Monday, February 28, 2011

Gus Nuril: Ahmadiyah adalah Islam

"Ahmadiyah sudah menegaskan bersahadat.maka haram darahnya dan haram dia aniaya.maka kalau ada orang yang meminta Ahmadiyah keluar dari Islam sesungguhnya dia tidak mengenal agama,atau malah sengaja meminta orang yang sudah muslim untuk menjadi kafir.Karena persoalan sahadat adalah persoalan syariat,tidak menyangkut bathinnnya,siapa yang tahu batin seseorang ?" Demikian tertulis di wall facebook DR. KH Nuril Arifin Husein, MBA atau lebih akrab dipanggil Gus Nuril.  

Gus Nuril Pimpinan Ponpes Soko Tunggal Abdurahman Wahid, Jakarta dan Semarang , mengusung konsep Bhinika Tunggal Ika untuk mengasuh Pondok Pesantren MULTI AGAMA. 


Baca statement diatas pada laman aseli >>

Sunday, February 27, 2011

Quraish Shihab: Pelaku Penganiayaan Ahmadiyah Sesat

... siapapun yang melakukan penganiayaan terhadap jamaah Ahmadiyah, karena ajaran itu sesat maka orang itu lah yang sebenarnya sesat. Karena Islam tidak mengajarkan penganiayaan maupun kekerasan terhadap jamaah lain.



Baca selengkapnya di Okezone.com

Habib Al Musawwa: "Hentikan Demo Ahmadiyah.."

... Saudaraku Muslimin Muslimat yg kumuliakan, hentikan Demo Ahmadiyah, hentikan kekerasan atas AHmadiyah, hentikan tuntutan untuk pembubaran atas Ahmadiyah, karena dengan perbuatan saudara saudara kita yg memerangi Ahmadiyah dengan kasar dan menuntut dengan desakan keras pada pemerintah untuk pembubaran Ahmadiyah justru bukanlah membuat Ahmadiyah sirna, justru sebaliknya..!, bagaimana…?? Subhanallah…, inilah yg sangat menakutkan dan berbahaya, justru bukan Ahmadiyah nya yg tak mencapai 1% jumlah muslimin, namun justru Muslimin yg membela dan melindungi Ahmadiah berubah menjadi jutaan banyaknya…!, pendukung Ahmadiyah semakin banyak, yg mendukungnya kini bukan hanya Negara Adikuasa musuh islam, namun kini jutaan Muslimin muslimat menaruh simpatik dan iba terhadap Ahmadiyah, Mungkin sebagian muslimin yg awam kini akan memberi infak besar dan rela melindungi Ahmadiyah dari kejaran muslimin karena tak tega melihat mereka dikejar kejar dan didholimi....


Baca selengkapnya di laman asli >>

Tuesday, February 22, 2011

Download ebook lengkap penjelasan Ahmadiyah

alislam.org
Ahmadiyah sudah berkali-kali menjadi bahan perbincangan masyarakat. Berbagai segi ajarannya yang kontroversial dianggap telah menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat luas yang beragama Islam. Kebencian yang timbul di berbagai tempat bahkan bukan hanya sampai sebatas hujatan dan umpatan, bahkan hingga mengarah kepada berbagai bentuk pemaksaan disertai kekerasan yang berujung tragedi berdarah.
Kita bertanya-tanya seperti apa sebenarnya penjelasan ahmadiyah mengenai akidah-akidah mereka? Apakah benar semua yang dituduhkan dalam berbagai artikel serta buku-buku anti-ahmadiyah selama ini.
Berikut ini adalah kumpulan file-file yang siap pakai dalam bentuk .pdf yang berisikan tanggapan dan penjelasan ahmadiyah atas berbagai masalah yang selama ini menjadi keberatan pihak-pihak lawan. Diantaranya adalah:
  • Almasih Sudah Datang
  • Apakah Ahmadiyah Itu
  • BANTAHAN LENGKAP Seputar Keberatan Atas Beberapa Wahyu Di Dalam Tazkirah
  • Bukan Sekedar Hitam Putih
  • Dimana Letak Kesesatan dan Bahaya Ahmadiyah
  • Kami Meyakini Turunnya Imam Mahdi dan Nabi Isa as sebagai bukti kesetiaan kpd Islam
  • Mahzarnamah
  • Memahami Alasan Ahmadiyah Tidak Salat Di Belakang Non Ahmadiyah
 Ebook tersebut dapat anda dowload dengan menekan tombol dibawah ini.

  Atau bagi anda yang mahir berbahasa inggris, anda dapat melihat langsung di situs resmi ahmadiyah, www.alislam.org 

Monday, February 21, 2011

Ketua MK: Perda Tidak Boleh Bertentangan dengan Kesatuan Ideologi

Ketua MK, Moh. Mafud MD (kiri), saat menjadi 
narasumber dalam konferensi ICRP di Jakarta.
Jakarta, MKOnline - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Moh. Mahfud MD menyatakan, negara tidak boleh memberlakukan hukum agama. Dalam arti, negara tidak boleh mewajibkan apa yang diwajibkan oleh agama dan tidak boleh melarang apa yang dilarang oleh agama. Namun demikian, negara harus melindungi setiap warga negara yang ingin menjalankan ajaran agama.

“Itulah bedanya antara mewajibkan dengan melindungi, dalam hal pemberlakuan hukum agama,” ungkap Mahfud saat menjadi narasumber Konferensi Tokoh Agama Indonesian Conference Religion & Peace “Meneguhkan Kebebasan Beragama di Indonesia” pada Senin (5/10) di Wisma Serba Guna, Istora Senayan, Jakarta.

