Kamis, 25 September 2008

PUASA DAN PENGORBANAN


Ibadah puasa sangat erat hubungannya dengan pengorbanan. Seseorang yang berpuasa dituntut untuk mengorbankan sebanyak mungkin segala hasrat / keinginannya selama waktu tertentu. Makan, minum dan menggauli istri itu semua kebutuhan dasar manusia. Sangat mendasar hingga terkait langsung dengan kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Tanpa itu kelangsungan manusia tidak akan bertahan lama. Dapat dibayangkan bila seseorang tidak menemukan makanan dan minuman, dalam tempo beberapa hari saja kualitas hidupnya akan segera habis. Demikian pula terjadi bila manusia tidak mengadakan hubungan seksual dengan lawan jenisnya, tentu lama kelamaan akan punah juga seperti halnya nasib beberapa satwa langka.

Dalam ibadah puasa justru semua hal asasi itu yang dikorbankan. Kita diperintahkan untuk meninggalkan semua hal mendasar penunjang keberlangsungan hidup kita. Seolah Allah swt. meminta kepada kita untuk belajar mengorbankan bahkan kehidupan kita sekalipun. Bentuk pengorbanan yang terus menerus dicontohkan oleh para nabi Allah dari masa ke masa.

Puasa bertujuan membentuk manusia-manusia bertaqwa. Pengorbanan merupakan salah satu indikator ketaqwaan yang sangat utama. Firman-Nya:

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

"yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka." (Al-baqarah:2)

Sekarang ini banyak sekali orang berpuasa tanpa mengenali hakikatnya. Akibatnya, setiap tahun berpuasa tanpa ada makna berarti dalam dirinya. Sebagaimana sabda nabi saw. "Begitu banyak yang berpuasa, namun tiada mereka dapat melainkan hanya sekedar lapar dan dahaga".

Sekarang ini jiwa pengorbanan sedemikian lemahnya dalam diri orang-orang islam. Untuk membangun sebuah mesjid-pun sampai harus meminta sumbangan di jalan-jalan raya. Orang-orang kaya memberi zakat dan sumbangan hanya untuk kepentingan "riya". Orang-orang miskin mempertaruhkan jiwa hanya untuk uang beberapa rupiah saja. Kita sangat prihatin dengan nasib para korban "zakat maut" di Pasuruan beberapa waktu lalu.

Jiwa pengorbanan adalah bagian tak terpisahkan dalam diri seorang muslim sejati. Kita lihat pada jaman nabi saw. para sahabat nabi juga kebanyakan hidup dalam kemiskinan. Namun kemiskinan itu tidak membuat mereka berebut zakat seperti yang terjadi sekarang. Kemiskinan tidak menghalangi mereka untuk berkorban. Nabi saw. sendiri malah memilih kehidupan "miskin" sepanjang hidupnya sehingga beliau tidak pernah dapat membayar zakat harta. Dan nabi banyak menyatakan kecintaannya kepada kaum miskin dan du'afa.

Apakah sekarang ini tidak mungkin lagi untuk mencontoh nabi dan para sahabatnya? Atau apakah islamnya nabi sudah tidak sesuai lagi pada zaman ini? Na'uzubillahi min zalik.. Demi ALLAH islam adalah agama yang paripurna. Yang ajarannya tidak akan berubah lagi hingga akhir masa. Yang perlu masa sekarang ini hanyalah penyegaran. Tidak perlu suatu ajaran baru. Permasalahannya sekarang bagaimana cara menyegarkan kembali "taman" islam setelah begitu lama ditinggalkan oleh pemilik kebunnya? Anda benar, harus ada tukang kebun yang lain untuk mengurusi taman itu. Dan ini adalah janji Allah Ta'ala bahwa dia tidak membiarkan umat ini dalam keadaan kehancuran melainkan Dia akan senantiasa memeliharanya dengan berbagai cara.

Selasa, 23 September 2008

ShoutMix yang Kembali...

Baru saja saya posting tentang kotak pesan shoutmix yang bermasalah, eeh besoknya ternyata udah jalan lagi.. :p
Tapi udah kadung posting jadi aku anggap aja sebagai dinamika dunia maya he, he, he.. :D

Mysteri seputar hilangnya shoutmix dan munculnya kembali, tentu bukanlah hal yang menarik bagi kebanyakan orang. Tapi bagi saya [yang awam], ini sungguh sangat mengherankan. Rasa penasaran ini tidak akan berhenti hingga suatu saat jawabannya dapat ditemukan (cieeh seolah-olah). Moga aja dengan ini ilmu ku ini dapat bertambah.. :)
Well bagi anda yang merasa posting ini terlalu mengada-ada, itu syah-syah saja. Tapi saya yakin pasti ada juga yang setuju dengan orang awam ini..
Anyway, saya udah kadung ganti shoutmix dengan OGGIX. Jadi, good bye shotmix. Moga ga bermasalah lagi yach.

Kotak Pesan "Shoutmix" Bermasalah


Udah beberapa hari ini kotak pesan atau shout box yang disediakan oleh shoutmix.com yang saya pasang di blog ini nampak bermasalah. Nampak terlihat pesan

"Address Not Found, Firefox can't find the server at www.shoutmix.com"

Ini seolah shoutmix tidak dapat ditemukan oleh browser sehingga tidak dapat diload sebagaimana seharusnya.

Penasaran saya coba periksa blog-blog teman dan tetangga yang mengunakan kotak pesan yang sama. Hasilnya ternyata serupa. Saya coba gunakan browser lain, seperti Opera atau IE, sami mawon... Saya lakukan ini karena rasa penasaran saja sebagai awam yang kurang faham seluk beluk dunia IT :p


Yang mengherankan adalah ketika saya coba pakai proxy server, ternyata masalah tadi tidak terjadi lagi. Kotak pesan shoutmix jalan seperti biasa. Padahal ketika setting koneksi biasa (tanpa proxy) sama sekali ga jalan.

