Tampilkan postingan dengan label my review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my review. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Oktober 2009

Internet Unlimited Murah Dari Smart

Awalnya agak pesimis untuk memakai layanan internet nirkabel. Hal ini karena pengalaman banyak teman yang merasa kecewa dengan kecepatan akses dari berbagai operator yang menyediakan layanan akses cepat dan mahal. Jika layanan yang didapat sesuai dengan harga yang harus dibayar, mungkin tidak akan timbul kekecewaan. Namun yang sering terjadi adalah tidak sesuai dengan harapan.

Kebetulan pindah kerja sedangkan di kantor baru tidak ada akses internet. Akhirnya pas kebetulan ada teman yang menawari modem smart miliknya, saya pun tak urung membelinya. Kurang lebih sudah hampir 2 bulan saya menggunakan smart untuk akses internet. Kebetulan sinyal smart di tempat saya cukup bagus. Kesan pertama tidak begitu mengesankan. Saya langsung ingat dengan komentar teman tentang betapa leletnya koneksi smart. Bagi anda yang terbiasa memakai layanan internet speedy, tentu akan merasakan perbedaan ini.

Kamis, 18 Desember 2008

Kebenaran Lia Eden


Lia Eden kembali menuai kontroversi. Kali ini wahyu yang disampaikan oleh yang mengaku dirinya jibril itu menyatakan pembubaran agama islam. Selain itu, pemerintahan SBY juga menjadi pokok bahasan.

Saya sempat berbahas dengan teman-teman mengenai Lia Eden. Di luar statementnya tentang pemerintahan Indonesia (politik banget), apakah mungkin bahwa Lia dan kerajaannya ini benar?

Bagi sebagian orang (termasuk saya), pertanyaan di atas bisa saja timbul, apalagi dengan kondisi islam sekarang ini yang umatnya terus-menerus mencoreng moreng wajahnya dengan berbagai perbuatan yang melanggar nurani (baca: terorisme).

Saya sempat heran dan sekaigus merasa lucu melihat tingkah beberapa pihak yang merasa diri paling islam (baca: FPI dkk.) yang sempat diberitakan akan menyerang markas kerajaan Eden terkait selebarannya itu. Kenapa heran?? Ini terkait dengan jawaban atas pertanyaan diatas mengenai kebenaran Lia Eden.

Ketika saya berbahas dengan beberapa teman, saya sempat agak bimbang untuk memberi tanggapan. Bimbang karena memang fakta yang nyata bahwa umat islam banyak bertindak yang melanggar kebenaran. Pembunuhan orang yang tidak berdosa meski dengan alasan apapun sungguh tidak pernah ada dalam agama ini. Mengganggu ketertiban dan keamanan serta kepentingan umum sungguh merupakan perbuatan tercela menurut kitab suci manapun. Dan itu semua dilakukan oleh orang yang mengaku islam itu.

Namun kemudian saya sadar bahwa mereka itu bukanlah islam. Islam tidaklah sebagaimana yang mereka fahami dan amalkan sehingga sedemikian layak untuk dibubarkan seperti kata wahyu Lia. “Aku tidak setuju!” sanggahku dengan bersemangat. Sebagai orang islam kita harus yakin bahwa agama ini benar dan paripurna. Tidak ada lagi agama setelah islam. Hanya karena ulah segelintir orang yang kurang pengetahuan tidak menjadikan islam menjadi agama yang harus dibubarkan.

Yang kedua, menurut agama kita, tidak ada utusan Tuhan seorang perempuan. Atau seseorang dapat mengaku menjadi penjelmaan malaikat jibril. Cobalah anda perhatikan dengan seksama betapa kacaunya pendakwaan Lia Aminudin alias Lia Eden ini.
Oleh karena itulah saya menjadi heran dan geli. Mengapa orang-orang itu begitu belingsatan dengan selebaran Lia Eden? Toh seharusnya sebagai orang islam yang yakin dengan kebenaran islam kita tidak perlu terganggu dengan selebaran seperti itu. Sama halnya anda merasa tersinggung karena dikata-katai tidak benar oleh orang yang tidak sehat pikirannya lalu anda marah dan naik pitam.

Menurut saya Lia Eden dan komunitasnya tidak perlu diurusi. Yang perlu diurusi justru adalah orang-orang yang selama ini terus menerus mencoreng wajah keindahan islam dengan prilaku barbariannya itu. Tidak akan ada yang tertarik dengan Lia Eden atau apapun jika seseorang sudah melihat keindahan islam yang hakiki.

Permasalahan selanjutnya adalah dimana dan bagaimana kita dapat melihat keindahan islam yang hakiki?? Tentu perlu upaya dan kegigihan. Seperti halnya orang yang mendulang emas dan intan, anda jangan cepat menyerah hanya karena terus menemukan lumpur dan kerikil saja. Tapi selama anda yakin sudah berada di sungai yang benar, pada akhirnya upaya pencaharian anda pasti akan menemukan hasilnya. InsyaALLah.

=================

Berikut Wahyu Lia Eden yang ditampilkan dalam situs resminya, seperti dikutip INILAH.COM, Senin (15/12).

Wahyu Tuhan untuk Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono

Atas Nama Tuhan Yang Maha Perkasa

Wahyu Tuhan:

Sedapat-dapatnya Aku memberitahukan kepadamu tentang Keinginan-Ku memberdaulatkan Kerajaan Eden dan Surga Eden di negaramu ini. Namun telah kauabaikan semua Surat-surat-Ku yang Kutujukan kepadamu. Sampailah Aku pada kesimpulan bahwa Anda benar-benar tak bersedia mematuhi-Ku. Maka Aku pun telah sampai pada batas waktu yang patut Kuberikan kepadamu.

Inilah Surat-Ku yang berisi fatwa penghapusan kedaulatanmu sebagai pemimpin negara Indonesia. Aku takkan memberimu peluang untuk terpilih kembali, dan pemerintahanmu ini akan berakhir chaos, dan negaramu Kubuat tak berdaya, karena Aku menundukkanmu, dan Aku akan mendirikan Kerajaan-Ku dengan segala cara!

Perubahan drastis akan segera terjadi seusai Surat-Ku ini sampai kepadamu.

Demikian Wahyu Tuhan telah kami sampaikan. Terima kasih atas perhatiannya.

Jakarta, 23 November 2008

ruhul kudus

Jibril Ruhul Kudus


Sumber: Inilah.com



Rabu, 05 November 2008

Fenomena Obama dan Angin Perubahan Dunia

Setelah melalui serangkaian proses kampanye, debat dan pemungutan suara. Akhirnya Amerika menyerahkan nasibnya di masa depan di tangan Barack Obama, pemimpin yang baru saja terpilih.

Amerika merupakan negara yang maju dalam berbagai hal termasuk dalam hal demokrasi. Hal ini terlihat, salah satunya, dalam proses pemilihan pemimpin yang begitu tertib. Baik itu pemimpin daerah (negara bagian) ataupun pemilihan presiden. Tidak seperti halnya di Indonesia yang pemilihan umumnya diwarnai berbagai kerusuhan dan kecurangan.

Kemenangan Obama banyak menimbulkan harapan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Amerika, seorang keturunan kulit berwarna, terpilih menjadi presiden. Sesuatu yang sangat wajar bila dianggap sebagai fenomena. Bukan saja warga Amerika, bahkan seluruh dunia bilapun tidak, menaruh harapan akan adanya perubahan.

Namun demikian coba pikir, bukankah kemenangan Obama itu sendiri pada dasarnya merupakan perubahan besar? Amerika dipimpin oleh seseorang yang bukan kulit putih. Statement seperti itu mungkin terasa rasialis. Namun itu adalah fakta yang nyata dan bukti kuat bahwa betapa sulitnya menghilangkan perbedaan ras dan warna kulit bahkan di masyarakat maju seperti Amerika. Setelah ratusan tahun berlalu baru sekarang ini terwujud impian kesetaraan yang selama ini terus diperjuangkan.

Kemudian kita bertanya-tanya apakah ini akan menjadi tonggak sejarah perubahan ke arah yang lebih baik. Bahwa masyarakat dunia, sebagaimana Amerika mulai berjalan ke arah mana yang sudah semenjak dahulu kala diperjuangkan, kesetaraan dan persamaan derajat dan persaudaraan umat manusia. Hal mana yang dalam beberapa dekade terakhir begitu jauh dari kenyataan.

Tentu saja banyak hal lain yang juga menarik terkait fenomena Obama. Namun rasanya cukup bagi saya mengupas hanya dari sudut ini. Biarlah expert-expert lain yang membahas sisi lain sesuai bidangnya. Yang jelas, kemenangan Obama, telah menarik perhatian begitu banyak pihak di seluruh dunia. Saya belum pernah melihat hal serupa pada pemilihan presiden-presiden sebelumnya. Masyarakat dunia jelas menantikan sebuah perubahan. Sedangkan Obama sekarang adalah icon nyata sebuah perubahan dalam tatanan masyarakat maju.

Pada dasarnya bukanlah Obama yang telah menarik perhatian masyarakat dunia saat ini. Tetapi "perubahan" itulah yang telah menarik perhatian kita. Perubahan itulah yang telah menumbuhkan harapan baru dada setiap insan. Harapan akan adanya perubahan kearah dunia yang lebih baik. Obama adalah "wind of change" yang berhembus pada saat dimana dunia sudah mulai gerah dengan tatanan yang ada.

