Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 November 2009

Label Cloud Cantik Berbasis Flash Animasi untuk Blogger

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani


Merasa penasaran dengan tampilan cumulus tag claud dari WP, saya berusaha mencari-cari petunjuk untuk dapat menerapkannya juga pada template Blogger. Setelah mencari beberapa lama, akhirnya dapat juga wangsit dari mbah google dan dibawa ke tempat Amanda Fazani.

Sabtu, 31 Oktober 2009

Seberapa Cepat Website Anda

Seringkali kita jengkel bila membuka situs yang loadingnya (proses membuka halamannya) lama minta ampun. Udah lama, error lagi! Padahal waktu kita tidak banyak (maklumlah dikejar-kejar biling warnet :p). Biasanya kita akan segera menutup halaman situs itu dan segera mencari situs lain yang isinya sama tapi lebih cepat proses loadingnya.


Senin, 15 Desember 2008

Hal-hal Yang Harus Dihindari Oleh Pemilik Ponsel

Zaman sekarang ini, ponsel memang sudah bukan merupakan benda asing bagi setiap orang. Hanya dalam waktu sekitar 1 dekade, ponsel telah berhasil menjaring seluruh kalangan ekonomi masyarakat dari lapisan atas ke bawah. Ponsel sudah bukan lagi merupakan benda sekunder, tetapi sudah menjadi bagian keseharian bagi masyarakat.

Fungsi ponsel pun menjadi sangat beragam, mulai dari alat komunikasi, sumber informasi, sampai kepada pusat hiburan. Ada orang yang menggunakan ponsel untuk keperluan yang benar-benar penting, seperti bisnis dan ada juga yang hanya sekedar untuk meningkatkan prestise tanpa mengerti kemampuan penuh ponselnya.

Sudah tidak dipungkiri, kalau memiliki ponsel sangatlah mudah caranya. Tapi, bagaimana dengan penggunaannya? Memang, dengan kecanggihan yang ditawarkan, ponsel juga terlihat sangat mudah digunakan. Tapi, apakah "etika" penggunaannya sudah benar? Walaupun, penggunaan ponsel lebih mengarah kepada privasi, tetapi janganlah sampai privasi tersebut mengganggu hak-hak yang juga dimiliki oleh orang lain. Di bawah ini terdapat beberapa etika yang masih sering dilanggar oleh para pengguna ponsel:


1. Berbicara Terlalu Keras
Ponsel sudah memiliki sensor pengeras suara yang baik, jadi tidak perlu berbicara sampai suara anda terdengar semua orang di sebuah halte bus, dalam lift, atau tempat umum lainnya. Dan yang pasti, percayalah...suara anda tidak sebagus itu untuk didengar!!

2. Topik Pembicaraan yang Tidak Seperlunya
Ok, kami tidak butuh mengetahui kalau binatang peliharaan anda sudah bisa melompat-lompat atau bahkan pacarmu sedang berselingkuh dengan temanmu…

3. Secara Kasar Memotong Pembicaraan
Senangkah anda jika tiba-tiba diacuhkan karena lawan bicara anda tiba-tiba mengangkat ponselnya dan berpacaran di depan anda?

4. Ponsel Berdering di Dalam Bioskop
Bayangkan, anda sedang menonton Batman dan tiba-tiba nada dering lagu Britney Spears berbunyi dengan kerasnya? Hmmm…silakan jawab sendiri. Atau lebih buruk lagi, ada yang bergosip ria ketika anda menonton film horor.

5. Ber-SMS Sambil Mengemudi
Apakah mengganggu orang? Hmm...sepertinya tidak. Tapi, apakah "bisa" mengganggu orang? Sangat mungkin. Anda bisa saja dalam sekejap, menciptakan sebuah kecelakaan besar hanya karena ingin mengetik "ok" pada ponsel anda.