Ini membuat saya curiga jangan-jangan shoutmix kena banned atau block oleh ISP Telkom?!#$!? Soalnya pada waktu yang bersamaan, sejumlah situs yang domain name-nya mengandung keyword tertentu juga gagal ditampilkan di browser. Jika penasaran silahkan saja coba sendiri. Saya lupa situs apa saja yang pernah saya coba, tapi yang jelas hanya situs lokal.
Namun sekali lagi ini baru dugaan semata. Mungkin diantara anda yang jauh lebih faham? Saya sangat berterimakasih bila mau membaginya dengan kami..

Btw, sekarang saya udah ganti kotak pesan-nya dengan OGGIX dan hingga sekarang belum ada masalah.

Minggu, 14 September 2008

Makna Syetan Dibelenggu di Bulan Ramadhan

Dalam sebuah hadis sahih diriwayatkan sebagai berikut:

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila tiba bulan Ramadan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu neraka dan setan-setan dibelenggu (Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1793)

Makna dari hadis tersebut pada dasarnya adalah mengenai perihal orang yang berpuasa itu sendiri. Orang yang berpuasa selama bulan suci ramadhan amal ibadahnya dilipat gandakan nilainya oleh Allah swt. sehingga meningkatkan hingga berkali-berkali lipat kesempatan untuk meraih surga keridlaan Allah swt. Bahkan dikatakan bagi orang yang berpuasa bahwasanya "Aku ini dekat" (Q.S. 2:186).

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ

Selanjutnya pintu-pintu neraka merujuk kepada amalan-amalan buruk. "Pintu" pada hakikatnya merujuk kepada semua panca indera kita. Panca indera merupakan gerbang atau pintu yang menjadi jalan terjadinya baik amal buruk yang akan membawa kita ke neraka maupun amal baik yang akan mendekatkan kita ke surga.

Adapun maksud setan yang dibelenggu lebih spesifik merupakan setan yang ada dalam diri kita atau sering juga disebut dengan hawa nafsu. Nabi saw. bersabda bahwa setan mengalir dalam darah kita. Sesuai dengan hadis nabi yang lain bahwa selama bulan suci ramadhan kita diharuskan menahan diri dari segala dorongan hawa nafsu. Dari pagi hingga petang kita dilarang untuk makan minum dan juga berhubungan dengan istri. Padahal itu semua merupakan hal yang hal halal untuk kita.

Ini memberi pelajaran kepada kita bahwa selama bulan suci ramadhan demi Allah ta'ala kita bahkan sanggup meninggalkan hal-hal yang halal yang merupakan kebutuhan yang sangat mendasar. Maka mengapakah kita tidak dapat meninggalkan perkara-perkara yang diharamkan di bulan-bulan lain?? Jika yang halalpun dapat ditinggalkan, seharusnya meninggalkan yang haram bukanlah perkara sulit. Inilah mungkin salah satu makna ramadhan yang dapat kita perhatikan demi meraih ketaqwaan sebagaimana tujuan ramadhan itu sendiri.

Hikmah Puasa Di Bulan Ramadhan

Firman Allah ta'ala:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ

Artinya: "Ramadhan ialah bulan yang di dalamnya Al-Quran diturunkan"
(Q.S. Al-Baqarah:186)



Ayat dari Al-Quran ini menggambarkan keagungan dari bulan Ramadhan. Kaum Sufi umumnya sepakat bahwa bulan ini adalah saat terbaik untuk pencerahan kalbu. Orang yang melaksanakan puasa, sering memperoleh kashaf dalam bulan ini.

Shalat mensucikan ruhani dan puasa mensucikan kalbu. Pensucian ruhani mengandung arti bahwa manusia bisa dilepaskan dari segala nafsu ego yang membawanya kepada dosa, sedangkan pensucian kalbu mengandung makna bahwa pintu gerbang kashaf akan dibukakan sehingga manusia bisa melihat Tuhan-nya. (Malfuzat, vol. IV, hal. 256-257).



* * *

Suatu ketika aku sedang merenungi tujuan dari cara menebus puasa yang terlewat dan aku berkesimpulan bahwa penebusan tersebut diatur agar manusia dikaruniai kemampuan dan kekuatan untuk melaksanakan puasa secara sempurna. Hanya Allah s.w.t. yang bisa memberikan kekuatan dimaksud dan segala sesuatu sebaiknya diminta dari Tuhan. Dia itu Maha Kuasa, jika Dia berkehendak maka Dia akan menganugrahkan kekuatan melaksanakan puasa kepada seorang yang menderita tuberkulosa.

Tujuan dari peraturan tentang membayar puasa adalah agar manusia diberikan kekuatan guna melaksanakan puasa, dimana hal ini hanya bisa diperoleh berkat rahmat Ilahi. Sewajarnya kita berdoa:
"Ya Allah, ini adalah bulan-Mu yang berberkat sedangkan aku telah dikucilkan dari keberkatan tersebut. Aku tidak tahu apakah aku masih tetap hidup pada tahun mendatang atau punya kesempatan untuk melaksanakan puasa yang telah terlewatkan. Berkatilah aku dengan rahmat-Mu berupa kekuatan melaksanakan puasa ini."