Tatanan dunia sekarang ini memang meski tidak dapat dikatakan kritis, setidaknya berada dalam tahapan menuju ke arah collapse. Amerika sang negara Adi Daya, telah diprediksi banyak pakar ekonomi akan mengalami kondisi yang semakin memburuk dimasa mendatang jika tidak mengadakan perubahan signifikan. Dunia sekarang sadar ataupun tidak, ada dalam pengaruh besar Amerika. Sehingga jika Amerika colapse, maka tatanan dunia juga akan sangat terpengaruh.

Syah-syah saja kita berharap pada Obama. Namun demikian, pada dasarnya perubahan memang sedang terjadi dengan ataupun tanpa Obama. Kearah mana perubahan itu? Kita berharap tentu ke arah yang lebih baik. Hanya Tuhan yang tahu apa yang besok akan terjadi dengan kita. Mari kita berdo'a agar besok kita baik-baik saja..


Kamis, 25 September 2008

PUASA DAN PENGORBANAN


Ibadah puasa sangat erat hubungannya dengan pengorbanan. Seseorang yang berpuasa dituntut untuk mengorbankan sebanyak mungkin segala hasrat / keinginannya selama waktu tertentu. Makan, minum dan menggauli istri itu semua kebutuhan dasar manusia. Sangat mendasar hingga terkait langsung dengan kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Tanpa itu kelangsungan manusia tidak akan bertahan lama. Dapat dibayangkan bila seseorang tidak menemukan makanan dan minuman, dalam tempo beberapa hari saja kualitas hidupnya akan segera habis. Demikian pula terjadi bila manusia tidak mengadakan hubungan seksual dengan lawan jenisnya, tentu lama kelamaan akan punah juga seperti halnya nasib beberapa satwa langka.

Dalam ibadah puasa justru semua hal asasi itu yang dikorbankan. Kita diperintahkan untuk meninggalkan semua hal mendasar penunjang keberlangsungan hidup kita. Seolah Allah swt. meminta kepada kita untuk belajar mengorbankan bahkan kehidupan kita sekalipun. Bentuk pengorbanan yang terus menerus dicontohkan oleh para nabi Allah dari masa ke masa.

Puasa bertujuan membentuk manusia-manusia bertaqwa. Pengorbanan merupakan salah satu indikator ketaqwaan yang sangat utama. Firman-Nya:

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

"yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka." (Al-baqarah:2)

Sekarang ini banyak sekali orang berpuasa tanpa mengenali hakikatnya. Akibatnya, setiap tahun berpuasa tanpa ada makna berarti dalam dirinya. Sebagaimana sabda nabi saw. "Begitu banyak yang berpuasa, namun tiada mereka dapat melainkan hanya sekedar lapar dan dahaga".

Sekarang ini jiwa pengorbanan sedemikian lemahnya dalam diri orang-orang islam. Untuk membangun sebuah mesjid-pun sampai harus meminta sumbangan di jalan-jalan raya. Orang-orang kaya memberi zakat dan sumbangan hanya untuk kepentingan "riya". Orang-orang miskin mempertaruhkan jiwa hanya untuk uang beberapa rupiah saja. Kita sangat prihatin dengan nasib para korban "zakat maut" di Pasuruan beberapa waktu lalu.

Jiwa pengorbanan adalah bagian tak terpisahkan dalam diri seorang muslim sejati. Kita lihat pada jaman nabi saw. para sahabat nabi juga kebanyakan hidup dalam kemiskinan. Namun kemiskinan itu tidak membuat mereka berebut zakat seperti yang terjadi sekarang. Kemiskinan tidak menghalangi mereka untuk berkorban. Nabi saw. sendiri malah memilih kehidupan "miskin" sepanjang hidupnya sehingga beliau tidak pernah dapat membayar zakat harta. Dan nabi banyak menyatakan kecintaannya kepada kaum miskin dan du'afa.

Apakah sekarang ini tidak mungkin lagi untuk mencontoh nabi dan para sahabatnya? Atau apakah islamnya nabi sudah tidak sesuai lagi pada zaman ini? Na'uzubillahi min zalik.. Demi ALLAH islam adalah agama yang paripurna. Yang ajarannya tidak akan berubah lagi hingga akhir masa. Yang perlu masa sekarang ini hanyalah penyegaran. Tidak perlu suatu ajaran baru. Permasalahannya sekarang bagaimana cara menyegarkan kembali "taman" islam setelah begitu lama ditinggalkan oleh pemilik kebunnya? Anda benar, harus ada tukang kebun yang lain untuk mengurusi taman itu. Dan ini adalah janji Allah Ta'ala bahwa dia tidak membiarkan umat ini dalam keadaan kehancuran melainkan Dia akan senantiasa memeliharanya dengan berbagai cara.

Selasa, 23 September 2008

ShoutMix yang Kembali...

Baru saja saya posting tentang kotak pesan shoutmix yang bermasalah, eeh besoknya ternyata udah jalan lagi.. :p
Tapi udah kadung posting jadi aku anggap aja sebagai dinamika dunia maya he, he, he.. :D

Mysteri seputar hilangnya shoutmix dan munculnya kembali, tentu bukanlah hal yang menarik bagi kebanyakan orang. Tapi bagi saya [yang awam], ini sungguh sangat mengherankan. Rasa penasaran ini tidak akan berhenti hingga suatu saat jawabannya dapat ditemukan (cieeh seolah-olah). Moga aja dengan ini ilmu ku ini dapat bertambah.. :)
Well bagi anda yang merasa posting ini terlalu mengada-ada, itu syah-syah saja. Tapi saya yakin pasti ada juga yang setuju dengan orang awam ini..
Anyway, saya udah kadung ganti shoutmix dengan OGGIX. Jadi, good bye shotmix. Moga ga bermasalah lagi yach.

Minggu, 14 September 2008

Makna Syetan Dibelenggu di Bulan Ramadhan

Dalam sebuah hadis sahih diriwayatkan sebagai berikut:

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila tiba bulan Ramadan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu neraka dan setan-setan dibelenggu (Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1793)

Makna dari hadis tersebut pada dasarnya adalah mengenai perihal orang yang berpuasa itu sendiri. Orang yang berpuasa selama bulan suci ramadhan amal ibadahnya dilipat gandakan nilainya oleh Allah swt. sehingga meningkatkan hingga berkali-berkali lipat kesempatan untuk meraih surga keridlaan Allah swt. Bahkan dikatakan bagi orang yang berpuasa bahwasanya "Aku ini dekat" (Q.S. 2:186).

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ

Selanjutnya pintu-pintu neraka merujuk kepada amalan-amalan buruk. "Pintu" pada hakikatnya merujuk kepada semua panca indera kita. Panca indera merupakan gerbang atau pintu yang menjadi jalan terjadinya baik amal buruk yang akan membawa kita ke neraka maupun amal baik yang akan mendekatkan kita ke surga.

Adapun maksud setan yang dibelenggu lebih spesifik merupakan setan yang ada dalam diri kita atau sering juga disebut dengan hawa nafsu. Nabi saw. bersabda bahwa setan mengalir dalam darah kita. Sesuai dengan hadis nabi yang lain bahwa selama bulan suci ramadhan kita diharuskan menahan diri dari segala dorongan hawa nafsu. Dari pagi hingga petang kita dilarang untuk makan minum dan juga berhubungan dengan istri. Padahal itu semua merupakan hal yang hal halal untuk kita.

Ini memberi pelajaran kepada kita bahwa selama bulan suci ramadhan demi Allah ta'ala kita bahkan sanggup meninggalkan hal-hal yang halal yang merupakan kebutuhan yang sangat mendasar. Maka mengapakah kita tidak dapat meninggalkan perkara-perkara yang diharamkan di bulan-bulan lain?? Jika yang halalpun dapat ditinggalkan, seharusnya meninggalkan yang haram bukanlah perkara sulit. Inilah mungkin salah satu makna ramadhan yang dapat kita perhatikan demi meraih ketaqwaan sebagaimana tujuan ramadhan itu sendiri.

Senin, 08 September 2008

INI ADALAH KISAH NYATA DAN BUKAN DONGENG

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْاْ مِن قَبْلِكُم مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاء وَالضَّرَّاء وَزُلْزِلُواْ حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللّهِ قَرِيبٌ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. [2:214]


Ini adalah kisah nyata bukan dongengan. Terjadi di kampung halamanku, kampung Pajagan desa Parakansalak, Sukabumi. Saya coba kompilasikan kisah ini untuk di-share di blog ini agar mudah-mudahan dapat menjadi bahan renungan bagi siapapun yang mau membaca.

Kejadiannya masih belum lama ini, masih terkait masalah Ahmadiyah yang sekarang menjadi isyu panas di negeri ini. Saya sendiri berasal dari keluarga besar ahmadiyah. Bapak-ibu saya, kakek-nenek bahkan buyut saya adalah anggota jamaah Ahmadiyah. Selama ini kami hidup rukun bertetangga tanpa ada masalah apapun. Masalah terkait akidah tidak pernah merusak hubungan kami dengan siapapun. Tidak pernah ada yang menghina, mengejek, mengancam, ataupun menekan kami agar berobah keyakinan hanya karena keyakinan kami agak “berbeda”. Kami selalu menyelesaikan masalah perbedaan melalui cara-cara santun dengan semangat persaudaraan.

