Tampilkan postingan dengan label negeri ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label negeri ku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 April 2014

MENCARI SOSOK PEMIMPIN YANG WARAS

Daoed Joesoef dalam Koran Kompas terbitan 19 Maret 2014 dengan judul “Bapak Bangsa” menulis; Suatu negara besar tidak mungkin diurus secara amatiran. Gambaran tersebut sangat sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini, dengan berbagai perbuatan korupsi, tindakan kekerasan, ketidakadilan, kerusakan lingkungan dan lain-lain yang menggambarkan terjadinya salah urus dalam pengelolaan negara. Kejadian salah urus negara ini jelas-jelas tidak dapat dipisahkan dari kerja para pemimpin yang ada di tingkat mana pun.

Lantas, sosok pemimpin seperti apa yang dapat diharapkan untuk tidak lagi mengulangi salah urus mengelola negara sebesar Indonesia ini? Mahfud MD dalam Sarasehan Kebangsaan NU Menjelang Pemilu di PW NU Jawa Tengah, Minggu 23 Maret 2014 menyampaikan; Pemilu Jangan Lahirkan Pemimpin Tidak Sehat. Suatu pemikiran yang sederhana tetapi sungguh memiliki perspektif yang sangat jelas, yaitu hanya melalui pemimpin-pemimpin yang sehat, Indonesia baru akan mampu untuk tampil sebagai negara dan bangsa yang besar, sejajar dengan bangsa-bangsa maju yang lain.

Jumat, 04 Maret 2011

Amien Rais: Tangan PKS Satunya Salaman, Tangan Lainnya Tusuk Pemerintah

Hery Winarno - detikNews
Jakarta - Resah dan gelisah. Itulah yang dirasakan Partai Demokrat karena ada 1-2 partai dalam Setgab Partai Koalisi yang 'nakal'. Amien Rais maklum karena ada partai yang 'bermuka dua'.

"Ya saya maklum. Karena PKS itu tangan yang satunya salaman dengan pemerintah, tapi tangan yang lainnya menusuk pinggang atau perut pemerintah," sindir Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PAN itu.

Hal itu disampaikan Amien usai mengikuti peresmian ruang rapat Fraksi PAN di lantai 20, Gedung Nusantara I, DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (4/3/2011).


Kamis, 31 Desember 2009

Duka di Penghujung Tahun



Siapa tidak kenal dengan Gusdur. Selain dikenal sebagai seorang tokoh ulama kharismatik, beliau juga diakui sebagai seorang cendekiawan yang telah banyak sekali menyumbangkan pemikirannya bagi negeri ini.

KH. Abdurrahmad Wahid, presiden ke-4 dari negeri ini. Sebuah pencapaian yang hebat dari seorang Kyai dengan pembawaan yang sangat periang ini. Entah berapa banyak para pengikut fanatik beliau dari kalangan Nahdiyyin yang tersebar di seluruh Indonesia. Saya teringat anekdot kerabat saya dari kalangan Nahdiyyin. Katanya, bagi orang NU percaya kepada hal yang ghaib itu adalah termasuk Gusdur. Sepak terjang Gusdur yang serba kontroversial, tentu saja mengundang banyak Tanya semua orang. Namun demikian bagi kalangan Nahdiyyin hal itu tidak melunturkan kepercayaan mereka kepada Gusdur.


Rabu, 28 Oktober 2009

Sumpah Pemuda: Semangat Persatuan


Sumpah Pemuda merupakan sumpah setia hasil rumusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia atau dikenal dengan Kongres Pemuda II, dibacakan pada 28 Oktober 1928. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai "Hari Sumpah Pemuda".
Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.
Isi dari sumpah pemuda tersebut sebagai berikut:
Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.


Kamis, 11 Juni 2009

Presiden Pilihan

Siapa presiden pilihan anda? Apakah anda sudah menentukan pilihan? Kalau saya belum.

Menyimak berbagai upaya kampanye para kandidat presiden (capres) belakangan ini, saya jadi agak miris. Semua pandai berorasi, semua lihai beretorika. Namun yang paling membuat saya prihatin adalah semua seperti berlomba untuk meraup suara sebanyak-banyaknya dengan beruasaha merangkul semua pihak. Tanpa melihat-lihat lagi pihak mana yang layak dan mana yang tidak layak untuk dirangkul.

