan rumah kami, sehingga semuanya terdengar sangat jelas. Ditambah lagi corong loud speaker yang kini diarahkan langsung ke rumah kami. Awalnya berupa anjuran dan ajakan halus, lalu meningkat menjadi keras dan bahkan berupa ancaman dan terror. Kecaman dan hinaan dalam pengajian bukan lagi hal yang luar biasa. Kami biasa dikatakan lebih hina dari babi dan anjing bahkan darah kami halal untuk ditumpahkan katanya, nau'dzubillahi min dzalik…

Belakangan ia menyerukan kepada warga di sekitar rumah kami untuk melakukan boikot sosial terhadap keluarga kami. Kebetulan kakak saya membuka warung sederhana yang mulai berkembang. Para tetangga yang dekat dan jauh senang berbelanja kepada kami. Namun karena ada ancaman kepada mereka untuk tidak datang ke warung kami, akhirnya mereka pun enggan. Akibatnya jelas, warung itu pun menjadi sepi dan kosong dari barang untuk dijajakan.

Dengan kondisi seperti itu tentu saja kami merasa sedih. Bukan hanya masalah materi yang kami pikirkan. Tetapi boikot itu benar-benar telah membuat kami terkucilkan dan terasing. Anak-anak kecil yang masih belum tau apa-apa diajari oleh bapaknya untuk ‘berjihad’ dengan melempari genting rumah kami bila malam hari. Sering kali ibu saya terbangun dari tidur dengan syok hebat karena mendengar suara keras yang tiba-tiba memecah keheningan. Esoknya memang benar ternyata batu yang lumayan besar telah menjebol genting rumah kami. Hal itu masih kerap kali terjadi hingga saat ini terutama bila ada acara-acara pengajian di mesjid dekat rumah. Semenjak itu ibu saya jadi trauma secara psikologis. Tidurnya tidak lagi lelap seperti dulu karena kegelisahan yang hingga setiap malam tiba, sehingga kesehatannya pun menjadi terganggu. Kami benar-benar terpuruk. Tidak ada jalan selain kami harus segera pergi meninggalkan kampung halaman ini.

Suatu malam seperti biasanya ustadz kembali dengan topik favorite-nya tentang Ahmadiyah. Ia menekankan kembali masalah boikot kepada para hadirin dan mengingatkan kembali betapa hina-nya orang ahmadiyah itu. Tiba-tiba ia melontarkan pernyataan kurang lebih sebagai berikut:

“Bapak-bapak, Ibu-ibu, gak apa-apa kita boikot saja mereka. Toh dulu juga Rosulullah saw. juga diboikot.”

Kami benar-benar tersentak kaget mendengar itu. Entah apa yang dipikirkan oleh ustadz tersebut, yang jelas bagi kami ini benar-benar menjadi kata-kata penghibur yang luar biasa. Seperti air hujan yang turun dari langit menyegarkan kembali kehidupan. Kami tau betul bahwa dulu pun Yang Mulia Rasulullah saw. pernah diboikot oleh para penentang. Dan kami pun sadar bahwa itu adalah harga dari sebuah perjuangan. Namun bahwa hal itu dikatakan oleh ustadz di hadapan para mustami menjadikannya sebagai hiburan yang luar biasa bagi kami. Bahwa para mustami juga mendengar hal itu dan mungkin menjadi faham akan posisi kami, juga merupakan pengobat segala penderitaan kami selama ini.

Boikot tersebut hingga kini masih terus berlangsung. Dan kami pun tidak menutup kemungkinan terburuk bahwa kami sampai harus terusir dari kampung halaman. Akan tetapi, kini kebahagiaan yang luar biasa terpancar kembali di wajah ibu. Semangat hidupnya nampak pulih kembali. Sungguh luar biasa cara Allah Ta’ala memberikan pertolongan kepada para hambanya. Di saat semua cobaan begitu beratnya menimpa, Dia berikan pertolongan dari jalan yang tidak disangka sama sekali. Subhaanallah!
Kisah ini ditulis berdasarkan penuturan Ibunda tercinta yang menceritakannya dengan wajah yang berseri-seri dan memancarkan kebahagiaan yang luar biasa. Sekarang beliau dapat menghadapi tantangan itu dengan lebih tegar. Saya pribadi semakin yakin dengan janji ALLAH swt seperti dalam ayat di atas (2:214), bagaimana dengan anda?

