Pertanyaan besar internasional lainnya yang kita hadapi hari ini adalah berkenaan dengan penentuan bentuk pemerintahan untuk wilayah tertentu atau negara. Di sini, juga, prinsip-prinsip Islam sangat tepat, berbobot dan elastis sedemikian rupa sehingga kebenaran dan kepraktisannya menjadi terbukti dengan sendirinya. Tidak ada yang dapat menyangkal bahwa bentuk pemerintahan tertentu dianggap cocok atau tidak cocok hanya bila diterapkan pada sekumpulan kondisi yang spesifik, dan adalah sulit untuk membayangkan bahwa suatu sistem politik tertentu akan dapat memenuhi kebutuhan semua orang untuk sepanjang waktu. Inilah sebabnya mengapa Islam tidak menentukan bentuk khusus dari pemerintah. Ia tidak menyajikan bentuk demokrasi atau sosialis, tidak pula mengusulkan kerajaan atau kediktatoran. Alih-alih melebarkan pada metode pembentukan pemerintah, Islam meluruskan prinsip melakukan urusan politik dan pemerintahan dengan cara tertentu, dan memaksakan kondisi itu, tidak peduli berbentuk apa, tanggung jawab pemerintah akan selalu dilaksanakan dengan adil dan jujur, dengan simpati; selalu memenuhi dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Jadi, bukannya menekankan bagian pertama dari definisi yang diterima secara umum dari demokrasi, yaitu; pemerintah, oleh rakyat:, Islam menekankan bahwa, apa pun bentuk pemerintahan, ia wajib dalam semua keadaan adalah: untuk rakyat.
Tampilkan postingan dengan label Ajaran Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ajaran Islam. Tampilkan semua postingan
Selasa, 22 April 2014
Sabtu, 19 Februari 2011
Ahmadiyah, Surga-Neraka, Urusan Allah
Rais Syuriah PBNU Masdar F.Masudi: Ahmadiyah, Surga-Neraka, Urusan Allah
Jumat, 11 Februari 2011 16:30 Wawancara
JAKARTA- Rais Syuriah PBNU KH Masdar Farid Mas'udi di kantornya di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat memberikan wawancara seputar penyerangan, kekerasan, dan pembunuhan jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, seperti yang diungkapkan detikcom sebagai berikut:
Bagaimana tanggapan anda soal penyerangan terhadap jamaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten?
Pertama-tama yang ingin saya tegaskan, negara itu wajib melindungi rasa aman dari seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan agama, keyakinan maupun suku dan sebagainya. Itu pertama yang harus betul-betul ditunaikan tanpa tawar-menawar lagi. Dan untuk itu, negara sudah memiliki segala persyaratan yang dibutuhkan, ada aparat kepolisian dengan perangkatnya termasuk untuk penindakan sampai intelijennya. Kalau polisi tidak sanggup, bisa menggunakan aparat lainya seperti militer.
Jumat, 11 Februari 2011 16:30 Wawancara
JAKARTA- Rais Syuriah PBNU KH Masdar Farid Mas'udi di kantornya di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat memberikan wawancara seputar penyerangan, kekerasan, dan pembunuhan jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, seperti yang diungkapkan detikcom sebagai berikut:
Bagaimana tanggapan anda soal penyerangan terhadap jamaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten?
Pertama-tama yang ingin saya tegaskan, negara itu wajib melindungi rasa aman dari seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan agama, keyakinan maupun suku dan sebagainya. Itu pertama yang harus betul-betul ditunaikan tanpa tawar-menawar lagi. Dan untuk itu, negara sudah memiliki segala persyaratan yang dibutuhkan, ada aparat kepolisian dengan perangkatnya termasuk untuk penindakan sampai intelijennya. Kalau polisi tidak sanggup, bisa menggunakan aparat lainya seperti militer.