Benar bahwa seorang pemimpin tentu harus merangkul semua, mengakomodir semua. Tapi bukan lantas berarti tetap membela/membenarkan meski sebenarnya salah.. Ini sungguh berbahaya. Jika seorang bapak lalu demi merangkul semua anaknya lalu dia membela semuanya tanpa melihat siapa benar siapa salah, apakah ia akan sukses dalam mengelola keluarga? Saya rasa tidak akan. Justru berdasarkan pengalaman, anak yang nakal akan semakin parah kenakalannya dan malah akhirnya tidak terkendali lagi. Sikap seperti itu dikenal sebagai sikap memanjakan yang tentu sangat tidak bijak.

Senin, 25 Mei 2009

Buku Hidden Agenda PKS "Ilusi Negara Islam" Beredar di Internet


Buku "Ilusi Negara Islam" menghilang dari toko-toko buku. Padahal baru saja diluncurkan. Beberapa toko buku menolak menjual buku tersebut karena diteror. (Lihat detiknews.com Jumat, 22/05/2009)
Hal ini tentu saja menimbulkan tanda tanya besar. Siapa pihak meneror para penjual buku hingga mereka enggan menjual buku tersebut?? Pihak mana lagi yang paling berkepentingan dengan isi buku tersebut dan memang menjadi topik bahasan utama.

Apa saja isi buku tersebut hingga menuai kontroversi? Apakah anda penasaran seperti saya? Memang siapapun akan merasa tertarik atau tertantang membaca buku yang sangat aktual dan fenomenal seperti itu. Sayang kita mungkin akan harus mengurungkan niat membacanya berhubung adanya upaya untuk menghilangkan buku tersebut dari pasaran.

Tapi, tidak ada kata menyerah dalam kamus hidup seorang pejuang.. Setelah mencari dengan susah payah.. (seolah-olah..) akhirnya kutemukan juga orang baik yang mau berbagi bukunya dengan semua orang. Buku langka ini ternyata tersedia gratis di internet dalam bentuk PDF. Nah jika anda penasaran silahkan ikuti saja URL berikut ini:

http://www.bhinnekatunggalika.org/downloads/ilusi-negara-islam.pdf

Saya sangat bersyukur karena akhirnya dapat membaca buku tersebut. Dan semoga saja dapat bermanfaat bagi semua..

Bila anda agak malas atau belum sempat baca, anda dapat juga baca resensi singkatnya di blog ajaran

Senin, 25 Agustus 2008

Di Balik Perayaan 63 tahun HUT RI

Pesta Rakyat dan Penderitaan Warga Ahmadiyah

Jika para korban lapindo bisa menulis surat cinta kepada Aa Gym dan Arifin Ilham, sebetulnya masih ada lagi sekelompok lain yang juga hingga saat ini masih menderita dan belum mendapat keadilan, para pengikut Ahmadiyah. Mengingat apa yang sedang menimpa mereka, merekapun seharusnya menulis surat serupa itu kepada tokoh-tokoh seperti Arifin Ilham dan Aa Gym.

Seperti halnya korban lapindo yang hingga kini nasibnya terkatung-katung, pengikut Ahmadiyah juga bernasib sama. Hanya saja korban lapindo masih bernasib lebih baik karena tidak ada yang mengotak-atik hak hidupnya di bumi Indonesia ini. Mereka masih bebas menentukan kemana pun mereka akan melangkah dan apa pun yang akan mereka lakukan. Kemalangan itu adalah karena 'kelalaian' (jika memang susah untuk disebut bencana) dan bukan karena kezhaliman saudara sesama anak bangsa.

Ahmadiyah, sebagaimana kita ketahui, telah dikenai stigma sesat oleh ulama pengayom umat. Dan karenanya penjelasan apapun yang diberikan oleh Ahmadiyah tentang keyakinannya, meskipun itu berasal dari Quran dan Hadits, tetap tidak akan diterima.