Dalam kesempatan itu Mahfud juga menyinggung masalah perda syariah yang dibuat berdasarkan kekuatan mayoritas di suatu tempat. Dijelaskannya, bila hal itu dibiarkan, nanti di tempat lain bisa membuat perda sendiri sesuai agama mayoritas daerah tersebut. Ia mencontohkan, orang Aceh akan membuat perda syariah karena mayoritas penduduknya Islam.

“Maka di Bali, orang harus boleh membuat perda sesuai hukum Hindu, karena mayoritas penduduknya beragama Hindu,” tambahnya.

Namun Mahfud tetap menilai munculnya perda semacam itu bertentangan dengan prinsip kesatuan ideologi dan teritori. Oleh karena itu, menurutnya, hal itu tidak benar bila dilihat dari prinsip penuntun hukum. Prinsipnya, keberadaan hukum-hukum seperti itu tidak diperbolehkan.

Konferensi Tokoh Agama yang berlangsung dua hari itu, juga menampilkan narasumber MM Billah yang mantan Komisioner Komnas HAM, dan beberapa narasumber lainnya. (Nano Tresna A.)

>> Baca di laman aseli <<

Saturday, February 19, 2011

SBY menganjurkan dialog untuk solusi masalah Ahmadiyah

Negeri ini sangat terbagi karena masalah Ahmadiyah, dengan satu sisi bersikeras bahwa itu dinyatakan agama yang terpisah dari Islam dan yang lainnya mengatakan bahwa Konstitusi menetapkan bahwa pengikutnya memiliki hak untuk menyebut diri mereka Muslim.

Selama pertemuan Kabinet Kamis, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan para menteri untuk mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin agama, aktivis hak asasi manusia dan Ahmadiyah untuk menemukan solusi terbaik untuk mengakhiri penganiayaan berulang atas kelompok minoritas.



Ahmadiyah, Surga-Neraka, Urusan Allah

Rais Syuriah PBNU Masdar F.Masudi: Ahmadiyah, Surga-Neraka, Urusan Allah

Jumat, 11 Februari 2011 16:30 Wawancara

JAKARTA- Rais Syuriah PBNU KH Masdar Farid Mas'udi di kantornya di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat memberikan wawancara seputar penyerangan, kekerasan, dan pembunuhan jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, seperti yang diungkapkan detikcom sebagai berikut:

Bagaimana tanggapan anda soal penyerangan terhadap jamaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten?
Pertama-tama yang ingin saya tegaskan, negara itu wajib melindungi rasa aman dari seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan agama, keyakinan maupun suku dan sebagainya. Itu pertama yang harus betul-betul ditunaikan tanpa tawar-menawar lagi. Dan untuk itu, negara sudah memiliki segala persyaratan yang dibutuhkan, ada aparat kepolisian dengan perangkatnya termasuk untuk penindakan sampai intelijennya. Kalau polisi tidak sanggup, bisa menggunakan aparat lainya seperti militer.


Friday, February 18, 2011

PBNU: Sesat atau Tidak Allah yang Menentukan

Jakarta - Majelis Ulama Indonesia secara tegas menyatakan bahwa Ahmadiyah sesat karena ajarannya menyimpang dari akidah Islam. Namun tidak demikian dengan Nahdatul Ulama (NU).

Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas'udi menyatakan bahwa Ahmadiyah belum tentu sesat. Sesat atau tidak, menurut Masdar bukan manusia yang menentukan.

"Sesat atau tidak, yang paling tahu itu adalah Allah," ujar  Masdar saat rapat dengar pendapat antara Komisi VIII DPR dengan para pemuka Agama di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (17/2/2011) dini hari.

Menurut Masdar, agama seharusnya dijadikan landasan untuk kehidupan yang lebih damai. Untuk bisa mewujudkan hal tersebut diperlukan peran dan tugas tokoh serta pemimpin umat beragama untuk menjaga kerukunan.

"Kerukunan adalah tanggung jawab pemimpin umat beragama. Yang menentukan wajah umatnya adalah pemimpinnya," terangnya.

Terkait kekerasan dan aksi main hakim sendiri yang berbalut busana agama, Masdar mendesak pemerintah mengusut para pelakuknya. Ia pun mengusulkan agar pelaku dihukum lebih berat.

"Kekerasan atas nama agama, saya kira layak diberi hukuman dua kali lipat, yaitu untuk kezaliman dan atas penodaan agama yang diklaimnya," imbuhnya.

(her/anw)

Sumber: detiknews

Thursday, February 17, 2011

Sikap Nabi Terhadap Nabi Palsu

Bilapun benar bahwa Mirza Ghulam Ahmad nabi palsu, apakah benar menyerang dan membunuhi pengikutnya adalah ajar Nabi Muhammad saw? Lalu apa yang membuat para penyerang pengikut ahmadiyah menghalalkan perbuatan anarkis mereka? Simak artikel berikut yang ditulis oleh kader muda NU yang setidaknya memberi kita wawasan lebih dalam mengembangkan toleransi yang hampir punah dari negeri ini.


www.tempointeraktif.com
Nabi Palsu, Sikap Nabi, dan Ahmadiyah)*

Rabu, 16 Februari 2011 | 07:12 WIB

TEMPO Interaktif, Pada tahun kesepuluh Hijriah, Nabi Muhammad SAW menerima surat dari seseorang yang mengaku jadi nabi. Namanya Musailamah bin Habib, petinggi Bani Hanifah, salah satu suku Arab yang menguasai hampir seluruh kawasan Yamamah (sekarang sekitar Al-Riyad). Dalam suratnya, Musailamah berujar: “Dari Musailamah, utusan Allah, untuk Muhammad, utusan Allah. Saya adalah partner Anda dalam kenabian. Separuh bumi semestinya menjadi wilayah kekuasaanku, dan separuhnya yang lain kekuasaanmu….”


