Bila sekarang ini Kementrian Agama sangat identik dengan tingkat korupsi yang sangat parah, ternyata tidak demikian halnya dengan Depag pada zaman dulu. Yang menarik adalah ternyata depag zaman dahulu selain menghormati keberagaman pemahaman dalam masyarakat umat islam, juga sangat menghargai kelompok-kelompok yang berbeda dari mainstream, seperti Ahmadiyah. Salah satu bukti yang paling otentik adalah dari Al-Quran terbitan Depag pada masa-masa awal (tahun 1965 dan 1976).
Wednesday, December 7, 2011
Depag Dulu dan Sekarang
Bila sekarang ini Kementrian Agama sangat identik dengan tingkat korupsi yang sangat parah, ternyata tidak demikian halnya dengan Depag pada zaman dulu. Yang menarik adalah ternyata depag zaman dahulu selain menghormati keberagaman pemahaman dalam masyarakat umat islam, juga sangat menghargai kelompok-kelompok yang berbeda dari mainstream, seperti Ahmadiyah. Salah satu bukti yang paling otentik adalah dari Al-Quran terbitan Depag pada masa-masa awal (tahun 1965 dan 1976).
Tuesday, April 12, 2011
Arifinto Merasa Sedang Sial Saja
JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi V DPR, Arifinto, menggelar keterangan pers di Gedung DPR pada Jumat sore setelah tepergok melihat gambar-gambar tak senonoh melalui perangkat tablet Samsung Galaxy Tab miliknya pada rapat paripurna, Jumat (8/4/2011). Arifinto sekali lagi memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak sengaja membuka link berisi gambar-gambar tersebut.
Ba'asyir Sebut Arifinto PKS Islam Sesat
INILAH.COM, Jakarta - Pemimpin Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba'asyir sangat menyayangkan kelakuan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Arifinto, yang ketahuan melihat gambar porno saat sidang paripurna, Jumat (8/4/2011).
"Masak ngaku Islam nonton video seks, Islam sesat itu," ucap Ba'asyir di ruang sel tahanan khusus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (11/4/2011).
Ba'asyir meminta agar Arifinto dipecat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) karena telah terbuki melakukan kesalahan. "Ini jelas-jelas mungkar, apalagi dari partai PKS," ujarnya.
Seperti diberitakan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Arifinto tertangkap kamera sedang melihat gambar porno saat sidang paripurna penutupan masa sidang III tahun 2010-2011, Jumat (8/4/2011).
Arifinto mengaku mendapatkan link email. Setelah diklik ternyata isinya gambar porno. Anggota Komisi V tersebut mengaku menghapus gambar tersebut setelah melihatnya. [bar]
"Masak ngaku Islam nonton video seks, Islam sesat itu," ucap Ba'asyir di ruang sel tahanan khusus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (11/4/2011).
Ba'asyir meminta agar Arifinto dipecat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) karena telah terbuki melakukan kesalahan. "Ini jelas-jelas mungkar, apalagi dari partai PKS," ujarnya.
Seperti diberitakan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Arifinto tertangkap kamera sedang melihat gambar porno saat sidang paripurna penutupan masa sidang III tahun 2010-2011, Jumat (8/4/2011).
Arifinto mengaku mendapatkan link email. Setelah diklik ternyata isinya gambar porno. Anggota Komisi V tersebut mengaku menghapus gambar tersebut setelah melihatnya. [bar]
Thursday, March 31, 2011
Kepada Saudaraku Yang di Tangannya Ada Kekuasaan
Oleh: M. Qasim Mathar
Saya mulai tulisan ini dengan harapan manusia bisa meresapkan ideal moral (ruh) yang terkandung di dalam ayat-ayat suci Alquran yang artinya sebagai berikut. "Ajaklah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah, wejangan yang baik, dan debatlah mereka dengan cara tercanggih. Sesungguhnya Tuhanmulah yang paling tahu siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dia yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk". "Dan Kami telah turunkan kepadamu Alkitab (Alquran) dengan kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya), dan menjadi tolok ukur bagi kitab-kitab itu, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Bagi tiap umat di antara kalian, kami jadikan masing-masing jalan dan metode. Sekiranya Allah mau niscaya Dia jadikan kalian satu umat saja. Akan tetapi, Dia mau menguji kalian tentang pemberian-Nya kepada kalian.
Maka berpaculah berbuat kebaikan, kepada Allah tempat kembali kalian semua, lalu Dia memberitahu kalian perihal yang kalian perselisihkan." Janganlah sekali-kali kebencian kepada satu kaum mendorong kalian untuk tidak fair; fair-lah karena itulah (jalan) terdekat kepada ketakwaan."