Aku yakin bahwa ia yang memohon demikian akan dikaruniai Allah s.w.t. dengan kekuatan yang diperlukan. Jika Allah s.w.t. berkehendak, mungkin Dia tidak akan memberikan batasan bagi umat Muslim sebagaimana Dia telah tentukan-Nya bagi umat terdahulu. Tetapi tujuan dari batasan itu adalah untuk meningkatkan kesejahteraan umat dimaksud. Menurut pendapatku, jika seseorang berdoa kepada Allah s.w.t. dengan segala ketulusan memohon agar ia tidak diasingkan dari berkat-berkat bulan Ramadhan maka ia tidak akan diasingkan. Jika kemudian yang bersangkutan jatuh sakit dalam bulan Ramadhan maka sakitnya menjadi sumber rahmat baginya karena nilai setiap tindakan ditentukan oleh niat yang mendasari. Sepatutnya bagi mukminin jika ia bisa membuktikan dirinya memiliki keberanian di jalan Allah s.w.t.

Ia yang sepenuh hati bertekad untuk melaksanakan puasa tetapi terhalang karena sakit yang diderita sedangkan hatinya sangat ingin mengerjakan puasa tersebut, ia tidak akan dikaliskan dari rahmat pelaksanaan puasa dan adalah para malaikat yang menggantikannya berpuasa. Hal ini merupakan suatu hal yang pelik. Jika seseorang merasa berpuasa itu sulit karena kemalasan ruhaninya dan berkhayal bahwa ia sedang kurang sehat sehingga tidak boleh melewatkan waktu makan karena dianggapnya akan membawa berbagai penyakit, maka orang seperti ini jika menganggap rahmat Tuhan akan tetap berada di sisinya, sesungguhnya ia tidak berhak atas pahala ruhani apa pun. Sebaliknya dengan seseorang yang bergembira atas kedatangan bulan Ramadhan dan berhasrat melaksanakan puasa tetapi tertahan karena sakit yang dideritanya, ia malah tidak akan dikaliskan dari berkat Ramadhan.

Banyak orang yang mencari-cari alasan tidak berpuasa dan membayangkan jika mereka bisa menipu manusia lain maka mereka juga bisa mengelabui Tuhan. Orang-orang seperti ini membuat penafsiran sendiri yang dianggapnya benar, padahal sesungguhnya mereka keliru dalam pandangan Tuhan. Ruang lingkup penafsiran seperti itu sebenarnya amat luas dan ada yang terbiasa menafsirkan sendiri sehingga misalnya ada yang melakukan shalat sambil duduk sepanjang hidupnya atau sama sekali tidak melaksanakan puasa. Sesungguh¬nya Allah s.w.t. amat mengetahui motivasi dan niat tiap orang dalam beribadah. Allah s.w.t. mengetahui niat dan hasrat yang tulus dan Dia akan memberkati yang bersangkutan, mengingat hasrat hati seseorang dianggap suatu yang berharga dalam pandangan Tuhan.

Mereka yang mencari-cari helah sebenarnya bertumpu pada penafsiran mereka sendiri, sedangkan penafsiran seperti itu tidak ada nilainya di hadapan Tuhan. Suatu ketika, saat sedang melanjutkan puasaku selama enam bulan, aku bersua dengan sekelompok Nabi-nabi yang menegur karena dianggap aku terlalu keras membebani diriku sendiri dan memerintahkan kepadaku untuk menghentikannya. Jadi jika seseorang membebani dirinya terlalu keras demi Tuhan-nya maka Dia akan berbelas-kasihan seperti orang tua kita yang melarang kita meneruskannya. (Malfuzat, vol. IV, hal. 258-260).

Mubarak Ramadan Pertama Di Abad Kedua Khilafat

Huzur membacakan ayat 184 hingga 187 Surah Al Baqarah,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

أَيَّاماً مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْراً فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ



Artinya:
183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
184. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan[114], maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Huzur bersabda, pada beberapa hari ini dengan karunia Allah Swt kita telah mengalami kembali bulan puasa Ramadan yang berberkat yang bersifat wajib untuk meningkatkan ketaqwaan dan mengembangkan kerohanian agar dikaruniai kedekatan Ilahi. Puasa juga merupakan suatu sarana latihan agar permohonan doa manusia menjadi makbul.

Ayat 184 Surah Al Baqarah ini memfirmankan bahwa puasa adalah ibadat yang wajib agar kaum mukminin menjadi mutaqqin; lebih mendekatkan lagi dirinya kepada Allah; dan memohon perlindungan-Nya dari segala kemudharatan. Rasulullah Saw bersabda, puasa adalah 'tameng pelindung'. Maka bila seorang mukmin berpuasa niscaya Allah Taala sendirilah yang akan menjadi pelindungnya, memudahkannya untuk menjauhi segala macam dosa; sebaliknya juga dimudahkan dalam beramal shalih. Namun, semua itu menuntut syarat puasa panca-indera: Puasa pendengaran, mata, tangan, lidah, dan anggota tubuh lainnya. Jadi, tameng pelindung ini hanya akan terwujud apabila manusia memahami bagaimana memanfaatkannya.


Orang yang bermusafir atau sakit tidak diperkenankan berpuasa di bulan Ramadan, melainkan tunaikanlah manakala setelah mendapatkan kelapangan. Taqwa adalah keitaatan, bukan hanya sekedar menahan lapar. Di bulan Ramadan membaca Alqur’an dan mempraktekkannya pun sangat penting. Di dalam Hadith Qudsi tercantum, Allah Taala menyatakan, bahwa Dia sendirilah yang menjadi ganjaran bagi orang-orang yang berpuasa....

'Puasa lidah' maksudnya adalah menghindari segala macam bentuk ucapan yang dapat melecehkan orang lain; sesuai bunyi Hadith, ucapkanlah: ‘Aku sedang berpuasa’ [apabila ada orang yang mengajak bertengkar].

Sedangkan 'berpuasa tangan' maksudnya tidak melakukan sesuatu perbuatan buruk yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Misalnya seorang Muslim diharamkan memakan daging babi dan minum alcohol, namun bila ia melayani orang lain untuk itu, tentulah tidak sesuai dengan larangan tersebut....