Akan tetapi semua itu mulai berubah seiring waktu berjalan. Seingat saya pada sekitar tahun 80-an mulailah didatangkan penceramah-penceramah dari luar daerah dalam rangka mengisi berbagai acara perayaan hari-hari besar islam. Mereka mulai menanamkan kebencian terhadap ahmadiyah dengan menebarkan fitnah-fitnah keji. Saya dapat katakan sebagai fitnah keji karena saya sendiri sebagai orang ahmadiyah dari lahir tidak merasa sedikitpun terkait dengan tuduhan-tuduhan yang dilontarkan itu. Diantara para penceramah itu yang masih saya ingat adalah Amin Jamaluddin, yang kemudian saya kenal sebagai ketua LPPI.

Kejadian pembakaran mesjid beberapa waktu lalu itu sungguh suatu tragedi. Kami tidak pernah memusuhi siapa pun dan selalu berusaha menjalin kerjasama dengan siapa pun. Namun warga yang sudah terhasut dan terkomando dapat melakukan apapun yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, termasuk membakar rumah Tuhan.

Setelah
keluarnya SKB 3 menteri, keadaan bukannya bertambah baik. Masyarakat yang tadinya bersikap baik pun mulai antipati dengan kami. Mereka mulai menganggap bahwa kamilah sumber masalah itu. Karena kamilah mereka menjadi resah. Karena ahmadiyahlah kampung mereka menjadi rusuh dan tidak kondusif. Aparat yang seharusnya bersikap adil malah ikut memperkeruh suasana dengan memberikan dukungan kepada pihak yang antipati. Suasana mencekam pun tidak terhindarkan.

Di kampung ku yang letaknya agak jauh dari mesjid yang dibakar, tekanan dari warga yang antipati tidak kurang besarnya. Setiap pengajian, ustazd di mesjid dekat rumah yang juga masih family, selalu menyempatkan pembahasan mengenai kami. Mesjid itu kebetulan memang sangat dengan rumah kami, sehingga semuanya terdengar sangat jelas. Ditambah lagi corong loud speaker yang kini diarahkan langsung ke rumah kami. Awalnya berupa anjuran dan ajakan halus, lalu meningkat menjadi keras dan bahkan berupa ancaman dan terror. Kecaman dan hinaan dalam pengajian bukan lagi hal yang luar biasa. Kami biasa dikatakan lebih hina dari babi dan anjing bahkan darah kami halal untuk ditumpahkan katanya, nau'dzubillahi min dzalik…

Belakangan ia menyerukan kepada warga di sekitar rumah kami untuk melakukan boikot sosial terhadap keluarga kami. Kebetulan kakak saya membuka warung sederhana yang mulai berkembang. Para tetangga yang dekat dan jauh senang berbelanja kepada kami. Namun karena ada ancaman kepada mereka untuk tidak datang ke warung kami, akhirnya mereka pun enggan. Akibatnya jelas, warung itu pun menjadi sepi dan kosong dari barang untuk dijajakan.

Dengan kondisi seperti itu tentu saja kami merasa sedih. Bukan hanya masalah materi yang kami pikirkan. Tetapi boikot itu benar-benar telah membuat kami terkucilkan dan terasing. Anak-anak kecil yang masih belum tau apa-apa diajari oleh bapaknya untuk ‘berjihad’ dengan melempari genting rumah kami bila malam hari. Sering kali ibu saya terbangun dari tidur dengan syok hebat karena mendengar suara keras yang tiba-tiba memecah keheningan. Esoknya memang benar ternyata batu yang lumayan besar telah menjebol genting rumah kami. Hal itu masih kerap kali terjadi hingga saat ini terutama bila ada acara-acara pengajian di mesjid dekat rumah. Semenjak itu ibu saya jadi trauma secara psikologis. Tidurnya tidak lagi lelap seperti dulu karena kegelisahan yang hingga setiap malam tiba, sehingga kesehatannya pun menjadi terganggu. Kami benar-benar terpuruk. Tidak ada jalan selain kami harus segera pergi meninggalkan kampung halaman ini.

Suatu malam seperti biasanya ustadz kembali dengan topik favorite-nya tentang Ahmadiyah. Ia menekankan kembali masalah boikot kepada para hadirin dan mengingatkan kembali betapa hina-nya orang ahmadiyah itu. Tiba-tiba ia melontarkan pernyataan kurang lebih sebagai berikut:

“Bapak-bapak, Ibu-ibu, gak apa-apa kita boikot saja mereka. Toh dulu juga Rosulullah saw. juga diboikot.”

Kami benar-benar tersentak kaget mendengar itu. Entah apa yang dipikirkan oleh ustadz tersebut, yang jelas bagi kami ini benar-benar menjadi kata-kata penghibur yang luar biasa. Seperti air hujan yang turun dari langit menyegarkan kembali kehidupan. Kami tau betul bahwa dulu pun Yang Mulia Rasulullah saw. pernah diboikot oleh para penentang. Dan kami pun sadar bahwa itu adalah harga dari sebuah perjuangan. Namun bahwa hal itu dikatakan oleh ustadz di hadapan para mustami menjadikannya sebagai hiburan yang luar biasa bagi kami. Bahwa para mustami juga mendengar hal itu dan mungkin menjadi faham akan posisi kami, juga merupakan pengobat segala penderitaan kami selama ini.

Boikot tersebut hingga kini masih terus berlangsung. Dan kami pun tidak menutup kemungkinan terburuk bahwa kami sampai harus terusir dari kampung halaman. Akan tetapi, kini kebahagiaan yang luar biasa terpancar kembali di wajah ibu. Semangat hidupnya nampak pulih kembali. Sungguh luar biasa cara Allah Ta’ala memberikan pertolongan kepada para hambanya. Di saat semua cobaan begitu beratnya menimpa, Dia berikan pertolongan dari jalan yang tidak disangka sama sekali. Subhaanallah!
Kisah ini ditulis berdasarkan penuturan Ibunda tercinta yang menceritakannya dengan wajah yang berseri-seri dan memancarkan kebahagiaan yang luar biasa. Sekarang beliau dapat menghadapi tantangan itu dengan lebih tegar. Saya pribadi semakin yakin dengan janji ALLAH swt seperti dalam ayat di atas (2:214), bagaimana dengan anda?

Wallahu a'lam bishshawwab

Senin, 01 September 2008

Refleksi Bulan Ramadhan


Jakarta, 2 Ramadhan 1429H,

Marhaban Yaa Ramadhan.. selamat datang wahai bulan yang penuh keberkatan. Setelah setahun kita begitu larut dengan kehidupan yang jauh dari akhirat, kini tiba saatnya revitalisasi kehidupan ruhani. Demikian kasih-nya Tuhan, Dia berikan satu bulan yang luar biasa ini hingga para ahli neraka pun dapat menikmati kelonggaran hukuman selama shaum. Dia lebarkan pintu-pintu surga, sedang pintu neraka ditutup rapat.
Wahai.. alangkah meruginya diri ini bila sedikitpun tak kudapat cipratan berkah yang tercurah bagaikan hujan deras menguyur bumi nan gersang. Jiwa ini begitu dahaganya demi melihat oase di tengah gurun kehidupan.

Memang selama ini aku sadari telah begitu lalai dalam mengingat-Nya. Kalimah zikir yang kuucap baik dalam berdiri, rukuk maupun sujud, rasanya tidak begitu menyentuh kalbu yang sudah hampir lagi membatu. Asma ilahi yang terdengar tidak begitu menggetarkan jiwa lagi.. Yaa Allah begitu banyak tanda-tanda yang telah Engkau berikan, namun jiwa yang mati ini lebih membutuhkan dari sekedar tetesan air untuk kembalikan nafas yang tinggal lagi sejengkal.

Yaa Allah, berkali-kali kuucapkan takbir. Namun yang kurasa bukan kekhusukan mengenang kebesaran-Mu. Bukannya aku semakin menunduk merasa kecil di hadapan-Mu. Malah tangan ini dengan congkaknya menghakimi keyakinan orang lain yang belum jelas. Hanya karena para ulama dan ustadz mengatakannya, maka dengan lantang kuserukan “Allahu Akbar” seraya kulempari mesjid mereka, ku hancurkan, ku bakar, ku injak-injak quran yang mereka baca karena kupikir mereka tidak berhak untuk mengaku dan berlaku seperti itu. Yang boleh seperti itu hanya kami!

Duh Gusti Allah.. apakah diriku ini masih layak mendapatkan surga-Mu sedangkan jiwaku ini telah begitu asing dari rahmat-Mu. Sedangkan yang mulia Nabi saw. mengajarkan bahwa barangsiapa yang kasih sayang kepada sesama manusia maka Allah ta’ala akan menyayanginya.

Duh Gusti.. jika ku kenang prilaku-ku dimasa lalu, aku malu dengan umat lain yang malah tidak mengenal-Mu. Mereka justru jauh lebih baik dalam mengamalkan ajaran quran daripada kami umat-Mu.. tenggang rasa, tepo seliro, berat sama dipikul ringan sama dijinjing, itu semua telah diajarkan oleh nenek moyang kami yang malah mungkin tidak tahu islam. Mungkin aku salah, mereka itulah justru muslim..