Padahal dari 10 kriteria sesat yang ditetapkan oleh MUI, tidak satupun yang dapat dikenakan pada Ahmadiyah. lihat penjelasan ahmadiyah tentang 10 kriteria sesat MUI>>

Sekarang ini sebagai hasil dari stigma sesat Ulama, warga Ahmadiyah terus mengalami berbagai penderitaan. Salah satu kasus adalah yang terjadi di Pancor, Lombok Barat beberapa waktu silam. Akibat kekerasan warga masyarakat yang terprovokasi, warga ahmadiyah disana kehilangan hak hidup mereka. Mereka terusir dari tempat tinggalnya dan harus meninggalkan segalanya tanpa ampun hanya karena beda keyakinan. Anda mungkin percaya-tidak percaya. Namun itulah yang terjadi.

Hingga sekarang warga Ahmadiyah ini masih harus tetap tinggal di pengungsian di Asrama Transito, Mataram, NTB. Dengan kondisi seadanya harus tabah menghadapi cobaan demi memegang keyakinan mereka.

Melihat berbagai kemeriahan yang diadakan oleh warga masyarakat di berbagai tempat, saya malah teringat akan penderitaan saudara-saudara kita yang hingga saat ini masih dalam penderitaan mereka. Salah satunya adalah warga Ahmadiyah yang hingga saat ini terus didera masalah di berbagai daerah.. Haruskah ahmadiyah hilang dari bumi Indonesia ini hanya karena masalah keyakinan?? Seberapa parahkah kebencian anda yang tidak suka dengan ahmadiyah hingga tidak mengenal kata lain selain anarkis!!!??

Jika anda dapat menjawabnya, alangkah baiknya sayapun diberitahukan agar lebih mengerti kecarut-marutan ini..

Salaamun 'alaa manit taba'al huda.

lihat laporan resmi wartawan RNW tentang Ahmadiyah di transito >>>


Korban Lapindo Kritik Aa Gym dan Arifin Ilham


Jakarta - Korban lumpur Lapindo mengirim 'surat cinta' untuk dai kondang Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym dan Arifin Ilham yang mengisi acara 'Indonesia Berzikir'. Mereka menyesalkan Aa Gym dan Arifin yang dinilai melupakan korban Lapindo.


'Surat cinta' yang meluapkan kekecewaan itu dituangkan para korban Lapindo melalui blog resmi mereka, berantaslapindo.wordpress.com yang diposting Senin (25/8/2008).

Para korban ini merujuk pada keikutsertaan kedua dai kondang itu pada acara 'Indonesia Berzikir' yang digelar Minggu 24 Agustus 2008 di Masjid Istiqlal, Jakarta. Acara yang digelar Majelis Az-Zikra bekerjasama dengan forum Al Bakrie pimpinan anak Menko Kesra Aburizal Bakrie, Anindya Bakrie.

Lihat berita selengkapnya di detiknews.com >>
Lihat Surat Cinta dari korban lapindo >>

Kamis, 07 Agustus 2008

Logo Resmi HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 63




Inilah logo resmi HUT RI ke-63 tahun 2008. Logo bersumber dari Kantor Mensekneg. RI yang bertindak selaku Ketua Panitia Perayaan Hari-hari Nasional, termasuk HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-63 Tahun 2008.

Tema HUT RI ke-63: "Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Lanjutkan Pembangunan Ekonomi Menuju Peningkatan Kesejahteraan Rakyat, serta Kita Perkuat Ketahanan Nasional Menghadapi Tantangan Global".

Logo ini dapat diakses langsung di website Portal Nasional Republik Indonesia (indonesia.go.id). Untuk menyimpan langsung, silahkan klik kanan dan simpan.

Senin, 28 Juli 2008

MEMPERINGATI HARI ANAK NASIONAL

Universal Children’s Day

Sidang Umum PBB pada tahun 1954 (resolusi 836-IX) telah merekomendasikan bahwa semua negara agar melembagakan Hari Anak Universal, yang akan dipandang sebagai bentuk persaudaraan dunia dan saling pengertian diantara para anak dan sebagai kegiatan promosi kesejahteraan anak di dunia. Adapun mengenai kapan hari itu ditetapkan, diserahkan kepada masing-masing negara untuk menentukan sesuai pertimbangan masing-masing.