Sunday, February 13, 2011

Ahmadiyah Disayang, Ahmadiyah Ditendang

Tahun 1907, seorang wanita dari kalangan elite Jerman, Carolyn, masuk Islam. Putri keluarga turunan bangsawan Prusia ini tertarik Islam setelah membaca buku-buku agama Islam yang bagus dan berstandar Eropa.

Masuk Islamnya Carolyn sangat menggemparkan orang Jerman saat itu. Maklumlah, awal abad ke- 20, wajah Islam di Eropa masih terlihat prengus dan kotor. Propaganda politik dan media massa di Eropa terhadap wajah Islam yang bengis dan menakutkan masih menghantui bangsa Jerman. Masuk Islamnya Carolyn barangkali adalah momentum penting dari “perkenalan” Islam di Jerman— negara termaju dan terbesar di dunia saat itu setelah Inggris Raya. Islamnya Carolyn pun membawa dampak besar: orang Eropa, khususnya Jerman, mulai sedikit mengurangi “alergi”-nya pada Islam. Keterkejutan berikutnya terjadi lagi pada 1982. Sebuah masjid besar berdiri di Kota Pedro Abad, kota kecil di Provinsi Cordova, Spanyol.

Masyarakat Spanyol ramai membincangkan berdirinya Masjid Basyarah yang megah itu karena inilah masjid pertama yang dibangun di Spanyol dalam kurun 750 tahun setelah musnahnya kejayaan Islam di Eropa yang berpusat di Negeri Matador itu. Bagi bangsa Eropa Barat yang pernah diduduki imperium Islam selama 750 tahun, kehadiran masjid tersebut membangkitkan kembali kenangan kekalahan Eropa yang Kristen di tangan Imperium Turki Osmani yang Islam. Lalu, 21 tahun kemudian, tepatnya tahun 2003, masyarakat Eropa kembali dikejutkan oleh berita dibangunnya masjid Islam termegah dan terbesar di Eropa Barat, yaitu Masjid Baitul Futuh, di Distrik Morden, Kota London, Inggris.

Majalah berkala di Inggris The Informer menyebutkan bahwa Masjid Baitul Futuh merupakan salah satu bangunan dari 50 bangunan terkenal dan terbaik di dunia. Pada 2003, masyarakat Eropa juga dibuat tercengang dan kagum ketika media-media Eropa memberitakan bahwa umat Islam di Jerman dalam kurun waktu 50 tahun ke depan akan membangun 100 buah masjid di seluruh Jerman. Salah satunya yang telah sangat menggemparkan masyarakat Jerman, khususnya masyarakat Kota Berlin, ialah pembangunan Masjid Khadijah di Kota Berlin pada akhir 2008. Setelah itu, peresmian Masjid Mubarak di Distrik Saint Prix, Paris, Prancis.

Orang Eropa yang menghargai kebebasan dan hak asasi manusia tampaknya menyokong pembangunan tempat-tempat ibadah Islam tersebut. Ini terjadi karena ajaran Islam yang disebarkan di masjid-masjid itu mengusung tema love for all, hatred for none (cinta kepada siapa pun, tidak benci kepada siapa pun). Saat ini, sudah ribuan, bahkan jutaan, buku diterbitkan di Amerika, Eropa, Asia, dan Australia oleh umat Islam yang membangun masjid-masjid megah di Eropa tersebut. Jutaan orang telah diajak memahami Islam yang agung, mulia, dan penuh kasih melalui buku-buku itu.

Kebanggaan

Di pihak lain, nun jauh dari Eropa, dalam sebuah pengajian akbar yang dihadiri ribuan umat Islam di Yogyakarta, awal tahun 1980-an, seorang dai terkenal KH Ir HA Syahirul Alim, MSc, dosen kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UGM, dengan bangga menyatakan bahwa akhir abad ke-20 merupakan momentum kembalinya Islam di pentas ilmu pengetahuan tingkat dunia. Saat itu, umat Islam di seluruh dunia sedang menikmati euforia “Nobel Fisika” yang diterima Prof Dr Abdus Salam dari Pakistan pada 1979.

Prof Dr Ahmad Baiquni, ahli fisika nuklir, yang bersahabat baik dengan Abdus Salam diundang berceramah di mana-mana di Indonesia untuk menjelaskan kesesuaian ayat-ayat Alquran dengan ilmu pengetahuan alam yang telah mengantarkan Abdus Salam meraih Nobel Fisika yang amat bergengsi itu. Penerbit Pustaka Bandung secara khusus menerbitkan buku kecil berjudul Islam dan Ilmu Pengetahuan karya Prof Baiquni yang di dalamnya menjelaskan penemuan sang nobelis Abdus Salam tersebut. Salam menjadi penerang sains Islam dan menjadi penggugah kaum muslimin untuk kembali meraih kejayaan di bidang sains yang pernah digenggamnya pada abad ke ketujuh sampai ke-15, tulis Republika.