Ya Allah, sekali lagi Kau kurniakan umur padaku agar dapat kutemui bulan ini. Aku bersyukur kepada-Mu dengan segenap jiwaku. Dan aku memohonkan kepada-Mu kurnia agar aku dapat melihat cahaya kebenaran lebih dari sebelumnya. Janganlah Kau biarkan aku dalam kegelapan dan kebodohan, bimbinglah aku kepada jalan-MU yang lurus.. Ihdinashshirootol Mustaqiiem.. yaitu jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka (diantara nabi-nabi, shiddiqien, syuhadaa dan shaalihin) bukan jalannya orang-orang yang Engkau murkai dan bukan pula jalannya orang-orang yang sesat. Aaamiin..

Senin, 28 Juli 2008

MEMPERINGATI HARI ANAK NASIONAL

Universal Children’s Day

Sidang Umum PBB pada tahun 1954 (resolusi 836-IX) telah merekomendasikan bahwa semua negara agar melembagakan Hari Anak Universal, yang akan dipandang sebagai bentuk persaudaraan dunia dan saling pengertian diantara para anak dan sebagai kegiatan promosi kesejahteraan anak di dunia. Adapun mengenai kapan hari itu ditetapkan, diserahkan kepada masing-masing negara untuk menentukan sesuai pertimbangan masing-masing.

Tanggal 20 November menjadi tanda dimana Sidang telah mengadopsi Deklarasi dari Hak-hak Anak, pada tahun 1959, dan konvensi Hak-hak anak pada tahun 1989. Ini sering menjadi rujukan yang dipilih oleh banyak negara untuk menetapkan tanggal peringatan hari anak ini. (lihat Wikipedia)

Di Indonesia sendiri hari anak ini ditetapkan diperingati pada tanggal 23 Juli. Entah apa yang mendasarinya dan mulai kapan diperingatinya (mohon sahabat netter yang lain dapat membantu saya carikan datanya :) ). Tahun ini diperingati dengan serangkaian kegiatan berupa kongres dua hari (21-22 juli) yang diadakan di Bogor, diakhiri acara semacam pagelaran atau apalah (saya sendiri tidak sempat melihat acaranya) yang diadakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan dihadiri oleh Presiden.

Rekomendasi Anak-anak Indonesia

Ada yang menarik dari kongres anak di Bogor ini yaitu berupa 6 butir rekomendasi yang dibacakan pada acara puncak tanggal 23 juli, yaitu:
1. Kami anak Indonesia bercita-cita menjadi anak yang kreatif, cerdas, berkualitas, dan terlindungi darisegala bentuk kekerasan, eksploitasi, penelantaran, dan diskriminasi.
2. Kami anak Indonesia membutuhkan perlindungan dari bahaya tembakau agar kami dapat tumbuh berkembang secara wajar.
3. Kami anak Indonesia bertekad untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran cara hidup sehat, hak kesehatan reproduksi, agar kami terhindar dari bahaya penyakit menular, HIV dan Aids serta penggunaan NAPZA.
4. Kami anak Indonesia bertekad mempersatukan anak bangsa yang berada di daerah terpencil, daerah perbatasan, daerah terisolir, dengan adanya dukungan sarana prasarana yang memadai.
5. Kami anak Indonesia bertekad untuk menyuarakan aspirasi kami melalui forum anak daerah yang akan ditindak lanjuti melalui kongres Anak Indonesia secara berkelanjutan, sebagai wadah saling berbagi informasi dan pendidikan demokrasi santun sejak dini untuk membangun solidaritas anak bangsa dan keutuhan negara kesatuan RI.
6. Kami anak Indonesia menyuarakan perlunya dibentuk kementrian anak untuk merespon kebutuhan anak di Indonesia.

Jika diperhatikan hasil kongres ini rasanya terlalu bagus untuk menjadi bahasa anak-anak. Meskipun peserta kongres adalah anak-anak yang terbilang sudah cukup dewasa (usia 12-16), namun tetap saja nuansanya anak-anak hampir tidak kentara sama sekali. Padahal judulnya kan kongres anak-anak. Atau apakah memang anak-anak sekarang ini pemikirannya sudah sangat dewasa ya? Wah, saya jadi lupa bagaimana ketika masih anak-anak dulu. Maklum saja ya, sekarang kakek sudah tua cu.. :D

Realitas Kehidupan Anak Indonesia

Saat ini memang kehidupan belum begitu menguntungkan bagi anak-anak. Terlepas apakah mereka sadar ataupun tidak. Masalah kesejahteraan terus mengancaman kelangsungan hidup anak-anak. Coba saja kita perhatikan mulai dari dalam kandungan hingga usia beranjak dewasa, kasus demi kasus yang melibatkan nyawa anak-anak muncul seolah tiada habisnya.

Contoh ancaman ketika anak masih dalam kandungan adalah aborsi. Aborsi atau pengguguran kandungan secara illegal diakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan merupakan kasus yang sangat banyak terjadi belakangan ini. Si ibu boleh saja merasa berhak menentukan nasibnya sendiri, tapi ia tidak berhak menentukan nasib janin yang ada dalam perutnya. Ketika janin tumbuh dalam perutnya, bagaimanapun latar belakangnya, tetap berhak untuk hidup. Agama islam mengajarkan bahwa setiap kelahiran itu adalah suci tanpa dosa. Yang salah dan berdosa adalah ibunya karena perbuatannya. Adapun si anak, sama sekali tidak dapat dipersalahkan atas perbuatan ibunya. Jadi apapun alasannya, perbuatan seperti itu jelas tidak dapat dibenarkan.

Ketika anak lahir, ancaman kehidupan bukannya berkurang malah semakin bertambah. Persoalan kehidupan yang kian berat, baru-baru ini, telah merengut korban dari anak-anak yang tidak kurang banyaknya. Ibu yang depresi, ayah yang gelap mata, ataupun sanak keluarga lainnya yang punya dendam kesumat, tidak melihat sosok didepannya yang masih anak-anak.
Jikapun kita mengesampingkan kasus-kasus luarbiasa seperti itu, toh secara umum kehidupan masyarakat kita sedemikiannya beratnya hingga banyak anak-anak yang terpaksa harus hidup di jalanan. Mahalnya biaya pendidikan sudah bukan hal aneh di negeri yang merdeka lebih dari setengah abad ini. Rencana sekolah gratis hanya ramai ketika kampanye pemilu mulai mendekat.

Negara kita benar-benar tertinggal dari yang lain. Malaysia yang tumbuh berkembang bersama kita saja, sudah lama menerapkan sistem pendidikan gratis untuk anak-anak bangsanya. Negara kita jangankan pendidikan gratis, beras pun masih harus impor dari negara lain. Sungguh mengenaskan untuk negara yang luas daratannya berkali-kali lipat dari berbagai negara lain, tapi kehidupannya jauh lebih makmur. Bagaimana anak-anak negeri ini akan cerdas bila untuk sekolah saja sampai setengah mati. Kalaupun ada sekolah yang murah (tetap tidak gratis), tapi kondisinya sangat tragis. Sekolah maupun gurunya seolah tidak pernah lagi ditengok oleh pemerintah. Sangat pasti untuk tidak lulus ujian nasional. Jika sudah demikian apa lagi artinya bersekolah?

Narkoba

Narkoba adalah masalah lain yang juga menjadi ancaman. Pergaulan yang tidak tepat menjadi factor yang sangat mungkin menyebabkan seorang anak dari kalangan manapun untuk masuk dan terjebak dalam lingkaran setan penggunaan narkoba. Anak-anak jalanan yang untuk makanpun kesulitan sama rentannya terhadap narkoba seperti anak-anak orang kaya yang kekurangan perhatian dan kasih sayang orangtua mereka. Pergaulan merupakan salah satu faktor kunci untuk menyebabkan terlibat narkoba. Permasalahan kehidupan adalah pasti ada, namun sejauh mana daya tahan kita terhadap pengaruh negatif pergaulan akan sangat menentukan kearah mana langkah kita selanjutnya.

Anak-anak yang daya tahan mental-spiritualnya lemah akan mudah terjerumus dalam lingkungan yang merugikan. Jika sudah terjadi demikian maka akibatnya akan sangat fatal. Kalaupun berhasil diselamatkan, dampaknya pasti akan tinggal untuk waktu yang sangat lama atau selama akhir masa hidupnya.

Anak-anak adalah harapan masa depan. Setiap orang tua pasti bahagia melihat anaknya yang sukses. Kesuksesan dalam arti yang luas mencakup bidang materil dan spiritual. Setiap kesuksesan yang diraih oleh seorang anak, bukan saja merupakan kesuksesan pribadi dan keluarganya namun juga merupakan kemajuan untuk bangsa. Siapakah nanti yang akan menjadi tulang punggung bangsa ini kalau bukan anak-anak kita?

Rabu, 09 Juli 2008

Kenaikan BBM dan Kemacetan Jakarta...