Label:
Ahmadiyah,
Ajaran Islam,
akidah,
nabi palsu
Kamis, 17 Februari 2011
Sikap Nabi Terhadap Nabi Palsu
Bilapun benar bahwa Mirza Ghulam Ahmad nabi palsu, apakah benar menyerang dan membunuhi pengikutnya adalah ajar Nabi Muhammad saw? Lalu apa yang membuat para penyerang pengikut ahmadiyah menghalalkan perbuatan anarkis mereka? Simak artikel berikut yang ditulis oleh kader muda NU yang setidaknya memberi kita wawasan lebih dalam mengembangkan toleransi yang hampir punah dari negeri ini.
www.tempointeraktif.com
Nabi Palsu, Sikap Nabi, dan Ahmadiyah)*
Rabu, 16 Februari 2011 | 07:12 WIB
TEMPO Interaktif, Pada tahun kesepuluh Hijriah, Nabi Muhammad SAW menerima surat dari seseorang yang mengaku jadi nabi. Namanya Musailamah bin Habib, petinggi Bani Hanifah, salah satu suku Arab yang menguasai hampir seluruh kawasan Yamamah (sekarang sekitar Al-Riyad). Dalam suratnya, Musailamah berujar: “Dari Musailamah, utusan Allah, untuk Muhammad, utusan Allah. Saya adalah partner Anda dalam kenabian. Separuh bumi semestinya menjadi wilayah kekuasaanku, dan separuhnya yang lain kekuasaanmu….”
www.tempointeraktif.com
Nabi Palsu, Sikap Nabi, dan Ahmadiyah)*
Rabu, 16 Februari 2011 | 07:12 WIB
TEMPO Interaktif, Pada tahun kesepuluh Hijriah, Nabi Muhammad SAW menerima surat dari seseorang yang mengaku jadi nabi. Namanya Musailamah bin Habib, petinggi Bani Hanifah, salah satu suku Arab yang menguasai hampir seluruh kawasan Yamamah (sekarang sekitar Al-Riyad). Dalam suratnya, Musailamah berujar: “Dari Musailamah, utusan Allah, untuk Muhammad, utusan Allah. Saya adalah partner Anda dalam kenabian. Separuh bumi semestinya menjadi wilayah kekuasaanku, dan separuhnya yang lain kekuasaanmu….”
Label:
Ahmadiyah,
Ajaran Islam,
akidah,
nabi palsu,
rasulullah
Jumat, 11 Februari 2011
Inilah Jihad Kami
Inilah Jihad Kami
Jika semua yang kami lakukan dalam membela hak kami ini lantas membuat mereka berang, maka kami katakan kami tidak akan mundur. Jika semua yang kami lakukan dalam mempertahankan keyakinan kami membuat mereka beringas, maka kami katakan pada mereka bahwa kami tidak akan takut. Meskipun nyawa taruhannya, kami tidak akan surut.
Inilah perjuangan kami, inilah JIHAD kami.
Yang mulia Rasulullah saw. Mengajarkan kepada kami bahwa mati membela hak dan kebenaran adalah mati syahid yang ganjarannya adalah syurga. Sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Amr ra. : Aku pernah mendengar Nabi Muhammad Saw bersabda, "Orang yang mati karena mempertahankan harta miliknya adalah syahid" (HR. Bukhari).
Inilah jihad kami. Tidak dengan menyerang dan merusak rumah orang lain, tempat ibadah orang lain, menganiaya orang lain atau bahkan menghilangkan nyawanya. Meskipun mereka adalah musuh sekalipun. Itulah yang diajarkan oleh Junjungan kami yang mulia nabi Muhammad saw.. Jihad kami adalah memperjuangkan islam yang damai dan tanpa kekerasan yang telah memikat jutaan hati manusia dari masa ke masa semenjak kedatangan manusia terbaik, Nabi Muhammad Mustafa saw.
Anda katakan agar kami kembali ke jalan yang benar. Lalu jalan mana yang anda maksud? Islam seperti apa yang harus kami ikuti? Apakah kami harus ikut seperti mereka para penyerang itu? Kami jelas menolak. Moto kami “Love for all, hatred for none” yakni “Cinta untuk semua, tiada kebencian untuk seorang pun.” Sungguh sangat mustahil bagi kami menukarkannya dengan jalan kekerasan yang mereka tunjukkan, yang membuat wajah islam beserta pendirinya menjadi sasaran ejekan dan cemooh dari umat-umat lain. Sungguh mustahil meskipun harus dibayar dengan nyawa kami sendiri.
