Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 November 2009

Tiga syarat pengabulan doa

Terkadang kita merasa sudah sedemikian banyak berdo'a, namun setelah sedemikian lama belum juga ada tanda-tanda do'a kita dikabulkan. Apakah yang salah? Mungkinkah Tuhan tidak mendengar do'a kita sedangkan Dia adalah Maha Mendengar. Atau ada hal-hal yang menjadi syarat dalam berdo'a yang belum kita penuhi sehingga do'a menjadi tertolak tanpa kita tahu. Lalu, kalau memang ada, apakah syarat-syarat agar do'a yang dipanjatkan dikabulkan oleh Allah.

Pengabulan Do'a Merupakan Pengakuan Tuhan

Sebagaimana telah dikemukakan, umat Muslim selalu dianjurkan dalam Surat Al-Fatihah untuk menyibukkan diri mereka dalam berdoa dan mereka diajari doa yang berbunyi:


"Tuntunlah kami pada jalan yang lurus." (S.1 Al-Fatihah:6).

Sudah merupakan ketetapan bahwa doa ini harus dipanjatkan dalam lima shalat setiap harinya. Karena itu salah sekali jika kalian menyangkal sifat spiritualitas daripada doa. Ketentuan Al-Quran menyatakan bahwa doa ini berkaitan dengan keruhanian dan sebagai hasil dari doa tersebut akan turun rahmat berupa keberhasilan dalam berbagai bentuk.

Dua Cara Pengabulan Doa

Perlu diingat bahwa pengabulan doa itu terdiri dari dua cara, yang kesatu sebagai cobaan dan yang lainnya sebagai pemuliaan. Sebagai cobaan, terkadang doa dari pendosa dan yang durhaka atau bahkan kafir sekali pun bisa saja dikabulkan, namun pengabulan tersebut tidak mengindikasikan keridhoan hakiki dan lebih banyak merupakan cobaan. Adapun persyaratan dari pengabulan doa yang merupakan pemuliaan adalah si pemohon haruslah seorang hamba pilihan Tuhan dimana tanda dan nur statusnya itu mewujud dalam dirinya.


Selasa, 10 Juni 2008

Siapa Yang Benar Gusdur atau Rizieq?? Ayo Buktikan dengan Perang Do'a (Mubahalah) Bukan dengan Perang Pisik alias Kekerasan..




Ini merupakan perkembangan baru. Habib Rizieq yang biasanya berkoar-koar mempertunjukkan kekuatan untuk menyampaikan aspirasinya, kini mulai mencoba cara baru. MUBAHALAH!! Yaitu perang do'a yang sungguh-sungguh antara dua pihak yang berseteru atau beda pendapat. Tujuannya, agar Allah menjatuhkan hukuman kepada pihak yang berdusta dan memperlihatkan kepada halayak siapa yang benar.




Seyogyanya inilah cara yang ditempuh oleh Rasulullah saw. ketika menghadapi jalan buntu dalam perdebatannya dengan rombongan pendeta nasrani dari Najran. Beliau saw. tidak lantas ambil pedang untuk menyerang rombongan itu secara membabi buta, atau mengeluarkan ultimatum kepada rombongan itu agar segara merobah keyakinan mereka. Sungguh jauh dari praktek-praktek para pembela Islam zaman sekarang. Sekarang ini segala perbedaan harus selalu berujung kekerasan. Dimana watak islam yang damai itu???

********

10/06/2008 15:34 WIB
Habib Rizieq Tantang Gus Dur Perang Sumpah
Nala Edwin - detikcom

Jakarta - Perseteruan antara Ketua Umum Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab dengan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur semakin memanas. Habib Rizieq menantang Gus Dur untuk melakukan mubahalah atau perang sumpah.

"Saya tantang Gus Dur untuk mubahalah. Gus Dur silakan bawa anak dan istrinya, saya juga demikian. Kita bersumpah di hadapan Allah, siapa yang benar diberkati. Siapa yang salah dikutuk dan dilaknat, mati dalam keadaan hina. Kalau Gus Dur berani dan merasa benar, ayo kita mubahalah," kata Habib Rizieq lantang.

Hal itu dia sampaikan usai menjalani pemeriksaan di Ruang Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (10/6/2008) sekitar pukul 15.00 WIB.

