Rabu, 26 Oktober 2016

MENGAPA SAYA PERCAYA KEPADA ISLAM?

Oleh: Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad ra
Penerjemah: M. A. Suryawan

Saya diminta untuk menyatakan mengapa saya percaya agama Islam. Ketika pertanyaan ini ditanyakan pada diri saya sendiri, jawaban yang ada adalah, untuk alasan yang sama mengapa saya percaya pada hal-hal lainnya, sebab itu semua adalah kebenaran. Jawaban yang lebih rinci menurut pendapat saya adalah doktrin utama dari semua agama adalah keberadaan Tuhan dan hubungan manusia dengan Dia, jadi agama yang sejati adalah yang dapat mewujudkan suatu hubungan hakiki antara Tuhan dengan manusia, dan adanya kebenaran atas suatu keyakinan adalah benar-benar merupakan suatu alasan yang berharga untuk mempercayai kebenaran.
Islam menyatakan bahwa Pencipta alam semesta ini adalah Tuhan yang hidup dan Dia menyatakan diri-Nya kepada makhluk-Nya pada zaman ini dengan cara yang sama sebagaimana Dia telah menyatakan diri-Nya di masa lalu. Pernyataan ini dapat diuji dengan dua cara. Tuhan memanifestasikan tanda-tanda-Nya secara langsung kepada orang yang mencari diri-Nya, atau orang yang mencari-Nya mungkin dapat mempercayai Tuhan dengan mempelajari kehidupan seseorang di mana Tuhan telah menyatakan diri-Nya kepadanya. Atas karunia Tuhan, saya menjadi salah satu dari orang-orang yang kepada mereka Tuhan menyatakan diri-Nya di banyak peristiwa dengan suatu cara yang menakjubkan. Saya tidak lagi memerlukan alasan untuk mempercayai kebenaran Islam dibandingkan dengan kebenaran yang telah saya alami dalam diri saya sendiri.
Untuk kepentingan orang-orang yang tidak memiliki pengalaman yang sama seperti saya, bagaimanapun juga, akan saya berikan tambahan dari pengalaman saya yang menjadi sebab kepercayaan saya kepada Islam.

PERTAMA, saya percaya Islam karena Islam tidak memaksa saya untuk menerima semua hal yang disebut otoritas agama semata, tetapi Islam dilengkapi dengan argumentasi yang meyakinkan untuk mendukung doktrin-doktrinnya. Keberadaan Tuhan serta perwujudan sifat-sifat-Nya, malaikat-malaikat-Nya, shalat serta pengaruhnya, ketentuan-ketentuan Ilahi dan ruang lingkupnya, ibadah dan perlunya ibadah, Hukum Ilahi dan manfaatnya, wahyu dan pentingnya wahyu, kebangkitan dan kehidupan setelah mati, surga dan neraka – berkenaan dengan semua hal itu, Islam telah memberikan penjelasan rinci dan telah menampilkan kebenarannya dengan argumentasi yang kuat demi kepuasan ruhani manusia.
Islam tidak hanya memberikan keyakinan kepada saya, tapi juga memuaskan intelektualitas saya dengan pengetahuan yang pasti untuk mengakui perlunya agama.

KEDUA, saya mempercayai Islam karena Islam tidak didasarkan pada pengalaman orang-orang yang telah wafat, melainkan Islam mengundang setiap orang kepada pengalamannya sendiri sebagaimana yang Islam ajarkan dan janjikan. Islam menyatakan bahwa setiap kebenaran dapat, dalam beberapa cara atau dengan cara lainnya, diuji di dunia ini, dan oleh sebab itu senantiasa memuaskan alasan saya.

KETIGA, saya mempercayai Islam karena Islam mengajarkan bahwa tidak ada pertentangan antara firman Tuhan dan pekerjaan (sunnah) Tuhan, dan Islam selanjutnya menyelesaikan pertentangan yang diduga ada di antara ilmu pengetahuan dan agama. Islam tidak meminta saya untuk mengabaikan hukum-hukum alam serta mempercayai hal-hal yang bertentangan dengan hukum alam. Kebalikannya, Islam mendesak saya untuk mempelajari hukum-hukum alam dan mengambil manfaat darinya. Islam mengajarkan saya bahwa sebagaimana adanya wahyu yang datang dari Tuhan Sang Pencipta alam semesta, di sana tidak terdapat pertentangan antara apa yang Dia kerjakan dengan apa yang Dia firmankan. Islam mengajak saya untuk mengerti kalam-Nya untuk memahami pekerjaan-Nya, dengan menyadari arti sunnah-Nya untuk mempelajari kalam-Nya dengan demikian dapat memuaskan hasrat intelektual saya.

