Tampilkan postingan dengan label cikeusik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cikeusik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Februari 2011

Inilah Jihad Kami

Inilah Jihad Kami

Jika semua yang kami lakukan dalam membela hak kami ini lantas membuat mereka berang, maka kami katakan kami tidak akan mundur. Jika semua yang kami lakukan dalam mempertahankan keyakinan kami membuat mereka beringas, maka kami katakan pada mereka bahwa kami tidak akan takut. Meskipun nyawa taruhannya, kami tidak akan surut.

Inilah perjuangan kami, inilah JIHAD kami.


Yang mulia Rasulullah saw. Mengajarkan kepada kami bahwa mati membela hak dan kebenaran adalah mati syahid yang ganjarannya adalah syurga. Sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Amr ra. : Aku pernah mendengar Nabi Muhammad Saw bersabda, "Orang yang mati karena mempertahankan harta miliknya adalah syahid" (HR. Bukhari).

Inilah jihad kami. Tidak dengan menyerang dan merusak rumah orang lain, tempat ibadah orang lain, menganiaya orang lain atau bahkan menghilangkan nyawanya. Meskipun mereka adalah musuh sekalipun. Itulah yang diajarkan oleh Junjungan kami yang mulia nabi Muhammad saw.. Jihad kami adalah memperjuangkan islam yang damai dan tanpa kekerasan yang telah memikat jutaan hati manusia dari masa ke masa semenjak kedatangan manusia terbaik, Nabi Muhammad Mustafa saw.

Anda katakan agar kami kembali ke jalan yang benar. Lalu jalan mana yang anda maksud? Islam seperti apa yang harus kami ikuti? Apakah kami harus ikut seperti mereka para penyerang itu? Kami jelas menolak. Moto kami “Love for all, hatred for none” yakni “Cinta untuk semua, tiada kebencian untuk seorang pun.” Sungguh sangat mustahil bagi kami menukarkannya dengan jalan kekerasan yang mereka tunjukkan, yang membuat wajah islam beserta pendirinya menjadi sasaran ejekan dan cemooh dari umat-umat lain. Sungguh mustahil meskipun harus dibayar dengan nyawa kami sendiri.

Anda katakan kami telah menistakan agama, menodai agama. Lalu bagaimana dengan para penyerang yang dikatakan oleh semua orang sebagai tidak sesuai dengan ajaran islam? Tidakkah mereka jauh lebih menodai kesucian ajaran agama ini? Tidakkah mereka telah menistakan agama ini dihadapan semua pengikut agama lain? Tidakkah mereka jauh lebih perlu untuk diluruskan?

Akidah kami adalah “Love for all, hatred for none.” Dan sungguh kami tidak keberatan jika kami dikatakan kafir dan murtad karena berpegang teguh kepada ajaran Islam yang damai seperti itu. Anda tidak perlu khawatir akan aksi balas dendam dari kami. Bukan karena kami minoritas, karena jumlah kami tidak pula sedikit, melainkan karena prinsip cinta damai kami yang sangat teguh kami pegang. Kami akan membalas semua kekejian dan kezaliman hanya dengan jalan kesabaran dan do’a. Jika kalian para penyerang hendak takut, maka takutlah dengan do’a kami yang terzalimi!

Keyakinan kami adalah mengikuti petunjuk yang mulia nabi Muhammad saw. bahwa di akhir zaman akan datang nabi Isa dan Imam Mahdi yang wajib diikuti oleh semua umat. Jika kami dikatakan kafir dan murtad karena mengikuti petunjuk baginda nabi saw. tersebut, sungguh kami ikhlas dan ridlo. Dan akan kami pertahankan jalan yang telah kami pilih ini, meskipun nyawa kami menjadi taruhannya.

Inilah jihad kami, inilah perjuangan kami.

Bogor, 11 Februari 2011

Catatan:Tulisan diatas merupakan sebuah manifesto pribadi dari seorang muslim Ahmadiyah berkenaan dengan insiden berdarah “Tragedi Cikeusik”.

Rabu, 09 Februari 2011

Kronologis Cikeusik Menurut Saksi Mata

Jika anda ingin mengetahui kronologis peristiwa Cikeusik yang lebih lugas berdasarkan penuturan langsung para korban dan saksi mata, silahkan simak tulisan berikut ini yang saya ambil dari salah satu blog sahabat.
________________________________

Kisah Heroik Para Ahmadi di Cikeusik
http://isamujahidislam.wordpress.com
Cikeusik, 6 Pebruari 2011 beberapa saudara-saudara ruhani kami pergi ke sana untuk mempertahankan rumah missi milik Jemaat Muslim Ahmadiyah karena beberapa hari sebelumnya sudah ada ancaman massa yang akan menyerang. Penyerangan sudah diprediksikan 99% akan terjadi. Namun mereka sudah siap mental apapun yang terjadi.

Sebelumnya, Mln. Ismail Suparman dan keluarga dipanggil pihak kepolisian untuk meminta perlindungan karena sudah mengetahui akan adanya penyerangan. Jadi tidak berdasar, jika dikatakan bahwa kedatangan para Ahmadi yang akan mempertahankan rumah missi itu yang memprovokasi massa untuk datang menyerbu. Massa berjumlah ribuan tidak bisa dikumpulkan dalam waktu singkat.

Para Ahmadi memahami sabda yang Mulia Rasulullah saw bahwa mempertahankan harta benda dan jiwa raga adalah merupakan salah satu bagian Jihad yang hadiahnya adalah tunai, yaitu Surga.

Para pemuda Ahmadi telah Sampai di lokasi, 07.00 WIB. Awalnya, mereka bersantai, bercanda dan berfoto bersama. Datanglah sarapan pagi, langsung saja disambut dengan gembira.

Dalam keadaan santai itu, mereka dikejutkan dengan kedatangan aparat kepolisian yang jumlahnya cukup banyak. Itu terjadi pukul sembilan atau setengah sepuluh pagi. Anehnya, para polisi yang tadinya terlihat banyak, raib entah kemana. Mereka hanya sedikit bersisa.

Pukul sepuluh pagi, massa yang sangat banyak itu tiba-tiba menyerobot sisa aparat yang jumlahnya tidak seberapa. Tiba-tiba mereka menyerang! Tidak ada mediasi terlebih dahulu! Seakan-akan mereka tidak punya mulut untuk berbicara.


Related Post

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...