Isyu kenaikan BBM baru-baru ini cukup membuat ramai media massa. Terlebih setelah jatuhnya korban dari pihak mahasiswa yang berdemo maupun dari pihak aparat. Pro kontra pun tidak terhindarkan. Banyak pihak yang mengecam kenaikan, namun banyak juga yang coba memberi dukungan. Diantara yang member dukungan adalah beberapa fraksi DPR yang terlihat ketika voting hak angket. Selain itu, kita juga jangan melupakan masyarakat kecil yang selama ini telah menikmati dana BLT. Meskipun tidak bersuara sehebat anggota DPR, namun mereka jelas memperlihatkan wajah kebahagiaan yang lebih murni atas naiknya BBM ini.

Kalau kita renungkan, siapa sebenarnya yang tidak keberatan bila beban-nya ditambahi?? Kenaikan BBM jelas sudah menambah beban pengeluaran siapapun, baik yang termasuk konsumen BBM maupun tidak. Para pengguna kendaraan bermotor, pasti merasakan dampak kenaikan ini. Sedangkan masyarakat yang tidak punya kendaraan, pun pasti mengalami dampak kenaikan BBM ini melalui naiknya harga bahan-bahan pokok di pasar.
Ironis memang, sebagai negara penghasil minyak, kita malah berdarah-darah memperebutkan harga minyak agar tidak tertinggal harga minyak dunia. Ahh.. rasanya terlalu rumit bagi nalar awam ini untuk memahami kenapa kiranya negara dengan sumber daya alam dan juga manusia yang melimpah ini, masih saja berkutat dengan masalah kesejahteraan masyarakat yang kian lama kian bertambah peka untuk disentuh.
Masyarakat kita begitu kekuarangannya, hingga dengan bantuan beberapa ratus ribu saja perbulan (tentunya setelah dikurangi aparat), mereka sudah kegirangan dan lupa dengan konsekuensi kenaikan BBM yang sebenarnya siap mencekik melebihi hari-hari sebelum kenaikan.
Disisi lain para pihak yang menentang, sejauh mana kesungguhan mereka dalam beraspirasi pun sesungguhnya masih penuh tanda-tanya. Mahasiswa yang beraksi anarkis pada saat berdemo, benar-benar tidak mencerminkan sikap seorang mahasiswa. Mereka lebih terlihat sebagai sekelompok massa yang di manfaat oleh pihak tertentu untuk memperkeruh suasana. Apalagi anggota DPR yang jelas-jelas adalah merupakan politikus murni dengan kedok pembela kepentingan rakyat.
Jadi siapa sebenarnya mendukung dan siapa yang menentang?
Satu hal yang membuat tertegun terus-menerus adalah fakta bahwa setelah naiknya harga BBM ini Jakarta masih saja macet, bukti bahwa masih begitu banyaknya kendaraan yang mampu dibiayai pemiliknya untuk beroperasi…


Rabu, 18 Juni 2008

Pendapat Para Tokoh Indonesia Tentang "Peristiwa Monas"


SBY, Presiden:

* “Pemerintah akan menindak tegas ormas yang bersikap anarkistis.”

Sonny T Danaparamita, Sekjen Presidium GMNI:

* “Ormas-ormas yang dimaksud itu adalah ormas-ormas berlabel agama seperti Front Pembela Islam (FPI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) dan Forum Betawi Rempug (FBR).”

Widodo AS, Menko Polhukam:

* “Pemerintah tidak akan membiarkan atau memberi toleransi sedikit pun terhadap tindakan anarkis yang dilakukan individu maupun kelompok. Proses hukum akan dilakukan tanpa pandang bulu”
* “Tindakan-tindakan anarkis, tindakan-tindakan kekerasan, termasuk di dalam kualifikasi tindak pidana yang harus diproses secara hukum dalam sistem peradilan pidana,”


Ramli Hubarat, Staf Ahli MenkumHam:
* “Sesuai UU Nomor 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Massa, pemerintah dapat membekukan pengurus organisasi termasuk organisasinya, jika organisasi tersebut melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu ketertiban umum secara terus-menerus.”

Jusuf Kalla, Wapres:
* “Ormas apa saja selama tindakannya merusak akan ditindak tegas. “
* “Semua cara radikal yang merusak, itu kita larang karena melanggar hukum. Jadi, ini persoalannya, melanggar hukum. Mau berpikiran yang keras silakan asal, jangan melanggar hukum”
* “Orang yang bakar-bakar, lempar-lempar, itu semua terlarang berdasarkan hukum karena kita negara hukum”

Agung Laksono, Ketua DPR:
* “Sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) sudah ‘kebablasan’.”
* “Bangsa ini tidak menghendaki adanya ormas ekstrim.”

Maftuh Basuni, Menteri Agama:
* “Kalau ormas Islam kemudian anarkis itu perlu dipertanyakan. Itu jelas orang yang tidak mengerti Islam.”
* “Ormas mana saja yang berbuat tidak benar harus ditindak.”

Gus Dur, Mantan Presiden:
* “Tindakan anarkis merugikan semua pihak, karena itu akan lebih baik jika dibubarkan.”
* “Ormas tidak memiliki kewenangan menertibkan tempat-tempat yang menurut mereka melanggar norma agama.”
* “Ternyata ini dibiarkan saja oleh aparat. Heran saya.”

Tarwanto, Kapuspen Depdagri:
* “Ormas maupun LSM yang mengancam integritas bangsa dan menumbuhkan permusuhan berbau SARA, dapat dibubarkan oleh kepala daerah.”

KH Maman Imanullah, pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan, Majalengka:
* “FPI, MMI maupun HTI tidak memperlihatkan wajah islam yang sebenarnya. Wajah Islam adalah wajah yang damai. Bukan wajah yang mereka perlihatkan sekarang ini, seperti wajah wuka-wuka.”

Habibie, Mantan Presiden:
* “Kehadiran Islam di dunia adalah untuk memberikan kesejukan. Sayangnya, banyak umat Islam yang terpancing dalam aksi kekerasan.”

Arbi Sanit, Pengamat Politik UI:
* “Apabila negara ingin berfungsi sesuai koridor hukum, maka ormas Islam garis keras yang ada di Indonesia harus segera dibubarkan.”
* “SBY harus secepatnya mengeluarkan Keppres untuk membubarkan mereka”

Sumber-sumber: Rakyat Merdeka, Kompas, Media Indonesia, Detik.com, Harian SIB, Sriwijaya Pos, dll

Selasa, 17 Juni 2008

Dakwah Sayap Kanan: Trend Baru Cara Dakwah di Kalangan Akar Rumput

Tulisan yang sangat mewakili apa yang ada dalam kepala ini. Karena tidak mampu bikin tulisan yang lebih bagus, akhirnya diputuskan untuk memuat saja tulisan ini. Moga dapat bermanfaat bagi insan yang sedang dilanda kehausan jiwa.. Dengan segala hormat kepada penulis, tanpa maksud menjiplak apalagi mencuri, berikut ini adalah kutipan lengkapnya yang saya ambil dari situs www.unisodem.org.
============================


Dakwah Sayap Kanan
Oleh: Zacky Khairul Umam

Banyak orang mengutuk kekerasan 1 Juni di Monas, Jakarta. Atas nama apa pun, kekerasan dilarang. Apalagi atas nama agama dan Tuhan yang disembah. Demikian halnya, doktrin amar makruf nahi munkar (memerintah yang baik dan melarang yang buruk) tidak serta-merta digunakan sebagai kilah untuk berbuat sesuatu yang merusak dan merugikan orang lain. Kekerasan yang dianggap sebagai "iman paling kuat" (dan "iman yang lemah" itu adalah diam) salah kaprah sejak dari niat dan pemikirannya. Apa pun dalihnya, kekerasan merupakan tindakan kriminal.

Namun, ada polemik yang beredar di masyarakat. Kemudian ada sebagian orang atau pihak yang tidak prihatin dengan korban kekerasan, justru malah berpaling secara simpatik kepada pelaku kekerasan. Ternyata isu Ahmadiyah, yang dibawa dalam aksi damai Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) itu, yang menyulut sumbu "emosi keberagamaan". Para pelaku kekerasan menyebutnya sebagai "provokasi", sementara mereka sendiri hendak merebut massa umat Islam yang tidak sama keyakinannya dengan Ahmadiyah. Lalu tindakan kekerasan yang dilakukan untuk membela akidah Islam dianggap benar. Pertanyaannya, apakah benar sesuatu yang bertujuan baik tapi dilaksanakan dengan tindakan yang tidak baik?

Nah, para pelaku kekerasan itu juga mendapat dukungan yang melimpah dari beberapa tokoh, partai politik, dan lembaga keagamaan. Belakangan, pentolan Front Pembela Islam (FPI), yang sedang menjalani proses hukum, dikunjungi dan dibela oleh banyak tokoh keagamaan dan politik nasional. Di sisi lain, simpati terus membubung bersamaan dengan maraknya "demo tandingan" anti-Ahmadiyah hingga beleid pemerintah, yakni surat keputusan bersama (SKB), keluar sebagai barter dengan kelompok kekerasan. Munarman secara heroik menyerahkan diri setelah SKB keluar, seolah-olah dia kartu truf atas sikap pemerintah itu, yang sebelumnya hilang entah ke mana.