KEEMPAT, saya mempercayai Islam karena Islam tidak mencoba untuk menghilangkan keinginan alami saya melainkan mengajak keinginan itu pada jalur yang benar. Islam tidak membuat saya menjadi sebuah batu karena meninggalkan keinginan-keinginan itu dengan bebas tanpa kendali sehingga menjadikan saya seperti seekor binatang, namun seperti halnya pakar irigasi yang memanfaatkan air yang tak terkendali menjadi mengalir pada saluran irigasi sehingga membawa kesuburan pada tanah yang gersang, demikian pula dengan Islam merubah keinginan-keinginan alami saya menjadi terkendali dengan baik dan menuntun saya kepada kualitas moral yang tinggi.
Islam tidak mengatakan kepada saya bahwa: Tuhan telah memberi kamu hati yang penuh cinta tetapi melarang kamu memilih teman hidup, atau Dia telah memberkati kamu dengan cita rasa dan kemampuan menghargai makanan yang baik, namun melarang kamu untuk memakan makanan itu. Sebaliknya, Islam mengajarkan saya untuk mencintai dengan cara yang layak dan alami yang dapat menjamin secara terus-menerus semua amal perbuatan saya melalui keturunan saya. Islam membolehkan saya menggunakan makanan yang baik dalam batas-batas yang wajar, agar tidak makan berlebihan dan membuat tetangga saya kelaparan. Dengan merubah keinginan alamiah saya kepada kualitas moral yang tinggi, Islam memuaskan sifat kemanusiaan saya.