Tanggal 20 November menjadi tanda dimana Sidang telah mengadopsi Deklarasi dari Hak-hak Anak, pada tahun 1959, dan konvensi Hak-hak anak pada tahun 1989. Ini sering menjadi rujukan yang dipilih oleh banyak negara untuk menetapkan tanggal peringatan hari anak ini. (lihat Wikipedia)

Di Indonesia sendiri hari anak ini ditetapkan diperingati pada tanggal 23 Juli. Entah apa yang mendasarinya dan mulai kapan diperingatinya (mohon sahabat netter yang lain dapat membantu saya carikan datanya :) ). Tahun ini diperingati dengan serangkaian kegiatan berupa kongres dua hari (21-22 juli) yang diadakan di Bogor, diakhiri acara semacam pagelaran atau apalah (saya sendiri tidak sempat melihat acaranya) yang diadakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan dihadiri oleh Presiden.

Rekomendasi Anak-anak Indonesia

Ada yang menarik dari kongres anak di Bogor ini yaitu berupa 6 butir rekomendasi yang dibacakan pada acara puncak tanggal 23 juli, yaitu:
1. Kami anak Indonesia bercita-cita menjadi anak yang kreatif, cerdas, berkualitas, dan terlindungi darisegala bentuk kekerasan, eksploitasi, penelantaran, dan diskriminasi.
2. Kami anak Indonesia membutuhkan perlindungan dari bahaya tembakau agar kami dapat tumbuh berkembang secara wajar.
3. Kami anak Indonesia bertekad untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran cara hidup sehat, hak kesehatan reproduksi, agar kami terhindar dari bahaya penyakit menular, HIV dan Aids serta penggunaan NAPZA.
4. Kami anak Indonesia bertekad mempersatukan anak bangsa yang berada di daerah terpencil, daerah perbatasan, daerah terisolir, dengan adanya dukungan sarana prasarana yang memadai.
5. Kami anak Indonesia bertekad untuk menyuarakan aspirasi kami melalui forum anak daerah yang akan ditindak lanjuti melalui kongres Anak Indonesia secara berkelanjutan, sebagai wadah saling berbagi informasi dan pendidikan demokrasi santun sejak dini untuk membangun solidaritas anak bangsa dan keutuhan negara kesatuan RI.
6. Kami anak Indonesia menyuarakan perlunya dibentuk kementrian anak untuk merespon kebutuhan anak di Indonesia.

Jika diperhatikan hasil kongres ini rasanya terlalu bagus untuk menjadi bahasa anak-anak. Meskipun peserta kongres adalah anak-anak yang terbilang sudah cukup dewasa (usia 12-16), namun tetap saja nuansanya anak-anak hampir tidak kentara sama sekali. Padahal judulnya kan kongres anak-anak. Atau apakah memang anak-anak sekarang ini pemikirannya sudah sangat dewasa ya? Wah, saya jadi lupa bagaimana ketika masih anak-anak dulu. Maklum saja ya, sekarang kakek sudah tua cu.. :D

Realitas Kehidupan Anak Indonesia

Saat ini memang kehidupan belum begitu menguntungkan bagi anak-anak. Terlepas apakah mereka sadar ataupun tidak. Masalah kesejahteraan terus mengancaman kelangsungan hidup anak-anak. Coba saja kita perhatikan mulai dari dalam kandungan hingga usia beranjak dewasa, kasus demi kasus yang melibatkan nyawa anak-anak muncul seolah tiada habisnya.

Contoh ancaman ketika anak masih dalam kandungan adalah aborsi. Aborsi atau pengguguran kandungan secara illegal diakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan merupakan kasus yang sangat banyak terjadi belakangan ini. Si ibu boleh saja merasa berhak menentukan nasibnya sendiri, tapi ia tidak berhak menentukan nasib janin yang ada dalam perutnya. Ketika janin tumbuh dalam perutnya, bagaimanapun latar belakangnya, tetap berhak untuk hidup. Agama islam mengajarkan bahwa setiap kelahiran itu adalah suci tanpa dosa. Yang salah dan berdosa adalah ibunya karena perbuatannya. Adapun si anak, sama sekali tidak dapat dipersalahkan atas perbuatan ibunya. Jadi apapun alasannya, perbuatan seperti itu jelas tidak dapat dibenarkan.