Harian Islam terbesar di Indonesia ini juga memuji Salam sebagai saintis Islam terbesar dan ilmuwan muslim pertama yang mendapatkan hadiah Nobel paling bergengsi di bidang fisika atom di tengah terpuruknya sains Islam dalam lima abad terakhir. Abdus Salam kelahiran Pakistan, 29 Januari 1926 itu meraih gelar doktor fisika dalam usia 26 tahun dari Cambridge University, Inggris. Abdus Salam dalam penelitiannya berhasil menemukan fakta bahwa sesungguhnya semua gaya yang ada di jagat raya—yaitu gaya gravitasi, elektromagnet, nuklir kuat, dan gaya nuklir lemah–– hakikatnya merupakan satu kesatuan. Ide penelitian Abdus Salam ini, menurut pengakuannya, terinspirasi dari pernyataan Alquran dalam Surah Al-Mulk ayat 3 tentang keseimbangan ciptaan Allah.

Abdus Salam meninggal tahun 1996. Dunia Islam berbelasungkawa amat dalam atas kepergiannya. Dua pemimpin Pakistan yang amat bermusuhan, Benazir Bhuto dan Ziaul Haq, bersatu memberikan gelar pahlawan Pakistan sejati untuknya. Kerajaan Arab Saudi yang menggelar karpet merah ketika Abdus Salam datang ke Tanah Suci ikut belasungkawa atas wafatnya Salam. Mereka sayang kepada Abdus Salam karena beliau telah mengharumkan nama Islam di pentas internasional. Lalu, siapakah Prof Abdus Salam yang punya energi luar biasa untuk mencari titik temu ayat-ayat Alquran dengan ilmu pengetahuan alam itu? Umat Islam yang mana yang membangun masjid megah di Spanyol setelah 750 tahun nama Islam terkubur di Negeri Real Madrid itu?

Buku karya siapakah yang berhasil mengislamkan Carolyn, wanita bangsawan Prusia yang kemudian membalikkan citra Islam di Jerman itu? Ternyata, mereka semua adalah orang-orang Ahmadiyah. Abdus Salam adalah orang Ahmadiyah. Yang membangun masjid di Spanyol juga orang Ahmadiyah. Buku yang dibaca Carolyn juga karya orang Ahmadiyah. Orang-orang Ahmadiyah punya banyak prestasi luar biasa karena punya prinsip mendahulukan cinta dan karya dalam beragama. Salah satu tafsir Alquran yang fenomenal di dunia, The Holy Quran, karya Maulana Muhammad Ali, intelektual Ahmadiyah, menjadi bacaan yang menginspirasi tokoh-tokoh pejuang Indonesia seperti Bung Karno dan HOS Cokroaminoto. Di dunia, The Holy Quran juga menjadi rujukan kajian Islam di Eropa dan Amerika.

Tapi bagaimana kini di Indonesia? Orang Ahmadiyah yang telah mengharumkan nama Islam di dunia internasional itu kini ditendang. Rumahnya dihancurkan. Mereka dicerca, mereka disiksa. Negeri dengan 200 juta umat Islam itu lupa bahwa sumbangan Ahmadiyah terhadap syiar Islam itu luar biasa. Orang Ahmadiyah yang jumlahnya jutaan di dunia tampaknya hanya bisa bersabar menunggu redanya amarah masyarakat Indonesia yang, katanya, cinta Rasul Muhammad itu.

Seandainya umat Islam bertanya kepada Jalaluddin Rumi dan Ibnu Arabi, apa bedanya antara jamaah Ahmadiyah dan jamaah Islam Ahli Sunnah, jawabannya niscaya seperti ini: kedua jamaah ini sama-sama mencintai Allah dan Rasul-Nya, Muhammad. Sampai titik ini, marilah kita merenung: Rasulullah diutus ke dunia untuk menyempurnakan akhlak manusia, agar sesama manusia saling mengasihi dan saling mencintai. Bukan sebaliknya, menyerang dan menyiksa manusia hanya karena perbedaan paham seperti di Pandeglang dan Bogor.(*)

M Bambang Pranowo
Guru Besar UIN Jakarta, Direktur Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian


sumber: Okezone

Friday, February 11, 2011

Inilah Jihad Kami

Inilah Jihad Kami

Jika semua yang kami lakukan dalam membela hak kami ini lantas membuat mereka berang, maka kami katakan kami tidak akan mundur. Jika semua yang kami lakukan dalam mempertahankan keyakinan kami membuat mereka beringas, maka kami katakan pada mereka bahwa kami tidak akan takut. Meskipun nyawa taruhannya, kami tidak akan surut.

Inilah perjuangan kami, inilah JIHAD kami.


Yang mulia Rasulullah saw. Mengajarkan kepada kami bahwa mati membela hak dan kebenaran adalah mati syahid yang ganjarannya adalah syurga. Sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Amr ra. : Aku pernah mendengar Nabi Muhammad Saw bersabda, "Orang yang mati karena mempertahankan harta miliknya adalah syahid" (HR. Bukhari).

Inilah jihad kami. Tidak dengan menyerang dan merusak rumah orang lain, tempat ibadah orang lain, menganiaya orang lain atau bahkan menghilangkan nyawanya. Meskipun mereka adalah musuh sekalipun. Itulah yang diajarkan oleh Junjungan kami yang mulia nabi Muhammad saw.. Jihad kami adalah memperjuangkan islam yang damai dan tanpa kekerasan yang telah memikat jutaan hati manusia dari masa ke masa semenjak kedatangan manusia terbaik, Nabi Muhammad Mustafa saw.