KELIMA, saya mempercayai Islam karena Islam telah memperlakukan dengan adil dan kasih sayang tidak hanya kepada saya tetapi juga kepada seluruh dunia. Islam tidak mengajarkan saya untuk melepaskan kewajiban-kewajiban saya kepada diri saya sendiri, tapi menuntut saya untuk berlaku adil kepada setiap orang dan hal-hal lainnya, dan Islam telah melengkapi saya dengan petunjuk yang tepat untuk tujuan ini.
Sebagai contoh, Islam menarik perhatian kepada hak dan kewajiban orang tua sehingga anak berterima kasih kepada orang tuanya. Islam mengingatkan anak-anak agar berperilaku taat dan lemah lembut kepada orang tua, dan membuat seseorang menerima warisan dari pendahulunya. Dengan kata lain, Islam memerintahkan orang tua agar mencintai dan menyayangi anak-anak dan Islam membebankan tanggung jawab kepada orang tua untuk mendidik anak dengan baik, melatih mereka dengan mutu yang baik serta memelihara kesehatan mereka, dan juga membuat mereka sebagai penerus dari orang tua.
Dengan cara yang sama, Islam menuntut hubungan yang terbaik antara suami-istri dan meminta mereka untuk mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan masing-masing dan mereka harus berlaku penuh kasih sayang. Hal ini secara indah dikatakan oleh Nabi Suci Islam:
“Seseorang yang memperlakukan istrinya dengan buruk pada siang hari dan mencintainya di malam hari, sangat bertentangan dengan keindahan sifat manusia.”
Beliau bersabda:
“Yang terbaik dari kamu adalah yang memperlakukan istrinya dengan baik.”
Lagi, beliau bersabda:
“Perempuan itu rapuh, seperti gelas dan laki-laki seharusnya memperlakukan perempuan dengan halus dan lembut, sebagaimana mereka memperlakukani barang yang terbuat dari gelas.”
Islam telah menekankan pentingnya pendidikan bagi anak-anak perempuan.
Nabi s.a.w. bersabda: “Seseorang yang mendidik anak perempuannya dengan baik dan memberikan pelatihan dan pendidikan yang baik, dengan demikian dapat meraih surga.”
Islam telah membuat anak laki-laki dan perempuan sebagai pewaris/penerus dari orang tua mereka.
Selanjutnya, Islam telah meletakkan ketentuan-ketentuan yang wajar sebagai pedoman bagi para penguasa dan hal-hal yang dipimpinnya. Islam mengatakan kepada para penguasa bahwa kewenangan yang ada pada mereka bukanlah milik pribadi melainkan suatu amanah dan mereka wajib melaksakanan amanah itu dengan sebenar-benarnya, selayaknya orang-orang yang jujur dan tulus, dan mereka menjalankan pemerintahan melalui musyawarah dengan rakyat. Islam mengatakan kepada rakyat bahwa kemampuan untuk memilih para pemimpin kamu merupakan anugerah Tuhan yang diberikan kepada kamu, dan kamu harus berhati-hati menginvestasikannya hanya kepada orang-orang yang layak diberikan wewenang untuk memerintah dan ketika wewenang diberikan kepada mereka, kamu sayogyanya memberikan kerjasama sepenuhnya dan tidak melakukan perlawanan dengan mereka, jika kamu (tidak bekerja sama dan melakukan perlawanan) berarti kamu sedang berusaha menghancurkan apa yang telah kamu bangun dengan tangan kamu sendiri.
Islam juga telah mengatur hak-hak dan kewajiban-kewajiban dari pemberi kerja dan pekerja. Islam mengatakan kepada pemberi kerja: kamu harus memberikan upahnya sebelum keringatnya kering dari badan dan tidak memandang rendah orang-orang yang bekerja dengan kamu, mereka adalah saudaramu yang mana perlindungan kepada mereka dipercayakan oleh Tuhan kepada kamu dan mereka adalah penyokong kesejahteraan kamu. Oleh sebab itu janganlah kamu berbuat bodoh untuk merusak apa yang merupakan penyangga dan landasan kekuatan kamu. Islam mengatakan kepada pekerja: Ketika kamu sedang disibukkan untuk menyelesaikan pekerjaan bagi seseorang, kamu harus melaksanakan kewajibanmu dengan jujur, penuh perhatian dan ketekunan.
Islam mengatakan bahwa barang siapa yang dianugerahkan kekuatan dan kesehatan jasmani, mereka tidak diperkenankan menindas yang lemah, juga tidak boleh merendahkan orang-orang yang menderita cacat jasmani, kepada mereka ini seharusnya menimbulkan rasa kasihan ketimbang merendahkannya.
Islam mengatakan kepada orang kaya: Kamu dituntut untuk memelihara orang miskin dan kamu harus menyisihkan ¼ dari apa yang kamu timbun/miliki setiap tahun sehingga dapat digunakan untuk membebaskan kemiskinan dan kemelaratan dan untuk meningkatkan kemajuan ruhani bagi orang yang kehilangan arti dari (pentingnya) kemajuan ruhani. Islam mengajarkan mereka untuk tidak menarik bunga ketika meminjamkan uang kepada orang miskin, namun bantulah mereka dengan pemberian cuma-cuma dan pinjaman bebas bunga, bolehlah dikatakan bahwa kekayaan yang diberikan kepada seseorang bukanlah untuk menghabiskan hidupnya dalam kemewahan dan kehidupan yang tidak karuan, melainkan ia seyogyanya menggunakan kekayaan itu bagi kemaslahatan umat manusia sehingga ia layak mendapatkan ganjaran yang terbaik di dunia ini dan di akhirat nanti.
Sebaliknya, Islam mengajarkan orang miskin agar jangan iri hati dan merindukan apa yang telah didapatkan oleh orang lain, perasaan-perasaan seperti ini secara bertahap dapat menenggelamkan hati seseorang untuk meningkatkan kualitas ruhani yang baik yang telah dianugerahi kepadanya, supaya dapat menghilangkan perasaan tersebut, orang miskin dituntut untuk mencurahkan perhatian agar dapat mengembangkan bakat-bakat yang telah dianugerahkan Tuhan kepada mereka, sehingga mereka dapat terus maju seiring dengan sifat kedermawanannya. Islam mengarahkan pemerintahan untuk menyediakan fasilitas bagi kaum miskin yang ada dalam masyarakat dan Islam tidak mengijinkan semua kekayaan dan kekuasaan terkumpul dalam beberapa gelintir orang saja.
Islam mengingatkan adanya leluhur mereka yang telah meraih martabat serta kehormatan karena upaya-upaya mulia mereka, mengingatkan mereka bahwa tugas mereka juga untuk memelihara martabat dan kehormatan mereka dengan jerih payah yang mulia, dan Islam memperingatkan mereka agar jangan memandang rendah orang lain yang tidak mendapatkan karunia dengan cara yang sama seperti mereka karena Tuhan telah menciptakan semua manusia sama. Islam mengingatkan bahwa Tuhan telah menganugerahkan kehormatan ini kepada mereka dan juga Tuhan dapat memberikan anugerah yang lebih besar kepada orang lain, dan jika mereka menyalah-gunakan kedudukan serta menganiaya orang lain yang tidak mendapatkan karunia yang sama dengan mereka, maka mereka telah meletakkan landasan yang sama bagi masa depan mereka yakni orang yang dianiaya akan menganiaya mereka. Oleh sebab itu janganlah mereka berbangga hati dengan kebesaran yang dimiliki, namun ambillah kebanggaan dengan menolong orang lain agar menjadi lebih baik, kebesaran yang sejati hanya dimiliki oleh orang yang mengangkat derajat saudaranya dari tingkat rendah menjadi lebih tinggi.
Islam mengajarkan bahwa suatu negara/negara bagian tidak boleh menyerang negara/negara bagian lain, melainkan mereka harus bekerja sama satu dengan lainnya untuk tujuan dan demi kepentingan seluruh umat manusia. Islam melarang beberapa negara/negara bagian/orang saling bersekutu untuk bersekongkol melawan negara/negara bagian/orang lainnya. Sebaliknya, Islam mengajarkan mereka agar saling mengikat perjanjian antara satu dengan lainnya untuk mencegah saling agresi diantara mereka dan mereka harus saling bekerja sama untuk memajukan keterbelakangan yang ada.
Singkatnya, saya temukan bahwa Islam menyediakan suasana nyaman dan damai bagi saya serta semua orang yang ingin menempuh jalan yang ditentukan oleh Islam. Siapa pun – apa pun – di mana pun mereka, dalam kedudukan apa pun saya tempatkan diri saya, saya temukan bahwa Islam sama berguna dan bermanfaatnya bagi saya dan yang saya miliki: untuk para tetangga saya, untuk orang-orang yang tidak saya kenal atau yang tidak pernah saya dengar tentang mereka, bagi laki-laki dan perempuan, untuk tua dan muda, untuk pemberi kerja dan pekerja, untuk yang kaya dan miskin, untuk negara besar dan kecil, bagi masyarakat internasional maupun nasional, dan Islam membuat hubungan yang pasti dan meyakinkan antara saya dengan Sang Pencipta.
Saya percaya kepada semua yang ada dalam Islam dan bagaimanakah saya dapat meninggalkannya dan menerima sesuatu yang lain yang menggantikan Islam?