6. Ber-SMS Sambil Berbicara
Bayangkan anda sedang bercurhat ria, dan lawan bicara anda justru asik ber-SMS...

7. Ber-SMS untuk Hal Kecil
Ugghhh...sangat boros hanya sekedar untuk mengatakan "hai" kepada teman anda.

8. Nada Dering yang Keras dan Mengganggu
Kami sangat benci dan bosan dengan nada dering dangdut milikmu !!!

9. Lokasi Penggunaan Ponsel
Banyak orang yang menyebalkan justru menerima telpon di tempat yang tidak selayaknya. Contoh: perpustakaan, antrian makan, di dalam busway, dan lain-lain.

Hmmm..sebenarnya masih banyak lagi penyalah gunaan ponsel, seperti: sarana menyebarkan video porno, penggunaan kamera untuk hal tidak senonoh, dan lain-lain. Tapi, yaaa tampaknya ketidak pedulian sudah menjadi bagian dari masyarakat kita dan justru sangat dinikmati. Sungguh menyedihkan kemerosotan moral kita!! Semoga artikel ini, bisa bantu menyadarkan kita semua untuk bersikap lebih baik.

sumber : http://otbusiness.blogspot.com

Selasa, 18 November 2008

Kesalahan Umum dalam Penulisan Esai Bahasa Indonesia

Ada seorang teman bertanya mengenai kaidah penulisan tanda baca yang benar. Saya agak bingung menjawabnya. Selama ini tanpa disadari kita sudah menggunakan hampir semua kaidah-kaidah itu dalam penulisan. Namun, jika harus menerangkan dengan rinci itu hal lain. Dari situ timbul dorongan untuk mencari tahu kaidah dimaksud. Hasilnya dalam waktu relatif singkat, dan tentunya dengan bantuan paman kita semua, paman google, saya berhasil menemukan beberapa artikel bagus..

Tanpa maksud menggurui, saya kutipkan saja isi artikel tersebut.


  1. Partikel –lah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
    Misal:

Bacalah semua perintah dengan teliti sebelum kamu mulai menjawab.

  1. Partikel –pun ditulis terpisah dengan kata yang mendahuluinya, kecuali kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata.
    Misal:

Bukan hanya pemerintah, rakyat pun seharusnya ikut memperkuat ketahanan Negara.

Bandingkan:

Orang tua akan melakukan apapun untuk kebahagiaan anak.

  1. Kata depan di, dari dan ke dipisah dengan kata yangmengikutinya.
    Banyak siswa SPH datang dari daerah-daerah yang jauh.

Semua kegiatan kesiswaan tahun ini dipusatkan di Gym.

  1. Imbuhan ditulis terhubung dengan kata yang mengikutinya
    Misal:

Sebelum dilaksanakan, sebuah kegiatan harus terlebih dahulu direncakan dengan baik.

  1. Ejaan Indonesia biasa menggunakan –i, bukan –y (diari, bukan diary).
  2. Pastikan kalimat Anda mengandung subyek – predikat – (obyek).

Misal:

Tidak pernah terpikirkan olehku untuk memberontak, bahkan ketika orang-orang dan tradisi yang selalu dielu-elukan itu mulai menggerogoti ruang tempat aku menyimpan harapanku, aku tetap tidak berkutik.

Bandingkan:

Sebelum segalanya berubah menjadi kelabu.

  1. Hindari:
    1. kalimat yang panjang dan berbelit-belit.
    2. penggunaan dan, tetapi dan atau di awal kalimat
    3. Kurangi repetisi yang tidak penting
      Misal: Kurasakan saat aku melangkah menuju tempat baru itu perasaanku sangat berbeda dan aku berharap …
    4. penekanan yang berlebihan: sangat bahagia sekali
    5. penggunaan kata yang tidak konsisten: aku atau saya?
      Misal: Ayah merasa bahwa biaya kuliahku bukanlah tanggung jawabnya, melainkan tanggung jawab saya sendiri.
  2. Pilihan kata yang kurang tepat
    Misal:
    Ketika Fu Chin jatuh cinta dengan Niang
  3. Selalu: periksa kamus


Related Post

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...