Anda katakan kami telah menistakan agama, menodai agama. Lalu bagaimana dengan para penyerang yang dikatakan oleh semua orang sebagai tidak sesuai dengan ajaran islam? Tidakkah mereka jauh lebih menodai kesucian ajaran agama ini? Tidakkah mereka telah menistakan agama ini dihadapan semua pengikut agama lain? Tidakkah mereka jauh lebih perlu untuk diluruskan?
Akidah kami adalah “Love for all, hatred for none.” Dan sungguh kami tidak keberatan jika kami dikatakan kafir dan murtad karena berpegang teguh kepada ajaran Islam yang damai seperti itu. Anda tidak perlu khawatir akan aksi balas dendam dari kami. Bukan karena kami minoritas, karena jumlah kami tidak pula sedikit, melainkan karena prinsip cinta damai kami yang sangat teguh kami pegang. Kami akan membalas semua kekejian dan kezaliman hanya dengan jalan kesabaran dan do’a. Jika kalian para penyerang hendak takut, maka takutlah dengan do’a kami yang terzalimi!
Keyakinan kami adalah mengikuti petunjuk yang mulia nabi Muhammad saw. bahwa di akhir zaman akan datang nabi Isa dan Imam Mahdi yang wajib diikuti oleh semua umat. Jika kami dikatakan kafir dan murtad karena mengikuti petunjuk baginda nabi saw. tersebut, sungguh kami ikhlas dan ridlo. Dan akan kami pertahankan jalan yang telah kami pilih ini, meskipun nyawa kami menjadi taruhannya.
Inilah jihad kami, inilah perjuangan kami.
Bogor, 11 Februari 2011
Catatan:Tulisan diatas merupakan sebuah manifesto pribadi dari seorang muslim Ahmadiyah berkenaan dengan insiden berdarah “Tragedi Cikeusik”.
Jika semua yang kami lakukan dalam membela hak kami ini lantas membuat mereka berang, maka kami katakan kami tidak akan mundur. Jika semua yang kami lakukan dalam mempertahankan keyakinan kami membuat mereka beringas, maka kami katakan pada mereka bahwa kami tidak akan takut. Meskipun nyawa taruhannya, kami tidak akan surut.
Inilah perjuangan kami, inilah JIHAD kami.
Yang mulia Rasulullah saw. Mengajarkan kepada kami bahwa mati membela hak dan kebenaran adalah mati syahid yang ganjarannya adalah syurga. Sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Amr ra. : Aku pernah mendengar Nabi Muhammad Saw bersabda, "Orang yang mati karena mempertahankan harta miliknya adalah syahid" (HR. Bukhari).
Inilah jihad kami. Tidak dengan menyerang dan merusak rumah orang lain, tempat ibadah orang lain, menganiaya orang lain atau bahkan menghilangkan nyawanya. Meskipun mereka adalah musuh sekalipun. Itulah yang diajarkan oleh Junjungan kami yang mulia nabi Muhammad saw.. Jihad kami adalah memperjuangkan islam yang damai dan tanpa kekerasan yang telah memikat jutaan hati manusia dari masa ke masa semenjak kedatangan manusia terbaik, Nabi Muhammad Mustafa saw.
Anda katakan agar kami kembali ke jalan yang benar. Lalu jalan mana yang anda maksud? Islam seperti apa yang harus kami ikuti? Apakah kami harus ikut seperti mereka para penyerang itu? Kami jelas menolak. Moto kami “Love for all, hatred for none” yakni “Cinta untuk semua, tiada kebencian untuk seorang pun.” Sungguh sangat mustahil bagi kami menukarkannya dengan jalan kekerasan yang mereka tunjukkan, yang membuat wajah islam beserta pendirinya menjadi sasaran ejekan dan cemooh dari umat-umat lain. Sungguh mustahil meskipun harus dibayar dengan nyawa kami sendiri.
Anda katakan kami telah menistakan agama, menodai agama. Lalu bagaimana dengan para penyerang yang dikatakan oleh semua orang sebagai tidak sesuai dengan ajaran islam? Tidakkah mereka jauh lebih menodai kesucian ajaran agama ini? Tidakkah mereka telah menistakan agama ini dihadapan semua pengikut agama lain? Tidakkah mereka jauh lebih perlu untuk diluruskan?