*Penulis adalah pemimpin gerakan Islam Ahmadiyah (Khalifah) yang kedua yang menyebarkan dakwah islam sampai ke negara-negara di Benua Amerika dan Eropa. Saat ini gerakan jamaah Ahmadiyah telah tersebar di sekitar 230 negara di dunia, dengan pengikut tidak kurang dari puluhan juta dan dipimpin oleh Khalifah nya yang ke-5.

Ini Problem Kenegaraan

oleh Firmansyah

*Sebuah reportase hasil diskusi mengenai Penolakan Pencatatan Pernikahan oleh KUA atas warga Ahmadiyah di Tasikmalaya.

==========

Kami berangkat menghadiri undangan Focus Group Discussion (FGD). Mln Aang, Nanang, Doni, Diyana, Dedem dan saya, menunggangi Terios silver. Dede dan istri berboncengan. Yuda sendirian. Naik motor. Ia pengantin baru. Permohonan pencatatan nikahnya, ditolak KUA Cihideung. Tiba di kantor Peradi sekira pukul 13an WIB. Sebelum masuk, bertemu Dadang. Ia (sedang) memarkir Terios putih. Total 10 orang dari Ahmadiyah.

Di ruang depan kantor, ada 2 orang staff. Suara beberapa orang, terdengar dari ruang dalam. Kami langsung duduk. Nonton tv. Suguhan kue datang10an menit kemudian. Tak lama, Aminudin (Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya) tiba. Menyusul, Atang dari LKAHAM. Duduk. Persis, sebelah kanan saya. Kami berbincang. Say hello.

Moderator membuka diskusi. Sekira pukul 14an WIB. Setelah Andi tiba. Ia sekretaris DPC Peradi Kota Tasikmalaya. "Solusi Hambatan Pernikahan Jema'at Ahmadiyah Indonesia. Jadi tema. FGD kali ini.

Saya sempat khawatir. Pejabat-pejabat terkait tak menghadiri FGD. Ini sudah mulai. Baru ada wakil MUI.

Sekira 5an menit berjalan, Fauz Noor, dari Lakpesdam NU, juga hadir. Bergabung. Ikut berdiskusi.

Kasi Bimas Kemenag Kota Tasikmalaya tiba, sekira 15an menit kemudian. Disusul Kasi Bimas Kemenag Kab. Tasikmalaya, sekira 30an menit. Rombongan. Bersama Kepala KUA Tenjowaringin, Cigalontang, Singaparna dan Sukaratu.

Fatwa MUI. Pada 1980. Yang ditegaskan (lagi) pada 2005. Ahmadiyah adalah sesat dan menyesatkan. Mulainya dari situ. Para pejabat Kemenag. KUA. Dilematis. Terjadi konflik batin. Gamang. Di lapangan. Ini soal rasa. Identitas bicara. Penghormatan pada ulama (sepuh). Tradisi. Mengakar. Kuat. Ahmadiyah (masih) belum diakui sebagai Islam. Syar'i menyelimuti konstitusi NKRI.

Kasi Bimas Islam Kota Tasikmalaya menyatakan, "Ternyata Fatwa MUI mengikat pada kami...."

Mereka pun (kadang) merasa terhakimi. Dituduh diskriminatif. Pada Ahmadiyah. Ditekan yang lain, saat menikahkan orang Ahmadiyah. Saat ini, SKB 3 Menteri soal Ahmadiyah masih ada. Fatwa MUI pun belum pernah direvisi. Mengemuka. Saya kira, ini hati yang bicara. Prihatin untuk bapak-bapak.

Mln Aang. Memaparkan. Ahmadiyah tak pernah keluar dari rukun Iman dan rukun Islam. Organisai legal. Berbadan hukum.

Di dalam UUD'45 dan UU HAM, sebenarnya (sudah) diatur hak untuk menikah. Artinya tak boleh ada larangan atau paksaan menikah, hanya karena yang bersangkutan itu, Ahmadiyah atau bukan. Sementara, KUA dan PPN termasuk penyelenggara negara. Salah satu tugas KUA adalah menerbitkan dan mencatatkan pernikahan. Jika menolak, itu (sudah) melanggar tugasnya sebagai pejabat publik.

Bagaimana jika penolakan nikah terjadi?

Ada mekanisme. Calon suami atau wali nikah dapat mengajukan keberatan. Itsbat nikah.

