Rabu, 27 Februari 2008
Opini: Tidak Setuju? OK, Tetapi Kenapa Harus Menyerang dan
==========================================================
Tidak Setuju? OK, Tetapi Kenapa Harus Menyerang dan
Merusak?
Dalam hidup kita sering terpaksa melihat yang sangat tidak ingin kita lihat atau mendengar yang sangat tidak ingin kita dengar atau mengetahui bahwa apa yang dikhawatirkan terjadi kemudian terjadi, yang menyebabkan kita menjadi sangat sedih dan gusar.
Itulah yang saya rasakan ketika menyaksikan berita seputar serangan bom teroris di London yang menewaskan banyak orang tidak bersalah pekan lalu, dan kemudian sebuah peristiwa yang diberitakan Liputan 6 SCTV pagi dan Nuansa Pagi hari Minggu yang lalu, yaitu ketika segerombolan orang yang mengaku dari Lembaga Penelitian dan Pengkajian (LPPI) dan Front Pembela Islam (FPI), sebagian masih belia menyerang, merusak dan berusaha membubarkan 'Jalsah Salanah' (pertemuan tahunan) ke 46 Jemaah Ahmadiah Indonesia di kampus gerakan tersebut di Parung, Bogor, hari Jumat lalu, dengan alasan "bertentangan dengan ajaran Islam". Terdengar jelas ada yang berpekik: "Bakar…….bakar!"
"Mereka tidak mengakui Nabi Muhammad dan tidak berkitabkan Al-Quran," demikian kurang lebih ucapan salah seorang penyerang seperti dikutip SCTV.
Memang seperti itu anggapan mayoritas kaum muslimin tentang Jemaah Ahmadiah. Dan seperti itu pula anggapan saya dulu, ketika ikut mengusulkan untuk "mengusir" Nadri Saadudin alias Wan Nadri, seorang mubalih Jemaah Ahmadiah---yang rajin mendakwahkan doktrin-doktrin mereka di sejumlah milis---dari Palanta sekitar 5 tahun yang lalu.
Dan setelah itu saya masih sempat "menyerang" Wan Nadri dan Ahmadiah di Milis FID. Namun setelah masuk ke Prol dan menyaksikan kegigihan dan ketangguhan intelektual Ahmadiah MA Suryawan dan Febrina dalam menangkis distorsi terhadap Islam dan serangan kepada pribadi Nabi, saya secara brangsur menyadari kekeliruan pandangan saya kepada Jemaah Ahmadiah selama ini.
Sekitar satu setengah tahun yang lalu Wan Nadri yang rupanya tidak dendam kepada saya, menjapri saya memberi tahu bahwa beliau dan isterinya merencanakan untuk menunaikan ibadah haji pada musim haji 2004, dan minta dikirimi catatan lengkap perjalanan haji yang saya kirimkan secara bersambung ke sejumlah milis beberapa bulan sebelumnya, karena catatan yang dikoleksinya tidak lengkap. Permintaannya tersebut segera saya penuhi disertai catatan, semoga Wan Nadri dan isteri mendapat haji mabrur.
Tadinya saya akan mengucapkan selamat di milis-milis Wan Nadri biasa mangkal, tetapi saya urungkan. Kenapa? Karena saya khawatir Wan Nadri nanti kenapa-kenapa di Tanah Suci, karena saya tahu para Ulama dan Pemerintah KSA, tidak membenarkan Jemaah Ahmadiah Qadiani untuk menunaikan ibadah haji, dengan kata lain, memasuki teritori KSA [1]
Memang, kebanyakan ulama, termasuk ulama-ulama besar, termasuk Dr Yusuf Qaradhawi yang sangat berpengaruh dan dihormati kaum muslimin 'mainstream' termasuk saya, berpendapat bahwa Jemaah Ahmadiah Qadiani sudah menyimpang dari ajaran Islam, karena mereka mengimani Mirza Gulam Ahmad (MGA) sebagai Nabi, walaupun menurut Jemaah Ahmadiah sendiri Nabi yang tidak membawa syariat sendiri tetapi meneruskan syariat Nabi Muhammad SAW, dan ini berdasarkan penfasiran mereka terhadap Al-Quran bahwa Nabi yang tidak membawa syariat sendiri tidak berakhir sesudah Nabi Muhammad SAW.
Sebagian lain---nampaknya waktu ini minoritas--- termasuk saya, tidak berpendapat mereka bukan Islam, karena pada kenyataannya mereka salat, berpuasa, berzakat dan berhaji tidak berbeda berbeda dengan kaum muslimin lainnya, yang secara eksplisit menyatakan bahwa mereka menjalankan syariat---dengan kata lain mengakui dan mencintai--- Nabi Muhammad SAW, tidak berbeda dengan kaum muslimin lainnya. Demikian pula Al-Quran yang mereka gunakan sebagai sumber keimanan dan amalan mereka, juga tidak berbeda dengan Al-Quran kaum muslimin lainnya, yaitu Al-Quran Rashm Usmani. Soal apakah paham mereka yang mengimani MGA itu seorang Nabi itu diterima Allah SWT atau tidak, tentunya hanya Allah Yang Maha Bijaksana sendiri yang mengetahuinya.
Selain itu itu Jemaah Ahmadiah juga dikenal antikekerasan dan sangat giat melakukan dakwah Islam ke segenap penjuru dunia. Baitul Futuh, masjid megah yang terletak di jantung Kota London berkapsitas 10 ribu jemaah, terbesar di Eropah, yang diresmikan tahun 2003 lalu, dibangun oleh Jemaah Ahmadiah. Tentu saja kiblatnya menghadap ke arah Ka'bah di Makkah Al-Mukarramah. Dengan kapsitas sebesar itu, mustahil kalau yang salat berjamaah di sana, termasuk Salat Jumat, terbatas hanya dari kalangan kaum muslimin Jemaah Ahmadiah saja.
Persoalannya sebenarnya sederhana saja. Kelompok pertama cenderung mengemukakan perbedaan, sedangkan kelompok kedua cenderung melihat persamaannya. Namun seperti saya kemukakan di atas, di kalangan kelompok pertama jelas tidak sedikit memiliki pandangan yang terdistorsi terhadap Ahmadiah.
Dengan demikian bagi kelompok pertama yang tetap berpendapat bahwa Jemaah Ahmadiah menyimpang tentunya sah-sah saja. Apalagi pendapat ini didukung jumhur ulama termasuk MUI, walaupun boleh ikut bangga bahwa ada orang Islam yang memperoleh hadiah Nobel untuk fisika, yaitu Prof Abusalam yang notabene seorang muslim Ahmadiah. Kalau mau disanggah, seyogyanya sanggah saja penfasirannya.
Persoalannya, mengapa harus melakukan serangan fisik, merusak dan berusaha membubarkan acara yang telah mendapat izin aparat keamanan? Tindakan premanisme dan main hakim sendiri ini tidak saja harus dikutuk, tetapi harus ditindak tegas dan tuntas oleh aparat penegak hukum, dan para pelaku, utamanya mereka-mereka yang bertanggung jawab harus dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sekali ini dibiarkan, maka jangan terkejut nanti akan ada korban-korban tindakan anarkis berikutnya dengan dalih yang mereka ditetapkan sendiri.
Karena itu sikap Jemaah Ahmadiah Indonesia untuk tidak menyerah dan melakukan perlawanan hukum terhadap tindakan main hakim sendiri ini sangat tepat dan patut didukung. Apalagi penzaliman terhadap Jemaah Ahmadiah di Republik tercinta ini bukan yang pertama kalinya.
Namun yang lebih gawat, tindakan-tindakan seperti ini hanya akan semakin mencoreng wajah Islam dari sudut pandang orang-orang di luar Islam sebagai agama yang cuma mengemukakan violent, ketidakrukunan dan kebencian, bahkan sesama muslim sendiri. Belum kering rasanya tinta Koran menulis konflik berdarah antara kelompok Sunni dan Syiah di Pakistan muncul pula hal seperti di atas di Indonesia. Sepertinya bencana tsunami dan berbegai kemelut dan derita tak tertahankan yang dihadapi bangsa ini masih dianggap kurang apa?
Karena itu tidak mengherankan, ketika terjadi tragedi pemboman di London, banyak orang---termasuk saya---yang secara otomatis berfikir, ini pasti ulah jaringan Al-Qaidah.
Lalu akbibatnya tidak sulit diduga. Walaupun tudingan keterlibatan Al-Qaidah masih harus diuji kebenarannya, mayoritas kaum muslimin di Inggris atau di negara-negara barat lainnya yang tidak tidak punya sangkut paut dengan terorisme dan berusaha untuk hidup damai sesuai dengan tuntunan Islam yang bersumber dari---meminjam seorang netter di milis Apakabar---'authentic teaching of the Alquran' akan kena getahnya. Dan memang ternyata demikian seperti pemebakaran masjid di Inggris dan serangan terhadap pusat-pusat Islam di Selandia Baru. Belum tahu lagi serangan seperti apa yang akan terjadi di hari-hari berikutnya.
Dan ini hendaknya menjadi perhatian sungguh-sungguh dari seluruh umat Islam utamanya para ulama dan tokoh-tokoh umat, terutama Bapak-Bapak di MUI agar lebih mengemukakan kebersamaan serta bersikap tegas terhadap tindakan-tindakan premanisme atas nama Islam yang justru mencemongi Islam.
Akhirnya saya berharap pendapat saya di atas tidak dijadikan polemik ---dan kalau ada nilainya---menjadi refleksi kita bersama.
Ya, apalah awak ini.
Wassalam, Darwin
PRESS RELEASE (terjemahan bebas) - 27 February 2008
In the Name of Allah, Most Gracious, Ever Merciful.
International Press and Media Desk.
AHMADIYYA MUSLIM ASSOCIATION.
22 Deer Park, London, SW19 3TL.
Tel / Fax (44) 020 8544 7613, Mobile (44) 07795460318
Email: press@ahmadiyya.org.uk
Web: www.alislam.org
27 February 2008
PRESS RELEASE (terjemahan bebas)
Seorang Muslim Ahmadi Dibunuh di Pakistan
Basharat Ahmed Mughal telah dibunuh karena menjadi anggota dari Jamaah Muslim Ahmadiyah
Pada 24 Pebryari 2008 Mr Basharat Ahmed Mughal, 25 thn, anggota Jama'at Karachi telah menjadi ahmadi ke-88 yang syahid di Pkistan sejak 1984. 'Inna lillahi wa inna ilaihi raaji'uun'.
Basharat Mughal adalah ketua Halqa (ranting/kelompok) Manzoor Colony di Karachi, Pakistan. Beliau ditembak mati ketika di perjalanan untuk shalat Subuh. Beliau ditembak berkali-kali di punggung, leher, dan tangan. Menurut surat kabar 'The Dawn' beliau tewas ditempat. Lebih lanjut suratkabar tersebut meyebutkan bahwa kasus tersebut telah dicatat oleh polisi di Kantor Polisi Mehmoodabad dengan tersangka yang tidak diketahui.