Rentetan peristiwa tersebut memberi ruang yang cukup luas bagi kelompok radikal yang sebetulnya secuil jumlahnya. Hanya, mereka bersuara sangat vokal dan pintar untuk menggugah emosi keagamaan. Kendati mereka tetap menjalani proses hukum, kehadirannya cukup terasa di hati umat Islam yang, terutama, anti terhadap ajaran-ajaran Ahmadiyah. Di sela-sela simpati atas mereka, datanglah para tokoh politik dan keagamaan yang memanfaatkan isu ini sebagai umpan untuk meraih dukungan suara di masa mendatang. Untuk meraih massa, tokoh-tokoh yang memberi dukungan dan bantuan advokasi hukum itu tidak seratus persen demi membela akidah agamanya. Bagi pihak ini, yang ada adalah kepentingan untuk memulai mencari celah baru dalam merebut massa. Pihak tersebut berupaya mendulang emas dan mencuri kesempatan di atas tindak kekerasan yang sebetulnya cacat niatnya dan inkonsitusional.

Politik dakwah
Jika diperhatikan, dakwah yang menjadi tren belakangan ini dibungkus dengan penyederhanaan masalah agama. Untuk menjadi penganut agama yang baik, umat yang patuh tidak membutuhkan kesadaran yang tinggi dan penalaran yang berliku-liku. Cukup dengan praktis melaksanakan ritual, membela agama, sekaligus menggunakan simbol-simbol berbau agama, otomatis akan dianggap saleh. Termasuk, misalnya, memilih partai yang berafiliasi dengan simbol keagamaan. Dakwah semacam ini terus menguat dengan munculnya pemeriahan yang berbunga-bunga atas "syariahisasi".

Bangunan dakwah mereka didirikan dengan upaya meraih massa. Penyederhanaan terjadi dalam praktek keagamaan, yaitu meraih surga dan menghindari neraka, sekaligus tetap bahagia di dunia dan akhirat. Karena itu, metode yang berkembang ialah jauh dari intelektualisasi yang membutuhkan nalar dan jam terbang pemahaman yang tinggi. Aktor-aktor intelektual dakwah semacam ini bergerak dengan mengerucutkan permasalahan dan doktrin-doktrin agama menjadi nilai yang sangat praktis dilakukan, memberikan manfaat, dan menyebarkan efek plasebo yang menyuntikkan imajinasi kebenaran dan kejahatan dalam diri mereka. Secara sederhana mereka, misalnya, menyuntikkan pemahaman "membela agama dan menolak kejahatan"--baca: membela Islam dan mengutuk kekafiran--untuk digunakan sebagai pemantik bagi eksistensi kelompoknya. Di sini, Islam digunakan sebagai simbol dalam cara dakwah mereka. Padahal, siapa yang tahu Islam sebagai ajaran Tuhan berpihak kepada mereka? Mereka hanya berpikir bahwa mereka bagian dari “jihadis” dan tentara Tuhan, karena itu, wajar mendirikan gerakan paramiliter beserta susunan komando yang ada. Kekerasan bahkan bisa dibenarkan.

Dalam pengaruh suntikan ini, massa digiring ke arah "kebenaran" dan pemihakan terhadap radikalisme dan fundamentalisme. Metode penyederhanaan dakwah merupakan cara yang ampuh untuk menggaet massa demi penyebarluasan ajaran-ajaran Islam praktis, menggugah simpati dan emosi, sekaligus bisa menggerakkan dorongan atau motif politik. Kini, penyederhanaan itu bahkan telah mencapai akar rumput persoalan, yakni berusaha meyakinkan masyarakat untuk membangun masyarakat yang bersih, ekonomi yang adil, sekaligus sejahtera. Karena itu, banyak tokoh dan lembaga yang memanfaatkan isu seputar kejadian Monas itu sebagai umpan yang baik untuk mendapatkan partisipan. Kapitalisasi dan politisasi rentan mengikat hal ini dan umat banyak yang tidak menyadarinya sebagai manuver dan manipulasi.

Nah, pemerintah, yang setengah hati ingin bersikap moderat dengan keluarnya SKB, ternyata jatuh pada sikap yang medioker. Bagaimana? Bukannya mendapat berkah dukungan, pemerintah juga akan kebingungan menghadapi tuntutan konstitusional dan hasutan massa. Sementara kelompok Islam tertentu sedang membangun kekuatan massa melalui metode dakwah yang ampuh, pemerintah masih berpikir pada simpul ideologis Islam yang sebetulnya gagap untuk meraih simpatisan. Rakyat butuh kenyamanan, perlindungan, dan kesejahteraan, sekaligus ketegasan. Di sini, pemerintah (Yudhoyono-Kalla) kalah memetakan kekuatan. Kelompok Islam politik semakin besar. Fokus pemerintah memperbaiki kesejahteraan pun tak kunjung membaik. Jelas sudah bahwa ayat-ayat keyakinan lebih penting bagi pemerintah ketimbang ayat-ayat konstitusi.

Zacky Khairul Umam
Penulis, tinggal di Jakarta

URL Source: http://www.korantempo.com/korantempo/2008/06/13/Opini/krn,20080613,51.id.ht
http://www.unisosdem.org/article_detail.php?aid=10286&coid=1&caid=34&gid=2




Rabu, 11 Juni 2008

Keyakinan Ahmadiyah Tidak Pernah Menyimpang dari Keyakinan Ahlus-sunnah

Pada dasarnya Ahmadiyah tidak pernah menyimpang dari akidah mainstream. Selama ini yang menjadi pangkal keyakinan Ahmadiyah adalah datangnya nabi Isa as. kedua kali yamg sama-sama diyakini oleh mainstream ahlus-sunnah. Perbedaannya adalah hanya pada masalah pemahaman mengenai person dan waktu. Siapa dan kapan..

Berikut ini saya tuliskan beberapa kutipan pendapat yang dirangkum dari berbagai sumber tentang akidah kedatangan kembali nabi Isa as kedua kalinya. Semoga bermanfaat:

1. Pendapat NU yang termaktub dalam Mukatamr ke III di Surabaya tanggal 28 September 1928 :

“ Kita wajib meyakini Isa bin Maryam as. akan datang di akhir zaman nanti sebagai nabi/rasul yang melaksanakan Syariat nabi Muhammad saw. hal itu tidak berarti menghalangi nabi Muhammad saw. sebagai nabi terakhir (pembawa Syariat) sebab nabi Isa bin Maryam as. hanya akan melaksanakan Syariat Nabi Muhammad saw. (Ahkamul Fuqaha).
Kemudian ada disebutkan juga bahwa Mahzab empat pada waktu itu hapus (tidak berlaku).

Al-Qurtubi, Mufassir terkemuka, juga mempunyai pendapat yang mirip dengan NU memberikan rumusan: “bahwa yang benar (al-shahih) adalah, sebenarnya Allah mengangkat Nabi Isa ke langit tanpa diwafatkan terlebih dahulu dan bukan dalam keadaan tidur. Kelak, Ia akan benar-benar diturunkan ke bumi untuk membasmi kemungkaran.”

2. Pendapat Ayahanda Hamka Dr. Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul)
"....yaitu bahwasanya Isa al Masih yang akan datang itu tidaklah diketahui oleh seorang juga, apakah hakikatnya....Dan siapakah dia? Dan kapankah? Dimanakah? Maka iman dengan dia itu ialah wajib, sedang mengetahui hakikatnya itu wajib pula diserahkan kepada Allah Taala saja...."dst.... (Al-Qaulush Shahih, halaman 134).

3. Pendapat Prof. Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah)1956, "Peladjaran Agama Islam," Penerbit "Bulan-Bintang," Djakarta, Tjetakan Pertama.
“Ulama tafsirpun berbincang hebat tentang turunnya Nabi Isa.
Lebih-lebih telah tersebut pula dalam satu hadis, bahwa
"Mahdi itu tidak lain adalah Isa." Mereka perbincangkan
apakah Isa itu masih hidup, lalu diangkat Tuhan kelangit,
ataukah dia telah meninggal dunia sebagaimana kebanyakan”

“ Orang yang memegang kepercayaan bahwa Nabi Isa belum mati,
dan hanya menguatkan bahwa Nabi Isa diangkat ke langit
dengan tubuhnya, terpaksa mesti mencari arti yang lain dari
kata "wafat" itu. Tetapi yang berpendapat bahwa Nabi Isa
mati, langsung saja mengartikan ayat itu menurut zahir
bunyinya. Mula-mula beliau wafat, setelah itu beliau
diangkat ke hadirat Tuhan, sebagaimana setiap insan yang
mulia. Sebab itu ke-angkat-an itu tidak mesti ke langit, melainkan ke hadirat Tuhan.”

“Adapun dasar kepercayaan kita dengan berpegang kepada ayat
yang tertulis di atas tadi nyatalah bahwa Nabi Isa telah
wafat. Nabi Isa telah wafat, dengan berdasarkan kepada
"mutawaffika" tadi. Dan dia telah diangkat ke hadirat
Allah, (wa rafi'uka ilayya), sebagaimana setiap roh yang
suci senantiasa diangkat menghadap ke hadirat Allah.”

“Adapun tentang turunnya kembali beliau ke dunia, sebelum
hari kiamat datang, adalah hadis yang bernama "Al-Uhad."
Tidak termasuk kedalam hadis yang mutawatir. Maka menurut
pertimbangan ahli-ahli hadis, kalau sekiranya tidak kita
jadikan menjadi pokok kepercayaan, sebagaimana pokok
kepercayaan yang enam perkara (rukun iman), tidaklah kita
keluar dari Agama Islam.”