Di dalam hari-hari yang penuh berkat ini hendaknya kita berupaya untuk memperoleh tarbiyat yang dapat kita jalankan selama hidup, mengamalkan hal-hal yang ma'ruf dan meninggalkan yang munkar, sehingga dapat hidup dengan ber-'tameng pelindung' tersebut.

Selama bulan suci Ramadan orang mukmin bukan hanya menghindari perbuatan yang dilarang, bahkan juga yang halal (makan minum, dlsb) demi mentaati perintah Allah dalam rangka tarbiyat mendisiplinkan diri. Niscaya hal ini akan menjadi sumber peningkatan kondisi rohani dan qurb-Ilahi. Di dalam ayat yang terakhir sudah dikemukakan tentang hal ini...

Huzur menyampaikan sebuah kisah di dalam sebuah Hadith, pada suatu medan pertempuran yang tengah mereda, ada seorang ibu yang sibuk berlari kian kemari mencari anaknya. Bila pun ia tidak mendapati anak kandungnya, ia tetap memeluk dan menciumi setiap pemuda yang ditemuinya. Begitulah seterusnya ia sibuk berlari-lari.

Rasulullah Saw beserta para sahabat menyaksikannya dari kejauhan. Akhirnya, sang ibu tersebut mendapati anaknya sedang duduk kelelahan. Maka ibu itu pun segera memeluknya dengan penuh kasih sayang dan duduk bersamanya dengan damai.
Rasulullah Saw bersabda: 'Lihatlah betapa seorang ibu mencari-cari anaknya dengan penuh khawatir akan keselamatannya, tak mempedulikan resiko bahaya yang dapat menimpanya, dan ketika ia menemukan anaknya, ia pun segera duduk bersamanya dengan penuh suka cita.
Tahukah kalian, Allah Taala bahkan lebih bersuka cita lagi dibandingkan sang ibu itu manakala Dia menemukan hamba-Nya yang tengah berjuang untuk memperoleh qurb-Ilahi dan dengan cara meningkatkan berbagai amal shalihnya. Huzur bersabda, maka mengapakah kita tidak berusaha untuk seperti itu ? Seorang ibu hanya dapat memberikan rasa aman dan sentosa yang terbatas, sedangkan Tuhan kita adalah Rab-ul Alamin, Tuhan Semesta Alam, Al Malik, Yang Maha Memiliki Segala Sesuatu. Bila Dia sudah ridho dan 'memeluk' hamba-Nya, apa lagi yang tidak akan diperbuat-Nya ? Oleh karena itu, [pada bulan Ramadan ini] tingkatkanlah bersujud kepada-Nya lebih daripada hari-hari sebelumnya. Merintihlah dan mohonlah pertolongan-Nya. Namun, rintihan tersebut hendaknya bukan hanya dikala butuh, melainkan benar-benar untuk memohon qurb kedekatan-Nya. Dan apakah yang dimaksud dengan memperoleh qurb-Ilahi tersebut ? Merujuk kepada ayat 2:187, syaratnya ialah, 'falyastajibuli wal-yu'minubi ‘, yakni hendaknya mereka mendengar seruan-Ku dan beriman kepada-Ku'. Artinya, pernyataan di mulut saja tidaklah cukup, melainkan harus dibuktikan dengan kenyataan beriman kepada Allah dan rasul-Nya yang terus meningkat. Karena inilah sebagai bukti seorang mukmin yang keimanannya paripurna. Inilah mengapa sebabnya beribadat kepada Allah senantiasa ditekankan, ialah agar kaum mukminin senantiasa berusaha untuk memperoleh kemajuan.
Bulan suci Ramadan terkait dengan rangkaian usaha dan daya upaya yang hendaknya kaum mukminin memanfaatkan sepenuhnya. Bila rintihan kaum mukminin ikhlas sepenuhnya, maka ayat 'ujibu dawatad'daa'i', yakni 'Aku mengabulkan permohonan doa-doamu' pun menjadi kenyataan. Dan hal ini akan mengarahkannya ke tingkat rohani yang lebih tinggi. Makbuliyat doa-doa terkait dengan peningkatan rohani yang berkelanjutan.
Huzur membacakan beberapa ikhtisar tulisan Hadhrat Masih Mau'ud a.s. yang menafsirkan ayat 2:187, yakni penyingkapan bertahap tabir penghalang di antara manusia dengan Tuhan-nya pada mana di hari-hari yang berberkat Ramadan, Allah Swt memberikan kesempatan kepada kita untuk menyingkirkan tabir penghalang tersebut demi untuk memperoleh qurb-Ilahi. Maka penting untuk dihindari agar tabir penghalang tersebut jangan sampai kembali lagi manakala bulan Ramadan berakhir.
Salat dan doa adalah upaya yang nyata penting untuk menyingkirkan tabir tersebut, dan doa yang paling makbul untuk itu adalah mendoakan keunggulan agama Islam; doa agar seluruh dunia berada di haribaan bendera Rasulullah Saw.