Anda katakan agar kami kembali ke jalan yang benar. Lalu jalan mana yang anda maksud? Islam seperti apa yang harus kami ikuti? Apakah kami harus ikut seperti mereka para penyerang itu? Kami jelas menolak. Moto kami “Love for all, hatred for none” yakni “Cinta untuk semua, tiada kebencian untuk seorang pun.” Sungguh sangat mustahil bagi kami menukarkannya dengan jalan kekerasan yang mereka tunjukkan, yang membuat wajah islam beserta pendirinya menjadi sasaran ejekan dan cemooh dari umat-umat lain. Sungguh mustahil meskipun harus dibayar dengan nyawa kami sendiri.

Anda katakan kami telah menistakan agama, menodai agama. Lalu bagaimana dengan para penyerang yang dikatakan oleh semua orang sebagai tidak sesuai dengan ajaran islam? Tidakkah mereka jauh lebih menodai kesucian ajaran agama ini? Tidakkah mereka telah menistakan agama ini dihadapan semua pengikut agama lain? Tidakkah mereka jauh lebih perlu untuk diluruskan?

Akidah kami adalah “Love for all, hatred for none.” Dan sungguh kami tidak keberatan jika kami dikatakan kafir dan murtad karena berpegang teguh kepada ajaran Islam yang damai seperti itu. Anda tidak perlu khawatir akan aksi balas dendam dari kami. Bukan karena kami minoritas, karena jumlah kami tidak pula sedikit, melainkan karena prinsip cinta damai kami yang sangat teguh kami pegang. Kami akan membalas semua kekejian dan kezaliman hanya dengan jalan kesabaran dan do’a. Jika kalian para penyerang hendak takut, maka takutlah dengan do’a kami yang terzalimi!

Keyakinan kami adalah mengikuti petunjuk yang mulia nabi Muhammad saw. bahwa di akhir zaman akan datang nabi Isa dan Imam Mahdi yang wajib diikuti oleh semua umat. Jika kami dikatakan kafir dan murtad karena mengikuti petunjuk baginda nabi saw. tersebut, sungguh kami ikhlas dan ridlo. Dan akan kami pertahankan jalan yang telah kami pilih ini, meskipun nyawa kami menjadi taruhannya.

Inilah jihad kami, inilah perjuangan kami.

Bogor, 11 Februari 2011

Catatan:Tulisan diatas merupakan sebuah manifesto pribadi dari seorang muslim Ahmadiyah berkenaan dengan insiden berdarah “Tragedi Cikeusik”.

Wednesday, February 9, 2011

Kronologis Cikeusik Menurut Saksi Mata

Jika anda ingin mengetahui kronologis peristiwa Cikeusik yang lebih lugas berdasarkan penuturan langsung para korban dan saksi mata, silahkan simak tulisan berikut ini yang saya ambil dari salah satu blog sahabat.
________________________________

Kisah Heroik Para Ahmadi di Cikeusik
http://isamujahidislam.wordpress.com
Cikeusik, 6 Pebruari 2011 beberapa saudara-saudara ruhani kami pergi ke sana untuk mempertahankan rumah missi milik Jemaat Muslim Ahmadiyah karena beberapa hari sebelumnya sudah ada ancaman massa yang akan menyerang. Penyerangan sudah diprediksikan 99% akan terjadi. Namun mereka sudah siap mental apapun yang terjadi.

Sebelumnya, Mln. Ismail Suparman dan keluarga dipanggil pihak kepolisian untuk meminta perlindungan karena sudah mengetahui akan adanya penyerangan. Jadi tidak berdasar, jika dikatakan bahwa kedatangan para Ahmadi yang akan mempertahankan rumah missi itu yang memprovokasi massa untuk datang menyerbu. Massa berjumlah ribuan tidak bisa dikumpulkan dalam waktu singkat.

Para Ahmadi memahami sabda yang Mulia Rasulullah saw bahwa mempertahankan harta benda dan jiwa raga adalah merupakan salah satu bagian Jihad yang hadiahnya adalah tunai, yaitu Surga.

Para pemuda Ahmadi telah Sampai di lokasi, 07.00 WIB. Awalnya, mereka bersantai, bercanda dan berfoto bersama. Datanglah sarapan pagi, langsung saja disambut dengan gembira.

Dalam keadaan santai itu, mereka dikejutkan dengan kedatangan aparat kepolisian yang jumlahnya cukup banyak. Itu terjadi pukul sembilan atau setengah sepuluh pagi. Anehnya, para polisi yang tadinya terlihat banyak, raib entah kemana. Mereka hanya sedikit bersisa.

Pukul sepuluh pagi, massa yang sangat banyak itu tiba-tiba menyerobot sisa aparat yang jumlahnya tidak seberapa. Tiba-tiba mereka menyerang! Tidak ada mediasi terlebih dahulu! Seakan-akan mereka tidak punya mulut untuk berbicara.


Tuesday, February 8, 2011

Menjawab Berbagai Tuduhan Teologis

اَشْهَدُ اَنْ لاَّ اِلهَ اِلّا الله  وَاَشْهَدُ  اَنّ مُحَمّدًا رَسُوْلُ الله اَمّا بَعْدُ  فَاَ عُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشّيْطَانِ الرّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرّحْمنِ الرّحِيْم

Yth. Bp. Pimpinan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Yth. Bp. Kepada Puslit Kemasyarakatan & Kebudayaan (PMB) – LIPI

Hadirin Hadirat peserta seminar yang saya muliakan.
Alhamdulillah, dengan karunia Nya semata-mata kita diberikan taufiq untuk bersama-sama dalam seminar ini.  Shalawat dan Salam semoga di anugerahkan kepada yang Mulia Nabi Besar Muhammad Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi Wasallam dan para Sahabat (Radhiallahu ‘anhum).  Terimakasih  kami haturkan kepada Pimpinan LIPI dan Panitia yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk menyampaikan makalah kami dengan judul “Menjawab Berbagai Tuduhan Theologis”.