Mr Athar Akram Chattha, sahabat almarhum menyatakan:
"Sungguh Basyarat Sahib telah dianugrahi derajat ini (syahid) adalah karena kualitas [akhlaq]nya – sedemikian rupa bahkan orang non-ahmadipun sampai menitikkan air mata haru di atas makamnya. Mereka tak percaya bahwa orang yang begitu lembut, baik hati, selalu siap mengulurkan tangan, penghibur hati dan luar biasa positif secara alami, telah menjadi sasaran kebrutalan semacam itu."
Almahum dimakamkan di Mesjid Bait-ul-Huda yang dibangun atas upaya dan doa yang luar biasa dari almarhum. Belakangan ketika mesjid hampir selesai dibangun, beliau sering terdengar berdo'a bahwa sekarang mesjid sudah dibangun, semoga Allah memenuhinya dengan orang-orang yang beribadah. Selain itu almarhum juga sering terlihat pergi pagi sekali untuk dapat membangunkan yang lain untuk shalat Subuh.
Menanggapi tragedi ini jurubicara Jamaah Ahmadiyah Abid Khan menyatakan:
"Pembunuhan atas Mr Basharat Mugal adalah benar-benar tragedy. Beliau adalah anggota kami yang kami sangat kami kasihi.
Kematiannya adalah hanya karena menjadi anggota yang cinta damai dari Jamaah Ahmadiyah dan ini adalah contoh yang lain dari berbagai kekejaman dan ketidakadilan yang harus dihadapi para anggota jamaah di beberapa Negara seperti Pakistan. Do,a dari setiap ahmadi di seluruh dunia untuk keluarga Basharat Mugal. Semoga Allah memberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.
Di Pakistan para extrimis religious telah terus menerus diceramahi kebencian terhadap Jamaah Ahmadiyah dan kebencian keagamaan inilah yang jadi penyebab terjadinya insiden mengerikan seperti itu terus terjadi.
End of Release
Further Information:
Press Secretary: Abid Khan (07795460318)
Kamis, 21 Februari 2008
Mawar Merah
Assalamu'alaikum
Berikut ini sebuah fakta sain mengenai kebenaran AlQuran serta keangungan Allah Taala.. Semoga menambah keimanan kita..

Gambar ini berhasil diambil oleh Hubble Space Telescope NASA pada tanggal 31 Oktober 1999, sebuah bintang berjarak 3000 tahun cahaya dalam proses hancurnya.
Kita melihatnya kini apa yang telah diucapkan 1400 tahun yang lalu oleh Muhammad SAW, firman Allah dalam Al-Quran :
"Maka apabila langit terbelah dan menjadi MAWAR MERAH seperti (kilapan) minyak. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Al Qur'an, Surah Ar Rahman 37 - 38).
Subhanallah, Maha Suci Allah dan sungguh benar Muhammad adalah Rasul-Mu!.Sungguh benarlah firman-Mu :
" Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?". (AL Qur'an, Surah Al Fushshilat 53)
Gambar diambil dari situs NASA, Astronomy Picture of the Day
a.. "Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi MAWAR MERAH seperti(kilapan) minyak. Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" [QS. Ar-Rahman (55):37-38]
Gambar ini berhasil diambil oleh Hubble Space Telescope NASA pada tanggal 31 Oktober 1999, sebuah bintang berjarak 3000 tahun cahaya dalam proses hancurnya.
Kecerdasan Scholastic vs Kecerdasan Emosional
Berikut ini adalah tulisan yang diambil dari sebuah milis (hasil surfing lah..) cukup bagus buat nambah wawasan. Moga bermanfaat.
-------------------------------------------------------------------------
Aku Biasa - Biasa Aja !
Tahukah anda, apa yang paling dibanggakan orang tua dari anak-anaknya?
Boleh
jadi adalah kecerdasan scholastic, seperti matematika, bahasa,
menggambar
(visual), musik (musical), dan olahraga (kinestetik).
Tetapi, pernahkah kita membanggakan jika anak kita memiliki kecerdasan
moral, kecerdasan intrapersonal, atau kecerdasan interpersonal?
Rasanya jarang, sebab ketiga kecerdasan yang terakhir hampir pasti
uncountable, tidak bisa dihitung, dan sayang sekalin tidak ada
pontennya
(nilainya) di sekolah, karena di sekolah hanya memberikan penilaian
kuantitatif.
Ada sebuah cerita tentang seorang anak, sebut saja namanya Fani
(6,5tahun),
kelas I SD. Ia memiliki banyak sekali teman. Dan ia pun tidak
bermasalah
harus berganti teman duduk di sekolahnya. Ia juga bergaul dengan siapa
saja
dilingkungan rumahnya. Ada satu hal yang menarik saat ia bercerita
tentang teman-temannya.
"Bu, Ifa pinter sekali lho, Bu...! Pinter Matematika, Bahasa Indonesia,
Menggambar....pokoknya pinter sekali....!" katanya santai. Vivi juga
pintar
sekali menggambar, gambarnya bagus ...sekali! Kalau si Yahya hafalannya
banyaaak... sekali!"
Ya memang fani senang sekali membanggakan teman-temannya. Ketika
mendengar
celoteh anaknya ibunya tersenyum dan bertanya, " Kalau mbak Fani pinter
apa?" Ia menjawab dengan cengiran khasnya,"
Hehehe...kalau aku, sih, biasa-biasa saja".
Jawaban itu mungkin akan sangat biasa bagi anda, tetapi ibunya
tertegun,
karena pada dasarnya fani memang demikian. Ia biasa-biasa saja untuk
ukuran
prestasi scholastic.
Tapi coba kita dengarkan apa cerita gurunya, bahwa Fani sering diminta
bantuannya untuk membimbing temannya yang sangat lamban mengerjakan
tugas
sekolah, mendamaikan temannya yang bertengkar.
Bahkan ketika dua orang adiknya, Farah (4,5 tahun ) dan Fadila (2,5
tahun)
bertengkar. Fani langsung turun tangan. "Sudah..! sudah, Dek! sama
saudara
tidak boleh bertengkar, Hayo tadi siapa yang mulai?" Adiknya saling
tunjuk."Hayo, jujur ...Jujur itu disayang Allah..! Sekarang salaman
ya...
saling memaafkan".
Pun ketika suatu hari ia melihat baju-baju bagus di toko, dengarlah
komentarnya!
"Wah bajunya bagus-bagus ya Bu? Aku sebenarnya pengin, tapi bajuku
dirumah
masih bagus-bagus, nanti saja kalau sudah jelek dan Ibu sudah punya
rezeki,
aku minta dibelikan ..."
Ibunya pun tak kuasa menahan air matanya, subhanallah anak sekecil itu
sudah
bisa menunda keinginan, sebagai salah satu ciri kecerdasan emosional.
Saya sebenarnya ingin berbagi cerita tentang ini kepada anda, karena
betapa
banyak dari kita yang mengabaikan kecerdasan-kecerdasan emosional
seperti
itu. Padahal kita tahu dalam setiap tes penerimaan pegawai, yang lebih
banyak diterima adalah orang yang mempunyai kecerdasan emosional
walaupun dari sisi kecerdasan scholastic adalah BIASA-BIASA SAJA.
Kadang kita merasa rendah diri manakala anak kita tidak mencapai
ranking
sepuluh besar disekolah. Tetapi herannya, kita tidak rendah diri
manakala
anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang egois, mau menang sendiri,
sombong, suka menipu atau tidak biasa bergaul.
Maka ketika Fani mengatakan "AKU BIASA-BIASA SAJA", maka saat itu
ibunya
menjawab "Alhamdulillah, mbak Fani suka menolong teman-teman, tidak
sombong,
mau bergaul dengan siapa saja. Itu adalah kelebihan mbak Fani,
diteruskan
dan disyukuri ya..?" Ya... ibunya ingin mensupport dan memberikan
reward
yang positif bagi Fani. Karena kita tahu anak-anak kita adalah amanah
dan
suatu saat amanah itu akan diambil dan ditanyakan bagaimana kita
menjaga
amanah. Sebagaimana doa kita setiap hari agar anak-anak menjadi
penyejuk
mata dan hati.
Sudahkah kita mencoba untuk menggali potensi-potensi kecerdasan
emosional
anak-anak kita? Kalau belum mulailah dari diri kita, saat ini juga.
Source : L. Fini R.A
Procurement Division
Kamis, 14 Februari 2008
Khutbah Huzur tgl 08-02-2008 - Full
Khutbah Huzur tgl 08-02-2008
KHUTBAH JUM'AH HADZRAT KHALIFATUL MASIH V atba.
Tanggal 08 Pebruari 2008 dari Baitul Futuh London U.K.
Alih bahasa : Hasan Basri
VARIASI MISSI HADZRAT IMAM MAHDI a.s.
Hadzrat Masih Mau'ud a.s. bersabda : Kesan-kesan istimewa dari pada doa'-do'a yang dipanjatkan diwaktu percobaan-percobaan tengah berlangsung timbul sangat mengherankan sekali. Sungguh benar bahwa Tuhan kita dapat dikenal melalui do'a-do'a. Ini perkara asas yang sangat dalam sekali untuk dipahami oleh setiap orang mu'min yang sejati. Tanpa memiliki kebiasaan memanjatkan do'a atau kebiasaan merundukkan kepala untuk berdo'a dihadapan Allah swt pengakuan diri sebagai orang beriman sungguh tidak ada artinya. Apa yang Hadzrat Masih Mau'ud a.s telah bersabda bahwa Tuhan kita dapat dikenal dengan perantaraan do'a, itulah sekarang yang harus menjadi keistimewaan setiap orang Ahmadi, memang harus demikian, tidak hanya diwaktu datangnya percobaan-percobaan, bahkan dihari-hari keadaan sedang aman-damai dan tenang-tenterampun senantiasa harus banyak memenjatkan do'a sambil merundukkan kepala dihadapan Allah swt dan sambil menganggap bahwa Dia-lah sumber segala kekuatan, sambil memiliki rasa takut yang sebenar kepada-Nya didalam hati, maka mereka inilah orang-orang mu'min sejati. Dan apabila masa percobaan telah tiba maka iman mereka itu semakin bertambah kokoh dari sebelumnya bahkan semakin melompat setinggi-tingginya. Dan mereka lebih giat dari sebelumnya didalam usaha untuk meraih keridhoan Allah swt. Timbulnya percobaan dan hambatan-hambatan itu sipatnya hanya sementara, tidak membuat hati mereka gentar. Bahkan dengan timbulnya macam-macam percobaan dan hamabatan-hamabatan itu justru menambah mereka semakin giat beribadah kepada Allah swt. Jadi, inilah perobahan (revolusi) yang telah dibangkitkan oleh Hadzrat Imam Mahdi, Masih Mau'ud a.s. didalam jiwa setiap orang Ahmadi. Dan selama keadaan kita tetap bersiteguh seperti itu maka kita akan menjadi para pewaris karunia-karunia Allah swt secara berterusan.