“Meskipun demikian tidaklah boleh kita menolak kekuasaan
Tuhan. Turunnya Nabi Isa kembali ke dunia, tidaklah hal
yang mustahil, walaupun tulangnya telah hancur. Bukanlah
didalam Al-Quran ada tersebut cerita burung-burung yang
telah dicincang lumat oleh Nabi Ibrahim atas perintah Tuhan.
Burung itu empat ekor banyaknya. Lalu dihantarkan ke puncak
empat buah bukit. Tuhan memerintahkan kepada Ibrahim supaya
empat burung itu dipanggil kembali. Maka datanglah keempat
burung itu, dengan izin Allah!”

“Dipandang dari segi kepercayaan ini, datangnya Nabi Isa
kembali ke dunia setelah beribu tahun beliau wafat, hanyalah
permulaan saja dari kebangkitan mahluk Tuhan yang lain.
Seluruh insan dihari kemudian akan dibangkitkan. Hanya Isa
Al-Masih didahulukan. Hal ini biasa saja bagi Tuhan.”

4. Pendapat Ulama Kontemporer

Atau bisa saja Nabi Isa as. diturunkan ke bumi, tapi turun dengan pengertian “semangat”, “ruh”, bukan dengan pengertian hakikat; raga dan bentuknya. Maka, era Isa adalah masa kebangkitan semangat menghidupkan kembali syariat Islam yang telah lama tercabik-cabik. Dan Dajjal bukanlah makhluk raksasa 'setengah dewa' yang sebelah matanya buta, dengan membawa surga dan neraka di genggamannya, yang menjadi musuh bebuyutan Nabi Isa, tetapi ia tak lebih dari simbol kemungkaran, ikon kejahatan yang dikalahkan oleh 'ruh Isa'. Pendekatan hermeneutika seperti ini dihembuskan oleh Imam al-Razi, Rasyid Ridla, Muhammad Abu Zahrah, Muhammad Abduh, Alusi, al- Maraghi, serta beberapa pemikir kontemporer lainnya.



Senin, 02 Juni 2008

Penganiayaan FPI Terhadap AKKBB: Peristiwa Memilukan yang Memalukan

Opini: Peristiwa Memilukan yang Memalukan

Minggu, 1 Juni 2008 di sekitar Monumen Nasional memang lebih ramai dari biasanya. Dari pagi sudah banyak massa yang berkumpul di sekitar Monas. Massa terdiri dari beberapa kelompok dengan acara yang berbeda, mulai dari yang jalan santai sampai yang berdemo BBM.

Sesuai dengan jadwal dari pihak kepolisian, Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) seyogyanya akan memulai aksi damai siang hari sekitar pukul 13.00 wib. Hal ini untuk mencegah bentrok dengan massa yang lain. Selain itu, aparat juga mengatur rute masing-masing aksi agar tidak ada pertemuan massa yang tidak diinginkan.

Siang itu AKKBB yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat sedang bersiap memulai aksi. Massa baru mulai berdatangan dari berbagai tempat untuk berkumpul. Agendanya adalah dalam rangka memperingati hari Pancasila ingin mengingatkan kembali pemerintah akan pentingnya menjaga kebhinekaan di Indonesia. Suatu hal yang belakangan ini nampak agak dilupakan oleh pemerintah terkait berbagai kasus yang menimpa kelompok-kelompok minoritas, termasuk Ahmadiyah.

Aksi belum lagi dimulai, tiba-tiba sekelompok masa beratribut FPI (Front Pembela Islam), dengan berbagai senjata di tangan, datang dan menyerang kerumunan secara membabi-buta. Gerombolan FPI itu bukan saja hanya melukai kaum pria, tapi juga menyerang kaum wanita dan anak-anak. (Video berita terkait bisa dilihat di youtube: http://www.youtube.com/watch?v=WmGsR6bviO0)

Suatu pemandangan yang sangat mengerikan untuk dilihat. Dan itu akan menjadi luka amat dalam bagi jiwa, khususnya anak-anak yang masih polos itu. Bahwa demikianlah islam itu, jika ingin dikatakan islam yang benar, tidak sesat, itulah yang harus dilakukan. SUNGGUH MEMILUKAN SEKALIGUS MEMALUKAN.!!!

Negara Indonesia adalah Negara yang berlandaskan Pancasila dengan semboyan BHINEKA TUNGGAL IKA (Berbeda-beda tapi satu). Dari sejak dahulu kala bangsa ini memang demikian beragamnya. Namun dengan semangat persatuan demi mencapai cita-cita kemerdekaan, akhirnya bangsa ini menjadi kuat. Bangsa penjajah yang jauh lebih kuat pun mampu dikalahkan.

Kekuatan kita adalah persatuan itu. Persatuan diatas segala perbedaan yang ada. Toleransi yang tinggi, tenggang rasa, tepo seliro, berat sama dipikul ringan sama dijinjing, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh… Itulah nilai-nilai yang sejak lama ditanamkan para pendahulu kita agar kita para penerus tidak menyia-nyiakan perjuangan mereka merebut kemerdekaan dengan meruntuhkan sendi-sendi persatuan bangsa.

Perbedaan seharusnya tidak menjadi masalah. Tidak untuk islam, tidak untuk agama manapun. Tidak ada secuilpun ajaran dalam islam yang menjadikan penganutnya menjadi tidak toleran terhadap perbedaan. Kita mengenal hadis nabi “al-ikhtilaafu ummati rohmatun” perbedaan dalam umatku adalah rahmat. Sejarah membuktikan bahwa perbedaan tidak akan pernah hilang. Dan itu akan terus menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Bangsa yang bisa menyikapi perbedaan dengan arif, maka bangsa itu akan maju. Bila tidak, tunggulah saatnya hingga kehancuran datang. Sejarah memberikan pelajaran yang lebih dari cukup mengenai hal itu. Tinggal bagaimana sikap kita, apakah kita mau belajar? Ataukah tidak?






Kamis, 27 Desember 2007

JIKA SEANDAINYA AHMADIYAH DIBUBARKAN

JIKA SEANDAINYA AHMADIYAH DIBUBARKAN


Baru-baru ini Ahmadiyah kembali menjadi berita. Berbagai media massa menjadikan kasus yang menimpa Ahmadiyah menjadi bahan informasi mereka. Mulai dari yang isinya miring, lurus hingga yang berkelok-kelok, hampir semuanya ada.
Terlepas dari betapa penderitaan para pengikut "aliran sesat" itu akibat keaniayaan yang mereka alami, beberapa kalangan malah menganggap pemberitaan media yang hanya sekedarnya itu sebagai sesuatu yang terlalu dibesar-besarkan. Ada juga yang menyatakan secara langsung bahwa apa yang dialami oleh Ahmadiyah adalah wajar dan tidak salah. PKS malah secara jelas menyatakan bahwa jalan untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan membubarkan Ahmadiyah. Sedangkan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) mengeluarkan pernyataan resmi dalam situs mereka mengenai kasus Ahmadiyah ini dengan isi yang sangat vulgar menentang segala kecaman terhadap aksi dan mendukung segala bentuk penentangan terhadap Ahmadiyah.
Sedih nian nasib para pengikut ahmadiyah. Sudah dianiaya malah disalahkan juga, sudah jatuh tertimpa tangga. Bukannya mendapat belaian kasih sayang sebagai pengobat luka, malah caci dan umpat yang didapat, ibarat seorang anak yang dianaktiri-kan oleh bapaknya.



Beberapa Pertanyaan Kritis
Begitu besarnya hasrat orang-orang itu untuk membuat Ahmadiyah bubar. Seolah bahwa dengan bubarnya ahmadiyah segalanya akan beres. Korupsi, Kemiskinan, Musibah, Bencana dan semua persoalan bangsa lainnya adalah bersumber dari ahmadiyah, sehingga jikalau ahmadiyah dibubarkan, semuanya beres!! Apakah begitu??
Jika tidak, mengapa anda begitu berhasrat agar ahmadiyah dibubarkan?? Ada apa dibalik semua itu? 'Proyek' apa yang sedang kalian pegang hingga demi itu kalian tega mengabaikan rasa kemanusiaan??
Jika memang Ahmadiyah itu begitu melukai hati umat Islam Indonesia, mengapa baru sekarang ahmadiyah diusik? Mengapa tidak sejak 75 tahun yang lalu?? Sejarah membuktikan bahwa mulai timbulnya kegelisahan masyarakat menyangkut masalah Ahamadiyah adalah justru dimulai ketika MUI mulai berfatwa. Sebelum itu, empat puluhan tahun Ahmadiyah hidup rukun, aman, damai dengan segala lapisan masyarakat dimana pun mereka berada.
Lalu jika seandainya Ahmadiyah dibubarkan... apakah kekerasan benar-benar akan berakhir?? Apakah benar itu akan menuntaskan permasalahan Ahmadiyah? Apakah itu akan dapat memupuskan kebencian dan kedengkian orang yang tidak suka dengan Ahmadiyah? Apakah nanti tidak justru akan terjadi sebaliknya, bahwa masa yang brutal semakin menjadi-jadi karena seperti mendapat angin yang lebih kencang untuk maju memberangus warga Ahmadiyah?
Yang ada justru akan menimbulkan serangkaian tindakan kekerasan yang lainnya, baik kepada pengikut Ahmadiyah maupun aliran lain yang dianggap sesat.