Habib mengungkapkan, dirinya tidak bersedia diperiksa lagi sebelum Gus Dur cs diperiksa. "Saya minta Gus Dur, Adnan Buyung Nasution dan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) diperiksa," ujarnya.

Pria yang mengenakan jubah dan sorban putih itu juga merasa kecewa surat keputusan bersama (SKB) Ahmadiyah. "Saya sesalkan itu bukan SKB pembubaran. Itu SKB yang melindungi penodaan agama. SKB banci!" tandasnya.

Mubahalah adalah doa yang bersungguh-sungguh di antara dua pihak yang berbeda pendapat. Tujuannya, agar Allah menjatuhkan kutukan berupa laknat kepada pihak yang berdusta. ( fiq / aba )



Rabu, 04 Juni 2008

Korban Monas: K.H. Maman Gelar Istigasah

Inilah Kyai contoh yang benar-benar menerapkan prilaku nabi dalam kehidupannya. Bagaimana dengan FPI?? Coba pikir...

===========================================
K.H. Maman Gelar Istigasah
http://www2. pikiran-rakyat. co.id/prprint. php?mib=beritade tail&id=16256

BANDUNG, (PR).-
Pimpinan Pondok Pesantren Al Mizan, Jatiwangi, K.H. Maman Imanulhaq, salah seorang korban aksi pemukulan Front Pembela Islam (FPI) di Monas Jakarta, Selasa (3/6) pagi dijemput oleh sejumlah santri dan simpatisannya. Malam harinya, bersama Pimpinan Pondok Pesantren Buntet, K.H. Abas dan 10.000 umat Islam bertempat di Desa Buyut, Gunungjati, Cirebon dilakukan doa istigasah untuk keselamatan umat Islam.

Dalam kondisi masih sulit berbicara, Pimpinan Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi, K.H. Maman Imanulhaq, memaksakan diri untuk pulang ke Cirebon. "Selain untuk menemui sesepuh saya di Pontren Buntet, juga untuk meredam amarah masyarakat Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) yang berencana berangkat ke Jakarta untuk menuntut balas," ujar K.H. Maman, saat memberikan keterangan kepada sejumlah media cetak dan elektronik, bertempat di rumah makan Bale Gazebo, Bandung, Selasa (3/6) kemarin.

Dikatakan K.H. Maman, peristiwa yang menimpa dirinya dan sejumlah aktivis Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AK-KBB) yang terdiri dari 72 elemen, oleh FPI, merupakan tindakan terhadap pencorengan agama. Aksi yang dilakukan sudah bukan lagi berdasarkan akidah agama Islam, tetapi cenderung sebagai bentuk premanisme dan anarkisme.

Karenanya, baik pihaknya maupun korban aksi FPI menuntut agar tindakan yang dilakukan oleh FPI diproses sesuai hukum yang berlaku. "Kami tidak akan menuntut balas, hanya kami berharap masalah ini harus tuntas dan diselesaikan sesuai hukum yang berlaku," ujar K.H. Maman.

Akibat pemukulan yang dilakukan sejumlah anggota FPI, K.H. Maman mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Selain luka parah di bagian kepalanya dan leher, dirinya juga mengalami sejumlah luka pada bagian wajah (hidung dan pelipis), serta di bagian rusuk.

Pada hari nahas tersebut dirinya berhasil diselamatkan setelah ditinggal pergi oleh para pelakunya dalam kondisi tidak sadarkan diri. Setelah sedikit siuman dan dibantu beberapa warga dirinya naik taksi dan meminta diantar ke RS Mitra Internasional, Jatinegara, Jakarta Timur.

Karena khawatir terhadap kondisi psikologis dirinya dan di luar rumah sakit berkeliaran anggota FPI yang berniat mendatangi dirinya untuk berdialog, beberapa orang santri dan anggota ormas Sundawani yang bersimpati menjemputnya dari rumah sakit. "Pihak rumah sakit memberikan izin pulang selain agar saya bisa istirahat di rumah juga untuk menghindari kedatangan perwakilan FPI ke rumah sakit yang dikhawatirkan akan menimbulkan keributan kembali," ujar K.H. Maman.