Doa-doa semacam ini sungguh dapat menarik keridhaan Allah Swt, sehingga Dia pun memenuhi janji-Nya untuk mengabulkan berbagai kebutuhan pribadi kita. Maka kaum Ahmadi hendaknya beristiqamah dalam doa-doa mereka untuk kemenangan Islam, dan memohon agar setiap diri kita tetap teguh dalam keimanannya.
Jumah ini merupakan Jumah pertama di bulan Ramadan, di hari yang berberkat ini kita mendapatkan dua peluang yang dapat dipanjatkan kepada Allah Swt.
Sesungguhnya, di dalam Salat Jumah, ada suatu saat pada mana semua permohonan doa akan dikabulkan. Malah, sebagai tambahannya, waktu di antara Asar dan Maghrib pun ada saat tertentu doa-doa menjadi makbul. Akan tetapi dikarenakan tidak ada salat nafl di antara Asar dan Maghrib maka hendaknya diisi dengan banyak-banyak berdziqrullah.
Doakanlah juga berbagai kepahitan ujian yang tengah dihadapi oleh beberapa Jamaat di berbagai tempat. Karena hanya Allah-lah yang akan menyingkirkan segala penderitaan kita. Kita akan menyaksikan taqabuliyatnya doa-doa yang kita penjatkan, InshaAllah...
Semoga Allah menutupi segala kelemahan kita. Semoga Allah Swt senantiasa menunjukkan jalan kepada kita, kiat untuk memperoleh qurb-Nya; dan menjadikan dambaan untuk mendapatkan qurb-Ilahi sebagai target utama kita. Kita semua memang demikian lemah, namun kita berdoa semoga kita diikut-sertakan untuk merasai janji Ilahi kepada Hadhrat Masih Mau'ud a.s. ‘Engkau telah diberi pertolongan dengan kemuliaan...'; Allah Swt pun telah menjanjikan kepada beliau a.s., barang siapa menghinakan engkau, niscaya Aku akan menghinakannya. Dan kita telah menyaksikan kebenaran hal ini. Apa yang terjadi pada diri mereka yang menghinakan beliau a.s.; namun hendaknya kita mawas diri, agar jangan sampai dikarenakan berbagai kelemahan dan kealpaan kita, pemenuhan janji-Nya tersebut menjadi tertunda....
Semoga kita dapat menjadi contoh sebagai hambanya yang sejati, baik di desa maupun di kota. Semoga berbagai kelemahan dan sikap abai kita tidak menjadikan diri kita jauh dari Allah Swt. Dan juga semoga kelemahan tubuh kita digantinya dengan fisik yang kuat agar dapat dikorbankan untuk kepentingan agama.
Huzur kemudian membacakan sebuah doa Rasulullah Saw, “Allahumma inni as'aluka hubbaka wa hubbama yuhibbuka wal amalaladzi yubalighunni hubbaka, Allahuma ja'alhubbaka habba illa'ya min-nafsi wa'mali wa ahli wa minal maa'il barri'. Ya Allah, hamba mohon agar diberi kecintaan Engkau, dan amal shalih yang dapat menuntun hamba untuk menarik kecintaan Engkau. Dan jadikanlah kecintaan hamba kepada Engkau melebihi kecintaan kepada diri sendiri, kepada keluarga; dan menjadi air penyejuk dahaga rohani.”
Huzur bersabda, inilah bentuk kecintaan kepada Allah yang dapat membuat setiap amal shalih kita menjadi sumber penarik keridhaan-Nya. Singkirkanlah jauh-jauh sikap egois mementingkan diri sendiri, demi lillahi Taala. Semoga kecintaan kepada harta benda dan keluarga (63:10) tidak menjauhkan diri kita dari kecintaan kepada Allah Swt....
Menasehati Jamaah, Huzur bersabda, Wahai para hamba Masih Muhammadi yang telah diperlihatkan jalan petunjuk oleh Allah Swt, yang tengah mengalami penganiayaan di berbagai negara, Dia telah memberi kalian kesempatan untuk memanjatkan doa-doa sepenuh hati di bulan Ramadan dengan merujuk kepada berbagai prasyarat yang telah diterangkan.
Bulan Ramadan ini pun merupakan Ramadan pertama di Abad Kedua Khilafat Ahmadiyah, maka dengan sabar dan doa jadikanlah Ramadan ini sebagai sarana untuk menunjukkan berbagai jalan baru; meningkatkan peribadatan yang dapat menarik kecintaan Ilahi. Kesuksesan Masih Muhammadi terletak pada doa-doa yang dipanjatkan. Dan Allah Swt akan datang mendekat dari singgasana-Nya di langit ke tujuh di bulan Ramadan, semoga Dia menarik kita ke dalam haribaan-Nya. Dan semoga pula kita dapat mengalami pemenuhan janji-janji-Nya.
o o O o o