Akidah kami adalah “Love for all, hatred for none.” Dan sungguh kami tidak keberatan jika kami dikatakan kafir dan murtad karena berpegang teguh kepada ajaran Islam yang damai seperti itu. Anda tidak perlu khawatir akan aksi balas dendam dari kami. Bukan karena kami minoritas, karena jumlah kami tidak pula sedikit, melainkan karena prinsip cinta damai kami yang sangat teguh kami pegang. Kami akan membalas semua kekejian dan kezaliman hanya dengan jalan kesabaran dan do’a. Jika kalian para penyerang hendak takut, maka takutlah dengan do’a kami yang terzalimi!
Keyakinan kami adalah mengikuti petunjuk yang mulia nabi Muhammad saw. bahwa di akhir zaman akan datang nabi Isa dan Imam Mahdi yang wajib diikuti oleh semua umat. Jika kami dikatakan kafir dan murtad karena mengikuti petunjuk baginda nabi saw. tersebut, sungguh kami ikhlas dan ridlo. Dan akan kami pertahankan jalan yang telah kami pilih ini, meskipun nyawa kami menjadi taruhannya.
Inilah jihad kami, inilah perjuangan kami.
Bogor, 11 Februari 2011
Catatan:Tulisan diatas merupakan sebuah manifesto pribadi dari seorang muslim Ahmadiyah berkenaan dengan insiden berdarah “Tragedi Cikeusik”.
Label:
Ahmadiyah,
Ajaran Islam,
akidah,
cikeusik,
manifesto
Rabu, 09 Februari 2011
Kronologis Cikeusik Menurut Saksi Mata
Jika anda ingin mengetahui kronologis peristiwa Cikeusik yang lebih lugas berdasarkan penuturan langsung para korban dan saksi mata, silahkan simak tulisan berikut ini yang saya ambil dari salah satu blog sahabat.
________________________________
Kisah Heroik Para Ahmadi di Cikeusik
http://isamujahidislam.wordpress.com
Cikeusik, 6 Pebruari 2011 beberapa saudara-saudara ruhani kami pergi ke sana untuk mempertahankan rumah missi milik Jemaat Muslim Ahmadiyah karena beberapa hari sebelumnya sudah ada ancaman massa yang akan menyerang. Penyerangan sudah diprediksikan 99% akan terjadi. Namun mereka sudah siap mental apapun yang terjadi.
Sebelumnya, Mln. Ismail Suparman dan keluarga dipanggil pihak kepolisian untuk meminta perlindungan karena sudah mengetahui akan adanya penyerangan. Jadi tidak berdasar, jika dikatakan bahwa kedatangan para Ahmadi yang akan mempertahankan rumah missi itu yang memprovokasi massa untuk datang menyerbu. Massa berjumlah ribuan tidak bisa dikumpulkan dalam waktu singkat.
Para Ahmadi memahami sabda yang Mulia Rasulullah saw bahwa mempertahankan harta benda dan jiwa raga adalah merupakan salah satu bagian Jihad yang hadiahnya adalah tunai, yaitu Surga.
Para pemuda Ahmadi telah Sampai di lokasi, 07.00 WIB. Awalnya, mereka bersantai, bercanda dan berfoto bersama. Datanglah sarapan pagi, langsung saja disambut dengan gembira.
Dalam keadaan santai itu, mereka dikejutkan dengan kedatangan aparat kepolisian yang jumlahnya cukup banyak. Itu terjadi pukul sembilan atau setengah sepuluh pagi. Anehnya, para polisi yang tadinya terlihat banyak, raib entah kemana. Mereka hanya sedikit bersisa.
Pukul sepuluh pagi, massa yang sangat banyak itu tiba-tiba menyerobot sisa aparat yang jumlahnya tidak seberapa. Tiba-tiba mereka menyerang! Tidak ada mediasi terlebih dahulu! Seakan-akan mereka tidak punya mulut untuk berbicara.