Pada suatu ketika Hadzrat Masih Mau'ud a.s. bersabda: Diantara Doa'a dan tenggang waktu diantara terkabulnya do'a itu kadangakala timbul percobaan secara berturut-turut bahkan timbul juga percobaan yang demikian kerasnya sehingga hampir mematahkan semangat, akan tetapi bagi orang yang tetap teguh dan sabar dalam menghadapi percobaan-percobaan dan kesulitan-kesulitan itu dia dapat mencium aroma pertolongan Allah swt dan ia dapat menyaksikan hal itu dengan pandangan firasatnya. Dan setelah itu barulah pertolongan Tuhan turun kepadanya. Salah satu rahasia yang terkandung didalam turunnya percobaan-percobaan diwaktu itu ialah untuk memicu dia supaya bertambah semangat berdo'a. Sebab semakin keras timbul kegelisahan dan ketegangan perasaan dalam pikiran, semakin keras pula timbul kekhusyuan didalam ruhani secara terus-menerus. Dan hal itu menjadi salah satu sarana terkabulnya do'a. Jadi, janganlah sekali-kali merasa cemas, jangan berprasangka buruk terhadap Tuhan dengan menunjukkan perangai kegelisahan dan ketidak sabaran. Sekali-kali jangan berpikir bahwa do'aku tidak terkabul atau tidak akan terkabul. Prasangka demikian bisa menjadi sebab hilangnya keyakinan bahwa Tuhan Zat Pengabul do'a-do'a.
Sebagaimana telah saya katakan, dari kutipan sabda Hadzrat Masih Mau'ud a.s. kita dapat menyaksikan dengan jelas bahwa bersujud sambil merendahkan diri dihadapan Allah swt satu keistimewaan setiap orang Ahmadi dan sememangnya harus demikian dan setelah melewati hambatan-hambatan sementara dan percobaan-percobaan lainnya iman dan keikhlasan mereka semakin meningkat. Dengan mengutip sabda beliau ini saya bermaksud menjelaskan bahwa dibeberapa negara didunia sudah mulai timbul gerakan usaha untuk melawan dan menyusahkan Ahmadiyah. Disana secara langsung ataupun tidak langsung sedang disusun rencana-rencana untuk menyerang Ahmadiyah. Dan ini merupakan api hasad yang sedang dikobarkan oleh orang-orang biasa, golongan-golongan ataupun oleh pemerintah negara-negara tertentu. Luapan api hasad ini mulanya banyak berkobar dizaman Hadzrat Masih Mau'ud a.s., yang timbul dari dalam maupun dari luar, baik dari orang-orang muslim sendiri maupun dari orang-orang non muslim. Jika hal itu timbul dari pihak non muslim tiada lain sebabnya karena sejak dizaman Hadzrat Masih Mau'ud a.s. mereka tidak dapat menahan perasaan marah melihat kemajuan-kemajuan Islam melalui Jema'at ini, yang akan menang diatas agama-agama lain. Dan jika hal itu timbul dari pihak orang-orang muslim sendiri dan dari pemimpin-pemimpin Islam serta dari para Mullah, karena mereka merasa takut jangan-jangan kedudukan dan kekuasaan mereka akan hilang dan takut para pengikut merekapun akan lari dari mereka kemudian masuk kedalam Jema'at ini. Dan untuk menyelamatkan posisi dan kedudukan mereka itu terpaksa mereka bertekuk lutut dan menyembah-nyembah dihadapan orang-orang non muslim diwaktu itu untuk meminta bantuan dan perbuatan mereka seperti itu tidak dianggap aib oleh mereka. Semoga Allah swt memberi akal kepada mereka dan mengasihani mereka. Orang-orang muslim seperti itu dengan tindakan-tindakan yang mereka lakukan, akibatnya berbalik, tindakan-tindakan itu merugikan mereka sendiri, sebabnya mereka telah melawan Ahmadiyah, Jema'at Allah swt. Mereka telah berusaha melawan taqdir Allah swt tentu mereka sendiri yang hancur binasa. Maka, dengan rasa simpati terhadap mereka disebabkan mereka berpegang kepada kalimah toyyibah, kita harus berdo'a juga untuk mereka supaya mereka mendapat hidayah.
Sambil mengumumkan diutusnya Hadzrat Imam Mahdi, Masih Mau'ud a.s. yaitu yang Allah swt umumkan dengan ayat 4 Surah Jumah :
وَآخَرِيْنَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوْا بِهِمْ
Dan Dia akan mambangkitkannya ditengah-tengah suatu golongan lain dari antara mereka, yang belum pernah bergabung dengan mereka. Dan Dia juga mengumumkan
وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Dan Dialah Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana. Artinya Dia mengumumkan : Akulah Yang Maha Perkasa Yang telah mengutusnya. Tidak ada seorangpun yang akan mampu menghalang-halangi pekerjaan-Nya ini. Dan Dia Hakim, Maha Bijaksana. Dia telah memutuskan bahwa mutiara ajararan Islam hanya dapat diraih dengan jalan menggabungkan diri dengan Masih dan Mahdi ini. Maka sehubungan dengan tugas kita untuk menyampaikan amanat ini kepada dunia sangat diperlukan banyak-banyak berdo'a untuk menghadapi perbuatan hasad dan makar dari orang-orang hasid dan untuk melepaskan diri dari berbagai macam kesulitan yang menjadi percobaan bagi kita.
Pertama-tama di negara-negara mana saja sedang dilakukan penganiayaan terhadap warga Jema'at, kita harus banyak-banyak memanjatkan do'a untuk kekuatan iman mereka disana. Dan rundukkanlah kepala dihadapan Allah swt sambil memanjatkan do'a dan menangis dihadapan-Nya sedemikian rupa, sehingga hasilnya kita bisa segera menyaksikan kemenangan-kemenangan dan kemakbulan do'a-do'a yang kita panjatkan kepada-Nya. Dan orang-orang Ahmadi dimanapun berada diseluruh dunia yang sedang dalam keadaan aman tidak ada sebarang gangguan dan perlawanan yang menyusahkan, mereka harus banyak memanjatkan do'a untuk saudara-saudara Ahmadi mereka yang sedang dalam kesusahan itu. Sebab, telah diberitahukan hadis Rasulullah saw yang menerangkan keistimewaan orang-orang mu'min laksana sebuah jasad, jika terdapat bagian dari jasad kita sedang merasa sakit maka seluruh jasad kita akan merasakan sakit semuanya.
Jadi, siapapun dari antara saudara Ahmadi kita yang sedang menanggung kesusahan, kita anggap hal itu menjadi kesusahan kita sendiri. Bahkan perasaan hati orang-orang Ahmadi begitu sensitive dan sememangnya harus demikian bahwa siapapun diantara manusia yang sedang menanggung kesusahan, mereka harus sama-sama merasakannya. Maka apabila kita dengan perasaan hati yang luluh memanjatkan do'a bagi mereka agar segera terlepas dari percobaan dan kesusahan yang sedang menimpa mereka, maka pastilah Tuhan Yang Mujibud Da'wat akan mendengar do'a-do'a kita sehingga Dia akan menjauhkan semua kesusahan dan keprihatinan mereka itu.
Para penentang Ahmadiyah mengira bahwa semua perlawanan dan perbuatan anarkis yang mereka lakukan akan menghambat dan menghalangi kemajuan Ahmadiyah. Memang jika Ahmadiyah ini sebuah Jema'at ciptaan seorang manusia, maka sejak lebih dari seratus tahun lamanya taufan perlawanan terus berjalan tanpa berhenti, tentu Jema'at ini sudah hancur binasa. Siapa orang Ahmadi yang tidak tahu bahwa di Pakistan disebabkan timbulnya serangan-serangan yang dilakukan dengan hebat oleh pihak lawan telah menjadikan Jema'at disana semakin tumbuh subur, berbunga dan semakin berbuah dengan lebatnya lebih hebat dan lebih banyak dengan cepatnya dari waktu-waktu sebelumnya.
Jadi, kami tidak pernah merasa pusing bahwa perlawanan dan penyerangan dari pihak lawan menjadi penghambat bagi perkembangan dan kemajuan Jema'at Ahmadiyah ini. Sekarang nampaknya di Pakistan sedang hangat dilakukan usaha-usaha berbagai cara melawan Jema'at Ahmadiyah. Memang dimana-mana secara kecil-kecilan juga selalu timbul tindak kekerasan terhadap Jema'at Ahmadiyan, namun sekarang nampaknya diseluruh bahagian negeri itu sedang dilakukan perlawanan dan penganiayaan dengan cepat dan serempak. Dimana terdapat peluang, disana tak segan-segan mereka membawa kasus tuduhan dusta tentang Ahmadiyah kepengadilan.
Beberapa hari yang lalu seorang anak Ahmadi berumur tiga belas tahun dibawa ke pengadilan oleh seorang polisi. Seorang Maulvi melaporkan kepada polisi bahwa anak itu telah memukuli seorang maulvi lain. Sedangkan maulvi yang katanya telah dipukuli itu justru menolak bahwa ia tidak pernah dipukul oleh anak itu. Jadi nyatalah bahwa tindakan seorang maulvi itu semata-mata perbuatan nakal yang dibuat-buat, sehingga katanya orang itu telah dipukuli sampai babak-belur (sampai parah sekali), sehingga ia harus masuk hospital (rumah sakit). Seorang maulvi muda yang kuat bagaimana dipukuli oleh seorang kanak-kanak umur tiga belas tahun sampai babak belur dan iapun tidak melawan. Maksud dari kejadian dibuat-buat ini tiada lain agar ditimbulkan rasa takut sedemikian rupa didalam benak generasi mendatang, yakni jika anak ini tetap bertahan juga sebagai orang Ahmadi, jangan sampai dia menjadi orang yang aktif.
Merekapun berpikir, bahwa dengan cara menutup izin untuk mengadakan Jalsa Salana dan melarang kegiatan-kegiatan lainnya untuk Tarbiyyat anak-anak remaja yang biasa diselenggarakan di Rabwah mereka pikir telah berhasil untuk melemahkan Ahmadiyah sehingga mereka menjadi pasiv tidak mempunyai sebarang kegiatan. Menurut pikiran mereka jika perlakukan kekerasan seperti itu ditingkatkan lagi maka Tarbiyyat anak-anak remaja Ahmadi menjadi mundur dan lemah, akhirnya mereka akan menjauh dari Jema'at.