Please note: Department of Tarbiyyat Majlis Ansarullah USA and Jamaat BaKul takes full responsibility of anything that is not communicated properly in this message.
transltByMMA/LA090808


Senin, 08 September 2008

Daftar 216 Kode Warna HTML

Berkali-kali bolak balik nyari kode warna html, akhirnya diputuskan saya simpan saja di postingan blog sendiri. Siapa tau ada juga butuh nantinya.

So, buat yang butuh kode warna buat mempercantik blognya, berikut ini daftar 216 kode warna lengkap dengan contoh warnanya. Selamat menikmati ;p








#FFFFFF #FFFFCC #FFFF99 #FFFF66 #FFFF33 #FFFF00






#FFCCFF #FFCCCC #FFCC99 #FFCC66 #FFCC33 #FFCC00






#FF99FF #FF99CC #FF9999 #FF9966 #FF9933 #FF9900






#FF66FF #FF66CC #FF6699 #FF6666 #FF6633 #FF6600






#FF33FF #FF33CC #FF3399 #FF3366 #FF3333 #FF3300






#FF00FF #FF00CC #FF0099 #FF0066 #FF0033 #FF0000






#CCFFFF #CCFFCC #CCFF99 #CCFF66 #CCFF33 #CCFF00






#CCCCFF #CCCCCC #CCCC99 #CCCC66 #CCCC33 #CCCC00






#CC99FF #CC99CC #CC9999 #CC9966 #CC9933 #CC9900






#CC66FF #CC66CC #CC6699 #CC6666 #CC6633 #CC6600






#CC33FF #CC33CC #CC3399 #CC3366 #CC3333 #CC3300






#CC00FF #CC00CC #CC0099 #CC0066 #CC0033 #CC0000






#99FFFF #99FFCC #99FF99 #99FF66 #99FF33 #99FF00






#99CCFF #99CCCC #99CC99 #99CC66 #99CC33 #99CC00






#9999FF #9999CC #999999 #999966 #999933 #999900






#9966FF #9966CC #996699 #996666 #996633 #996600






#9933FF #9933CC #993399 #993366 #993333 #993300






#9900FF #9900CC #990099 #990066 #990033 #990000






#66FFFF #66FFCC #66FF99 #66FF66 #66FF33 #66FF00






#66CCFF #66CCCC #66CC99 #66CC66 #66CC33 #66CC00






#6699FF #6699CC #669999 #669966 #669933 #669900






#6666FF #6666CC #666699 #666666 #666633 #666600






#6633FF #6633CC #663399 #663366 #663333 #663300






#6600FF #6600CC #660099 #660066 #660033 #660000






#33FFFF #33FFCC #33FF99 #33FF66 #33FF33 #33FF00






#33CCFF #33CCCC #33CC99 #33CC66 #33CC33 #33CC00






#33CCFF #33CCCC #33CC99 #33CC66 #33CC33 #33CC00






#3399FF #3399CC #339999 #339966 #339933 #339900






#3366FF #3366CC #336699 #336666 #336633 #336600






#3333FF #3333CC #333399 #333366 #333333 #333300






#3300FF #3300CC #330099 #330066 #330033 #330000






#00FFFF #00FFCC #00FF99 #00FF66 #00FF33 #00FF00






#00CCFF #00CCCC #00CC99 #00CC66 #00CC33 #00CC00






#0099FF #0099CC #009999 #009966 #009933 #009900






#0066FF #0066CC #006699 #006666 #006633 #006600






#0033FF #0033CC #003399 #003366 #003333 #003300






#0000FF #0000CC #000099 #000066 #000033 #000000

INI ADALAH KISAH NYATA DAN BUKAN DONGENG

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْاْ مِن قَبْلِكُم مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاء وَالضَّرَّاء وَزُلْزِلُواْ حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللّهِ قَرِيبٌ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. [2:214]


Ini adalah kisah nyata bukan dongengan. Terjadi di kampung halamanku, kampung Pajagan desa Parakansalak, Sukabumi. Saya coba kompilasikan kisah ini untuk di-share di blog ini agar mudah-mudahan dapat menjadi bahan renungan bagi siapapun yang mau membaca.

Kejadiannya masih belum lama ini, masih terkait masalah Ahmadiyah yang sekarang menjadi isyu panas di negeri ini. Saya sendiri berasal dari keluarga besar ahmadiyah. Bapak-ibu saya, kakek-nenek bahkan buyut saya adalah anggota jamaah Ahmadiyah. Selama ini kami hidup rukun bertetangga tanpa ada masalah apapun. Masalah terkait akidah tidak pernah merusak hubungan kami dengan siapapun. Tidak pernah ada yang menghina, mengejek, mengancam, ataupun menekan kami agar berobah keyakinan hanya karena keyakinan kami agak “berbeda”. Kami selalu menyelesaikan masalah perbedaan melalui cara-cara santun dengan semangat persaudaraan.

Akan tetapi semua itu mulai berubah seiring waktu berjalan. Seingat saya pada sekitar tahun 80-an mulailah didatangkan penceramah-penceramah dari luar daerah dalam rangka mengisi berbagai acara perayaan hari-hari besar islam. Mereka mulai menanamkan kebencian terhadap ahmadiyah dengan menebarkan fitnah-fitnah keji. Saya dapat katakan sebagai fitnah keji karena saya sendiri sebagai orang ahmadiyah dari lahir tidak merasa sedikitpun terkait dengan tuduhan-tuduhan yang dilontarkan itu. Diantara para penceramah itu yang masih saya ingat adalah Amin Jamaluddin, yang kemudian saya kenal sebagai ketua LPPI.

Kejadian pembakaran mesjid beberapa waktu lalu itu sungguh suatu tragedi. Kami tidak pernah memusuhi siapa pun dan selalu berusaha menjalin kerjasama dengan siapa pun. Namun warga yang sudah terhasut dan terkomando dapat melakukan apapun yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, termasuk membakar rumah Tuhan.

Setelah
keluarnya SKB 3 menteri, keadaan bukannya bertambah baik. Masyarakat yang tadinya bersikap baik pun mulai antipati dengan kami. Mereka mulai menganggap bahwa kamilah sumber masalah itu. Karena kamilah mereka menjadi resah. Karena ahmadiyahlah kampung mereka menjadi rusuh dan tidak kondusif. Aparat yang seharusnya bersikap adil malah ikut memperkeruh suasana dengan memberikan dukungan kepada pihak yang antipati. Suasana mencekam pun tidak terhindarkan.

Di kampung ku yang letaknya agak jauh dari mesjid yang dibakar, tekanan dari warga yang antipati tidak kurang besarnya. Setiap pengajian, ustazd di mesjid dekat rumah yang juga masih family, selalu menyempatkan pembahasan mengenai kami. Mesjid itu kebetulan memang sangat dengan rumah kami, sehingga semuanya terdengar sangat jelas. Ditambah lagi corong loud speaker yang kini diarahkan langsung ke rumah kami. Awalnya berupa anjuran dan ajakan halus, lalu meningkat menjadi keras dan bahkan berupa ancaman dan terror. Kecaman dan hinaan dalam pengajian bukan lagi hal yang luar biasa. Kami biasa dikatakan lebih hina dari babi dan anjing bahkan darah kami halal untuk ditumpahkan katanya, nau'dzubillahi min dzalik…

Belakangan ia menyerukan kepada warga di sekitar rumah kami untuk melakukan boikot sosial terhadap keluarga kami. Kebetulan kakak saya membuka warung sederhana yang mulai berkembang. Para tetangga yang dekat dan jauh senang berbelanja kepada kami. Namun karena ada ancaman kepada mereka untuk tidak datang ke warung kami, akhirnya mereka pun enggan. Akibatnya jelas, warung itu pun menjadi sepi dan kosong dari barang untuk dijajakan.