Namun, Andi menyatakan, itsbat itu, dari awal tidak ingin dicatatkan. Sementara JAI, berkehendak dicatat. Namun ditolak. Ia lantas mempertanyakan surat pernyataan keluar dari Ahmadiyah. Apakah itu termasuk dalam pasal 5, PMA No. 2?

Praktiknya, terkadang permohonan keberatan tentang kehendak nikah tidak dapat diproses. Pengadilan agama. Alasannya, tak ada formnya.

Pada dasarnya, regulasi sama. Fatwa MUI pun sama. Kenapa eksekusinya berbeda?

Seharusnya, negara melakukan eksekusi terhadap regulasi yang ada. Namun, tampak (sekali) negara tebang pilih. Pada kasus Ahmadiyah. Mereka disergap catatan. Tendensi (motif) apa yang dilakukan pencatat nikah?

Saya kira, aspek kedewasaan masyarakat dalam keberagaman, (sangat) berpengaruh. Mau menerima perbedaan. Hidup dalam bingkai NKRI. Mengamalkan. Bhinneka Tunggal Ika.

Ini problem kenegaraan.

Nagarawangi, 261016

Kamis, 13 Oktober 2016

KEBESARAN HATI

Ada seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang menghadapi masalah.

Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya.

Pak tua bijak hanya mendengar dgn seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu mengambil segelas air.

Ditaburkanlah serbuk pahit itu ke dlm gelas and diaduk perlahan, Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya?  Ujar pak tua
"Pahit sekali....." Jawab pemuda itu

Pak tua itu tersenyum, mengajak pemuda itu utk berjalan ke tepi danau di belakang rumahnya.

Mereka berjalan berdampingan dan akhirnya sampailah mereka berdua ke tepi danau yg tenang itu. Sesampai disana, pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke danau itu dan dgn sepotong kayu ia mengaduknya,  Coba ambir air dari danau itu dan minumlah

Saat si pemuda mereguk air itu, pak tua bertanya lag,  Bagaimana rasanya...?
"Segar...." Sahut si pemuda....

"Apakah kamu merasakan pahit di dlm air itu?" Tanya pak tua itu
"Tidak...." Sahut pemuda itu.

Pak tua itu tertawa sambil berkata : "Anak muda..."Dengarkan baik2, pahitnya kehidupan sama seperti segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnya pun sama dan memang akan tetap sama. Tapi "INGAT.." kepahitan yg kita rasakan sangat tergantung dari wadah yg kita miliki."

"Jadi saat kita merasakan kepahitan dan kegagalan dlm hidup, hanya ada satu yg kita dapat lakukan :

_"Luaskan dan perbesar kapasitas hatimu utk menampung setiap kepahitan itu..._

_"Hati kita adalah wadah itu. Jgn jadikan hati kita seperti gelas, tapi buatlah hati kita seperti danau yg besar dan mampu menampung setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian..._

_semangat pagi saudaraku_

Rabu, 12 Oktober 2016

Ada Apa dengan MUI?


Penulis: Zuhairi Misrawi

Ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu menimbulkan polemik, bahkan melahirkan kemarahan yang bersifat massif di masyarakat. Pasalnya, ungkapan tersebut ditengarai melecehkan al-Qur'an, khususnya surat al-Maidah ayat 51.

Dampak dari peristiwa itu, ada yang sudah melaporkan Ahok ke pihak Kepolisian dengan tuduhan "penodaan agama". Ada yang hendak menggelar aksi demonstrasi besar-besaran mengecam Ahok. Bahkan ada juga yang mengancam secara fisik, seperti yang muncul di laman-laman media sosial. Sungguh mengerikan!

Ahok sendiri sudah menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud melecehkan al-Qur'an. Ia menegaskan agar dalam Pemilihan Gubernur DKI yang akan datang berjalan fair, tidak ada politisasi ayat al-Qur'an, khususnya dengan menggunakan al-Ma'idah ayat 51. Bahkan, Ahok menegaskan jika dirinya tidak dipilih pun tidak masalah.

Polemik pun makin menggelinjang. Akhirnya, Ahok dengan tulus meminta maaf atas kekhilafannya. Ia meminta agar polemik dihentikan. Apakah permintaan maaf betul-betul mengakhiri polemik?

Jawabannya pasti tidak. Majelis Ulama Indonesia (MUI) justru mengeluarkan sikap yang bisa dibilang keras. Bahkan bisa memancing perdebatan yang tidak berakhir dan bisa mempunyai dampak serius. Kenapa demikian?