________________________________
Kisah Heroik Para Ahmadi di Cikeusik
http://isamujahidislam.wordpress.com
Cikeusik, 6 Pebruari 2011 beberapa saudara-saudara ruhani kami pergi ke sana untuk mempertahankan rumah missi milik Jemaat Muslim Ahmadiyah karena beberapa hari sebelumnya sudah ada ancaman massa yang akan menyerang. Penyerangan sudah diprediksikan 99% akan terjadi. Namun mereka sudah siap mental apapun yang terjadi.
Sebelumnya, Mln. Ismail Suparman dan keluarga dipanggil pihak kepolisian untuk meminta perlindungan karena sudah mengetahui akan adanya penyerangan. Jadi tidak berdasar, jika dikatakan bahwa kedatangan para Ahmadi yang akan mempertahankan rumah missi itu yang memprovokasi massa untuk datang menyerbu. Massa berjumlah ribuan tidak bisa dikumpulkan dalam waktu singkat.
Para Ahmadi memahami sabda yang Mulia Rasulullah saw bahwa mempertahankan harta benda dan jiwa raga adalah merupakan salah satu bagian Jihad yang hadiahnya adalah tunai, yaitu Surga.
Para pemuda Ahmadi telah Sampai di lokasi, 07.00 WIB. Awalnya, mereka bersantai, bercanda dan berfoto bersama. Datanglah sarapan pagi, langsung saja disambut dengan gembira.
Dalam keadaan santai itu, mereka dikejutkan dengan kedatangan aparat kepolisian yang jumlahnya cukup banyak. Itu terjadi pukul sembilan atau setengah sepuluh pagi. Anehnya, para polisi yang tadinya terlihat banyak, raib entah kemana. Mereka hanya sedikit bersisa.
Pukul sepuluh pagi, massa yang sangat banyak itu tiba-tiba menyerobot sisa aparat yang jumlahnya tidak seberapa. Tiba-tiba mereka menyerang! Tidak ada mediasi terlebih dahulu! Seakan-akan mereka tidak punya mulut untuk berbicara.
Label:
Ahmadiyah,
Ajaran Islam,
akidah,
cikeusik,
Opini,
Pernyataan,
Terorisme
Selasa, 17 Agustus 2010
Bukankah Ahmadiyah Islam?
Belakangan ini berkembang opini kafir mengkafirkan di kalangan umat islam. Semua merasa benar dan bahkan paling benar. Dengan tanpa menggali dan mengkaji lebih dalam, semua diputuskan dengan tidak merujuk kepada sumber ajaran yang utama, Quran dan Sunnah.
Kelompok muslim minoritas seperti Ahmadiyah misalnya, adalah salah satu korbannya. Hanya karena berbeda penafsiran dengan mayoritas, mereka lantas dicap keluar dari islam dan bahkan dilarang menyatakan diri sebagai islam. Gilanya, bahkan semua kegiatan peribadahannya pun dapat dianggap sebagai penodaan Agama!! Membuat agama baru adalah pilihannya. Jika tidak, maka kelompok-kelompok radikal dan suka berbuat anarkhis siap untuk berbuat huru-hara. Dan jika hal seperti itu sampai terjadi, maka justru kesalahan ditimpakan kepada kelompok minoritas. Karena merekalah masyarakat menjadi resah. Pemerintah lalu didesak untuk menindak kelompok yang dianggap telah meresahkan tersebut. Sungguh sebuah ironi. Bagaimanapun juga hal tersebut sangat bertentangan dengan logika akal serta hati nurani.
Padahal berkenaan dengan keislaman seseorang, tidak ada hak bagi siapapun untuk mengaturnya. Seseorang yang mengaku dirinya sebagai orang islam dan mengamalkan semua rukun iman serta rukun islam, maka tiada hak bagi siapapun untuk mengeluarkannya dari islam. Berikut ini adalah salah satu dalil yang menerangkan bagaimana Yang Mulia Rasulullah saw memberi batasan yang terang dan tanpa perlu perumusan yang berbelit-belit dari para ulama mengenai ke-muslim-an seseorang:
Kelompok muslim minoritas seperti Ahmadiyah misalnya, adalah salah satu korbannya. Hanya karena berbeda penafsiran dengan mayoritas, mereka lantas dicap keluar dari islam dan bahkan dilarang menyatakan diri sebagai islam. Gilanya, bahkan semua kegiatan peribadahannya pun dapat dianggap sebagai penodaan Agama!! Membuat agama baru adalah pilihannya. Jika tidak, maka kelompok-kelompok radikal dan suka berbuat anarkhis siap untuk berbuat huru-hara. Dan jika hal seperti itu sampai terjadi, maka justru kesalahan ditimpakan kepada kelompok minoritas. Karena merekalah masyarakat menjadi resah. Pemerintah lalu didesak untuk menindak kelompok yang dianggap telah meresahkan tersebut. Sungguh sebuah ironi. Bagaimanapun juga hal tersebut sangat bertentangan dengan logika akal serta hati nurani.