Jika kita menyimak literatur-literatur yang diterbitkan oleh pihak luar Ahmadiyah, literatur yang berisikan tuduhan,  dapat kita klasifikasi menjadi dua bentuk.  Bentuk pertama berupa tuduhan yang semata-mata opini dari pihak tertentu. Bentuk kedua berupa rekayasa dan pemutarbalikan pemahaman Ahmadiyah dengan cara mengutip literatur Ahmadiyah lalu memberi komentar sendiri dan dinisbahkan kepada Ahmadiyah. Tuduhan-tuduhan dan fitnah-fitnah tersebut telah dimulai sekitar seabad yang lalu dengan terus-menerus diulangi oleh generasi-generasi penentang dari masa-kemasa.

Pengulangan tuduhan-tuduhan tersebut disajikan kemasyarakat dalam berbagai tulisan dengan judul yang berbeda atau tata letak yang berbeda, atau juga demikian, yakni pada penerbitan  pertama pengulangan mengutip sebagian tuduhan/fitnah yang belum dikutip sebelumnya sehingga nampak seolah ada ilmu baru yang muncul.  Pengulangan dengan penambahan atau perubahan tata letak, judul dan materi, memberi kesempatan munculnya buku-buku terbitan baru, menciptakan pasar buku yang diharapkan laris di masyarakat.

Yang kami sayangkan ialah pemutarbalikan fakta dengan rekayasa arti, atau pun mengenyampingkan  pemahaman yang semestinya disampaikan ke masyarakat itu dengan mengatasnamakan Islam, bahkan membawa nama Allah Yang Maha Qudduus.  Padahal Islam sangat melarang penyebaran fitnah dan tuduhan palsu, apalagi dengan membawa nama Allah.
Jawaban spesifik terhadap tuduhan dan fitnah tersebut telah diterbitkan baik dalam bentuk tulisan, maupun video dan CD.  Bahkan dapat di akses melalui website http://www.alislam.org/.  Waktu yang singkat dan terbatas seperti ini tidak cukup untuk menjawab satu persatu tuduhan-tuduhan tersebut secara spesifik.

Oleh karena itu pada kesempatan ini kami memilih untuk menyampaikan penjelasan akidah Islam yang kami-Jemaat Ahmadiyah-yakini.  Dengan penyampaian penjelasan ini, kami menyatakan bahwa pernyataan segelintir orang tentang Jemaat Ahmadiyah, yang tidak sesuai dengan penjelasan kami, atau provokasi yang dilontarkan pihak tertentu tentang Ahmadiyah adalah dusta belaka dan menjadi tanggung jawabnya di depan hukum dan terutama dihadapan Allah Yang Maha Mengetahui, Maha Perkasa, dan Maha Pemberi Balasan.  Sejarah Ahmadiyah sedunia yang lebih dari 100 tahun, menjadi saksi tak terbantahkan atas nasib orang-orang yang memfitnah dan menimpakan keaniayaan terhadap orang-orang Ahmadiyah yang tidak berdosa. Penjelasan kami ini sekaligus merupakan harapan kami kepada masyarakat agar tidak terprovokasi oleh sekelompok orang yang akan membawa mereka kepada langkah yang dapat mengundang kemurkaan Allah, sebab Allah Taala berfirman yg terjemahannya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah/menganiaya orang-orang mukmin laki-laki dan mukmin perempuan lalu mereka tidak bertobat, niscaya bagi mereka ada adzab neraka jahanam dan bagi mereka ada adzab yang membakar.” (QS. Al-Buruj / 85 : 11).
            Semoga Allah yang Maha Pengasih, melindungi umat Islam dan Bangsa Indonesia dari terpengaruh oleh provokasi yang hanya akan merugikan diri sendiri, aamiin.
            Adapun penjelasan Aqidah Islam yang diyakini oleh Jemaat Ahmadiyah, dapat kami uraikan satu demi satu Rukun Iman dan Rukun Islam, sebagaimana yang diajarkan oleh Yang Mulia Nabi Suci Muhammad Rasulullah Shallallaaahu ‘alaihi wasallam yang penjelasannya kami kutip dari wejangan Pendiri Jemaat Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad ‘alaihis salaam dan para Khalifah beliau –Imam  International Jemaat Ahmadiyah.

  1. I.      Rukun Iman
  2. II.   Rukun Islam
    1. Mengucapkan Dua Kalimah Syahadat
  1. Beriman kepada Allah
  2. Beriman kepada Malaikat-malaikat-Nya
  3. Beriman kepada Kitab-kitab-Nya
  4. Beriman kepada Rasul-rasul-Nya
  5. Beriman kepada Hari Akhir
  6. Beriman kepada Qadha & Qadar, baik dan buruknya.
  1. Melaksanakan/Menegakan Shalat
  2. Berpuasa di bulan Ramadhan
  3. Membayar Zakat
  4. Menunaikan Ibadah Haji ke Baitullah (Mekkah).
Penjelasan :
  1. I.      Rukun Iman
I.1. Beriman kepada Allah

