Bilapun benar bahwa Mirza Ghulam Ahmad nabi palsu, apakah benar menyerang dan membunuhi pengikutnya adalah ajar Nabi Muhammad saw? Lalu apa yang membuat para penyerang pengikut ahmadiyah menghalalkan perbuatan anarkis mereka? Simak artikel berikut yang ditulis oleh kader muda NU yang setidaknya memberi kita wawasan lebih dalam mengembangkan toleransi yang hampir punah dari negeri ini.
www.tempointeraktif.com
Nabi Palsu, Sikap Nabi, dan Ahmadiyah)*
Rabu, 16 Februari 2011 | 07:12 WIB
TEMPO Interaktif, Pada tahun kesepuluh Hijriah, Nabi Muhammad SAW menerima surat dari seseorang yang mengaku jadi nabi. Namanya Musailamah bin Habib, petinggi Bani Hanifah, salah satu suku Arab yang menguasai hampir seluruh kawasan Yamamah (sekarang sekitar Al-Riyad). Dalam suratnya, Musailamah berujar: “Dari Musailamah, utusan Allah, untuk Muhammad, utusan Allah. Saya adalah partner Anda dalam kenabian. Separuh bumi semestinya menjadi wilayah kekuasaanku, dan separuhnya yang lain kekuasaanmu….”
www.tempointeraktif.com
Nabi Palsu, Sikap Nabi, dan Ahmadiyah)*
Rabu, 16 Februari 2011 | 07:12 WIB
TEMPO Interaktif, Pada tahun kesepuluh Hijriah, Nabi Muhammad SAW menerima surat dari seseorang yang mengaku jadi nabi. Namanya Musailamah bin Habib, petinggi Bani Hanifah, salah satu suku Arab yang menguasai hampir seluruh kawasan Yamamah (sekarang sekitar Al-Riyad). Dalam suratnya, Musailamah berujar: “Dari Musailamah, utusan Allah, untuk Muhammad, utusan Allah. Saya adalah partner Anda dalam kenabian. Separuh bumi semestinya menjadi wilayah kekuasaanku, dan separuhnya yang lain kekuasaanmu….”