Padahal berkenaan dengan keislaman seseorang, tidak ada hak bagi siapapun untuk mengaturnya. Seseorang yang mengaku dirinya sebagai orang islam dan mengamalkan semua rukun iman serta rukun islam, maka tiada hak bagi siapapun untuk mengeluarkannya dari islam. Berikut ini adalah salah satu dalil yang menerangkan bagaimana Yang Mulia Rasulullah saw memberi batasan yang terang dan tanpa perlu perumusan yang berbelit-belit dari para ulama mengenai ke-muslim-an seseorang:
Jumat, 23 April 2010
Reformasi Menurut Islam
Oleh: Drs. ABD. ROZAQ
=========================================
Sebuah makalah yang disiapkan untuk acara SEMINAR SEHARI REFORMASI MENURUT ISLAM pada hari Ahad, 25 Februari 2001 di Mesjid “THORIK MUHAMMAD” Perigi-Pondokaren, RT 003/03, Desa Perigi, Kec. Pondokaren, Tangerang – BANTEN.
=========================================
إن الله يبعث لهذه الأمّة على رأس كلّ مائة سنة من يجدّد لها دينها
“Sesungguhnya Allah akan membangkitkan untuk umat (Islam) ini pada setiap permulaan seratus tahun orang yang akan memperbaharui (pemahaman) agamanya.” (Abu Daud, 36:1)
=========================================
Sebuah makalah yang disiapkan untuk acara SEMINAR SEHARI REFORMASI MENURUT ISLAM pada hari Ahad, 25 Februari 2001 di Mesjid “THORIK MUHAMMAD” Perigi-Pondokaren, RT 003/03, Desa Perigi, Kec. Pondokaren, Tangerang – BANTEN.
=========================================
إن الله يبعث لهذه الأمّة على رأس كلّ مائة سنة من يجدّد لها دينها
“Sesungguhnya Allah akan membangkitkan untuk umat (Islam) ini pada setiap permulaan seratus tahun orang yang akan memperbaharui (pemahaman) agamanya.” (Abu Daud, 36:1)
Senin, 01 Februari 2010
Uang Bunga dan Bencana
Mengamati kasus bailout bank century belakangan ini, mau tidak mau orang awam seperti saya pun jadi tertarik. 6,7 trilyun bukanlah jumlah sedikit. Entah berapa container jadinya bila jumlah sebesar itu dicairkan menjadi uang tunai. Membayangkannya saja rasanya sulit. Dan uang Negara sebesar itu dalam waktu sekejap raib tak tentu rimba begitu saja. Lembaga-lembaga kepercayaan Negara seperti BI, BPK, KPK, serta Polri, semuanya seperti bego tak tau apa-apa. Pejabat terkait malah saling tuding. Entah sampai kapan kasus ini akan dapat diselesaikan? Dan pertanyaan yang justru paling meresahkan adalah, sampai kapankan kasus-kasus seperti ini akan terus terulang??
Rabu, 20 Januari 2010
Mario Teguh: Low profile dan good profile
Jangan pernah menipu orang dengan penampilan anda yang simple dan bersahaja. Karena boleh jadi anda yang seharusnya dihormati dan disegani sesuai kedudukan anda, malah akan disepelekan oleh orang lain. (Mario Teguh)
Dalam salah satu episode MARIO TEGUH GOLDEN WAYS di MetroTV ada hal yang mengganggu pikiran saya. Saya bukan termasuk penggemar Mario Teguh, namun selalu tertarik dengan caranya berbicara kapanpun saya melihatnya.
Langganan:
Postingan (Atom)