Dengan kondisi seperti itu tentu saja kami merasa sedih. Bukan hanya masalah materi yang kami pikirkan. Tetapi boikot itu benar-benar telah membuat kami terkucilkan dan terasing. Anak-anak kecil yang masih belum tau apa-apa diajari oleh bapaknya untuk ‘berjihad’ dengan melempari genting rumah kami bila malam hari. Sering kali ibu saya terbangun dari tidur dengan syok hebat karena mendengar suara keras yang tiba-tiba memecah keheningan. Esoknya memang benar ternyata batu yang lumayan besar telah menjebol genting rumah kami. Hal itu masih kerap kali terjadi hingga saat ini terutama bila ada acara-acara pengajian di mesjid dekat rumah. Semenjak itu ibu saya jadi trauma secara psikologis. Tidurnya tidak lagi lelap seperti dulu karena kegelisahan yang hingga setiap malam tiba, sehingga kesehatannya pun menjadi terganggu. Kami benar-benar terpuruk. Tidak ada jalan selain kami harus segera pergi meninggalkan kampung halaman ini.

Suatu malam seperti biasanya ustadz kembali dengan topik favorite-nya tentang Ahmadiyah. Ia menekankan kembali masalah boikot kepada para hadirin dan mengingatkan kembali betapa hina-nya orang ahmadiyah itu. Tiba-tiba ia melontarkan pernyataan kurang lebih sebagai berikut:

“Bapak-bapak, Ibu-ibu, gak apa-apa kita boikot saja mereka. Toh dulu juga Rosulullah saw. juga diboikot.”

Kami benar-benar tersentak kaget mendengar itu. Entah apa yang dipikirkan oleh ustadz tersebut, yang jelas bagi kami ini benar-benar menjadi kata-kata penghibur yang luar biasa. Seperti air hujan yang turun dari langit menyegarkan kembali kehidupan. Kami tau betul bahwa dulu pun Yang Mulia Rasulullah saw. pernah diboikot oleh para penentang. Dan kami pun sadar bahwa itu adalah harga dari sebuah perjuangan. Namun bahwa hal itu dikatakan oleh ustadz di hadapan para mustami menjadikannya sebagai hiburan yang luar biasa bagi kami. Bahwa para mustami juga mendengar hal itu dan mungkin menjadi faham akan posisi kami, juga merupakan pengobat segala penderitaan kami selama ini.

Boikot tersebut hingga kini masih terus berlangsung. Dan kami pun tidak menutup kemungkinan terburuk bahwa kami sampai harus terusir dari kampung halaman. Akan tetapi, kini kebahagiaan yang luar biasa terpancar kembali di wajah ibu. Semangat hidupnya nampak pulih kembali. Sungguh luar biasa cara Allah Ta’ala memberikan pertolongan kepada para hambanya. Di saat semua cobaan begitu beratnya menimpa, Dia berikan pertolongan dari jalan yang tidak disangka sama sekali. Subhaanallah!
Kisah ini ditulis berdasarkan penuturan Ibunda tercinta yang menceritakannya dengan wajah yang berseri-seri dan memancarkan kebahagiaan yang luar biasa. Sekarang beliau dapat menghadapi tantangan itu dengan lebih tegar. Saya pribadi semakin yakin dengan janji ALLAH swt seperti dalam ayat di atas (2:214), bagaimana dengan anda?

Wallahu a'lam bishshawwab

Jumat, 05 September 2008

Ahmadiyah di Sumsel Ternyata Tidak Dilarang

Setelah dikaji dengan lebih mendalam, ternyata yang dilarang itu hanya aktivitas ibadah yang bertentangan dengan ajaran Islam saja. Bukan aktivitas secara keseluruhan seperti yang dilansir berbagai media selama ini.

Hal ini terungkap dari pernyataan Mendagri, Mardiyanto usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (3/9).


"Kalau saya baca secara utuh dari keputusan-keputusan itu, sebetulnya keputusan ini menjabarkan dari SKB. Jadi larangannya adalah dalam menjalankan ibadah-ibadah yang tidak sesuai dengan ajaran Islam". Demikian pernyataan Mendagri.


Jika memang demikian, judul "Pelarangan" itu sebenarnya sudah merupakan kebohongan publik. Pemerintah seolah berusaha berkelit-kelit dengan memberikan pernyataan sekenanya untuk menghindari tekanan. Ahmadiyah sebagai kelompok minor yang tidak pernah melawan pemerintah akhirnya menjadi pilihan empuk untuk dikorbankan. Coba anda bayangkan jika yang dikorbankan adalah kelompok semacam FPI, apa kiranya yang akan terjadi??

Yaa.. memang sih masalahnya tidak sesederhana itu. Terlalu rumit benang kusut yang harus diurai. Pilihannya ada pada kita sendiri, apakah kita mau terjerat dalam lilitan benang kusut tersebut, atau kita mau keluar dari kekalutan dan melihat semuanya dari ketinggian dengan perspektif yang benar-benar luas dan jernih. Semuanya ada pada pilihan kita...