Ketika anak lahir, ancaman kehidupan bukannya berkurang malah semakin bertambah. Persoalan kehidupan yang kian berat, baru-baru ini, telah merengut korban dari anak-anak yang tidak kurang banyaknya. Ibu yang depresi, ayah yang gelap mata, ataupun sanak keluarga lainnya yang punya dendam kesumat, tidak melihat sosok didepannya yang masih anak-anak.
Jikapun kita mengesampingkan kasus-kasus luarbiasa seperti itu, toh secara umum kehidupan masyarakat kita sedemikiannya beratnya hingga banyak anak-anak yang terpaksa harus hidup di jalanan. Mahalnya biaya pendidikan sudah bukan hal aneh di negeri yang merdeka lebih dari setengah abad ini. Rencana sekolah gratis hanya ramai ketika kampanye pemilu mulai mendekat.

Negara kita benar-benar tertinggal dari yang lain. Malaysia yang tumbuh berkembang bersama kita saja, sudah lama menerapkan sistem pendidikan gratis untuk anak-anak bangsanya. Negara kita jangankan pendidikan gratis, beras pun masih harus impor dari negara lain. Sungguh mengenaskan untuk negara yang luas daratannya berkali-kali lipat dari berbagai negara lain, tapi kehidupannya jauh lebih makmur. Bagaimana anak-anak negeri ini akan cerdas bila untuk sekolah saja sampai setengah mati. Kalaupun ada sekolah yang murah (tetap tidak gratis), tapi kondisinya sangat tragis. Sekolah maupun gurunya seolah tidak pernah lagi ditengok oleh pemerintah. Sangat pasti untuk tidak lulus ujian nasional. Jika sudah demikian apa lagi artinya bersekolah?

Narkoba

Narkoba adalah masalah lain yang juga menjadi ancaman. Pergaulan yang tidak tepat menjadi factor yang sangat mungkin menyebabkan seorang anak dari kalangan manapun untuk masuk dan terjebak dalam lingkaran setan penggunaan narkoba. Anak-anak jalanan yang untuk makanpun kesulitan sama rentannya terhadap narkoba seperti anak-anak orang kaya yang kekurangan perhatian dan kasih sayang orangtua mereka. Pergaulan merupakan salah satu faktor kunci untuk menyebabkan terlibat narkoba. Permasalahan kehidupan adalah pasti ada, namun sejauh mana daya tahan kita terhadap pengaruh negatif pergaulan akan sangat menentukan kearah mana langkah kita selanjutnya.

Anak-anak yang daya tahan mental-spiritualnya lemah akan mudah terjerumus dalam lingkungan yang merugikan. Jika sudah terjadi demikian maka akibatnya akan sangat fatal. Kalaupun berhasil diselamatkan, dampaknya pasti akan tinggal untuk waktu yang sangat lama atau selama akhir masa hidupnya.

Anak-anak adalah harapan masa depan. Setiap orang tua pasti bahagia melihat anaknya yang sukses. Kesuksesan dalam arti yang luas mencakup bidang materil dan spiritual. Setiap kesuksesan yang diraih oleh seorang anak, bukan saja merupakan kesuksesan pribadi dan keluarganya namun juga merupakan kemajuan untuk bangsa. Siapakah nanti yang akan menjadi tulang punggung bangsa ini kalau bukan anak-anak kita?

