Jika anda ingin mengetahui kronologis peristiwa Cikeusik yang lebih lugas berdasarkan penuturan langsung para korban dan saksi mata, silahkan simak tulisan berikut ini yang saya ambil dari salah satu blog sahabat.
________________________________
Kisah Heroik Para Ahmadi di Cikeusik
http://isamujahidislam.wordpress.com
Cikeusik, 6 Pebruari 2011 beberapa saudara-saudara ruhani kami pergi ke sana untuk mempertahankan rumah missi milik Jemaat Muslim Ahmadiyah karena beberapa hari sebelumnya sudah ada ancaman massa yang akan menyerang. Penyerangan sudah diprediksikan 99% akan terjadi. Namun mereka sudah siap mental apapun yang terjadi.
Sebelumnya, Mln. Ismail Suparman dan keluarga dipanggil pihak kepolisian untuk meminta perlindungan karena sudah mengetahui akan adanya penyerangan. Jadi tidak berdasar, jika dikatakan bahwa kedatangan para Ahmadi yang akan mempertahankan rumah missi itu yang memprovokasi massa untuk datang menyerbu. Massa berjumlah ribuan tidak bisa dikumpulkan dalam waktu singkat.
Para Ahmadi memahami sabda yang Mulia Rasulullah saw bahwa mempertahankan harta benda dan jiwa raga adalah merupakan salah satu bagian Jihad yang hadiahnya adalah tunai, yaitu Surga.
Para pemuda Ahmadi telah Sampai di lokasi, 07.00 WIB. Awalnya, mereka bersantai, bercanda dan berfoto bersama. Datanglah sarapan pagi, langsung saja disambut dengan gembira.
Dalam keadaan santai itu, mereka dikejutkan dengan kedatangan aparat kepolisian yang jumlahnya cukup banyak. Itu terjadi pukul sembilan atau setengah sepuluh pagi. Anehnya, para polisi yang tadinya terlihat banyak, raib entah kemana. Mereka hanya sedikit bersisa.
Pukul sepuluh pagi, massa yang sangat banyak itu tiba-tiba menyerobot sisa aparat yang jumlahnya tidak seberapa. Tiba-tiba mereka menyerang! Tidak ada mediasi terlebih dahulu! Seakan-akan mereka tidak punya mulut untuk berbicara.
________________________________
Kisah Heroik Para Ahmadi di Cikeusik
http://isamujahidislam.wordpress.com
Cikeusik, 6 Pebruari 2011 beberapa saudara-saudara ruhani kami pergi ke sana untuk mempertahankan rumah missi milik Jemaat Muslim Ahmadiyah karena beberapa hari sebelumnya sudah ada ancaman massa yang akan menyerang. Penyerangan sudah diprediksikan 99% akan terjadi. Namun mereka sudah siap mental apapun yang terjadi.
Sebelumnya, Mln. Ismail Suparman dan keluarga dipanggil pihak kepolisian untuk meminta perlindungan karena sudah mengetahui akan adanya penyerangan. Jadi tidak berdasar, jika dikatakan bahwa kedatangan para Ahmadi yang akan mempertahankan rumah missi itu yang memprovokasi massa untuk datang menyerbu. Massa berjumlah ribuan tidak bisa dikumpulkan dalam waktu singkat.
Para Ahmadi memahami sabda yang Mulia Rasulullah saw bahwa mempertahankan harta benda dan jiwa raga adalah merupakan salah satu bagian Jihad yang hadiahnya adalah tunai, yaitu Surga.
Para pemuda Ahmadi telah Sampai di lokasi, 07.00 WIB. Awalnya, mereka bersantai, bercanda dan berfoto bersama. Datanglah sarapan pagi, langsung saja disambut dengan gembira.
Dalam keadaan santai itu, mereka dikejutkan dengan kedatangan aparat kepolisian yang jumlahnya cukup banyak. Itu terjadi pukul sembilan atau setengah sepuluh pagi. Anehnya, para polisi yang tadinya terlihat banyak, raib entah kemana. Mereka hanya sedikit bersisa.
Pukul sepuluh pagi, massa yang sangat banyak itu tiba-tiba menyerobot sisa aparat yang jumlahnya tidak seberapa. Tiba-tiba mereka menyerang! Tidak ada mediasi terlebih dahulu! Seakan-akan mereka tidak punya mulut untuk berbicara.