Wallahu a'lam bishshawwab

Senin, 01 September 2008

Refleksi Bulan Ramadhan


Jakarta, 2 Ramadhan 1429H,

Marhaban Yaa Ramadhan.. selamat datang wahai bulan yang penuh keberkatan. Setelah setahun kita begitu larut dengan kehidupan yang jauh dari akhirat, kini tiba saatnya revitalisasi kehidupan ruhani. Demikian kasih-nya Tuhan, Dia berikan satu bulan yang luar biasa ini hingga para ahli neraka pun dapat menikmati kelonggaran hukuman selama shaum. Dia lebarkan pintu-pintu surga, sedang pintu neraka ditutup rapat.
Wahai.. alangkah meruginya diri ini bila sedikitpun tak kudapat cipratan berkah yang tercurah bagaikan hujan deras menguyur bumi nan gersang. Jiwa ini begitu dahaganya demi melihat oase di tengah gurun kehidupan.

Memang selama ini aku sadari telah begitu lalai dalam mengingat-Nya. Kalimah zikir yang kuucap baik dalam berdiri, rukuk maupun sujud, rasanya tidak begitu menyentuh kalbu yang sudah hampir lagi membatu. Asma ilahi yang terdengar tidak begitu menggetarkan jiwa lagi.. Yaa Allah begitu banyak tanda-tanda yang telah Engkau berikan, namun jiwa yang mati ini lebih membutuhkan dari sekedar tetesan air untuk kembalikan nafas yang tinggal lagi sejengkal.

Yaa Allah, berkali-kali kuucapkan takbir. Namun yang kurasa bukan kekhusukan mengenang kebesaran-Mu. Bukannya aku semakin menunduk merasa kecil di hadapan-Mu. Malah tangan ini dengan congkaknya menghakimi keyakinan orang lain yang belum jelas. Hanya karena para ulama dan ustadz mengatakannya, maka dengan lantang kuserukan “Allahu Akbar” seraya kulempari mesjid mereka, ku hancurkan, ku bakar, ku injak-injak quran yang mereka baca karena kupikir mereka tidak berhak untuk mengaku dan berlaku seperti itu. Yang boleh seperti itu hanya kami!

Duh Gusti Allah.. apakah diriku ini masih layak mendapatkan surga-Mu sedangkan jiwaku ini telah begitu asing dari rahmat-Mu. Sedangkan yang mulia Nabi saw. mengajarkan bahwa barangsiapa yang kasih sayang kepada sesama manusia maka Allah ta’ala akan menyayanginya.

Duh Gusti.. jika ku kenang prilaku-ku dimasa lalu, aku malu dengan umat lain yang malah tidak mengenal-Mu. Mereka justru jauh lebih baik dalam mengamalkan ajaran quran daripada kami umat-Mu.. tenggang rasa, tepo seliro, berat sama dipikul ringan sama dijinjing, itu semua telah diajarkan oleh nenek moyang kami yang malah mungkin tidak tahu islam. Mungkin aku salah, mereka itulah justru muslim..

Ya Allah, sekali lagi Kau kurniakan umur padaku agar dapat kutemui bulan ini. Aku bersyukur kepada-Mu dengan segenap jiwaku. Dan aku memohonkan kepada-Mu kurnia agar aku dapat melihat cahaya kebenaran lebih dari sebelumnya. Janganlah Kau biarkan aku dalam kegelapan dan kebodohan, bimbinglah aku kepada jalan-MU yang lurus.. Ihdinashshirootol Mustaqiiem.. yaitu jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka (diantara nabi-nabi, shiddiqien, syuhadaa dan shaalihin) bukan jalannya orang-orang yang Engkau murkai dan bukan pula jalannya orang-orang yang sesat. Aaamiin..

Senin, 25 Agustus 2008

Di Balik Perayaan 63 tahun HUT RI

Pesta Rakyat dan Penderitaan Warga Ahmadiyah

Jika para korban lapindo bisa menulis surat cinta kepada Aa Gym dan Arifin Ilham, sebetulnya masih ada lagi sekelompok lain yang juga hingga saat ini masih menderita dan belum mendapat keadilan, para pengikut Ahmadiyah. Mengingat apa yang sedang menimpa mereka, merekapun seharusnya menulis surat serupa itu kepada tokoh-tokoh seperti Arifin Ilham dan Aa Gym.

Seperti halnya korban lapindo yang hingga kini nasibnya terkatung-katung, pengikut Ahmadiyah juga bernasib sama. Hanya saja korban lapindo masih bernasib lebih baik karena tidak ada yang mengotak-atik hak hidupnya di bumi Indonesia ini. Mereka masih bebas menentukan kemana pun mereka akan melangkah dan apa pun yang akan mereka lakukan. Kemalangan itu adalah karena 'kelalaian' (jika memang susah untuk disebut bencana) dan bukan karena kezhaliman saudara sesama anak bangsa.