Baca selengkapnya >>disini<<


Minggu, 09 Oktober 2016

15.000 Orang Sambut Kedatangan Pemimpin Ahmadiyah di Kanada


TORONTO, SATUHARAPAN.COM - Pemimpin tertinggi Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, mengunjungi Kanada pada hari Senin (3/10) waktu setempat dan diperkirakan 15.000 pengikutnya akan menghadiri sebuah perhelatan yang dirancang untuk menyambutnya.
Masroor Ahmad, menurut laporan thestar.com, akan tiba di Toronto dan disambut oleh Menteri Imigrasi, Pengungsi dan Kewarganegaraan Kanada, John McCallum.
Walaupun di Indonesia Ahmadiyah dianggap kontroversial oleh sementara kalangan, di Kanada ajaran Ahmadiyah dipuji karena pesan-pesan damai yang dibawakannya. Kanada menganggap Ahmadiyah sebagai salah satu sekte dalam agama Islam.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Khawarij Itu ISIS


Tubuh Abdullah bin Khabab, sahabat Nabi itu diseret kemudian disiksa hingga tewas. Belum puas, Hubla istri Abdullah mengalami nasib lebih tragis. Perutnya dibelah dan isinya dikeluarkan.Keluarganya dari anak anak hingga orang tua juga di bantai tidak tersisa.Begitulah cerita yang saya kutip dari Dr. Mustafa Murad, guru besar ahlussunah universitas Al-Azhar. Pelaku sadis tersebut adalah Khawarij, kaum pembangkang angkang dijaman pemerintahan Imam Ali, sepupu dan sahabat Nabi Muhammad. Peristiwa memilukan itu lalu menjadi alasan sahih bagi Imam Ali untuk memulai operasi militer menumpas Khawarij.Sesaat sebelum perang melawan pembangkang khawarij di Nahrawan meletus, Imam Ali mengutus sahabat besar Nabi Muhammad, Abdullah bin Abbas untuk berdialog dan menyelidiki keadaan mereka.Mari kita dengarkan penjelasan Abdullah bin Abbas tentang ciri-ciri Khawarij, “Mereka adalah kaum yang menakjubkan dalam hal ibadah. Tampak bekas-bekas sujud di dahi mereka. Siang hari mereka berpuasa dan malam hari diisi dengan tahajjud dan membaca al-Quran. Mereka adalah qori dan kaum penghafal al-Quran. Tubuh mereka kurus dan pucat karena banyak berpuasa. Pakaian mereka tampak kasar dan menjauhi dunia.
Mungkinkah mereka tersesat?”Ketika mendengar penjelasan ibnu Abbas, sambil memandang kejauhan, Imam Ali menjawab : “Wahai Ibnu Abbas, seandainya tidak ada aku (setelah Rasulullah), maka tidak ada seorangpun yang sanggup dan yakin melawan mereka. Tapi cukuplah sebagai bukti kebenaranku, bahwa esok setelah peperangan, tidak lebih 10 orang dari mereka yang masih hidup, dan tidak lebih dari 10 orang pasukanku yang binasa.”Ucapan Imam Ali terbukti. Setelah perang, hanya 7 orang pasukan Ali yang binasa dan hanya 9 orang pasukan Khawarijyang hidup.Jauh sebelum Perang Nahwaran terjadi, Rasulullah Saw sudah meramalkan kedatangan mereka. Dahulu, di jaman Nabi di Madinah, ada seorang yang jika sholat, dia sudah datang sebelum sahabat nabi datang. Dan masih sholat, saat sahabat Nabi pulang.Kagum atas ibadah orang ini, sahabat Nabi menceritakan kepada Nabi. Ketika Nabi melihatnya, Nabi berkata, “Aku seperti melihat bekas tamparan setan diwajahnya.”Lalu Nabi mendatangi orang tersebut dan bertanya,”Apakah waktu kamu sholat, kamu merasa tidak ada yang lebih baik dari dirimu?”“Benar, “ jawab orang tersebut, sambil masuk ke mesjid.Nabi Muhammad lalu berkata kepada sahabatnya,”Kelak akan muncul kaum dari keturunan orang tersebut. Bacaan al-Quran kamu tidak ada nilainya dibandingkan bacaan mereka, dan sholat kamu tidak ada nilainya dibandingkan sholat mereka, dan puasa kamu tidak ada artinya dibandingkan puasa mereka.Mereka membaca al-Quran sehingga kamu akan menyangka bahwasanya al-Quran itu milik mereka saja, padahal sebenarnya al-Quran itu akan melaknat mereka. Umatku akan menderita di tangan mereka. Merekalah seburuk-buruknya manusia. Jika aku hidup saat itu, aku akan bangkit melawan mereka. (Shahih Bukhari Muslim).Jadi, manusia paling buruk dimuka bumi, menurut Nabi Muhammad, ternyata bukanlah kaum pagan, atau kaum musyrik, atau kaum penyembah berhala atau ateis. Ternyata manusia yang paling buruk menurut Nabi, adalah mereka yang justru menjadi ahli ibadah, ahli sujud, ahli al-Quran dan ahli puasa tetapi merasa paling baik dan merasa paling menjalankan syariah Islam. Mereka menganggap sholat kita tidak sebanding dengan sholat mereka,puasa kita dipandang tidak ada apa-apanya dibandingkan puasa mereka tetapi saat bersamaan mereka mengkafirkan siapapun yang tidak sependapat dengan mereka. Selain itu, mereka berani menumpahkan darah siapapun yang beroposisi dengan mereka.Maka jika Anda melihat orang besorban dan berjidat hitam karena banyak sujud, maka Anda jangan kagum terlebih dahulu. Perhatikan, apakah dia mudah mengkafirkan orang lain atau merasa kelompoknya yg paling baik? Jika jawabannya iya, bisa jadi orang tersebut sudah terjangkit virus Khawarij. Mereka adalah manusia yang paling buruk.Kaum yang merasa paling suci dan paling baik inilah yang diperangi Imam Ali di Nahrawan.Mereka memang ditumpas habis oleh Imam Ali, tapi embrio Khawarij abadi.1400 tahun setelah tertumpasnya Khawarij di Nahwaran, kaum yang paling merasa suci sehingga merasa memiliki hak untuk membunuh siapapun ini, muncul tepat dijantung Timur Tengah. Mereka muncul dalam bentuknya yang paling bengis. ISIS.Daulah Islam Iraq dan Suriah, lahir dari rahim al-Qaeda, dan kini organisasi teroris ini meluluh lantakkan Suriah dan Irak.
Mereka menggunakan nama Islam hanya untuk membohongi manusia.Suriah yang awalnya damai, negeri yang indah yang dihuni berbagai agama, negeri harmonis dimana Anda dapat menyaksikan Muslim Sunni duduk bersama Muslim Syiah, seorang Muslim bahu membahu dengan Kristen, sebuah masjid berdampingan gereja, kini luluh lantak diterjang kekerasan memilukan.ISIS hampir melakukan semua kejahatan dan kebengisan yang hanya ada di abad-abad pertengahan.Mereka bukan hanya membunuh tawanan yang sudah menyerah bahkan mengeksekusi-nya di depan wanita dan anak-anak. Mereka juga menyembelih, menyiksa dan memutilasi mayat, menyalib pendeta dan para ulama, merusak masjid dan gereja.Para korban bukan hanya kombatan, bahkan orang tua berusia lebih dari 100 tahun, wanita dan anak-anak juga menjadi target mereka. Perbuatan bengis ini melanggar prinsip-prinsip Islam yang palingdasar. Mereka berniat mendirikan Negara Islam justru dengan melanggar syariat Islam.Membunuh orang tua, wanita dan anak-anak, merusak masjid dan gereja — dilarang keras dalam Islam. Bahkan dalam kondisi perang sekalipun.Tidak heran jika Syaikh Ali Jumuah, ulama besar al-Azhar berkata: “Takfiri (kaum yang suka mengkafirkan) adalah musuh kemanusiaan. Perang berkepanjangan di Afghanistan seharusnya menjadi pelajaran. Takfiri Wahabi melakukan kerusakan di desa, kota dan lingkungan sekitarnya. Hal yang bahkan tidak dilakukan Uni Soviet sekalipun. Dimana Afghanistan sekarang? Berikan satu hari saja dimana tidak terjadi pembunuhan di Afghanistan karena ulah Takfiri.”Maret 2014, Indonesia tiba-tiba dikejutkan oleh demonstrasi pendukung ISIS di Monas. Ratusan orang berdemontrasi membaiat ISIS sambil mengutuk demokrasi. Jumlah mereka kecil tapi teriakan mereka keras. Jika mereka diberangus, mereka teriak-teriak HAM. Dengan membaiat ISIS, sama artinya mereka tidak mengakui Pancasila dan NKRI.Bahkan baru-baru ini mereka membuat onar di Solo. Sambil mengusung bendera hitam al-Qaeda, mereka mengobrak abrik pertunjukkan musik.Apakah pemerintah harus menunggu ISIS membesar untuk menyadari kebengisan mereka? Jika ya, maka akan tiba saatnya ketika kebiadaban itu hadir di depan pintu rumah kita. Naudzu billah min dzalik.