Pendiri Jemaat Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. menjelaskan:
“Untuk mengikuti ajaranku seseksama-seksamanya dikehendaki, bahwa mereka harus berkeyakinan, bahwa mereka mempunyai satu Tuhan yang Qadir (Maha Kuasa), Qayyum (Yang Berdiri Sendiri) dan Khaaliqul Kul (Pencipta segala sesuatu yang ada), yang sifat-sifat-Nya tak kunjung berubah, serta kekal dan abadi. Ia tidak mempunyai anak. Ia Suci-Murni dari jejak penderitaan, dari dinaikkan ke tiang salib dan dari mengalami suatu kematian. Ia sedemikian rupa, bahwa meskipun dekat namun jauh. Walaupun Tunggal, tapi penjelmaan-Nya nampak dalam bermacam ragam corak. Manakala ada terjadi suatu perobahan di dalam diri seorang manusia, bagi orang itu Dia menjadi Tuhan yang baru, dan Dia memperlakukannya dengan penjelmaan-Nya yang baru. Orang itu melihat suatu perubahan di dalam wujud Tuhan menurut proporsi dari perubahan yang ada pada dirinya – tetapi, hal ini bukanlah seakan-akan terjadi suatu perobahan di dalam Wujud Tuhan, karena sesungguhnya Dia tidak akan sekali-kali mengalami perobahan, dan Wujud-Nya memang paripurna; tetapi dengan tiap-tiap perobahan yang berlaku di dalam diri manusia yang menjurus kearah kebaikan, Tuhan pun menjelmakan diri-Nya terhadap manusia itu di dalam bentuk penjelmaan baru. Dengan tiap-tiap usaha kemajuan pada diri manusia, Tuhan pun memperlihatkan diri-Nya dengan penjelmaan yang lebih agung lagi perkasa. Ia menampakkan sesuatu penjelmaan dari kodrat-Nya yang luar biasa, hanya apabila manusia memperlihatkan suatu perubahan di dalam dirinya secara luar biasa pula; inilah akar dan landasan dari keajaiban dan mu’jizat-mu’jizat yang dipersaksikan oleh sekalian hamba-hamba Allah. Beriman kepada Allah swt., serta kepada segala kekuatan-kekuatan itu, merupakan syarat yang penting bagi Jema’at kita. Resapkanlah keimanan ini ke dalam kalbumu. Berikanlah tempat yang utama kepada keimanan itu lebih daripada kepada urusan pribadi, kesenangan-kesenganmu dan segala hubungan-hubunganmu. Dengan perbuatan-perbuatan nyata disertai keberanian yang tak kenal menyerah, perlihatkanlah kesetiaan dengan sejujur-jujurnya.

Orang-orang lain di dunia ini, tidak menganggap Tuhan sebagai suatu Zat yang lebih penting dari harta benda mereka dan sanak saudara serta karib kerabat mereka. Akan tetapi kamu harus memberikan kepada-Nya tempat yang paling utama, agar supaya di Langit kamu dituliskan di dalam daftar Jema’at-Nya.” (Ajaranku, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, hal. 1-3, Penerbit Yayasan Wisma Damai, Bogor, 1993)

Pernyataan Sikap Masyarakat Yogyakarta Cinta Perdamaian


Indonesia sebagai Negara yang beradab dengan falsafah Pancasilanya tidak bisa terlepas dari fakta keberagaman Agama, Keyakinan, Keimanan, Budaya, Suku, dan Etnisitas.Rakyat sebagai pemegang kedaulatan telah memberikan mandat kepada pemerintah untuk menjadi penyelenggara Negara yang wajib melindungi semua warga negaranya, memberikan rasa aman dan menjamin hak asasi manusia  tanpa memandang latarbelakang mereka dengan tanpa diskriminasi.

Kami atas nama sebagian masyarakat Yogyakarta yang mencintai perdamaian tanpa kekerasan sangat sedih atas kembali terjadinya kekerasan yang secara nyata telah menusuk dan melukai hati nurani kami dengan diserangnya saudara-saudara kami warga jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten.

Penggunaan kekerasan yang terjadi tersebut telah secara nyata melanggar nilai-nilai universal Hak Asasi Manusia, Nilai-Nilai hakiki ajaran semua agama dan keimanan, serta telah secara nyata melanggar hukum. Sehubungan dengan hal tersebut, dengan ini kami menyatakan sikap:

1.     Kejadian penyerangan warga jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten tanggal 6 Februari 2011 merupakan kejahatan kemanusiaan (crime against humanity) yang harus diselesaikan oleh Institusi Kepolisian dan Penegak Hukum terkait melalui penegakkan hukum dengan menindak secara adil kepada semua pelakunya.
2.     Negara wajib memberikan perlindungan kepada semua warga negaranya termasuk segenap anggota jaringan Ahmadiyah di Seluruh Indonesia.
3.     Menyerukan kepada semua tokoh agama, tokoh masyarakat, serta semua lapisan masyarakat untuk melakukan konsolidasi dan memperkuat jaringan lintas agama dalam upaya mencegah keberlanjutan penggunaan kekerasan yang mengatas namakan agama.

Demikianlah seruan moral kami, sebagai bagian dari keprihatinan dan landasan sikap kami atas berulangnya kembali sebuah tragedi kemanusiaan di Negara kita tercinta ini.

Yogyakarta, 7 Februari 2011

Forum Persaudaraan Umat Beriman Yogyakarta dan seluruh elemennya, Komite Kemanusiaan Yogyakarta, Sapta Dharma, Komunitas Sunda Wiwitan, Perkumpulan Rumpun, Interfidei,  PSIK Yogyakarta, Jaringan GUS DUR-ian, Kawula Ngayogyakarta.