Sebetulnya orang-orang yang buta akal seperti itu tidak tahu bahwa pelita yang dinyalakan oleh Tuhan sendiri tidak mungkin akan padam dengan tiupan mulut mereka itu. Berapa banyaknya surat-surat datang setiap hari kepada saya dari anak-anak muda Jema'at di Pakistan, yang ditulis dengan perasaan yang seakan-akan mereka terbenam didalam keikhlasan dan kesetiaan yang merupakan bukti nyata bahwa mereka telah memenuhi janji-janji mereka dengan mengatakan : Kami tetap bersedia untuk mengurban jiwa-raga harta waktu dan kehormatan kami demi tetap berdirinya Khilafat Ahmadiyah. Mereka melakukan pengurbanan dan setiap sa'at akan terus melakukan pengurbanan untuk selama-lamanya. Sebetulnya musuh-musuh Jema'at tidak akan mampu menghambat atau membendung pekerjaan Jema'at kita.
Maka barangsiapa yang mempunyai hubungan erat dengan Khilafat, sesungguhnya karena dia telah mengikat hubungan dengan Hadzrat Masih Mau'ud a.s. Dan timbulnya hubungan dengan Hadzrat Masih Mau'ud a.s. disebabkan adanya hubungan dengan Hadzrat Rasulullah saw. Sedangkan Hadzrat Rasulullah saw adalah zat perantara untuk sampai kepada Allah swt. Maka orang-orang ang mempunyai hubungan erat dengan Allah swt dan imannya sangat kokoh-kuat kepada-Nya, apakah ancaman-ancaman dan teriakan-teriakan seperti suara keledai bisa membuat mereka menjadi takut dan gentar?? Tidak!! Sama sekali tidak!!
Maka, wahai para Pemuda Ahmadiyah!! Jalinlah terus hubungan dengan Allah swt se-erat mungkin, sebab cara itulah sebagai ciri khas atau keistimewaan seorang Pemuda Ahmadiyah!! Dan itulah keistimewaan seorang lelaki Ahmadi dan itulah keistimewaan seorang wanita Ahmadi dan inilah keistimewaan seorang anak Ahmadi.
Demikian juga di Hindustan (India) ditempat mana tinggal orang-orang Islam sebagai majority (mayoritas) para Mullah disana melakukan tindak kekerasan dan penganiayaan terhadap orang-orang Ahmadi. Orang-orang Islam demikian hanya nama saja sebagai orang-orang muslim. Seorangpun diantara mereka tidak ada yang tahu sembahyang dan tidak pula tahu mengucap dua kalimah syahadah, apa lagi membaca Kitab Suci Al Qur'an, mereka buta sama-sekali. Mereka hanyalah tahu mengatakan : " kafir bukan orang-orang Islam" terhadap orang-orang Ahmadiyah. Disana mereka menyebarkan ancaman-ancaman kepada para Muballighin kita. Maka, sebagaimana telah saya katakan kita jangan berhenti, terus bekerja melaksanakan apa yang telah diwajibkan atas kita semua. Dan tundukkanlah kepala dihadapan Allah swt sambil memanjatkan do'a kepada-Nya untuk menghadapi semua ancaman dan tantangan mereka itu. Semoga Allah swt menempatkan kita semua dibawah naungan perlindungan-Nya. Dan sekarang ini timbul semakin meningkat perlawanan dan tantangan dengan gigihnya terhadap Ahmadiyah, sebenarnya mereka tengah didesak dan dipicu oleh berkobarnya api hasad dan cemburu social yang menyembur dari dalam hati mereka yang sudah sangat panas. Dan juga disebabkan genapnya seratus tahun Khilafat Ahmadiyah semenjak wafat Hadzrat Masih Mau'ud a.s. bahwa menurut anggapan mereka, kita ini sudah hampir mau dihancur-leburkan semuanya, namun sekarang kata mereka, Ahmadiyah malah akan mengadakan pesta seratus tahun berdirinya Khilafat Ahmadiyah. Jadi hati mereka semakin gerah hampir meletup kepanasan. Jadi dengan adanya perlawanan yang bertubi-tubi memberikan bukti nyata kepada kita bahwa Jema'at Ahmadiyah, dengan karunia Allah swt, sedang berderap maju diatas jalan kemajuan dan kejayaan.
Tentang Indonesia
Sejak beberapa tahun yang lalu para penentang Ahmadiyah di Indonesia sedang mengadakan serangan dan penganiayaan dengan sangat keras. Banyak rumah-rumah orang Ahmadi dijarah, dibakar dan dihancurkan, Masjid-masjid mereka dihancurkan dan dibakar, pemerintah disana juga mula-mula mendukung orang-orang yang menamakan diri mereka ulama dan pemimpin umat, karena takut kepada mereka. Atau mungkin dibeberapa daerah dimana banyak terjadi kerusuhan anti Jema'at, pemerintah daerah disana juga disebabkan takut kepada kelompok yang menamakan diri ulama mendukung mereka juga. Bagaimanapun sejak beberapa lama karena melihat pengaruh para ulama yang perlu mereka pertimbangkan, pemerintah daerah juga mulai menentang Jema'at dan disebabkan pemerintah daerah disana telah memberi berbagai macam peringatan terhadap Jema'at kita, pemerintah pusat turun tangan untuk memecahkan masalah mereka itu. Kamudian mereka mengeluarkan perjanjian bersama yang beberapa hari kemudian isi perjanjian itu dimuat didalam surat-surat khabar, namun tidak semuanya, sebagian dimuat sebagian ditinggalkan. Kerananya perjanjian itu tidak dapat dipahami secara sempurna. Tentang mana sudahpun saya membicarakannya didalam khutbah-khutbah Jum'at yang lepas. Bagaimanapun berita-berita yang diterbitkan didalam surat-surat khabar itu dapat dijumpai didalam internet juga. Barangkali setelah membaca khutbah saya yang lalu, beberapa orang Ahmadi yang tidak mengetahui keadaan sebenarnya, mereka telah menyatakan tidak tahu masalah yang sebenarnya kepada saya. Untuk menghapus fitnah ini jika kami harus memprcayainya juga tidak ada halangan apa-apa. Karena itu ia telah menulis dengan mengatakan saya tidak tahu pasti tentang itu. Atau kami tidak tahu jalan yang mana yang baik bagi kami untuk diikuti. Sebagai contoh salah satunya ia telah menulis : Hadzrat Rasulullah saw juga telah mengakui diwaktu terjadi perjanjian Hudaibiyah bahwa perkataan Rasulullah dihapus dari dalam perjanjian itu. Sekarang yang menjadi soal pertama sekali adalah : siapa yang telah menghapus perkataan itu ? Hadzrat Rasulullah saw sendirilah yang telah menghapusnya. Sedangkan Hadzrat Ali menolaknya sambil berkata : Ya Rasulallah !! Hal ini tidak bisa saya terima !
Perjanjian Hudaibiyah
Sebagaimana telah saya katakan, Rasulullah saw sendiri menghapus perkataan itu dengan tangan beliau sendiri dan bersabda : Mereka tidak percaya bahwa saya ini seorang Rasul Allah. Oleh sebab itu saya hapus perkataan itu ! Akan tetapi orang-orang yang percaya kepada beliau sebagai Rasul Allah, mereka tidak berani berbuat apa-apa. Hadzrat Rasulullah saw juga karena memahami perasaan mereka tidak mengeluarkan sebarang perintah untuk melakukan hal itu.
Jadi, bukanlah pekerjaan kita untuk melakukan kemunafikan atau menunjukkan kelemahan iman dan membuat suatu keputusan yang merendahkan kedudukan Hadzrat Imam Mahdi, Masih Mau'ud a.s. demi menyenagkan hati mereka itu. Kita menganggap dan mempercayai Hadzrat Mirza Ghulam Ahmad Qadiani a.s. sebagai Masih Mau'ud dan Mahdi Mau'ud. Jika kita melepaskan diri dari pendirian ini maka sedikitpun kita tidak mempunyai nilai apa apa disis Tuhan. Dengan melepaskan diri dari pendirian ini maka sedikitpun kita tidak mempunyai hakikat apa-apa disisi Tuhan. Keindahan kita terletak pada kedudukan sebagai anggauta dari pada Jema'at Hadzrat Masih Mau'ud a.s. dengan penuh keyakinan kepada Masih Mau'ud yang telah melenyapkan kegelapan dengan cahaya yang terang-benderang. Pendirian dan penda'waan kita dizaman kegelapan ini adalah Hadzrat Masih dan Mahdi telah membukakan pintu rahasia dan hakikat kalimah toyyibah dan kalimah syahadat kepada kita. Dan telah menyinari kalbu-kalbu kami dengan nur yang sejati dari padanya. Hadzrat Masih dan Mahdi inilah yang telah mengajarkan kepada kami cara-cara untuk berjumpa dengan Allah swt sesuai dengan ajaran Kitab Suci Al Quran. Hadzrat Masih dan Mahdi sebagai Asyiq Shadiq Rasulullah saw inilah yang telah mengajar kami untuk tenggelam didalam kecintaan terhadap Nabi Suci Muhammad saw. Apakah kepada Hadzrat Masih dan Mahdi yang Nabi Muhammad saw sendiri telah memberi nama Masih dan Mahdi dan beliau sendiri memanggilnya "Mahdi kami", kita tinggalkan menyebut beliau sebagai Masih dan Mahdi hanya disebabkan timbulnya kesusahan sedikit saja atau karena hanya untuk menyenangkan hati mereka yang menamakan diri ulama? Apakah Masih dan Mahdi yang ditunggu-tunggu itu dan sekarang telahpun datang dengan tanda-tandanya yang dijanjikan sudahpun sempurna dan penda'waannya juga sudah diumumkan dan semua tuntutan situasi dunia telah terpenuhinya, setelah menyaksikan hal itu semua disebabkan takut kepada ancaman manusia walaupun Rasulullah saw telah memberi nama kepada orang yang ditunggu-tunggu itu Masih dan Mahdi, akan tetapi demi menyenangkan hati orang-orang dunia, sekalipun kami telah lama menggabungkan diri dengan orang-orang yang telah beriman kepada beliau, kami harus menyebut nama beliau dengan nama yang lain ? Dan sebagai imbalannya kalian harus membatalkan rencana serangan yang akan kalian lakukan kepada kami jangan diteruskan? Apakah setelah menyaksikan terjadinya gerhana bulan dan matahari dengan memberi nama yang lain selain dari Masih dan Mahdi akan menganggap sesuai nama itu dengan terjadinya tanda yang agung itu ? Ataukah, na'udzubillah Allah swt telah memberi kesaksian yang dusta ? Apakah kita harus menyatakan dusta kepada nubuatan Al Qur'anul Karim yang telah sempurna pada zaman sekarang ini ? Apakah disatu pihak setelah kita bai'at kepada beliau, mempercayai beliau sebagai Utusan Allah swt, dipihak lain lagi kita menganggap tidak benar kepada ilham beliau dimana Allah swt telah memberi khabar suka seperti berikut dibawah ini :
اِنَّ اْلمَسِيْحَ اْلمَوْعُوْدَ الَّذِيْ يَرْقُبُوْنَهُ وَاْلمَهْدِيَّ اْلمَسْعُوْدَ الَّذِيْ يَنْتَظِيْرُوْنَهُ هُوَ اَنْتَ
Artinya : Sesungguhnya Masih Mau'ud dan Mahdi Mas'ud yang ditunggu-tunggu adalah engkau sendiri.