Selasa, 22 April 2014

AJARAN ISLAM DALAM MASALAH POLITIK

Pertanyaan besar internasional lainnya yang kita hadapi hari ini adalah berkenaan dengan penentuan bentuk pemerintahan untuk wilayah tertentu atau negara. Di sini, juga, prinsip-prinsip Islam sangat tepat, berbobot dan elastis sedemikian rupa sehingga kebenaran dan kepraktisannya menjadi terbukti dengan sendirinya. Tidak ada yang dapat menyangkal bahwa bentuk pemerintahan tertentu dianggap cocok atau tidak cocok hanya bila diterapkan pada sekumpulan kondisi yang spesifik, dan adalah sulit untuk membayangkan bahwa suatu sistem politik tertentu akan dapat memenuhi kebutuhan semua orang untuk sepanjang waktu. Inilah sebabnya mengapa Islam tidak menentukan bentuk khusus dari pemerintah. Ia tidak menyajikan bentuk demokrasi atau sosialis, tidak pula mengusulkan kerajaan atau kediktatoran. Alih-alih melebarkan pada metode pembentukan pemerintah, Islam meluruskan prinsip melakukan urusan politik dan pemerintahan dengan cara tertentu, dan memaksakan kondisi itu, tidak peduli berbentuk apa, tanggung jawab pemerintah akan selalu dilaksanakan dengan adil dan jujur, dengan simpati; selalu memenuhi dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Jadi, bukannya menekankan bagian pertama dari definisi yang diterima secara umum dari demokrasi, yaitu; pemerintah, oleh rakyat:, Islam menekankan bahwa, apa pun bentuk pemerintahan, ia wajib dalam semua keadaan adalah: untuk rakyat.

