Tampilkan postingan dengan label rasulullah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rasulullah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Februari 2011

Sikap Nabi Terhadap Nabi Palsu

Bilapun benar bahwa Mirza Ghulam Ahmad nabi palsu, apakah benar menyerang dan membunuhi pengikutnya adalah ajar Nabi Muhammad saw? Lalu apa yang membuat para penyerang pengikut ahmadiyah menghalalkan perbuatan anarkis mereka? Simak artikel berikut yang ditulis oleh kader muda NU yang setidaknya memberi kita wawasan lebih dalam mengembangkan toleransi yang hampir punah dari negeri ini.


www.tempointeraktif.com
Nabi Palsu, Sikap Nabi, dan Ahmadiyah)*

Rabu, 16 Februari 2011 | 07:12 WIB

TEMPO Interaktif, Pada tahun kesepuluh Hijriah, Nabi Muhammad SAW menerima surat dari seseorang yang mengaku jadi nabi. Namanya Musailamah bin Habib, petinggi Bani Hanifah, salah satu suku Arab yang menguasai hampir seluruh kawasan Yamamah (sekarang sekitar Al-Riyad). Dalam suratnya, Musailamah berujar: “Dari Musailamah, utusan Allah, untuk Muhammad, utusan Allah. Saya adalah partner Anda dalam kenabian. Separuh bumi semestinya menjadi wilayah kekuasaanku, dan separuhnya yang lain kekuasaanmu….”


Jumat, 23 April 2010

Reformasi Menurut Islam

Oleh: Drs. ABD. ROZAQ
=========================================
Sebuah makalah yang disiapkan untuk acara SEMINAR SEHARI REFORMASI MENURUT ISLAM pada hari Ahad, 25 Februari 2001 di Mesjid “THORIK MUHAMMAD” Perigi-Pondokaren, RT 003/03, Desa Perigi, Kec. Pondokaren, Tangerang – BANTEN.
=========================================

إن الله يبعث لهذه الأمّة على رأس كلّ مائة سنة من يجدّد لها دينها
“Sesungguhnya Allah akan membangkitkan untuk umat (Islam) ini pada setiap permulaan seratus tahun orang yang akan memperbaharui (pemahaman) agamanya.” (Abu Daud, 36:1)


Senin, 23 November 2009

Ajaran Islam Tentang Korupsi & Suap Menyuap

Quran surah 2 ayat 189 menyatakan dengan tegas berkenaan dengan segala bentuk suap menyuap:

“Dan, janganlah makan hartamu di antara kamu dengan jalan batil, dan jangan pula kamu serahkan harta itu sebagai suapan kepada para penguasa supaya kamu dapat memakan sebagian harta dengan cara berbuat dosa, padahal kamu mengetahui.”

Rabu, 04 November 2009

Sifat Al-Wali Allah Taala (bagian 2)

Allah Taala mengingatkan kaum mukminin, kaum kafirin maupun musyrikin di dalam Al Qur’an Karim dengan firman-Nya sebagai berikut(*):

 لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِّن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللّهِ إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللّهُ بِقَوْمٍ سُوءاً فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ


yang artinya, ‘Untuk dia, rasul itu, ada pergiliran malaikat-malaikat di hadapannya dan di belakangnya; mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya, Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka. Dan apabila Allah telah berkehendak untuk menghukum suatu kaum, maka tiada yang dapat menghindarkannya, dan tiada bagi mereka penolong selain dari Dia.’ (Surah 13 / Ar Rad : ayat 12)


Related Post

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...