Kamis, 27 Desember 2007

JIKA SEANDAINYA AHMADIYAH DIBUBARKAN

JIKA SEANDAINYA AHMADIYAH DIBUBARKAN


Baru-baru ini Ahmadiyah kembali menjadi berita. Berbagai media massa menjadikan kasus yang menimpa Ahmadiyah menjadi bahan informasi mereka. Mulai dari yang isinya miring, lurus hingga yang berkelok-kelok, hampir semuanya ada.
Terlepas dari betapa penderitaan para pengikut "aliran sesat" itu akibat keaniayaan yang mereka alami, beberapa kalangan malah menganggap pemberitaan media yang hanya sekedarnya itu sebagai sesuatu yang terlalu dibesar-besarkan. Ada juga yang menyatakan secara langsung bahwa apa yang dialami oleh Ahmadiyah adalah wajar dan tidak salah. PKS malah secara jelas menyatakan bahwa jalan untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan membubarkan Ahmadiyah. Sedangkan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) mengeluarkan pernyataan resmi dalam situs mereka mengenai kasus Ahmadiyah ini dengan isi yang sangat vulgar menentang segala kecaman terhadap aksi dan mendukung segala bentuk penentangan terhadap Ahmadiyah.
Sedih nian nasib para pengikut ahmadiyah. Sudah dianiaya malah disalahkan juga, sudah jatuh tertimpa tangga. Bukannya mendapat belaian kasih sayang sebagai pengobat luka, malah caci dan umpat yang didapat, ibarat seorang anak yang dianaktiri-kan oleh bapaknya.



Beberapa Pertanyaan Kritis
Begitu besarnya hasrat orang-orang itu untuk membuat Ahmadiyah bubar. Seolah bahwa dengan bubarnya ahmadiyah segalanya akan beres. Korupsi, Kemiskinan, Musibah, Bencana dan semua persoalan bangsa lainnya adalah bersumber dari ahmadiyah, sehingga jikalau ahmadiyah dibubarkan, semuanya beres!! Apakah begitu??
Jika tidak, mengapa anda begitu berhasrat agar ahmadiyah dibubarkan?? Ada apa dibalik semua itu? 'Proyek' apa yang sedang kalian pegang hingga demi itu kalian tega mengabaikan rasa kemanusiaan??
Jika memang Ahmadiyah itu begitu melukai hati umat Islam Indonesia, mengapa baru sekarang ahmadiyah diusik? Mengapa tidak sejak 75 tahun yang lalu?? Sejarah membuktikan bahwa mulai timbulnya kegelisahan masyarakat menyangkut masalah Ahamadiyah adalah justru dimulai ketika MUI mulai berfatwa. Sebelum itu, empat puluhan tahun Ahmadiyah hidup rukun, aman, damai dengan segala lapisan masyarakat dimana pun mereka berada.
Lalu jika seandainya Ahmadiyah dibubarkan... apakah kekerasan benar-benar akan berakhir?? Apakah benar itu akan menuntaskan permasalahan Ahmadiyah? Apakah itu akan dapat memupuskan kebencian dan kedengkian orang yang tidak suka dengan Ahmadiyah? Apakah nanti tidak justru akan terjadi sebaliknya, bahwa masa yang brutal semakin menjadi-jadi karena seperti mendapat angin yang lebih kencang untuk maju memberangus warga Ahmadiyah?
Yang ada justru akan menimbulkan serangkaian tindakan kekerasan yang lainnya, baik kepada pengikut Ahmadiyah maupun aliran lain yang dianggap sesat.