Jumat, 18 April 2014

Mengenal Homeopathy

HOMEOPATHY adalah ilmu penyembuhan yang didasarkan kepada hukum persamaan-persamaan alami. Homeopathy bekerja dengan PRINSIP bahwa satu penyakit dapat disembuhkan oleh RACUN yang sama yang mungkin telah menyebabkan timbulnya PENYAKIT tersebut. Namun sangatlah penting diperhatikan bahwa racun tersebut haruslah mengalami DILUSI sedemikian rupa sehingga dalam bentuknya yang telah encer dan diberi POTENSI, ia tidak dapat lagi menimbulkan efek beracun kepada tubuh. Ketika sistem pertahanan tubuh makhluk hidup dilumpuhkan serangan lemah dari luar ini, dalam waktu yang sama ia juga dengan mudah menaklukkan penyakit yang memiliki gejala serupa yang terdapat di dalam tubuh. Allah Ta'ala telah membekali setiap MAKHLUK hidup dengan sistem pertahanan tubuh internal yang apabila diarahkan dan dibangkitkan dengan tepat, dapat menyembuhkan hampir setiap JENIS penyakit yang dideritanya.

Rabu, 16 April 2014

MENCARI SOSOK PEMIMPIN YANG WARAS

Daoed Joesoef dalam Koran Kompas terbitan 19 Maret 2014 dengan judul “Bapak Bangsa” menulis; Suatu negara besar tidak mungkin diurus secara amatiran. Gambaran tersebut sangat sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini, dengan berbagai perbuatan korupsi, tindakan kekerasan, ketidakadilan, kerusakan lingkungan dan lain-lain yang menggambarkan terjadinya salah urus dalam pengelolaan negara. Kejadian salah urus negara ini jelas-jelas tidak dapat dipisahkan dari kerja para pemimpin yang ada di tingkat mana pun.

Lantas, sosok pemimpin seperti apa yang dapat diharapkan untuk tidak lagi mengulangi salah urus mengelola negara sebesar Indonesia ini? Mahfud MD dalam Sarasehan Kebangsaan NU Menjelang Pemilu di PW NU Jawa Tengah, Minggu 23 Maret 2014 menyampaikan; Pemilu Jangan Lahirkan Pemimpin Tidak Sehat. Suatu pemikiran yang sederhana tetapi sungguh memiliki perspektif yang sangat jelas, yaitu hanya melalui pemimpin-pemimpin yang sehat, Indonesia baru akan mampu untuk tampil sebagai negara dan bangsa yang besar, sejajar dengan bangsa-bangsa maju yang lain.

Rabu, 07 Desember 2011

Depag Dulu dan Sekarang


Bila sekarang ini Kementrian Agama sangat identik dengan tingkat korupsi yang sangat parah, ternyata tidak demikian halnya dengan Depag pada zaman dulu. Yang menarik adalah ternyata depag zaman dahulu selain menghormati keberagaman pemahaman dalam masyarakat umat islam, juga sangat menghargai kelompok-kelompok yang berbeda dari mainstream, seperti Ahmadiyah. Salah satu bukti yang paling otentik adalah dari Al-Quran terbitan Depag pada masa-masa awal (tahun 1965 dan 1976). 


Selasa, 12 April 2011

Arifinto Merasa Sedang Sial Saja

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi V DPR, Arifinto, menggelar keterangan pers di Gedung DPR pada Jumat sore setelah tepergok melihat gambar-gambar tak senonoh melalui perangkat tablet Samsung Galaxy Tab miliknya pada rapat paripurna, Jumat (8/4/2011). Arifinto sekali lagi memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak sengaja membuka link berisi gambar-gambar tersebut.

Ba'asyir Sebut Arifinto PKS Islam Sesat

INILAH.COM, Jakarta - Pemimpin Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba'asyir sangat menyayangkan kelakuan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Arifinto, yang ketahuan melihat gambar porno saat sidang paripurna, Jumat (8/4/2011).

"Masak ngaku Islam nonton video seks, Islam sesat itu," ucap Ba'asyir di ruang sel tahanan khusus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (11/4/2011).

Ba'asyir meminta agar Arifinto dipecat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) karena telah terbuki melakukan kesalahan. "Ini jelas-jelas mungkar, apalagi dari partai PKS," ujarnya.

Seperti diberitakan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Arifinto tertangkap kamera sedang melihat gambar porno saat sidang paripurna penutupan masa sidang III tahun 2010-2011, Jumat (8/4/2011).

Arifinto mengaku mendapatkan link email. Setelah diklik ternyata isinya gambar porno. Anggota Komisi V tersebut mengaku menghapus gambar tersebut setelah melihatnya. [bar]

Related Post

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...