Kemudian berfirman lagi :
وَلاَ تَكُوْنُوْا مِنَ اْلمُمْتَرِيْنَ
Artinya : Maka janganlah engkau menjadi salah seorang yang ragu.
Berdasarkan semua perkara yang telah diuraikan diatas ini, kerana melihat situasi, setelah menjadi pengamal semua yang telah diuraikan sebelumnya diatas, demi situasi, apakah kita masih dapat dikatakan sebagai orang Ahmadi ? Jadi, ingkar kepada Masih dan Mahdi tentu menjadi ingkar kepada Ahmadiyah juga. Dan tidak akan ada seorang Ahmadipun yang sanggup memikul tanggung-jawab seperti itu.
Perjanjian bersama yang telah ditanda-tangani oleh kedua belah pihak antara Pemerintah dan Orang-orang Ahmadi yang telah dimuat didalam Surat-surat Kabar, telah memberi kesempatan kepada orang-orang Jema'at Lahore juga untuk ikut gaduh dalam pertentangan itu. Dikalangan mereka timbul juga emosi perlawanan dan tuduhan palsu sehingga perkara yang sudah basipun dimunculkan kembali. Dan mereka telah menerbitkan berita bahwa orang-orang Ahmadiyah sudah merubah pendirian mereka. Yang dimaksud oleh mereka tiada lain bahwa mereka merasa telah menang dalam pernyataan palsu da'wa mereka, dan mengatakan, sekarang orang-orang Ahmadi Qadiani juga sudah mengakui, na'udzu billah (kita berlindung kepada Allah), bahwa Hadzrat Masih Mau'ud a.s. bukan Nabi, melainkan Mujaddid dan Mursyid saja.
Mengapa perkara itu timbul? Pertama, karena Pengurus Jema'at Ahmadiyah Indonesia yang telah mengirim sebuah Panitya untuk mengadakan pembicaraan dengan Pemerintah Indonesia, diadalam hati mereka sedikitpun tidak ada pikiran untuk mengingkari Hadzrat Mirza Ghulam Ahmad Qadiani a.s. sebagai Masih, Mahdi atau Nabi. Dan seorang anggautapun tidak akan ada yang berpikir seperti itu. Dengan karunia Allah swt Jema'at Indonesia dari segi keikhasan dan kesetiaan merupakan sebuah Jema'at yang maju dan salah satu Jema'at paling terdepan. Pengurbanan harta dan jiwa-raga yang mereka serahkan demi Jema'at menunjukkan bukti yang nyata bagi keikhlasan dan kesetiaan mereka terhadap Jema'at. Tidak nampak sedikitpun kekurangan didalam keikhlasan dan kesetiaan mereka.
Jadi, hal ini merupakan tuduhan yang salah terhadap Jema'at Indonesia dan memang tuduhan pasti akan terus ada, jika mereka telah menunjukkan kelemahan iman demi mendapatkaan faedah yang sifatnya sementara. Pernyataan yang telah ditandatangani yang telah diambil oleh Pemerintah, didalamnya terdapat beberapa bahagian yang susunan perkataannya tidak jelas. Dengan menyetujui pernyataan itu tidak berarti bahwa seorang Ahmadi telah menunjukkan kelemahan imannya.
Jadi, tidak ada sebarang tuduhan terhadap seseorang Ahmadi bahwa ianya telah menunjukkan kelemahan imannya. Dan beliaupun (Amir Indonesia) telah menjelaskan pernyataannya demikian didepan saya baik didalam pesannya yang dikirim kepada saya maupun didalam suratnya yang dikirim kepada saya. Akan tetapi secara pasti dan jelas memang tidak dicantumkan perkataan Masih dan Mahdi. Sehingga juru pemberita surat-surat kabar mendapat peluang untuk memutar balik fakta kemudian hasil reka-yasa mereka itu dimuat didalam media surat kabar yang sedikitpun pendapat mereka seperti itu tidak terlintas didalam pikiran seorang Ahmadi. Bagaimanapun orang-orang dari Jema'at Lahore telah mengambil kesempatan untuk memetik berita itu lalu disulut dan dibesar-besarkan.
Ketika telah saya uraikan dengan jelas didalam Khutbah Jum'ah yang lepas dan pendirian kita itu telahpun dimuat didalam surat-surat khabar (yang merupakan satu kebaikan dari pihak Surat Kabar itu), namun masih juga para pengikut Jema'at Lahore itu bersikeras dan mereka membuat kegaduhan sehingga mereka menelepon kepada Seksi Press kita di London sambil mengatakan : Sampai sekarang kami belum juga merasa jelas tentang pernyataan itu yang masih semrawut.
Sesungguhnya mereka tidak akan merasa puas kecuali jika Tuhan menghendaki untuk memberi kepuasan kepada mereka. Jika mereka tidak mau mendengar dan bersedia menerima pendapat seseorang, maka manusia tidak akan mampu memberi kepuasan kepada mereka. Bagaimanapun apa yang hendak kita jelaskan sudah dijelaskan kepada mereka.
Seruan Kepada Jemaat Lahore
Sekarang saya ingin mengatakan kepada orang-orang Jema'at Lahore : Takutlah kalian kepada Tuhan dan tengoklah nubuatan-nubuatan Hadzrat Rasulullah saw dan tekunilah baik-baik ilham-ilham Hadzrat Masih Mau'ud a.s. kemudian periksalah keadaan sendiri, apakah pendirian Hadzrat Masih Mau'ud a.s. ada pada kalian, apakah kalian sedang melangkah menuju kemajuan-kamajuan yang telah dijanjikan? Apakah dengan menganggap Anjuman lebih tinggi kedudukannya dari pada Khilafat kalian mampu memancangkan bendera Islam dan Ahmadiyah diseluruh dunia? Apakah kalian telah berusaha mengibarkan bendera itu dengan rasa tanggung-jawab terhadap sesuatu? Atau apakah kalian mendapat bahagian dari keimanan terhadap Hadzrat Mirza Ghulam Ahmad Qadiani sebagai Masih Mahdi dan Nabi? Dan kalian mengakui kebenaran Nizam Khilafat sesudah beliau? Sedangkan orang-orang yang telah mengikuti bai'at kepada Khilafat telah mampu menyebarkan amanat Ahmadiyah yaitu Islam hakiki sampai ke 189 negara didunia. Apa yang telah kalian lakukan? Apakah kesaksian Tuhan secara amaliah tertumpu kepada orang-orang yang beriman kepada beliau sebagai Nabi ataukah kepada orang-orang yang beriman kepada beliau hanya sebagai guru atau sebagai mursyid atau sebagai mujaddid saja?
Maka, sekarang dengan perasaan takut kepada Tuhan akhirilah perpisahan ini sampai disini. Dan tengoklah bagaimana sabda Hadzrat Masih Mau'ud a.s. tentang diri beliau sendiri. Kalian-pun menerbitkan buku-buku beliau itu, mencetaknya juga dan mendapat taufiq untuk membacanya juga dan mendapat taufiq untuk memahaminya juga. Bukalah Al Qura'an dan bacalah sendiri bagaimana firman Allah swt tentang orang-orang yang beriman kepada sebagian dari padanya dan mengingkari sebagian lagi dari padanya.
Hadzrat Masih Mau'ud a.s. pernah bersabda : Tidak menjadi syarat untuk membuat nubuatan harus menerima khabar dari Tuhan dan tidak menjadi syarat untuk menjadi Nabi harus ada syari'at. Hanya dengan perantaraan kecintaan sejati kepada Tuhan pintu perkara-perkara yang ghaib akan terbuka. Apabila saya sampai sa'at ini telah menerima seratus lima puluh lebih nubuatan dari Tuhan dan telah menyaksikan dengan jelas kesempurnaannya dengan mata kepala sendiri, maka bagaimana saya bisa menolak diri saya disebut Nabi atau Rasul ? Dan selama Tuhan telah memberi saya nama Nabi dan Rasul, bagaimana saya harus menolaknya ? Atau saya harus takut kepada manusia menggunakan nama yang telah diberikan Tuhan itu kepada saya? Saya bersumpah atas nama Tuhan Yang telah mengutus saya, orang yang mengada-ada atas nama-Nya adalah laknat ! Dialah Yang telah mengutus saya sebagai Masih Mau'ud. Sebagaimana saya beriman kepada ayat-ayat suci Qur'an Karim demikian juga tanpa perbedaan sebesar zarrahpun saya beriman kepada wahyu yang sungguh-sungguh sangat jelas yang telah turun kepada saya. Yang kebenarannya secara mutawatir (secara terus-menerus) telah terbuka kepada saya. Dan saya sambil berdiri didalam Baitullah berani bersumpah bahwa wahyu suci yang turun kepada saya adalah kalam dari Tuhan Yang sama Yang telah menurunkan Kalam-Nya kepada Hadzrat Musa a.s, Hadzrat Isa a.s. dan kepada Hadzrat Nabi Muhammad saw. Bumi dan langit juga telah memberi kesaksian kepada saya. Demikian juga langit telah berbicara untuk saya dan bumi juga bahwa saya ini Khalifatullah. Akan tetapi sesuai dengan nubuatan-nubuatan, pasti (penda'waan ini) akan di-ingkari juga. Sebabnya ialah diantara mereka yang hatinya tertutup mereka tidak akan menerimanya. Saya tahu bahwa Tuhan akan mendukung saya, sebagaimana Dia senantiasa mendunkung Rasul-rasul-Nya. Tidak akan ada yang mampu menandingi saya. Sebab mereka tidak menerima dukungan dari Tuhan. Ditempat mana saja saya telah mengingkari kenabian dan kerasulan hanyalah dalam arti bahwa saya bukan seorang pembawa syari'at secara mustakil (langsung tanpa perantara Nabi sebelumnya) dan bukan pula saya seorang Nabi secara mustakil (di-utus langsung tanpa melalui ajaran Nabi sebelumnya). Melainkan dalam arti bahwa saya setelah memperoleh berkat-berkat ruhani dari Rasul Jungjunanku yang saya ikuti dengan patuh ta'at saya mendapatkan sebutan untuk diri saya sebagai Rasul dan sebagai Nabi, tanpa membawa sebarang syari'at baru dan dengan perantaraannya saya memperoleh ilmu tentang yang ghaib. Dengan kedudukan seperti itu saya tidak pernah mengingkari disebut Nabi. Bahkan dengan arti seperti itulah Allah swt memanggil nama saya Nabi dan Rasul. Jadi sekarangpun saya tidak mengingkari diri saya sebagai Nabi dan Rasul dalam arti yang sama seperti itu. Maka, setelah diterangkan begitu jelasnya, apakah masih juga ada keraguan?