Ahmadiyah, sebagaimana kita ketahui, telah dikenai stigma sesat oleh ulama pengayom umat. Dan karenanya penjelasan apapun yang diberikan oleh Ahmadiyah tentang keyakinannya, meskipun itu berasal dari Quran dan Hadits, tetap tidak akan diterima.

Padahal dari 10 kriteria sesat yang ditetapkan oleh MUI, tidak satupun yang dapat dikenakan pada Ahmadiyah. lihat penjelasan ahmadiyah tentang 10 kriteria sesat MUI>>

Sekarang ini sebagai hasil dari stigma sesat Ulama, warga Ahmadiyah terus mengalami berbagai penderitaan. Salah satu kasus adalah yang terjadi di Pancor, Lombok Barat beberapa waktu silam. Akibat kekerasan warga masyarakat yang terprovokasi, warga ahmadiyah disana kehilangan hak hidup mereka. Mereka terusir dari tempat tinggalnya dan harus meninggalkan segalanya tanpa ampun hanya karena beda keyakinan. Anda mungkin percaya-tidak percaya. Namun itulah yang terjadi.

Hingga sekarang warga Ahmadiyah ini masih harus tetap tinggal di pengungsian di Asrama Transito, Mataram, NTB. Dengan kondisi seadanya harus tabah menghadapi cobaan demi memegang keyakinan mereka.

Melihat berbagai kemeriahan yang diadakan oleh warga masyarakat di berbagai tempat, saya malah teringat akan penderitaan saudara-saudara kita yang hingga saat ini masih dalam penderitaan mereka. Salah satunya adalah warga Ahmadiyah yang hingga saat ini terus didera masalah di berbagai daerah.. Haruskah ahmadiyah hilang dari bumi Indonesia ini hanya karena masalah keyakinan?? Seberapa parahkah kebencian anda yang tidak suka dengan ahmadiyah hingga tidak mengenal kata lain selain anarkis!!!??

Jika anda dapat menjawabnya, alangkah baiknya sayapun diberitahukan agar lebih mengerti kecarut-marutan ini..

Salaamun 'alaa manit taba'al huda.

lihat laporan resmi wartawan RNW tentang Ahmadiyah di transito >>>


Korban Lapindo Kritik Aa Gym dan Arifin Ilham


Jakarta - Korban lumpur Lapindo mengirim 'surat cinta' untuk dai kondang Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym dan Arifin Ilham yang mengisi acara 'Indonesia Berzikir'. Mereka menyesalkan Aa Gym dan Arifin yang dinilai melupakan korban Lapindo.


'Surat cinta' yang meluapkan kekecewaan itu dituangkan para korban Lapindo melalui blog resmi mereka, berantaslapindo.wordpress.com yang diposting Senin (25/8/2008).

Para korban ini merujuk pada keikutsertaan kedua dai kondang itu pada acara 'Indonesia Berzikir' yang digelar Minggu 24 Agustus 2008 di Masjid Istiqlal, Jakarta. Acara yang digelar Majelis Az-Zikra bekerjasama dengan forum Al Bakrie pimpinan anak Menko Kesra Aburizal Bakrie, Anindya Bakrie.

Lihat berita selengkapnya di detiknews.com >>
Lihat Surat Cinta dari korban lapindo >>

Selasa, 29 Juli 2008

IBU – IBU SEWAAN

Oleh: Abdul Majid

Salah satu dari banyak masalah yang dihadapi oleh dunia Kristen adalah persoalan poligami dan perceraian yang adalah terlarang menurut ajaran agama Kristen. Walaupun pada kenyataannya banyak nabi dalam Al-Kitab (Bibel), khususnya para nabi yang masyhur seperti Ibrahim (Abraham), Yakub, Daud, Sulaiman, mengamalkan poligami, keberatan utama atas ajaran-ajaran Islam oleh kaum Kristen adalah terhadap poligami; dan meskipun Al-Kitab (Perjanjian Lama) mengizinkan perceraian, [namun] Perjanjian Baru tidak mengizinkan. Satu-satunya dasar yang dengan itu perceraian diizinkan oleh Perjanjian Baru adalah Zina (Matius 19:9). Tetapi, selain zina, penyakit/kerusakan mental dan fisik juga telah dimasukkan dan diakui oleh hukum di banyak Negara Kristen, sebagai dasar yang sah untuk perceraian, dengan hasil bahwa peristiwa-peristiwa perceraian telah terjadi melampaui batas-batas kewajaran.