Baca berita selengkpnya di halaman asli di kompas.com >>>

Momentum 1 Ramadhan di Sumatera Selatan

Ahmadiyah kembali diusik. Tepat di permulaan bulan suci Ramadhan sebuah langkah "berani" telah diambil oleh Pemprov Sumsel terkait masalah Ahmadiyah. Atas desakan berbagai pihak, pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), hari Senin (1/9), secara resmi melarang aktivitas Ahmadiyah di provinsi itu. Banyak pihak yang melayangkan protes atas langkah tersebut. Salah satunya adalah anggota Wantimpres yang juga merupakan salah seorang ahli hukum senior di Indonesia, Adnan Buyung Nasution, SH.


Buyung Protes Pelarangan Ahmadiyah di Sumsel


Jakarta - Pemprov Sumsel melarang aktivitas Ahmadiyah. Alasannya hal ini terkait tuntutan masyarakat. Tapi protes keras datang dari Adnan Buyung Nasution.

"Keputusan gubernur itu harus dibatalkan karena melampaui kewenangan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang tertinggi dan semangat pluralisme," tulis Adnan Buyung dalam siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (2/9/2008).

Anggota Wantimpres ini menilai keputusan Gubernur Sumsel Mahyudin MS nomor 563/KPTS/BAN.Kesbangpol & Linmas tentang larang terhadap aktivitas ahmdiyah jelas-jelas kebablasan dan bertentangan dengan semangat otonomi.

"Gubernur melampaui kewenangan yuridisnya, semestinya tidak mengatur di bidang agama. Dan aparat penegak hukum dalam menjalankan tugasnya harus berpedoman pada peraturan perundang-undangan, tidak boleh mengikuti pejabat yang sewenang-wenang," jelas Adnan Buyung.

Selain itu, keputusan itu juga bertentangan dengan SKB 3 Menteri yang tidak berisi pembubaran Ahmadiyah. Dan secara substansial bertentangan dengan pasal 29 UUD 1945.

"Setiap warga negara wajib mematuhi hukum dengan tidak melakukan upaya main hakim sendiri, apalagi melakukan aksi-aksi kekerasan," tandasnya.(ndr/crn)

Baca artikel di halaman asli di detiknews>>>


Senin, 01 September 2008

Refleksi Bulan Ramadhan


Jakarta, 2 Ramadhan 1429H,

Marhaban Yaa Ramadhan.. selamat datang wahai bulan yang penuh keberkatan. Setelah setahun kita begitu larut dengan kehidupan yang jauh dari akhirat, kini tiba saatnya revitalisasi kehidupan ruhani. Demikian kasih-nya Tuhan, Dia berikan satu bulan yang luar biasa ini hingga para ahli neraka pun dapat menikmati kelonggaran hukuman selama shaum. Dia lebarkan pintu-pintu surga, sedang pintu neraka ditutup rapat.
Wahai.. alangkah meruginya diri ini bila sedikitpun tak kudapat cipratan berkah yang tercurah bagaikan hujan deras menguyur bumi nan gersang. Jiwa ini begitu dahaganya demi melihat oase di tengah gurun kehidupan.

Memang selama ini aku sadari telah begitu lalai dalam mengingat-Nya. Kalimah zikir yang kuucap baik dalam berdiri, rukuk maupun sujud, rasanya tidak begitu menyentuh kalbu yang sudah hampir lagi membatu. Asma ilahi yang terdengar tidak begitu menggetarkan jiwa lagi.. Yaa Allah begitu banyak tanda-tanda yang telah Engkau berikan, namun jiwa yang mati ini lebih membutuhkan dari sekedar tetesan air untuk kembalikan nafas yang tinggal lagi sejengkal.

Yaa Allah, berkali-kali kuucapkan takbir. Namun yang kurasa bukan kekhusukan mengenang kebesaran-Mu. Bukannya aku semakin menunduk merasa kecil di hadapan-Mu. Malah tangan ini dengan congkaknya menghakimi keyakinan orang lain yang belum jelas. Hanya karena para ulama dan ustadz mengatakannya, maka dengan lantang kuserukan “Allahu Akbar” seraya kulempari mesjid mereka, ku hancurkan, ku bakar, ku injak-injak quran yang mereka baca karena kupikir mereka tidak berhak untuk mengaku dan berlaku seperti itu. Yang boleh seperti itu hanya kami!

Duh Gusti Allah.. apakah diriku ini masih layak mendapatkan surga-Mu sedangkan jiwaku ini telah begitu asing dari rahmat-Mu. Sedangkan yang mulia Nabi saw. mengajarkan bahwa barangsiapa yang kasih sayang kepada sesama manusia maka Allah ta’ala akan menyayanginya.

Duh Gusti.. jika ku kenang prilaku-ku dimasa lalu, aku malu dengan umat lain yang malah tidak mengenal-Mu. Mereka justru jauh lebih baik dalam mengamalkan ajaran quran daripada kami umat-Mu.. tenggang rasa, tepo seliro, berat sama dipikul ringan sama dijinjing, itu semua telah diajarkan oleh nenek moyang kami yang malah mungkin tidak tahu islam. Mungkin aku salah, mereka itulah justru muslim..

Ya Allah, sekali lagi Kau kurniakan umur padaku agar dapat kutemui bulan ini. Aku bersyukur kepada-Mu dengan segenap jiwaku. Dan aku memohonkan kepada-Mu kurnia agar aku dapat melihat cahaya kebenaran lebih dari sebelumnya. Janganlah Kau biarkan aku dalam kegelapan dan kebodohan, bimbinglah aku kepada jalan-MU yang lurus.. Ihdinashshirootol Mustaqiiem.. yaitu jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka (diantara nabi-nabi, shiddiqien, syuhadaa dan shaalihin) bukan jalannya orang-orang yang Engkau murkai dan bukan pula jalannya orang-orang yang sesat. Aaamiin..

Related Post

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...