Bersikap Bijak: Kenali Musuh Anda
Sekarang ini kondisi umat islam bagai dalam kebingungan. Coba anda layangkan pandangan lebih luas. Tidak semua tokoh Islam di Indonesia dan masyarakat islam di Indonesia membenci Ahmadiyah. Kurang tepat sebenarnya bila pihak penentang Ahmadiyah mengatasnamakan dirinya sebagai mewakili Umat Islam Indonesia. Sebagai contoh sebut saja Cipasung. Pesantren besar basis Nahdiyyin ini hidup rukun dan berdampingan dengan Ahmadiyah selama bertahun-tahun di Singaparna, Tasikmalaya. Atau tanpa menyebut secara detail, kita juga bisa sebutkan disini bagaimana sikap NU dalam pernyataan resminya tentang kasus Ahmadiyah. Belum lagi masyarakat yang anti kekerasan, cinta kedamaian dan kerukunan hidup beragama, baik yang beragama islam maupun tidak. Rasanya jumlah mereka pun tidak kalah banyak dengan masyarakat yang benar-benar anti dengan Ahmadiyah. Silahkan buat pooling yang jujur dan tanyakan apakah anda setuju dengan tindakan kekerasan terhadap ahmadiyah? Janganlah dulu dibawa-bawa masalah akidah.
Saya yakin akan lebih dari 50% masyarakat tidak setuju atau menentang aksi tersebut. Indikatornya sangat jelas, meskipun tanpa pooling seharusnya kita sudah tahu hasilnya. Coba perhatikan oleh anda, berapa banyak masa nahdiyyin atau pencinta Gusdur di Indonesia?? Jawabannya sangat jelas, banyak sekali. Ini artinya banyak sekali orang yang mengikuti cara pandang NU dengan Gusdur-nya. Belum lagi kita menyebut kaum Muhamadiyah yang juga terkenal cukup moderat dengan massa yang tidak kalah banyak.
Jadi, apakah benar bahwa akidah Ahmadiyah ini telah melukai perasaan umat islam Indonesia?? Lalu umat islam yang mana? Sikap kaum nahdiyyin – yang sekarang ini masih menjadi mainstreem – jelas tidak menunjukkan seperti itu. Simak saja pernyataan ketua PBNU Masdar F. Mas'udi (Indo.pos, Rabu 26/12/07). Begitu pula dengan Muhammadiyah.
Lalu siapa sebenarnya yang ingin ahmadiyah dibubarkan dan menganggap itu sebagai solusi jitu? Yang jelas tentu bukan mayoritas umat islam Indonesia seperti yang tercermin dalam hampir semua pemberitaan media massa selama ini. Bahkan sekarang menjadi wajar bila kita mulai berpikir jangan-jangan hanya mitos saja bahwa umat islam Indonesia ingin ahmadiyah dibubarkan.
Celakanya adalah bila ternyata hal ini sudah merupakan kesengajaan atau rekayasa dari suatu kepentingan. Jika tidak, sekarang ini tentu ahmadiyah dan juga warganya seharusnya sudah mendapatkan hak-hak nya sebagai warga negara dengan sewajarnya seperti halnya juga kelompok-kelompok yang lain.
Pertanyaan selanjutnya adalah untuk kita renungkan, Apakah kita masih menganggap ahmadiyah harus dibubarkan sebagai satu-satunya solusi? Atau kita sepakat dengan para nahdiyyin dengan fahamnya yang sangat moderat tentang ahmadiyah? Untuk yang satu ini, saya sendiri memilih yang mayoritas yaitu kaum Nahdiyyin. Bagaimana dengan anda..??
Siapa sebenarnya yang harus diwaspadai? Orang ahmadiyah yang selama ini selalu menjadi korban? Ataukah kelompok-kelompok garis keras yang dengan terus-terang ingin menjadikan negara ini menjadi negara islam? Padahal kita tahu bagaimana nasib mayoritas negara-negara islam yang sudah ada. Negara islam yang mana yang mau dijadikan model?? Mau kemana nasib bangsa ini dibawa oleh mereka jika sekiranya mereka nanti yang berkuasa.
Sudah saatnya kita jeli dalam menentukan sikap. Jangan sampai salah menetukan keputusan. Kenalilah musuh dengan baik. Jangan sampai kita salah membuang amunisi kita untuk sasaran yang tidak jelas. Salah-salah teman sendiri bisa jadi korban.
Buka mata buka pikiran, jadilah orang yang lebih bijak dan cermat.

Rabu, 28 November 2007

Under-estimate: Short review

Jangan sombong dulu bro..

Siapa sih yang ga merasa tersingung kalo di-underestimate ama orang. Tukul aja ngerti yang kaya gitu. Dan itu pasti pernah terjadi atau bahkan sering terjadi pada semua orang. Apalagi untuk orang-orang biasa (ordinary people) macam kita-kita. Selalu saja ada seseorang lain yang memandang kita tidak seperti yang kita inginkan. Hasilnya rasa kesal, sakit hati, dan bahkan dendam kesumat bisa menjadi menumpuk dalam dan atau bercampur dalam dada sampai kita menjadi sesak karenanya. Orang yang seperti itu biasanya bertipe introvert, karena kalo tidak tentu orang yang exstrovert akan cenderung lebih cepat mengambil langkah aktif untuk mengatasi problem tersebut. Seperti misalnya langsung menghubungi orang yang bersangkutan untuk berkomunikasi hingga akhirnya dicapai solusi bersama yang tepat.
Nah, bagaimana dengan orang yang introvert, yang cenderung memendam segala sesuatu sendiri? Mungkin anda akan berkata, “Salah sendiri lah.. kenapa jadi introvert?” Alangkah mudahnya berkata seperti itu untuk anda yang tidak ada masalah dengan personality. Tapi disisi lain adalah masalah yang sangat besar. Rasanya terlalu egois untuk berkata demikian dengan tanpa memikirkan keadaan serta perasaan orang lain. Just imagine, bila anda yang berada di posisi tersebut. Apakah anda masih akan berpikir seperti itu. Ini yang biasa dinamakan sebagai sikap empaty, not just simpaty. Empaty lebih tinggi nilainya daripada sekedar simpaty.
Di sisi lain kenapa harus ada orang suka underestimate orang lain. Underestimate kan berarti menganggap kita lebih baik dari orang lain?? Bukankah itu sama saja dengan sombong?? Emang ga boleh ya?? Boleh dan tidak itu sudah ada aturannya dalam agama. Yang jelas dampak negative dari sikap tersebut adalah sangat jelas dan tak bisa disangkal. Just don’t be selfish bro.. Its about the time to think others.
Pertanyaan besar lain yang mungkin mucul adalah : “Apa yang menyebabkan kita sering bersikap underestimate kepada orang lain?”
Setidaknya ada dua kemungkinan (yang terpikir oleh saya) factor penyebab timbulnya sikap itu a.l.:
1. Emang dasarnya ada sifat sombong dalam diri kita.
2. Kebiasaan menilai orang dari penampilan.

Untuk factor yang pertama itu sangat sulit untuk dicari obatnya. Ente kudu tobat coy!! Sombong itu dosa.. :p
Tapi untuk masalah perspektif, mungkin video dari Youtube berikut ini bisa membantu mengubah perspektif anda..



Thanx for care
My best regard
aven@vid


LOVE FOR ALL HATRED FOR NONE

Jumat, 16 November 2007

Lets Go Fly Dear!!

I believe that its just the begining..
Ketika manusia mulai berpikir, maka tiada apapun yang dapat menghalangnya. Tidak itu tebalnya tembok berlin, kerasnya jeruji besi penjara, ataupun kakunya sebuah fatwa!!
Sejarah dari masa ke masa membuktikan kepada kita fakta yang terang ini. Semakin keras upaya untuk mengekang pikiran seseorang, maka pada saat itu juga makin keras seseorang berpikir. Anda tidak akan dapat membayangkan entah berapa banyak ide-ide brilian justru muncul dari sebuah ke-terkekang-an. Sebut saja tokoh-tokoh seperti Alan Smith, Maxwell, Gandhi, Mother Teresa, dll.

Sebuah fatwa yang semestinya menjadi cahaya penerang bagi umat yang sedang kebingungan mencari jalan keselamatan.. malah bisa-bisa menjadi sebuah penjara pikiran bagi orang-orang yang menganut kebebasan berpikir.. Padahal bertafakur (baca: berpikir) itu sendiri merupakan perintah Tuhan yang tersurat dalam kitab suci agama Islam.

Apakah kita akan berhenti berpikir setelah ada penjara pikiran semacam itu??

Blog ini adalah salah satu wadah dari pikiran-pikiran yang terbelenggu oleh berbagai hal. Kekuasaan, Uang, Politik, Kerakusan, kalaupun tidak keadaan zaman. Kita harus mengakui bahwa mau tidak mau keadaan zaman merupakan salah satu oknum pengekang jalan pikiran manusia secara tidak langsung.. Sering kita mendengar kalimat "Pemikiran yang belum sesuai dengan zamannya". Dan karena belum waktunya, maka ditolak oleh khalayak ramai. Timbullah yang sering kita dengar sebagai politik massa.
Enaugh about that.. Just take it eazy and let it go..

Related Post

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...