Manakala doktrin perceraian telah diakui (diadopsi) oleh kaum Kristen [dalam hukum negara mereka], poligami masih sangat terlarang sehingga bahkan para penganut agama-agama lain, misalnya Islam, yang mengizinkan poligami, tidak dapat menikahi lebih dari satu istri.
Tak ada yang dapat mengingkari kenyataan bahwa keadaan-keadaan dapat timbul dimana pernikahan yang kedua menjadi satu kebutuhan (hajat) hidup. Misalnya, jika seorang wanita tak produktif (mandul) dan tak mampu melahirkan anak karena beberapa kelemahan bawaan (alami), yang karenanya wanita itu tidak dapat disalahkan atau dimintai tanggung jawabnya, atau menderita beberapa kelemahan fisik sehingga dia tidak mampu untuk melaksanakan kewajibannya [sebagai istri], satu-satunya jalan keluar untuk suami adalah menikahi istri kedua dengan maksud untuk mempunyai anak dan memenuhi kebutuhan biologisnya tanpa berbuat tindakan-tindakan jahat dan tak bermoral.
Sebagai hasil dari pelarangan poligami, pasangan-pasangan yang telah menikah, yang tidak punya anak karena istrinya mandul, menempuh pilihan dengan cara mengambil ibu-ibu sewaan (pinjaman) yang tak wajar. Di bawah perjanjian ini, seorang wanita lain (yang bukan istrinya), sudah nikah atau masih lajang, disewa dengan harga tertentu dan diinseminasi (disuntik) dengan sperma (air mani) dari suami yang menyewa melalui cara mekanis, sebagai ganti hubungan [kelamin] langsung yang akan menjadi perbuatan zina di luar nikah. Pertentangan-pertentangan mengkhawatirkan timbul seperti misalnya pada satu perjanjian yang telah dibuktikan pada kasus ibu pinjaman itu, Mary Beth Whitehead, dilaporkan dalam surat kabar the Democrat dan Chronicle tanggal 5 dan 7 Januari 1987 yang disewa oleh William dan Elizabeth Stern dengan kontrak 10.000 dollar, dan disuntik dengan sperma dari William Stern. Sang ibu sewaan itu menolak untuk menyerahkan bayinya sesudah lahir dan masalah ini sedang disidangkan di sebuah Pengadilan Tinggi di New Jersey.
Sehubungan dengan keadaan ini, ajaran-ajaran Islam, yang mengizinkan poligami dalam keadaan-keadaan tertentu, secara nyata akan tampak sesuai dengan hal-hal yang sering dijumpai dalam kebutuhan-kebutuhan hidup manusia. Sungguh merupakan paradoks bahwa sebagian orang yang mencela ajaran-ajaran Islam sehubungan dengan poligami dan perceraian dan mereka terpaksa mengamalkannya dalam satu atau lain bentuk. Cerai, yang tidak diizinkan dalam ajaran agama Kristen, kecuali lantaran zina, telah diadopsi dan diamalkan demikian seringnya sehingga banyak pernikahan [di negeri mereka] berakhir dengan perceraian. Karena halangan-halangan ditetapkan pada perceraian dan poligami [maka] banjir perzinaan sedang dibiarkan, jika bukan disetujui, sebagaimana dinyatakan dalam the New Encyclopaedia Britannica:
“Monogami yang kaku diperkenalkan kepada umum dan secara luas membiarkan praktek-praktek zina, yang Gereja Katolik Roma menganggap sebagai yang lebih dapat ditoleransi dari pada perceraian.” (AWAKE – November 8, 1985 – page 10).
Akan halnya poligami, yang secara resmi belum diakui, seperti halnya perceraian, sedang diamalkan dalam bentuk ibu-ibu sewaan yang berisi pengakuan-pengakuan pada kenyataan bahwa ajaran-ajaran Islam mengenai poligami dan cerai adalah benar-benar sesuai dengan fitrat manusia dan merupakan satu jalan untuk memenuhi keperluan-keperluan manusia. Al-Qur’an mengatakan: “Orang-orang yang kafir itu sering kali (dengan perbuatan mereka) menginginkan kiranya mereka menjadi muslim.” (QS 15:3). Yang secara nyata bermakna bahwa dengan cara apapun juga orang-orang kafir mencela ajaran-ajaran Islam, mereka akan terpaksa (oleh keadaan) untuk mengikutinya.

Sumber: The Review Of Religions, August 1987, hal. 12-13.



Related Post

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...