Upaya untuk keluar rumah sakit menurut K.H. Maman, bukan merupakan perkara yang mudah meski sudah mendapatkan izin dari pihak rumah sakit. Setelah ada upaya dari sejumlah santrinya dan anggota ormas Sundawani, melalui lantai dasar K.H. Maman dapat dikeluarkan dari kompleks rumah sakit yang juga mendapat pengamanan petugas kepolisian maupun FPI.

"Alhamdulillah, saya dibawa pulang oleh rekan-rekan pagi tadi, melalui jalan belakang gedung dapat keluar dari rumah sakit. Saat ini saya akan langsung ke Cirebon untuk menenangkan santri dan massa simpatisan saya yang hendak bertolak ke Jakarta," ujarnya.

Dikatakan K.H. Maman, berdasarkan informasi santrinya yang turut menjemput, ada 1.000 santri dan massa dari Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan akan datang ke Jakarta. Selain untuk melakukan aksi menuntut para pelaku diproses hukum, mereka juga menuntut agar FPI dibubarkan.

Menurut K.H. Maman, pihaknya secepat mungkin akan bertolak ke Pesantren Al Mizan pimpinannya dan sejumlah ormas Islam di Cirebon untuk menenangkan dan memperlihatkan bahwa dirinya dalam kondisi sudah sehat. "Karena, selain mau datang ke Jakarta, sejumlah simpatisan akan melakukan pembalasan terhadap FPI di Cirebon," ujar K.H. Maman.

Malam harinya, bertempat di Desa Buyut, Gunungjati, Cirebon, bersama K.H. Abas pimpinan Pontren Buntet dan sekitar 10.000 santri serta masyarakat setempat, K.H. Maman melakukan doa istigasah. "Doa kami lakukan bukan hanya untuk kesehatan kami yang menjadi korban, tetapi untuk bangsa ini yang tengah sakit dan dirundung masalah," ujar K.H. Maman, saat dihubungi via telefon, semalam.

Setelah doa, K.H. Maman meminta agar umat Islam Ciayumajakuning, untuk tidak terpancing dan melakukan aksi yang dapat memperkeruh masalah dan menambah masalah baru.

K.H. Maman menegaskan bahwa sebelum insiden, AK-KBB yang terdiri dari 72 elemen, murni akan melakukan peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional di Monas, karena sudah mendapat izin dari aparat kepolisian. (A-87/A-156) ***

Jumat, 02 Mei 2008

DO'A PARA AHMADI DI SELURUH DUNIA


Nasib ahmadiyah sudah diujung tanduk. Dalam hitungan hari SKB tiga menteri itu akan selesai digodok dan segera diterbitkan. Entah apa nanti isiny
a? Banyak komentar dan opini dari berbagai lapisan masyarakat. Ada yang sinis menyuruh keluar dari rumah 'islam', ada juga yang bersimpati dan berpegang pada azaz 'keadilan'. Kebenaran adalah milik Tuhan, dan Tuhan is only one who can make a decision whether is right or wrong.

Di pihak lain para ahmadi sedang bersiap menyambut even yang sangat besar. Perayaan seabad berdirinya khilafat. Tidak akan ada acara spektakuler da
lam perayaan tersebut. Hanya pertemuan-pertemuan silaturahmi serta publikasi. Tapi yang paling penting dari itu adalah program do'a yang dicanangkan oleh khalifah (Khalifatul Masih V aba.).

Do'a-do'a yang dimaksud adalah:


1. Surah Alfatihah 7 kali sehari,

2. Surah Al Baqarah ayat 251*
3. Surah Al-Imran ayat 9*
4. Do'a Rasulullah saw.


5. Istighfar
6. Shalawat Nabi saw.
source: http://www.alislam.org/archives/2005/summary/tehrik/index.html

Inilah do'a-do'a untuk kemenangan Islam dalam rangka mensyukuri nikmat khilafat yang sudah 100 tahun berdiri. KHILAFAH 'ALA MINHAJIN NUBUWAH.

Demikianlah prilaku orang ahmadiyah. Ketika diserang dan dianiaya, yang dilakukan adalah berdo'a. Bandingkan dengan pihak penentang yang mengaku dirinya Islam, apakah kita tidak merasa heran?? Benarkah islam yang seperti itu yang dibawa oleh kanjeng Nabi Muhammad saw.?? Kalau iya, berarti apa yang dikatakan Geert Wilder itu benar?! Begitukah??


Related Post

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...