Setelah Hadzrat Masih Mau'ud a.s. menerima perintah dari Allah swt apa yang beliau katakan tentang diri beliau, dengan jelas beliau mengumumkan : Saya adalah Nabi.
Dengan ribuan adab dan hormat saya berkata kepada sudara-saudaraku yang telah sesat dari jalan yang lurus : Marilah Saudara-saudaraku !! Masuklah bersama-sama kami untuk membangkitkan revolusi ruhani (perubahan ruhani besar-besaran) dimuka bumi. Allah swt telah mengutus Hadzrat Mirza Ghulam Ahmad Qadiani sebagai Masih Mau'ud dan Mahdi Mau'ud dan sebagai Nabi Zilli (Nabi Ummati). Beliaulah Masih dan Mahdi yang kedudukannya sebagai ghulam (hamba) dari pada Hadzrat Rasulullah saw yang akan menyebarkan amanat ajaran Islam keseluruh pelosok dunia, bahkan telah berhasil menyebarkannya kseluruh dunia. Yang kepadanya Allah swt telah berfirman dengan ungkapan yang sangat jelas sekali bahwa sekalipun ditengah-tengah perlawanan yang keras Dia telah mengumumkan : "Aku akan sampaikan tabligh engkau kesegenap penjuru dunia" Sekarang hanya orang-orang yang percaya kepada beliau sebagai Nabi dan bergabung dengan Khilafat setelah beliau yang menyaksikan sempurnanya wahyu ini. Amanat ini sekarang sedang menggema sampai ksegenap penjuru dunia melalui media electronik (MTA).
Jadi, sekarang perkara itu semualah yang meyakinkan bahwa beliau adalah Masih dan Mahdi. Dan Allah swt sendiri untuk mendukung Nabi-Nya ini sedang memperlihatkan mu'jizat-mu'jizat dalam menyampaikan amanat-Nya itu. Dan tidak ada sebarang kekuatan dunia yang bisa menghalanginya. Dan pernyataan Allah swt dengan firman-Nya : Aku akan sampaikan tabligh engkau kesegenap penjuru dunia. Didalam firman-Nya ini mengandung amanat bagi kita bahwa didalam melaksanakan amanat itu akan timbul banyak hambatannya, akan bertiup taufan perlawanan yang keras, kobaran api akan melambung menyala-nyala disebelah kanan dan kiri kita, pemerintah-pemerintah juga akan berusaha mengeluarkan banyak hambatan. Akan tetapi Allah swt Yang Aziz dan Ghalib memberi ketenteraman dengan firman-Nya : Hai Masih dan Mahdi ! Aku berikan ketenteraman kepada engkau dan kepada orang-orang yang beriman kepada engkau juga bahwa engkau datang dari pada-Ku dan engkau sedang berjuang untuk menyebarkan amanat-Ku ! Oleh sebab itu Aku telah memutuskan bahwa dukungan dan pertolongan-Ku senantiasa bersama engkau. Dan dengan tegas Aku katakan bahwa Aku akan sampaikan tabligh engkau kesegenap penjuru dunia.
Disatu tempat untuk memberi ketenangan Allah swt berfirman kepada beliau melalui ilham :
لاَ تَخَفْ اِنَّنِيْ مَعَكَ وَمَشْيِنَا مَشْيِكَ اَنْتَ مِنِّيْ بِمَنْزِلَةٍ لاَ يَعْلَمُوْنَ اْلخَلْقُ وَجَدْتُكَ مَا وَجَدْتُ اِنِّيْ مُهِيْنٌ مَنْ اَرَادَ اِهاَنَتَكَ وَاِنِّيْ مُعِيْنٌ مَنْ اَرَادَ اِعَانَتَكَ اَنْتَ مِنِّيْ وَسِرُّكَ سِرِّيْ وَاَنْتَ مُرَادِيْ وَمَعِيْ اَنْتَ وَجِيْهٌ فِيْ حَضْرَتِيْ اِخْتَرْتُكَ لِنَفْسِيْ
Artinya : Janganlah engkau takut ! Sesungguhnya Aku bersama engkau dan Aku berjalan menyertai engkau. Martabat engkau disisi-Ku tidak diketahui oleh siapapun diantara manusia. Aku dapatkan engkau apa yang Aku dapatkan. Sesiapa yang hendak menghina engkau akan Aku hinakan-nya dan sesiapa yang hendak menolong engkau Aku akan menjadi Penolong-nya. Engkau adalah milik-Ku dan rahasia engkau adalah rahasia-Ku dan engkau adalah yang Aku maksud dan engkau bersama-Ku dan engkau disisi-Ku. Engkau orang terhormat disisi-Ku. Aku telah pilih engkau untuk Diri-Ku.
Jadi, orang yang telah diberi ketenangan dalam menghadapi sesuatu yang menakutkan, telah ditegaskan kepadanya untuk diberi dukungan-Nya, sudah diumumkan baginya, sesiapa yang akan menolongnya ianya akan ditolong-Nya, telah diumumkan pula baginya, sesiapa yang hendak menghina dan menentangnya akan dihinakan dan disengsarakan-Nya, orang yang telah dimasukkan kedalam kelompok orang-orang pilihan-Nya yang khas, untuk orang yang beriman kepadanya-pun tidak ada alasan untuk merasa gentar dan takut. Tidak perlu merasa takut dan cemas dari kesulitan dan kesusahan apapun karena hal itu hanya sementara.
Peristiwa Uhud
Didalam peristiwa Perang Uhud, sekalipun orang-orang beriman sudah dalam keadaan sangat terdesak, dan telah banyak menelan kerugian jiwa-raga dan harta, mereka tidak memberi kesempatan kepada musuh untuk mengalahkan mereka. Akhirnya merekalah yang mendapat mahkota kemenangan sambil meneriakkan suara dengan keras "Allhu 'Ala wa Ajal!" Maka sekarang juga apabila Allhu 'Ala wa Ajal telah mengumumkan hal-hal tersebut diatas untuk kekasih yang mencintai-Nya, maka kita yang beriman kepada-Nya, apa perlunya kita merasa takut kepada kesulitan-kesulitan ataupun ancaman-ancaman mereka yang sifatnya sementara ini ?
Beberapa hari yang lalu pernah terjadi pula beberapa kekhawatiran bagi orang-orang Arab (di Timur Tengah), diantara mereka orang-orang Ahmadi dan juga orang-orang Arab non Ahmadi yang simpatic dan yang memiliki rasa cinta terhadap Islam juga. Mereka merasa khawatir kareana atas desakan beberapa Pemerintahan Arab kepada pemilik satelit tayangan chanel (saluran) baru MTA 3 Al Arabiyya yang difocuskan khas kepada beberapa negara Arab (di Timur Tengah) telah ditutup disebabkan beberapa pemerintahan Negara-negara Arab, para Mullah yang pada takut kepada Kristen, sambil memandang kepada orang-orang Ahmadi, dan disebabkan berkobarnya api hasad didalam hati mereka juga terhadap Jema'at Ahmadiyah. Dan oleh karena tanpa menghiraukan factor akhlaq dan tanpa pemberitahuan sebelumnya saluran itu telah ditutup maka baik orang-orang Arab Ahmadi maupun orang-orang Arab non Ahmadi telah mengirimkan banyak sekali surat-surat kepada saya maupun kepada Pengurus MTA dan mereka mengatakan bahwa perbuatan itu perbuatan zalim. Tanpa pemberitahuan sebelumnya saluran ini telah ditutup? Dalam menjawab surat-mereka itu saya katakan kepada mereka : Sabarlah, insya Allah swt akan diusahakan supaya saluran ini dapat dimulai lagi secepat-cepatnya.
Dari khutbah saya hari ini tentu mereka sudah ma'lum apa penyebab ditutupnya saluran itu. Pemerintah-pemerintah yang tunduk kepada perbuatan munafiq, karena takut kepada kekuatan manusia dan disebabkan perasaan hasad juga telah berusaha untuk memblokir (menutup) saluran ini. Dinegara-negara Arab banyak padri-padri Kristen sedang melancarkan serangan-serangan terhadap Islam, dan Jema'at Ahmadiyah melalui MTA sedang giat menjawab serangan-serangan mereka itu, oleh sebab itu mereka juga memberi tekanan-tekanan supaya saluran MTA ini ditutup, kalau tidak MTA ini akan memberi pengaruh buruk terhadap orang-orang Kristen. Bagaimanapun akibatnya, mereka harus berurusan dengan Allah swt. Mereka dengan mengatas-namakan diri kepada Tuhan telah melakukan permusuhan terhadap orang-orang Tuhan. Mereka menganggap bahwa semua sumber kekuatan ada ditangan mereka. Akan tetapi Dia Yang Aziz, Tuhan Pemilik semua kudrat dan kekuasaan telah mengumumkan bahwa :
وَمَكَرُواْ وَمَكَرَ اللّهُ وَاللّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِيْنَ
Artinya : Dan mereka juga membuat rencana dan Allah pun membuat rencana. Dan Allah adalah sebaik-baik Perencana. (Al Imran : 55)
Dizaman Al Masih pertama juga telah dibuat banyak rencana. Karena itu didalam ayat ini telah diumumkan. Dan dizaman ini juga telah dibuat berbagai macam rencana untuk melawan Al Masih Muhammadi (yakni Masih Mau'ud a.s.) Akan tetapi Allah swt telah memberi ketenteraman hati kepada beliau dan para pengikut beliau. Jadi, peristiwa yang sedang kita hadapi, kita harus berusaha untuk mengantisipasinya. Hal itu semata-mata pekerjaan Allah swt untuk Al Masih-Nya. Dengan cara bagaimana Allah swt membuat perencanaan-Nya sehingga manusia tidak dapat membayangkan sebelumnya. Dan bagaimana Allah swt telah memberi pertolongan dalam hal ini? Untuk beberapa jam atau barangkali untuk satu hari saja lamanya saluran ini sudah ditutup. Bagaimanapun, hari ini juga Dia telah mengatur jalan lain sebagai gantinya bagi kita. Akan tetapi usaha yang pihak musuh lakukan untuk menutup saluran ini, sebagai gantinya Allah swt telah menghubungkan kita dengan seorang pengusaha satelit di Eropah yang sebelumnya juga pernah kita usahakan, namun pada waktu itu pesanan cukup ramai sehingga kita tidak dapat memperolehnya. Namun setelah terjadi pemblokiran ini Allah swt sendiri telah mengaturnya untuk kita sebagai gantinya. Satelit sebelumnya yang telah mereka tutup itu jangkauannya tidak begitu luas hanya sampai kepada beberapa negara Arab saja. Sehingga tidak dapat menjangkau negara Marokko dan beberapa negara lainnya yang sangat mendambakan MTA ini. Namun Satelit yang baru sebagai gantinya ini dapat menjangkau banyak sekali negara-negara hingga sampai kenegara Marokko itu dan beberapa negara lain disekitarnya. Sehingga keperluan mereka dapat dipenuhi. Alhamdulillah !!