Bersikap Bijak: Kenali Musuh Anda
Sekarang ini kondisi umat islam bagai dalam kebingungan. Coba anda layangkan pandangan lebih luas. Tidak semua tokoh Islam di Indonesia dan masyarakat islam di Indonesia membenci Ahmadiyah. Kurang tepat sebenarnya bila pihak penentang Ahmadiyah mengatasnamakan dirinya sebagai mewakili Umat Islam Indonesia. Sebagai contoh sebut saja Cipasung. Pesantren besar basis Nahdiyyin ini hidup rukun dan berdampingan dengan Ahmadiyah selama bertahun-tahun di Singaparna, Tasikmalaya. Atau tanpa menyebut secara detail, kita juga bisa sebutkan disini bagaimana sikap NU dalam pernyataan resminya tentang kasus Ahmadiyah. Belum lagi masyarakat yang anti kekerasan, cinta kedamaian dan kerukunan hidup beragama, baik yang beragama islam maupun tidak. Rasanya jumlah mereka pun tidak kalah banyak dengan masyarakat yang benar-benar anti dengan Ahmadiyah. Silahkan buat pooling yang jujur dan tanyakan apakah anda setuju dengan tindakan kekerasan terhadap ahmadiyah? Janganlah dulu dibawa-bawa masalah akidah.
Saya yakin akan lebih dari 50% masyarakat tidak setuju atau menentang aksi tersebut. Indikatornya sangat jelas, meskipun tanpa pooling seharusnya kita sudah tahu hasilnya. Coba perhatikan oleh anda, berapa banyak masa nahdiyyin atau pencinta Gusdur di Indonesia?? Jawabannya sangat jelas, banyak sekali. Ini artinya banyak sekali orang yang mengikuti cara pandang NU dengan Gusdur-nya. Belum lagi kita menyebut kaum Muhamadiyah yang juga terkenal cukup moderat dengan massa yang tidak kalah banyak.
Jadi, apakah benar bahwa akidah Ahmadiyah ini telah melukai perasaan umat islam Indonesia?? Lalu umat islam yang mana? Sikap kaum nahdiyyin – yang sekarang ini masih menjadi mainstreem – jelas tidak menunjukkan seperti itu. Simak saja pernyataan ketua PBNU Masdar F. Mas'udi (Indo.pos, Rabu 26/12/07). Begitu pula dengan Muhammadiyah.
Lalu siapa sebenarnya yang ingin ahmadiyah dibubarkan dan menganggap itu sebagai solusi jitu? Yang jelas tentu bukan mayoritas umat islam Indonesia seperti yang tercermin dalam hampir semua pemberitaan media massa selama ini. Bahkan sekarang menjadi wajar bila kita mulai berpikir jangan-jangan hanya mitos saja bahwa umat islam Indonesia ingin ahmadiyah dibubarkan.
Celakanya adalah bila ternyata hal ini sudah merupakan kesengajaan atau rekayasa dari suatu kepentingan. Jika tidak, sekarang ini tentu ahmadiyah dan juga warganya seharusnya sudah mendapatkan hak-hak nya sebagai warga negara dengan sewajarnya seperti halnya juga kelompok-kelompok yang lain.
Pertanyaan selanjutnya adalah untuk kita renungkan, Apakah kita masih menganggap ahmadiyah harus dibubarkan sebagai satu-satunya solusi? Atau kita sepakat dengan para nahdiyyin dengan fahamnya yang sangat moderat tentang ahmadiyah? Untuk yang satu ini, saya sendiri memilih yang mayoritas yaitu kaum Nahdiyyin. Bagaimana dengan anda..??
Siapa sebenarnya yang harus diwaspadai? Orang ahmadiyah yang selama ini selalu menjadi korban? Ataukah kelompok-kelompok garis keras yang dengan terus-terang ingin menjadikan negara ini menjadi negara islam? Padahal kita tahu bagaimana nasib mayoritas negara-negara islam yang sudah ada. Negara islam yang mana yang mau dijadikan model?? Mau kemana nasib bangsa ini dibawa oleh mereka jika sekiranya mereka nanti yang berkuasa.
Sudah saatnya kita jeli dalam menentukan sikap. Jangan sampai salah menetukan keputusan. Kenalilah musuh dengan baik. Jangan sampai kita salah membuang amunisi kita untuk sasaran yang tidak jelas. Salah-salah teman sendiri bisa jadi korban.
Buka mata buka pikiran, jadilah orang yang lebih bijak dan cermat.

Selasa, 25 Desember 2007

dari detikcom

http://www.detiknew s.com/index. php/detik. read/tahun/ 2007/bulan/ 12/tgl/25/ time/145529/ idnews/870509/ idkanal/10

25/12/2007 14:55 WIB
Ba'asyir: Bubarkan Ahmadiyah!
Ramdhan Muhaimin - detikcom

Jakarta - Pemerintah diminta bersikap tegas membubarkan organisasi
Ahmadiyah, karena dinilai telah merusak Islam lewat ajaran-ajarannya.
Bila tidak, masyarakat akan semakin membabi buta lewat perusakan rumah
ibadah milik organisasi tersebut.

"Ahmadiyah itu sesat. Itu harus dibubarkan. Karena itu merusak Islam,"
kata Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba'asyir, usai
tabligh akbar di Masjid Baituraahman, Jl Kampung Pulo, Pinang Ranti,
Makassar, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2007) .

Menurut Ba'asyir, tekanan dan kekerasan itu dinilai belum cukup untuk
menggusur Ahmadiyah jika pemerintah belum membubarkan organisasi
tersebut. Warga akan semakin emosional karena tiadanya sikap tegas
pemerintah.