Imam Jamaah Muslim Ahmadiyah menanggapi “Pembunuhan secara Brutal Jemaah Muslim Ahmadiyah Indonesia”

PRESS RELEASE

Imam Jamaah Muslim Ahmadiyah menanggapi “Pembunuhan secara Brutal Jemaah Muslim Ahmadiyah Indonesia”

Pelaku akan bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa

Dengan sangat sedih bahwa Jamaah Muslim Ahmadiyah kemarin menegaskan bahwa pada tanggal 6 Februari 2011, 3 anggota jemaahnya telah disyahidkan di Indonesia dalam suatu serangan yang benar-benar barbar dan brutal.

Serangan itu terjadi di Cikeusik, Banten Selatan di Indonesia dan dilakukan oleh sekelompok besar orang berjumlah antara 700 dan 1.000. Serangan itu terjadi meskipun polisi telah diperingatkan
beberapa hari sebelumnya tentang segera terjadinya serangan terhadap Muslim Ahmadi setempat. Meskipun telah ada peringatan, polisi tetap gagal untuk mengambil tindakan atau langkah-langkah untuk mencegah serangan.

Dilaporkan bahwa para penyerang datang ke pusat Jamaat
Muslim Ahmadiyah setempat dengan mengacungkan parang, tombak, pisau dan senjata lainnya. Akibatnya 3 orang Ahmadi disyahidkan didepan umum dan 5 lainnya terluka berat. 2 buah mobil, 1 rumah dan 1 sepeda motor milik Jemaah Ahmadiyah juga dibakar. Sejauh ini belum ada yang ditangkap oleh polisi sehubungan dengan insiden ini.

Berbicara dari London dalam respon terhadap pembunuhan brutal ini, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, Imam Jamaat Ahmadiyah Internasional berkata:

"Serangan mengerikan ini telah menyebabkan kesedihan dan rasa sakit bagi semua Muslim Ahmadi seluruh dunia dan tentunya untuk semua orang yang cinta damai. Kebiadaban pelaku tidak mengenal batas; bahkan orang yang menonton pembantaian kejam itu sambil bertepuk tangan dan bersorak-sorai. Polisi setempat dan yang berwenang gagal melindungi Muslim Ahmadi dan membiarkan mereka diserang secara kejam dan brutal.

Setiap kali serangan seperti
terjadi, Jamaat Muslim Ahmadiyah baik di Indonesia dan di seluruh dunia selalu menampilkan kesabaran dan mencari ketenangan diri tidak dengan balas dendam atau kekerasan tetapi melalui doa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan hal ini akan selalu tetap terjadi. Meskipun demikian dipastikan bahwa mereka yang telah menimbulkan kekejaman ini akan bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan akan menghadapi hukuman-Nya. Sementara itu, Jamaah Muslim Ahmadiyah akan terus untuk sujud di depan Tuhan Yang Maha Kuasa dan memohon Perlindungan dan Pertolongan-Nya."

Jamaah Muslim Ahmadiyah mendesak Pemerintah Indonesia untuk memenuhi mandatnya untuk melindungi semua warga negaranya, tanpa memandang agama. Dengan ini juga menjelaskan bahwa tidak ada Muslim Ahmadi terlibat dalam segala bentuk provokasi apapun dan bahwa serangan ini termotivasi hanya karena fakta bahwa korban adalah anggota Jamaat
Muslim Ahmadiyah . Ini adalah tragedi bahwa Muslim Ahmadi mati syahid dalam cara yang paling barbar karena mereka memilih untuk menjalani hidup mereka dengan motto Ahmadiyah 'Love for All, Hatred for None (Cinta untuk Semua, Kebencian Tidak untuk Siapapun)'.

Sebuah Siaran Pers lebih
lanjut dengan perincian rincian almarhum dan selanjutnya akan segera diterbitkan. 



Sumber: http://www.alislam.org/
←   → Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Perang Islam Radikal terhadap Barat: Sebuah Tanggapan

Women in Islam
Al-Qur’an mengajarkan kesucian jiwa manusia dan menegaskan kem- bali ajaran-ajaran Bibel bahwa barangsiapa membunuh satu orang dengan tidak adil, maka akan seolah-olah ia membantai semua umat manusia; dan barang siapa yang menyelamatkan satu kehidupan, maka seolah-olah ia telah melindungi kehidupan seluruh umat manusia (5:33)

Baca Selengkapnya..

Women in Islam

Women in Islam
Bagaimanakah kedudukan wanita menurut islam? Apakah islam menjamin hak-hak kaum wanita? Bagaimana pandangan islam mengenai kebebasan kaum wanita dan emansipasi?

Temukan jawaban dari pertanyaan diatas serta pertanyaan-pertanyaan lain seputar kaum wanita dalam islam di: http://alislam.org/library/women.html

Cari Teks Alquran


Quran Search
Sekarang anda tidak perlu bingung lagi bila ingin mencari satu ayat dalam alquran. Asalkan anda mengetahui sedi- kit kata kunci saja (dalam bahasa Arab atau Inggris), maka anda akan segera menemukan ayat yang anda cari. Feature yang tidak kalah penting adalah on-screen arabic keyboard jika anda ingin mencari kata kunci dalam bahasa arab. Jadi anda tidak perlu bingung apakah komputer anda arabic support ataukah tidak.

Silahkan kunjungi alamatnya dan rasakan manfaat yang sebesar-besarnya dari layanan full gratis ini..

http://alislam.org/quran/search2/

Ahmadiyah Indonesia

Agama Islam.info

Moslem Online

Flag Counter

networkedblogs

 

Anda Pengunjung Ke..

Web Page Counters