Jadi, tengoklah ini semua pekerjaan Allah swt!! Dia, Tuhan Yang sangat tepat memenuhi janji-janji-Nya. Sekarang juga hambatan-hamabatan sedang berlaku dan akan berlaku terus. Akan terjadi serangan-serangan dari pihak musuh-musuh dan orang-orang hasad terhadap Jema'at . Namun seorang Ahmadipun tidak boleh merasa kecil hati dan putus asa atas serangan-serangan itu. Sudah sering saya katakan bahwa, sambil menyaksikan serangan-serangan mereka itu orang mu'min harus lebih banyak bersujud memanjatkan do'a dihadapan Allah swt. Jadi, tingkatkanlah semangat berdo'a kepada Allah swt. Jagalah sembahyang baik-baik dan penuhilah kewajibannya dengan teratur dan berilah perhatian untuk melaksanakan sembahyang nafal juga. Sebab dengan perantaraan do'a-do'a dan ibadah-ibadah itulah Allah swt menolong kita untuk menyempurnakan maksud-maksud kita. Jangan dibiarkan bibir-bibir anda berhenti bergerak untuk berzikir kepada Allah swt. Melalui gerakan-gerakan bibir itulah pintu-pintu kemenangan akan terbuka bagi kita. Insya Allah! Jadi, itulah nuktah dasar yang harus selalu diingat setiap waktu oleh setiap orang Ahmadi.
Sebagaimana telah saya jelaskan sebelumnya bahwa sekarang dengan genapnya seratus tahun Khilafat Ahmadiyah, orang-orang Ahmadi sedang membuat program-program untuk merayakannya. Karena perasaan hasad (iri-hati) musuh-musuh Jema'at, mereka sedang membuat rencana untuk menyerang bahkan sedang melakukan serangan-serangan lebih hebat dari yang telah mereka lakukan sebelumnya. Dalam emosi hasad itu mereka akan menimpakan berbagai macam kesusahan dan kesulitan kepada kita karena mereka pikir, mengapa khilafat sudah dirampas dari tangan kami? Orang-orang (Ahmadi) ini sedang meni'mati khilafat, sedangkan mereka sendiri tidak. Dan orang-orang (Ahmadi) ini dengan kompak terikat dalam persatuan dan kesatuan yang kokoh-kuat, sedangkan mereka tidak kompak demikian.
Para penentang (orang-orang muslim) telah menzahirkan pengakuan mereka secara terbuka bahwa mereka tidak akan dapat memperoleh kemajuan dan kemenangan tanpa berpegang kepada nizam (sistim) khilafat. Dan mereka telah menulis bermacam-macam ide dan pendapat mereka tentang khilafat sehingga memnuhi lembaran-lembaran surat-surat kabar dan majalah-majalah. Hampir setiap ari selalu dimuat karangan-karangan tentang khilafat didalam media cetak. Sebagai contoh sebuah kutipan dengan ini akan saya bacakan :
Mufti Muhibur Rahman telah mengemukakan pendapatnya bahwa : Tidak ada sebarang nizam (di-dalam Islam) lebih besar dari pada Nizam Khilafat Islamiyah 'ala Minhaajin Nubuwwat. Bagaimana mungkin bentuk nizam yang agung ini dapat ditegakkan tanpa berhimpunnya ummat Islam diatas satu flatform yang sama. Dan keadaan ummat Islam sendiri yang sedang berlaku pada sa'at ini telah membuat mereka terlepas dari berkat khilafat ini. Dan dalam keadaan seperti ini mereka harus melakukan perbuatan yang sama seperti diwaktu mereka berusaha mendapatkan negara Pakistan melalui pengurbanan yang sangat besar. Dan pengurbanan umat Islam pada waktu itu diberikan untuk mendapatkan negara yang bebas dan merdeka.Waktu itu menurut rencana akan mendapatkan satu negara merdeka dimana mereka akan menegakkan Negara Islam, yang kemudian telah zahir bahwa negara ini telah berdiri dibalik tabir penipuan. Dia sendiri mengakui keadaan demikian.
Selanjutnya dia mengatakan bahwa : Rahasia untuk keutuhan dan kebaikan secara langgeng ummat Isalm terletak pada kesepakatan, persatuan, dan sistim Khilafat Islamiyah 'ala minhaajin nubuwwah. Demikian pernyataan sang Mufti itu.
Alangkah baiknya jika orang-orang ini meninggalkan perasaan igonya dan mau tunduk kepada pendapat orang ! Dan mereka tidak melihat bahwa Imam Mahdi yang mereka tunggu-tunggu itu sudah datang, dan didalam riwayat-riwayat lain telah disebutkan pula bahwa apabila Imam Mahdi sudah datang maka khilafatpun akan berdiri. Sekarang Imam Mahdi sudah datang dan dengan perantaraan beliu sekarang Khilafatpun sudah berdiri pula. Sebarang Nizam Khilafat baru tidak akan dapat didirikan lagi sekalipun mereka berusaha keras untuk itu.
Muslim Community condemns reprint of Danish cartoons
International Press and Media Desk
AHMADIYYA MUSLIM ASSOCIATION
22 Deer Park, London, SW19 3TL.
Tel / Fax: +44 020 8544 7613
Mobile: +44 07795460318
Email: press@ahmadiyya.org.uk
13 February 2008
PRESS RELEASE
MUSLIM COMMUNITY CONDEMNS REPRINTING OF DANISH CARTOONS
The Ahmadiyya Muslim Community strongly condemns news from Denmark that a series of caricatures which caused a great deal of controversy two years ago have been reprinted. Such caricatures are extremely hurtful to all peace loving Muslims and not just those fanatical extremists who have tarnished the image of Islam.
Let there be no doubt that such caricatures are extremely provocative and inflammatory.
The Danish newspapers have allegedly justified their actions on the basis of defending their right to 'freedom of speech'. However such vulgarity regarding any sacred person of any religion can never be justified. Freedom of expression is not a licence to forget about the heartfelt sentiments of people.
Those who have allowed these cartoons to be published ought to be in no doubt that there actions will cause anguish to millions of people around the world.
The Press Secretary of the Ahmadiyya Muslim Community, Abid Khan said:
"Muslims regard the Holy Prophet Muhammad (peace be upon him) as the most excellent model of virtue and dignity in the history of mankind. And thus these images are utterly offensive to any Muslim and indeed to any person who cares for the feelings of others.
The journalists involved know very well the reaction these cartoons caused two years ago. And thus by reprinting them they know that they are likely to cause severe distress to many millions of people around the world. What then can be the benefit of displaying such vulgar images?
It is reported that the Danish authorities have apprehended three persons in respect of a plot to harm one of the journalists involved with the original cartoons. If the Danish authorities are correct then we wholly condemn the motives of those three people as their actions can never be justified. However neither can the subsequent response of those Danish news editors who have allowed these hurtful repellent images to be publicly displayed once again."
The Ahmadiyya Muslim Community has spread throughout the world by adhering to its message of "Love for All, Hatred for None". It is hoped that this message is taken to heart by all people no matter what their colour, creed or religion. By printing these cartoons certainly those responsible have not followed this message of love but have in fact taken the opposite path.
It is further hoped that this sad episode does not result in the violent reaction that was witnessed two years ago. As Muslims we defend the honour of the Holy Prophet Muhammad (peace be upon him) through our words and through our prayers and not through senseless violence that is never justified.
End of Release
Abid Khan (Press Secretary, Ahmadiyya Muslim Community) For further information please contact as above.
Rabu, 13 Februari 2008
PRESS RELEASE (Terjemahan), 9 February 2008
In the Name of Allah, Most Gracious, Ever Merciful
International Press and Media Desk AHMADIYYA MUSLIM ASSOCIATION
22 Deer Park, London, SW19 3TL.
Tel / Fax 020 8544 7613 Mobile 07795460318
9 February 2008
PRESS RELEASE (Terjemahan)
IMAM JAMA'AT MUSLIM AHMADIYYAH SEDUNIA BERBICARA mengenai PENINDASAN & PENGANIAYAAN secara GLOBAL
Y.M. Hadhrat Mirza Masroor Ahmad aba. menyatakan bahwa tidak akan ada orang Ahmadi yang pernah bersetuju untuk merubah kepercayaan dan keimanan mereka.
Berbicara dalam pidato mingguannya (Khutbah Jum'at 8-2-2008), Y.M. Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, Pemimpin/Imam Jama'at Muslim Ahmadiyyah Sedunia telah berbicara mengenai diskriminasi yang dihadapi oleh anggota-anggota Jama'at di beberapa Negara di dunia.
Hudzur aba. memulai khutbahnya dengan mengingatkan kepada para anggota Jama'at bahwa pada saat-saat mendapatkan kesulitan maka seseorang yang memiliki iman yang sejati tidak akan pernah berputus asa, tetapi kenyataannya adalah ia akan menjadi lebih dekat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Jamaat Ahmadiyyah telah mendapatkan penganiayaan dan penindasan sejak didirikannya, namun baru-baru ini terlihat bahwa di beberapa negeri perlakuan buruk terhadap Jama'at itu telah bertambah-tambah. Berbicara mengenai hal ini, Hudzur bersabda:
"Penyebab bahwa kami itu mendapatkan penganiayaan dan penindasan adalah karena perasaan terbakar rasa cemburunya pada pihak-pihak yang memusuhi. Orang-orang yang Non-Muslim tidak tahan untuk melihat Islam sukses dan berjaya, sementara itu di dalam masyarakat Muslim luas para Kiyai atau Mullah merasa takut kalau-kalau para pengikutnya akan menyadari kebenaran Ahmadiyyah dan yang akibatnya mereka itu akan lari dari para Mullah ini."
Adalah suatu kebenaran yang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Jama'at Ahmadiyyah ini sudah maju dengan pesatnya dalam pandangan orang-orang yang memusuhi itu, selama sepanjang sejarah ini. Kekuatan dari Jama'at adalah selalu berada di dalam kesatuan. Memang Hudzur Yang Mulia memperbandingkan Jama'at ini dengan sebuah tubuh pisik di mana jika bahkan jika ada satu orang yang menderita maka seluruh tubuh itu akan merasakan rasa sakitnya. Dengan kesatuannya yang sempurna seperti inilah maka Jama'at Ahmadiyya itu akan selalu dan terus berkembang dan maju sehingga konsekwensinya adalah bahwa berbagai dan bermacam rintangan apa pun yang dilakukan oleh para penyerang tidak akan pernah bisa menembus apalagi merusak dinding dari Jama'at Ahmadiyyah.