"Pemerintah harus membubarkan, atau warga bertindak sendiri-sendiri, "
seloroh ulama yang sempat dituding sebagai teroris itu.

Disinggung soal tabligh akbar yang ia lakukan bertepatan di hari
Natal, ia mengelak berkomentar. Hanya saja ia menegaskan kembali umat
Muslim dilarang memberi ucapan selamat Natal kepada umat Kristiani.

"Ucapan Natal tidak boleh. Juga tidak boleh mengganggu perayaan
mereka. Kita bisa menghormati keyakinan masing-masing tapi jangan
ucapkan Natal," tegas Baasyir. ( Ari / fay )

__._,_.___

Dimana batas kemanusiaan.... ??

Koran Tempo – Rabu, 19 Desember 2007
Jemaah Ahmadiyah Kembali diserang


Kuningan – Tindakan kekerasn kembali dialami oleh jemaah Ahmadiyah di Desa Manis Lor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Massa yang menamakan diri Koalisi Muslim Kabupaten Kuningan (Kompak) kemarin menyerbu rumah dan tempat ibadah mereka. Sedikitnya 14 rumah dan dua musala milik jemaah Ahmadiyah rusak dalam insiden ini. Hingga kemarin siang, empat penyerang cedera akibat bentrokan dengan jemaah Ahmadiyah yang melawan.
"Jemaah Ahmadiyah memiliki tujuh rumah ibadah di Manis Lor ini," tutur Miftah Hidayat, seorang perwakilan dari Kompak, "Sedangkan yang disegel saat itu baru tiga buah saja."
Karena itu, ia melanjutkan, massa meminta agar seluruh mesjid milik jemaah Ahmadiyah disegel dan para penganut Ahmadiyah kembali ke syariat agama Islam yang benar.
Seperti diketahui, pada Rabu pekan lalu, tiga rumah ibadah milik warga penganut Ahmadiyah telah disegel Pemerintah Kabupaten Kuningan. Penyegelan dilakukan karena mereka dianggap melanggar Surat Keputusan Bersama antara Bupati Kuningan, dan Kepala Departemen Agama Kuningan pada 2004, yang melarang seluruh keegiatan jemaah Ahmadiyah di Kabupaten Kuningan.
Aksi penyerangan kemarin dimulai sekitar pukul 11.30 WIB. Namun, tak lama kemudian aksi tersebut sempat terhenti ketika aparat kepolisian dari Brigade Mobil melemparkan dua gas air mata. Para penyerbu kemudian menggelar salat zuhur berjamaah.
Seusai salat, sekitar pukul 13.00 WIB, mereka memasuki jalan-jalan tikus atau jalan-jalan kecil di samping rumah penduduk. Mereka kemudian melakukan perusakan terhadap sedikitnya 14 rumah milik jemaah Ahmadiyah. Massa juga membakar karpet yang ada di musala Al-Hidayah. Kubah mesjid diambil dan dirusak. Sedangkan di musala At-Taqwa, massa merusak dan mengambil pengeras suara.
Tidak terima dengan semua itu, jemaah Ahmadiyah pun melakukan perlawanan. Tercatat empat penyerang terluka terkena bacokan. Mereka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Kuningan dan Rumah Sakit Wijaya.
Camat Jalaksana Maman Hermansyah menyatakan telah terjadi kesepakatan lagi, yang antara lain berisi penyerangan dihentikan dan jemaah Ahmadiyah diberi waktu sepekan untuk tidak menggunakan mesjid yang telah disegel untuk ibadah. "Jika memang masih digunakan, ormas Islam dipersilahkan untuk merusak rumah ibadah tersebut," tutur Maman.
Tokoh Ahmadiyah Desa Manis Lor, Kulman, saat ditemui sebelum penyerangan, membantah jika dikatakan mesjid yang disegel itu digunakan lagi untuk beibadah. Bahkan ia memohon agar jemaah Ahmadiyah tak diserang lagi. "Kok kami mau beribadah saja susah sekali. Mesjid disegel, diteror tiap malam dan pagi."

* IVANSYAH

Related Post

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...