Saya mulai tulisan ini dengan harapan manusia bisa meresapkan ideal moral (ruh) yang terkandung di dalam ayat-ayat suci Alquran yang artinya sebagai berikut. "Ajaklah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah, wejangan yang baik, dan debatlah mereka dengan cara tercanggih. Sesungguhnya Tuhanmulah yang paling tahu siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dia yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk". "Dan Kami telah turunkan kepadamu Alkitab (Alquran) dengan kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya), dan menjadi tolok ukur bagi kitab-kitab itu, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Bagi tiap umat di antara kalian, kami jadikan masing-masing jalan dan metode. Sekiranya Allah mau niscaya Dia jadikan kalian satu umat saja. Akan tetapi, Dia mau menguji kalian tentang pemberian-Nya kepada kalian.
Maka berpaculah berbuat kebaikan, kepada Allah tempat kembali kalian semua, lalu Dia memberitahu kalian perihal yang kalian perselisihkan." Janganlah sekali-kali kebencian kepada satu kaum mendorong kalian untuk tidak fair; fair-lah karena itulah (jalan) terdekat kepada ketakwaan."
Thursday, March 24, 2011
Pakistanisasi Indonesia
Oleh: Moh Yasir Alimi, Canberra | TheJakartaPost.com
Dekrit anti-Ahmadiyah di Jawa Barat dan di Jawa Timur telah memicu kekhawatiran di antara hati banyak orang bahwa negara ini menuju "Pakistanization".
Pakistan adalah "sebuah laboratorium penyalahgunaan atas nama agama" dan jalan Pakistan dalam kekerasan keagamaan yang intens dimulai dengan peraturan anti-Ahmadiyah.
Pada tahun 1984, Presiden Zia ul Haq mengadopsi Ordonansi XX untuk meng-kriminalisasi terhadap kegiatan pengikut Ahmadiyah. Pakistan senantiasa beralasan bahwa pelarangan Ahmadiyah atau menyatakan Ahmadiyah sebagai non-Muslim akan menghapus kekerasan terhadap Ahmadiyah dan akan menstabilkan negara itu.
Bagaimanapun juga argumen yang kini biasa digunakan oleh kelompok Islam garis keras dan beberapa pejabat negara di Indonesia ini, adalah omong kosong.
![]() |
| Image dari okezone.com |
Pakistan adalah "sebuah laboratorium penyalahgunaan atas nama agama" dan jalan Pakistan dalam kekerasan keagamaan yang intens dimulai dengan peraturan anti-Ahmadiyah.
Pada tahun 1984, Presiden Zia ul Haq mengadopsi Ordonansi XX untuk meng-kriminalisasi terhadap kegiatan pengikut Ahmadiyah. Pakistan senantiasa beralasan bahwa pelarangan Ahmadiyah atau menyatakan Ahmadiyah sebagai non-Muslim akan menghapus kekerasan terhadap Ahmadiyah dan akan menstabilkan negara itu.
Bagaimanapun juga argumen yang kini biasa digunakan oleh kelompok Islam garis keras dan beberapa pejabat negara di Indonesia ini, adalah omong kosong.
Sunday, March 20, 2011
Cukup Sudah untuk Ahmadiyah
Ketika Joni Jailani yang berusia 55 tahun menjadi kepala desa Ciaruteun Udik di Bogor dua tahun lalu, tidak pernah terlintas dalam pikirannya bahwa dia akan masuk dalam surat kabar, apalagi dalam artikel yang sama dengan ketua Majelis Ulama Indonesia serta kepala kantor Departemen Agama setempat.
Namun persis itulah apa yang terjadi tak lama setelah 33 orang dari sesama warga desanya, termasuk anak-anak, menyatakan mereka ingin kembali ke kelompok Islam mainstream - setelah sekian lama telah memilih menjadi pengikut dari sekte Ahmadiyah yang kontroversial.
"Artikel ini mengatakan kebenaran, tetapi berita di televisi sudah berlebihan," kata Joni kepada The Jakarta Globe, menunjuk ke sebuah artikel baru-baru ini diterbitkan oleh sebuah koran lokal, yang katanya akan dibingkai dan diletakkan di dinding sebagai pengingat akan "prestasi"-nya dalam mengkonversi mereka yang mengikuti sekte yang "menodai" keyakinan.
"Tidak pernah ada intimidasi, pemaksaan atau bahkan persuasi, sebagaimana laporan televisi. Para Ahmadi sini hanya ingin hidup damai dengan tetangga mereka. Ya, beberapa dari mereka memutuskan untuk tinggal dengan Ahmadiyah dan pergi, tetapi apa untungnya melakukan itu? Di tempat baru pun mereka tidak akan diterima, karena keyakinan mereka. "
Subscribe to:
Posts (Atom)





