Jama'at mendapatkan penganiayaan dan penindasan di Pakistan sejak dari awal mulanya sekali, betapa pun dalam kenyataannya adalah bahwa Jama'at Ahmadiyyah itu telah ikut memainkan peranan yang amat menonjol di dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Islam ini. Hudzur aba menyebutkan betapa kekejamannya ini yang masih terus berlangsung bahkan sampai hari ini pun; beliau bersabda:
"Di mana mereka mendapatkan kesempatan maka tuduhan palsu dihadapkan kepada orang Muslim Ahmadi di Pakistan. Baru-baru saja ada seorang anak laki-laki yang baru berumur 13 tahun telah ditangkap atas dasar tuduhan palsu bahwa ia itu telah memukuli tubuh seorang Maulvi! Betapa tidak masuk akalnya tuduhan semacam itu? Bagaimana seorang anak kecil dapat menganiaya seorang yang dewasa sedemikian rupa sehingga Mullah ini harus dimasukkan ke rumah sakit. Tujuan dari kekejaman mereka ini adalah untuk menakut-nakuti generasi muda kami sedemikian rupa agar anak-anak ini melepaskan keimanan mereka. Betapa pun demikian saya menerima banyak-banyak surat dari para pemuda ini yang bersumpah demi Allah bahwa mereka ini bersedia untuk mengorbankan waktu mereka, harta milik mereka, kehormatan mereka, bahkan jiwa mereka demi untuk Jama'at Ahmadiyyah."
Hudzur Yang Mulia juga berbicara mengenai penganiayaan dan penindasan di India dan di dunia Arab. Di India para pengurus Jama'at secara terus menerus mendapatkan berbagai ancaman. Sementara di dunia Arab, beberapa Pemerintahan dari Negara-negara tertentu, tidak mampu untuk melihat kesuksesan Ahmadiyyah; saluran televisi 'MTA Al-Arabia', ditutupnya. Bagaimana pun juga, insiden ini sebenarnya memberikan sebuah jalan peluang untuk suksesnya Jama'at, karena sebagai akibat dari pencekalan tersebut maka kontrak telah dibuat dengan perusahaan yang lain, sehingga cakupan siaran satellitenya sekarang menjadi bertambah luas dan sudah berkembang dan mencapai negeri-negeri lainnya seperti Marocco.
Jamaat Ahmadiyyah juga mengalami penderitaan untuk selama beberapa tahun ini. Rumah-rumah dan mesjid-mesjid dibakar atau dihancurkan dan anggota-anggota Jamaat mendapatkan serangan. Baru-baru ini sebuah gerakan dilancarkan yang berusaha untuk melarang Jama'at Ahmadiyyah oleh Negara, namun gerakan ini pada akhirnya tidak disetujui oleh Pemerintah. Meskipun demikian, sebuah surat kabar harian setempat mencetak ceritera yang memuat bahwa alasan dari Pemerintah memilih untuk tidak melarang Jama'at adalah dikarenakan ada kesan bahwa Jama'at ini sudah merubah beberapa pokok keimanannya. Ini adalah sama sekali tuduhan yang tidak benar yang dibuat terhadap Jama'at. Mengkomentari atas tulisan ini Yang Mulia bersabda:
"Jama'at Ahmadiyyah beriman dan percaya bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian adalah benar Al-Masih Yang Dijanjikan dan Al-Mahdi (Orang yang mendapat petunjuk). Kami tidak akan pernah menyimpang dari keyakinan ini karena keindahan dari Jama'at itu adalah didasarkan atas kepercayaan dan keimanan ini bahwa Pendiri dari Jama'at ini adalah benar Al-Masih Yang Dijanjikan dan Al-Mahdi yang telah dinubuatkan oleh Y.M. Nabi Suci Muhammad saw."
Mengikuti artikel dari surat-kabar tersebut di atas beberapa orang-orang non-Ahmadi Muslim tertentu dan anggota-anggota Jama'at Lahore merayakan apa yang mereka lihat akan adanya perubahan di dalam kepercayaan dari Jama'at Ahmadiyyah. Tetapi isi dari artikel surat kabar tersebut dengan segera ditolak oleh Jama'at dan atas creditnya itu surat kabar yang bersangkutan telah menerbitkan sebuah pernyataan yang memberikan klarifikasi atas masalah tersebut pada tanggal 23 January 2008.
Yang Mulia Hudzur aba menutup khutbahnya dengan menyatakan bahwa jika ada terdapat kesan bahwa Jama'at Indonesia telah melemah dikarenakan menghadapi penindasan maka yang demikian itu sama sekali tidak pada tempatnya. Tidak ada anggota Jama'at yang memiliki keraguan sedikit pun mengenai kedudukan status dari Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. Sebagaimana Hadhrat Masih Mau'ud sendiri menulis, statusnya sebagai seorang Nabi yang tidak membawa Syariat adalah diberikan kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, jadi tidak ada orang atau pun organisasi/institusi apa pun yang dapat mengambil jubah ini dari beliau.
Adalah satu ajaran mendasar dari Islam bahwa agama itu adalah urusan untuk setiap individu / pribadi orang untuk menentukannya sendiri dengan bebas merdeka, dan tanpa ada pemaksaan. Pelaksanaan ibadah agama seseorang, selama hal itu tidak mengganggu atau merugikan hak-hak dari orang lainnya, maka ini adalah hak azasi dari setiap manusia. Hak-hak inilah yang tidak diberikan kepada orang-orang Muslim Ahmadi, namun walaupun demikian para anggota Jama'at itu haruslah selalu ingat bahwa kekejaman yang sedemikian itu tidak akan dapat mengganggu kejayaan dan kesejahteraan dari Jama'at Ahmadiyyah.
Akhir dari Press Release
Abid Khan (Press Secretary, Ahmadiyya Muslim Community)
Senin, 11 Februari 2008
-----------------------------------------------------------------------
SIFAT BERDASARKAN GOLONGAN DARAH
Kalo di Jepang, ramalan ttg seseorang lebih didasarkan pada golongan darah, daripada zodiak atau shio. Katanya sih golongan darah itu kan ditentukan berdasarkan protein-protein tertentu yang membangun semua sel di tubuh kita, maka paling masuk akal, kalo golongan darah menentukan sifat2 kita.
SIFAT SECARA UMUM :
A : terorganisir, konsisten, jiwa kerja sama tinggi, tapi selalu cemas (soalnya perfeksionis) yg kadang bikin org kesel
B : nyantai, easy going, my pace, bebas dan paling menikmati hidup
O : berjiwa besar, supel, gak mau ngalah, gak suka yg mendetil
AB: unik (terkadang lain sendiri), banyak akal, berkepribadianganda (soalnya kadang A kadang B sih)
Yg paling gampang ngaret soal waktu :
1 B
2 O
3 AB
4 A (shinkansen pasti gol darahnya A semua :-p)
Yg paling susah mentolerir kesalahan org :
1 A (perfeksionis sih)
2 B
3 AB
4 O (yg paling berjiwa besar ... katanya loh)
Yg paling bisa dipercaya :
1 A ( Emang paling bisa dipercaya!!!! ^------^)
2 O
3 B
4 AB
Menurut survey, gol darah yg paling dipengenin jadi temen :
1 O (orangnya sportif)
2 A
3 AB
4 B (mood2an, suka ngaret lagi)
Kebalikan, temen yg paling disebelin :
1 B (egois dan my pace)
2 AB (muka dua sih :-p, padahal baik hati loh)
3 A
4 O (gak mo ngalah)
MENYANGKUT OTAK DAN KEMAMPUAN :
Yg paling gampang nyasar
1 B (terfokus sama satu hal aja yg menarik buat dia, makanya sering gak ngeh ama sekitar :-p)
2 A
3 O
4 AB
Yg paling banyak meraih medali di olimpiade olah raga :
1 O (jago olahraga)
2 A
3 B (kalo udah konsen, gak terpengaruh pressure dari sekitar hampir seluruh atlet judo, renang dan gulat jepang bergoldar B)
4 AB (paling payah kalo udah soal OR)
Yg paling banyak jadi direktur dan pemimpin :
1 O (berjiwa leadership dan suka tantangan)
2 A
3 B
4 AB
Yg jadi PM jepang rata2 bergoldar :
1 O (berjiwa pemimpin sih)
Mahasiswa Tokyo Univ pada umumnya bergol darah :
1 B
Yg paling gampang nabung :
1 A (teratur sih)
2 O
3 AB
4 B (siapa yaaa yg tiap tgl tua bangkrut mulu ; -p)
Yg paling kuat hitung menghitung (berdasarkan data lomba nasional menghitung di jepang) :
1 B (soalnya kalo udah konsen, yg dikepala cuma yg lagi dikerjain)
Yg paling kuat ingetannya :
1 O
2 AB
3 A
4 B
Yg paling cocok jadi MC :
1 A (kaya planner berjalan sih)
MENYANGKUT KESEHATAN :
Yg paling panjang umur :
1 O (gak gampang stress, antibody nya paling joss!) --yippiiiie...^-^v
2 A
3 B
4 AB
Yg paling gampang gendut
1 O (nafsu makan gede, makannya cepet lagi) -- hohoho
2 B
3 A
4 AB
Paling gampang digigit nyamuk :
1 O (darah nya oishii(manis) rasa strawberry kali yaa :-p) <@_@
Yg paling gampang flu/demam/batuk/pilek
1 A (lemah terhadap virus dan pernyakit menular)
2 AB
3 O
4 B
Action pas acara makan2 di pesta :
O (banyak ngambil protein hewani. pokoknya daging2an)
A (ngambil yg berimbang. 4 sehat 5 sempurna :-p)
B (yg paling banyak ngambil yg banyak kandungan airnya spt soup fruits drinks )
AB (mesti dicicipin semua sebisa mungkin, gak mau rugi :-p)
Yg paling cepat botak :
1 O (what?? Y,Y)
2 B
3 A
4 AB
Yg tidurnya paling nyenyak dan susah dibangunin :
1 B (gempa skala 4.5 juga masih ngorok katanya)
2 AB
3 A
4 O
Yg paling cepet tertidur
1 B (pas lagi boker juga bisa tertidur katanya :-p)
2 O
3 AB
4 A
Penyakit yg mudah menyerang :
A :susah stress, tapi hati2 dengan kanker dan penyakit menular melalui virus
B :lemah terhadap virus, hati2 dg virus2 berbahaya
O :pencernaan kurang bagus, gampang sakit perut
AB :hati2 sama kanker. mudah jantungan dan kagetan
Diet yg dianjurkan (buat yg pengen diet) :
A: perfeksionis! nyantai aja tapi yg pasti, terlalu ketat nanti malah gak ada hasil!
B :susah konsen, makanya olahraga yg bisa sambil nonton TV
......................... end